إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]
Maka dari itu merujuk kepada hadist di atas bahwasanya haruslah kita timbang baik-baik, harus di tanamkan dalam hati dan juga di kerjakan dengan sebaik-baiknya, ketika kita ingin menyampaikan sesuatu kebaikan hendaklah kita niatkan ikhlas Karena Allah, bukan karena dunia, maka insyaAllah kita akan terjauhi dari sifat sombong, riya', ingin di puji, merasa diri paling benar, ataupun hal yang kurang baik lainnya, sehingga ketika niat lurus karena mencari ridanya Allah, maka itu saja sudah cukup.
Adapun beberapa point penting dimana :
a. Semua amal tidak teranggap dan tidak sempurna (sah) kecuali dengan niat
b. Manakala pentingnya semua amal ibadah di awali dengan niat yang sungguh-sungguh untuk mendapatkan ridanya Allah
c. Dengan niat yang ikhlas dan mengharapkan ridanya Allah, kemudian menjauhkan diri dari hati yang ingin di puji, menganggap diri paling benar ketika sudah mengerjakan amal ibadah, ataupun ingin terlihat baik di mata orang lain.
d. Sehingga demikian kita semua bisa memahami bahwa niat utama adalah mencari ridanya Allah, kemudian melaksanakan amal ibadah yang sudah diperintahkan Allah kepada hambanya, saling memberikan nasihat kepada sesama, dan jauhkan diri dari pada hati yang ingin terlihat baik di mata orang lain, karna Allah lah yang menyimpan semua aib hambanya.
e. Semoga Allah mengampunkan kita semua dan menjadikan Kita hamba yang benar-benar bertaqwa pada Allah, sehingga Allah ampunkan dosa kita lahir maupun bathin, dan meninggal dunia dalam keadaan mengingat Allah, aamiin.
Maka kepada tuan dan puan, sahabat, saudara yang sedang membaca tulisan ini hendaknya berhati-hati dalam perbuatan alaman ibadah, sehingga kita semua diberikan hati yang kuat, iman yang kuat, untuk bisa menjalankan segala perintah Allah dengan sempurna dan niatnya hanya karena Allah subhanahu wata'ala, sungguh hanya itulah niat yang paling hakiki, aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar