Allahu subhanahu wata'ala menjadikan akhirat sebagai negeri pahala dan siksa, dimana amal - amal yang kita lakukan selama di dalam dunia ini balasannya yakni di akhirat kelak, demikian perbuatan - perbuatan kejahatan siksanya akan di terima di akhirat jua.
Dunia bukan tempat untuk balasan ganjaran atas segala perbuatan
Sedangkan dunia ini tidak cukup tempatnya untuk menerima ganjaran - ganjaran pahala atau siksa dari Allahu subhanahu wata'ala, dunia terlalu halus dan sempit, apabila di jadikan tempat untuk balasan pahala dan siksa tadi.
Sebagaimana yang sudah di sabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam,
من عقب ما بين المغرب والعشاء بني له في الجنة قصران ما بينهما من مسيرة مئة عام، فيهما من الشجر ما لو يراهما أهل المشرق وأهل المغرب لأوحلهم أي لأوسعهم فاكهة،
"Siapa yang sholat dua rakaat setelah sholat Maghrib, maka akan dibangunkan untuknya dua istana di surga. Jarak antara dua istana itu dijalani selama 100 tahun. Di antara keduanya pun tumbuhlah pepohonan yang cukup bagi seluruh penduduk dunia berteduh setelah mengembara."
Ganjaran kepada tiap hamba yang menempatkan dunia sebagai ladang pahala
Hadist tersebut menyatakan bahwa dunia tidak cocok untuk balasan pahala seorang hamba, ujar Nabi kita siapa yang bertahan antara magrib dan isya serta mengerjakan sholat berjamaah si masjid, maka akan mendapatkan pahala seperti yang sudah di contohkan hadist di atas.
maka dari itu dunia ini bukanlah negeri tempat untuk balasan pahala dan amal ibadah, amal dan ibadah yang kita lakukan di dunia ini akan di berikan ganjarannya kelak di akhirat.
Balasan kepada hamba yang sering melakukan perbuatan yang tidak baik
Demikian pula siksa dan balasan atas perbuatan yang buruk selama di dunia, dimana dunia pun tidak lah tempat untuk siksa bagi orang yang maksiat, melakukan perbuatan buruk.
Kalaupun ada orang - orang yang melakukan maksiat dan perbuatan buruk itu selama di dunia ini kemudian terkena bala, itu hanya tanda bahwa di akhirat kelak akan jauh lebih besar lagi ancaman siksa yang akan di terima.
"Karna sebaik - baik tempat untuk pembalasan bagi orang orang yang maksiat ialah di akhirat kelak, dan ganjaran pahala bagi orang - orang yang taqwa.
Sesungguhnya yang sudah di sandakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
"Pada HR Ibnu Majah dikisahkan Rasulullah bersabda, “Aku mendatangi kaum dan perut mereka seperti rumah yang dihuni ular yang tampak dari luar perut mereka” lalu malaikat Jibril pun menjawab, “Mereka adalah para pemakan riba”
Dunia hanya tempat usaha dan persiapan menuju akhir, hingga tempat beban dan keguncangan
Dunia bukan lah tempat pembalasan bagi pahala atau siksa, hingga menjadikan akhirat sebagai negeri untuknya pahala dan siksaan, dan dunia itu hanya di katakan sebagai tempat beban.
Contohnya : kita di suruh untuk menjalankan segala perintah Allah, dan menjauhi apa saja yang di larang, tidak boleh untuk melakukan perbuatan sesuka hati, hingga di larang. Hingga saatnya dunia pun menjadi tempat keguncangan serta kegelisahan, orang tidak akan nyaman di dunia.
" Dimana ketika orang mencari ketenangan dan kebahagiaan di dunia itu mustahil, karna dunia ialah tempat negeri beban dan keguncangan, kesungguhan serta usaha"
Usaha dan persiapan di dunia tidak terbatas pada akhirat tanpa penghidupan, tetapi penghidupan dunia itu ialah perantaraan kepada akhirat hingga menjadi penolongnya, maka dunia ini hanyalah ladang untuk mencapai akhirat.
Dunia ialah tempat untuk mencapai akhirat
الدنيا مزرعة الآخرة فكل ما خلق في الدنيا فيمكن أن يتزود منه للآخرة.
" Dunia adalah ladang akhirat. Maka setiap yang diciptakan Allah di dunia, bisa untuk dijadikan bekal menuju akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar