( 'assabi' wassalashun min shuwaril qur'an suratus Shaffat ) ke 37 surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama as Shaffat,
Ini surah makkiyyatun, di turunkan Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam saat di Mekkah,
( Wa ayatuha) Dan ayat-ayatnya berjumlah
( shintani wa shamanuna wami'ah ) 182 ayat
demi malaikat yang berbaris, siap menerima perintah Allah subhanahu wa ta'ala
demi malaikat-malaikat yang membaca dzikir
sesungguhnya tuhan kamu adalah satu atau esa
Nah, ini adalah merupakan sumpah daripada Allah subhanahu wa ta'ala, demi malaikat yang ber shaf, yang berbaris, yang nama mereka semuaan itu selalu siap untuk menunggu perintah dari Allah subhanahu wa ta'ala, jadi malaikat itu selalu siap dan tidak pernah enggan terhadap apa-apa yang di perintah oleh Allah, dan dari sekian banyak para malaikat itu berbagai macam pula tugas-tugas yang di beriman Allah kepada para malaikat-malaikat itu
Ada malaikat yang di berikan Allah tugas untuk memintakan ampun kepada Allah terhadap orang-orang yang membacakan shalawat atas nabi kita, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, jadi malaikat ini tugasnya hanya satu memintakan ampun kepada Allah bagi orang selalu bershalawat atas nabi
( Allahummagfir Fulan bin Fulan ) Itu aja bacaannya, ya Allah ampuni Fulan bin Fulan yang bershalawat kepada nabi Muhammad, jadi perbanyak kita ni bershalawat
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda ( man sholla 'alayya sholatan shollat 'alayhil malaikah, ma sholla 'alayya ) ujar nabi barangsiapa bershalawat atasku, bershalawat lah atasnya malaikat, artinya malaikat memintakan ampunan kepada Allah untuk kita selama kita bershalawat kepada Baginda Rasulullah
Sejam kita bershalawat kepada nabi, maka malaikat yang khusus ini pun berkata ( allahummagfirlahu, allahummagfirlahu, allahummagfirlahu) ya Allah ampuni dia, ya Allah rahmati dia, ya Allah sayangi dia, nah ini kalau kita mengerti dan faham yang demikian maka kita akan senantia bersungguh-sungguh hendak bershalawat kepada nabi kita tercinta,
Maka itu imam arramli dapat fatwa beliau ketika di tanya mana afdholnya memperbanyak shalawat dengan memperbanyak istighfar, beliau menjawab lebih banyak memperbanyak shalawat, alasannya kita bershalawat itu sudah di mintakan ampun dari malaikat kepada Allah
Dan ada lagi malaikat yang di berikan tugas oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk mengucapkan laknat kepada orang-orang yang tertentu, jadi ada malaikat khusus yang tugasnya itu selalu berdoa kepada Allah, ya Allah laknatlah Fulan bin Fulan, nah itu aja tugasnya,
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
( Man Ba'a 'aiyban lam Yubayyinhu lam yazal fi maktillah
Walam tazalil malaikatuh tal'anuhu rowahubnu majah )
Barangsiapa menjual sesuatu benda, menjual sesuatu barang yang disitu ada cela, ada aib, tapi dia menyembunyikan dan tidak mahu menjelaskan itu aib kepada calon pembeli, senantiasa orang tersebut dalam kemurkaan Allah, dan senantiasa orang tersebut mendapat laknat dari malaikat, sampailah dia benar-benar bertaubat dan mengakui kesalahannya kepada Allah dan kepada manusia atas perbuatan dzolim itu
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
( Iza da'a rosulun imro'atahu ila firosihi fa'abad antazi
Laknat hal malaikah Hatta tusbiha rowahul Bukhari )
Apabila memanggil seorang suami kepada istrinya, maka si istri itu enggan memenuhi panggilan suaminya, si istri itu di kutuk malaikat sampai waktu pagi
Adalagi malaikat - malaikat yang siap di perintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk mencari Majlis, majlis dzikir, ada lagi malaikat-malaikat yang di tugaskan oleh Allah untuk berdoa ( allahumma a'timum biqonkhrolafa )
Ya Allah berikanlah orang yang dermawan itu dengan berlipat ganda kebaikan daripada mu ya Allah, orang-orang yang suka bersedekah, orang-orang yang selalu mengeluarkan hartanya di jalan Allah nah mereka itu punya malaikat khusus yang senantiasa berdoa atasnya
Surat as Shaffat ini memberikan petunjuk dan arahan kepada kita, salah satunya kita ambil contoh, bagaimana Allah menjelaskan kepada kita tentang keadaan hari akhir nanti, firman Allah subhanahu wa ta'ala pada surah ini, ayat 22, dan juga 23
Allah subhanahu wa ta'ala berseru dan memerintahkan para malaikat untuk menghalau orang-orang yang dzolim dan istri-istri mereka, pasangan-pasangan mereka, dan halau juga sesuatu-sesuatu yang mereka sembah selain Allah, dan bawa mereka semua itu kepada jalan neraka
Nah setengah yang wajib kita imani nanti setelah kita beberapa lama di dalam kubur maka kita akan di bangkitkan kembali oleh Allah, setelah itu kita akan di kalau untuk menuju satu tempat yang bernama Mahsyar nah ini wajib kita percaya, sewaktu kita di halau hendak menuju Mahsyar itu orang-orang yang menyembah sesuatu apapun itu mereka akan membawa sesembahannya itu menuju Mahsyar,
ujar Allah halau mereka itu beserta sesuatu-sesuatu yang mereka sembah, artinya apa nah di akhirat nanti Allah nehdak membuktikan bahwa coba sekarang apakah yang kalian sembah itu bisa memberikan manfaat dan pertolongan kepada kalian? Tentu tidak,
Imam Al-Ghazali menyebutkan di dalam kitabnya
Atturatul fakhrirah ( wa minannas mayyuhsyaru bi fitnatihid dun yawiyah ) Sebahagian manusia nanti di halau ke Padang Mahsyar itu dengan fitnahnya di dalam dunia, artinya kita di halau bersamaan dengan sesuatu yang membuatkan kita lalai kepada Allah, yang membuatkan kita maksiat kepada Allah akan kita bawa nanti di hadapan Allah untuk di mintai pertanggungjawaban
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
( Yuhsyarunnaas yaumal kiyamah shalasata 'asnab
Rhukbanan wamusyatan wa'alawuzuhihim, ) di halau manusia itu pada hari kiamat 3 kelompok, ada yang di halau bertunggangan, punya kendaraan, ada yang di halau dari kubur itu ( wamusyatan ) berjalan kali, (wa'alawuzuhihim ) dan ada yang berjalan cepat
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
Ujar nabi kita ada seorang nanti ketika bangun dari kuburnya telah siap di hadapannya kuda, seolah-olah aku melihat akan kuda itu pada saat ini kata Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, lalu sahabat bertanya siapa itu wahai Rasulullah, nabi kita menjawab itu orang adalah hartawan, yang mempunyai lahan kemudian dia wakafkan untuk orang fakir miskin, dengan niat Karna Allah, kemudian dia juga membantu orang-orang du'afa, janda, anak-anak yatim,
dan membebaskan hamba sahaya, kemudian laki-laki tadi melihat seorang laki-laki tua, yang matanya sudah kabur, jalannya sangat lemah, si hartawan tadi melihat laki-laki itu kemudian dia belikan kuda atau kendaraan, dia serahkan kepada laki-laki tua tadi agar tidak susah payah berjalan kali dengan niat aku di bangkitkan nanti di dalam kuburku di berikan ganjanfan pahala oleh Allah, nah itulah yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah
Sahabatnya Rasulullah pernah bertanya kepada nabi kita
( Kayfa nuhsyaru ya rasulallah) Bagaimana nantinya kami di halau wahai Rasulullah, ( qola, beliau bersabda, 'isnani 'ala ba'ir, wakhromshatun 'ala ba'ir Wa'asyarotun 'ala ba'ir)
Ujar nabi, ada yang berdua 1 unta, ada berlima 1 unta, ada yang 10, 1 unta, ( imam Al Ghazali mensyaratkan ini hadist, itu adalah maksudnya bagi manusia yang di dalam dunia saling tolong-menolong, berpatungan dalam melakukan kebaikan di jalan Allah subhanahu wa ta'ala
Al imam Al qurtubi di dalam tazkirahnya menyebutkan bahwa di Padang Mahsyar nanti manusia khususnya ummat nabi Muhammad ini di halau dari kuburnya ke Padang Mahsyar berbagai macam bentuk keadaan tubuhnya, ada yang nanti begitu bangkit dari kubur wajahnya berubah ( kal kirdah) seperti kera, badan manusia wajah kera, nah siapa mereka-mereka itu, mereka adalah orang yang di di dalam dunia suka adu domba, namimah, orang yang di dalam dunia suka sangat mengadu domba, begitu bangkit dari kubur wajahnya merubah menjadi kirdah seperti kera
Kemudian lagi di dalam tazkirah Al imam Al qurtubi ada manusia yang di halau menuju Mahsyar itu wajahnya
(Kal khrinzir) Seperti babi, siapa mereka itu (ahlul mukus orang-orang yang menyukai harta-harta manusia, suka hati mencukai, di luar ketentuan-ketentuan yang berlaku,
Ada lagi wajah manusia yang berjalan di Mahsyar itu kepalanya di balik, kakinya di atas, mereka itu adalah
'akalaturriba ) orang-orang yang di dalam dunia melakukan praktek-praktek riba, baik yang berhutang ataupun yang menghutangi, nah akan di bangkitkan seperti demikian itu,
Ada lagi orang yang di Padang Mahsyar itu berjalan
( Al mukadta'atu 'aydihim wa'arzuluhum ) Yang kaki dan tangannya terpotong, nah mereka itu siapa ( alladzina yukzunalziro') orang yang sering kali mengganggu, menyakiti, menyindir, menggibah Jiran tetangganya, demikian itu yang di sampaikan oleh Al imam Al qurtubi yang di ambil daripada hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam
Kita berharap dan berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang intinya adalah bahwa kita nanti di Padang Mahsyar akan di halau oleh Allah subhanahu wa ta'ala bersama-sama dengan junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, mudah mudahan dengan demikian kita mendapatkan pertolongan daripada Allah dan juga syafaat daripada Baginda Rasulullah aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar