Pages

Senin, 15 Juli 2024

Al-Qur'an/ 42. Surah Asy Syuraa / hlm.50

Bismillah, wal hamdulillah pada kesempatan kali ini kita bisa melanjutkan kembali pembahasan kita berkenaan dengan surah-surah yang ada di dalam Alquranul Karim, terlebih dahulu kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala yang sudah begitu banyak memberikan kepada nikmat terkhusus nikmat iman dan Islam maka tak lupalah kita untuk senantiasa mengucap Alhamdulillah 

Shalawat serta salam tak putus kita ucapkan kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mudahan dengan shalawat dan salam yang senantiasa kita bacakan itu Allah subhanahu wa ta'ala menolong kita semuaan ini nanti di akhirat, dan Baginda Rasulullah berkenan memberikan syafaat kelak kepada kita, aamiin ya Allah aamiin ya Rabb aamiin 

( Assani Wal 'arba'un min shuwaril qur'an, suratus Syuraa
Yang ke 42 dari surah-surah Alquran yaitu surah assyura
Ini surah Makkiyyatun) Di turunlah Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah 
( Wa ayatuha ) Dan ayat-ayatnya berjumlah ( shalasun wa khromsun) berjumlah 53 ayat 

Kenapa surah ini di namakan assyura, karena di dalam surah ini ada menceritakan tentang keutamaan assyura 
Ma makna assyura itu musyawarah, bertukar pendapat
Sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini pada ayat 36 dan seterusnya 

Apa-apa yang di berikan kepada kamu daripada kekayaan, kemegahan dunia

maka itu adalah kesenangan dalam dunia yang sangat sedikit dan demikian itu hanya sementara, di sini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bawah kekayaan, kemegahan, kesenangan yang ada di dalam dunia ini hanya merupakan kehidupan dunia yang sangat sedikit di banding dengan apa-apa yang ada di sisi Allah subhanahu wa ta'ala 

Daripada sedikitnya ini dunia, beberapa hadist menyatakan bahwa, sembahyang witir 1 rakaat, nanti balasannya di akhirat lebih afdhol, lebih mulia, lebih banyak daripada dunia dan isinya, nah ini hanya sembahyang witir 1 rakaat ganjaran yang di berikan Allah jauh lebih, dunia tidak bisa menyamai yang demikian itu 

Jadi apa-apa yang ada di dalam dunia ini, ( Kholil) sangat sedikit, 2 rakaat sunnat subuh sudah lebih baik daripada dunia dan isinya, nah demikian hadits-hadits yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam 

Dan apa-apa yang ada di sisi Allah, itu lebih baik dan lebih kekal, pahala yang di berikan Allah, ibadan dan kebaikan yang kita kerjakan jauh lebih baik dan lebih kekal daripada apa-apa yang ada di dalam dunia ini 

Di dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa yang baik dan kelak di sisi Allah itu akan dapat di miliki oleh seseorang apabila dia mempunyai 9 sifat pada dirinya, bila 9 sifat ini ada pada diri kita, maka kita berhak mendapatkan 


A. ( Al iman ) Syaratnya adalah iman, iman ini adalah pondasi, tanpa ada iman semua ibadah yang kita lakukan itu akan sia-sia, macam kita sembahyang, kita berpuasa, itu sebab Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyampaikan ( man shoma romadhona imana ) barang siapa puasa Ramadhan, imana karena beriman 

Ada lagi ( wa man koma imana ) barangsiapa yang bangun beribadah pada bulan ramadan, imana karena beriman, nah semuaan ibadah dasarnya adalah iman

B. Tawakkal ( wa'ala Robbihim ya tawakkalun ) tawakkal artinya percaya apa yang ada pada Allah subhanahu wa ta'ala, salah satu daripada intinya tawakkal itu adalah meyakini, mempercayai, ( ma khoddarullahu laka fahuwa yasiru ilaika, wama la falah ) apa apa yang sudah di takdirkan Allah untuk engkau pasti akan sampai kepada engkau, dan yang tidak di takdirkan Allah maka tidak akan sampai kepadamu, nah ini salah satu modal untuk tawakkal kepada Allah 

Apapun rezeki itu kalau sudah di takdirkan untukku maka akan sampai kepadaku, tapi kalau bukan ( wama la falah)
Maka ia tidak akan sampai kepadaku, seperti apapun usaha yang ku lakukan, kalau bukan di takdirkan Allah maka tidak akan sampai kepadaku, nah senang hati kita
Tidak perlu kita terlalu memikirkan, tergesa-gesa dengan urusan demikian Karna sudah di urus Allah 

Bafina Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengatakan ( 'azmilu fittalaq ) baik-baik lah kalian, elok-eloklah kamu mencari rezeki itu, jangan terburu-buru, kenapa? Kalau itu punya engkau pasti akan sampai kepada engkau, yang tidak punya engkau, walaupun engkau banyak berdoa, ibadah, tidak akan sampai kepada engkau, tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

C. ( 'iztinabul khaba'ir ) Menjauhi dosa-dosa besar, macam membunuh, riba, zina, memfitnah orang, mendzolimi orang, nah bila dosa-dosa besar ini kita bersungguh-sungguh hendak menjauhinya maka seluruh dosa-dosa kecil yang kita lakukan akan terhapus secara sendiri, akan di hapus oleh Allah dengan kita melakukan perbuatan amal shaleh seperti sembayang, membaca Alquran dan bershalawat kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dan perbuatan amal ibadah lainnya 

D. ( Khazmul khro'iz) Mampu mengendalikan amarah, mampu mengendalikan marah, kalau ada orang tidak bisa marah itu manusia yang aneh namanya, di pukul orang tidak marah, di fitnah orang tidak marah nah ini bukan manusia, marah adalah sesuatu yang wajib kita miliki dan wajib juga kita mengendalikannya, mampu mengendalikan marah 

Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sering marah, tapi tidak berkata yang kasar, hanya terlihat di wajah beliau ada kemerah-merahan kalau beliau sedang marah, bilamana di Langgar hukum-hukum Allah subhanahu wa ta'ala, 

E. ( 'izabatullah ) Memperkenankan Allah subhanahu wa ta'ala, salah satu contohnya adalah seperti adzan, itu merupakan adalah salah satu suara panggilan daripada Allah, kita menyahuti azan maka termasuk demikian 

F. ( 'ikhomusshalah ) Mendirikan shalat,  
J. ( Infaqu rizkillah ) Menginfaqkan rezeki yang di berikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, jangan ada di simpan
( intisoru nafsi 'ila julmin ) Membalas kedzoliman orang yang perkara yang bijaksana, yang baik, tidak melampaui atas, 

dari suatu kejahatan apa pun adalah kejahatan yang setimpal dan seimbang dengan kejahatan itu demi mencapai keadilan

tetapi barang siapa memaafkan pelaku dan perbuatan zalim yang di lakukannya dan berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat itu, maka pahalanya akan di perolehnya dengan jaminan dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai, yaitu tidak melimpahkan rahmat-Nya, kepada orang-orang zalim
G. ( Almusyawarah fil umur) Bermusyawarah, orang yang akan mendapatkan kebaikan yang abadi dan kekal di sisi Allah subhanahu wa ta'ala adalah orang yang dalam dunia ini punya sifat yang 9 di antaranya adalah Al musyawarah dalam berbagai hal 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran tentang musyawarah ini ( Wa sawwirhum bil Amri ) nah ini perintah Allah kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, wahai Rasulullah musyarawahlah kepada para sahabat dalam berbagai keadaan dan berbagai perkara, Baginda Rasulullah di suruh oleh Allah untuk bermusyawarah ini, bukan Baginda Rasulullah tidak tahu mana yang baik mana yang buruk, bukan, ini bertujuan hendak menyenangkan hati para sahabat 

Para sahabat ini senang hati, bangga kalau di ajak Baginda Rasulullah untuk bermusyawarah, artinya menghargai, kemudian yang kedua agar di jadikan ikutan bagi ummat, bagi kita ini, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam saja bermusya apalagi kita, musti juga 
Mangkanya ada ungkapan para ulama bahwa manusia itu terbagi 4

1. Manusia yang paling baik adalah orangnya pintar dan suka bermusyawarah 
2. Orangnya bodoh tapi suka musyawarah 
3. Orangnya cerdik tapi tidak suka musyarawah
4. Orangnya bodoh tidak suka musyawarah pula 

Jadi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam adalah orang yang paling pintar yang Paling cerdik pandai, dan suka bermusyawarah, banyak berita tentang musyawarahnya Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam, antara lain di ceritakan tentang tawanan perang badar, waktu peperangan badar, umat Islam memang, berhasil menawan 70 orang kafir, kemudian tawanan itu di bawa ke Madinah, nah mereka di perlukan seperti apa? Nah Baginda Rasulullah memanggil beberapa sahabat, di antaranya abu bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anh, 

Ujar nabi, Bagaimana pendapat engkau wahai abu bakar tentang tawaran-tawaran perang ini, abu bakar menjawab waktu itu 
( Hum ahluka, wa qoumuka, aro 'antastaqbilahum, antastadqiyahum Wataq khrudal fida'a Minhum, fayakunu ma'akhrozna quwwatan Lana halaal kuffar ) ujar abu bakar pendapat ku yang di tahan itu orang kita, kaum kita, jadi tak usah di bunuh, suruh mereka bayar tebusan sahaja, sehingga kita ada dana untuk kekuatan kita 

Karna yang di tahan itu ada Abbas pamannya Baginda Rasulullah, ada Aqil, sanadnya sayyidina Ali, Abul 'ash menantu Baginda Rasulullah yang waktu itu belum masuk Islam suami daripada Zainab, 

Pendapat lain mengatakan, macam sayyidina Umar, beliau berkata ( hum kazzabuka, wa akrh rozuka, wa akhr kata luka, walakin Hunuka qoribih,) ujar Umar wahai Rasulullah mereka itulah orang-orang yang mendustakan engkau, mereka itu lah yang mengusir engkau dari Mekkah, aku berpendapat bahwa hendaknya mereka itu di hukum, Umar dengan ketegasannya, 

Dan pendapat-pendapat lainnya, nah ini Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bermusyawarah kepada para sahabat-sahabatnya untuk menentukan nasib-nasib diantara para tawanan ini, maka Baginda Rasulullah pun akhirnya mengambil pendapat yang pertama, usulan daripada sayyidina abu bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu 

Dan lagi contoh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ini bermusyawarah kepada para sahabatnya dalam masalah peperangan, dan beliau tidak segan-segan bermusyawarah kepada para sahabat dalam masalah rumah tangga, dalam kisah yang terkenal hadisul 'ifiq, dimana sayyidah 'aisyah telah di fitnah oleh orang-orang munafiq bahwa sayyidah 'aisyah ini selingkuh dengan sahabat yang bernama Safwan, heboh di Madinah kabar ini, akhirnya Baginda Rasulullah memanggil para sahabat beliau, 

di antara lainnya adalah utshamah bin Zaid, ujar nabi wahai utshamah bagaimana pendapat engkau tentang kabar ini, ujar utshamah bin Zaid, wahai Rasulullah setahu saya keluarga engkau itu orang baik, dan Aisyah itu adalah orang yang baik, tidak mungkin berbuat yang demikian itu, 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( Ma nadima manis tasyar, walakhroba manis takrhor)
Tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah dan tidak lah rugi orang yang melaksanakan shalat istikharah

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( Izakana 'umara 'ukum khriyarokum, wa arghniya'ukum, shumaro'akum,  bukhrola'akum, wa 'umuru 'ukum ila nisa'ikum, pabadth nul Ardhi khroirum min zohrihah )
Apabila pejabat-pejabat kamu merupakan orang-orang yang terbaik di antara kalian, dari segi dunia dan akhirat, dan orang-orang kaya di antara kamu itu orang yang pemurah di antara kalian dan perkara-perkara kamu di musyarawahkan di antara kalian, maka hidup di atas bumi lebih baik daripada mati 

Manakala sebaliknya apabila pejabat-pejabat di antara kalian itu adalah orang yang terburuk, terjahat di antara kalian, orang-orang kaya di antara kamu semuanya itu Bakhil, dan perkara kamu di serahkan kepada perempuan, mejadikan perempuan sebagai pemimpin, 
( pabadth nul Ardhi khroirun min zohrihah ) Maka lebih baik mati daripada hidup ujar nabi kita, 

Perlu juga kita ketahui bersama bahwa orang yang bermusyawarah itu namanya mustashir, dan orang yang di mintai pendapat itu muatasyar, bahasa agamanya macam itu, 

Perlu juga belajar bersama apa adab-adab orang yang hendak minta pendapat itu 
1. orang yang hendak minta pendapat ini syaratnya pertama ikhlas,
2. yang kedua mencari kebenaran, mencari solusi yang terbaik 

Dan sedangkan orang yang memberikan pendapat atau di mintai pendapat adab-adab ada 6, jangan sesekali kita hendak meminta pendapat kepada orang yang tidak punya 6 hal ini 
1. ( Anla yuksyia mastusirobi ) yang di mintai pendapat ini tidak boleh membuka rahasia orang yang minta pendapat itu, ada orang minta pendapat kepada kita jangan pula kita ceritakan kepada orang lain 
2. ( Ayyuhlisan nasihah fimahsyurotihi) Bahwa dia ikhlas memberikan nasihat dalam musyawarah itu, dan niatnya hanya untuk mempermudahkan urusan orang yang hendak minta pendapat ini 
3. ( Yatawwakhr krhas Sidqoh) Jujur 
4. ( Ayyusshiro fil umur allati yakribuha) Hendaklah dia memberikan pendapat pada perkara yang dia itu mengetahuinya, yang ia mengerti, jangan kita ini hendak mengasi pendapat kepada orang lain padahal kita sendiripun tak tahu dengan perkara yang demikian itu 
5. ( Layaktulubulaha naf'an niyyawiyan ) Tidak boleh orang yang memberikan pendapat ini menuntut upah, karena ini adalah perintah agama, jangan di jadikan duit, artinya tidak boleh kita menerima imbalan 
6. Orang yang kita mintai pendapat itu adalah orang yang ahlut taqwa, Wal amanah ) orangnya taqwa dan jujur amanah, nah kalau sudah ada sifat-sifat ini kepada seseorang itu, silahkan lah kita mintai pendapat kepadanya, minta saran kepadanya dalam berbagai hal 

Nah insyaallah di lain kesempatan kalau Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kesempatan kita akan berjumpa kembali di lain waktu, mudahan Allah berikan kemudahan, 


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog