.
( Assadisu Wal 'arba'un min shuwaril qur'an suratul ahqaaf ) yang ke 46 dari surah-surah yang ada di dalam Al-Qur'an adalah surah yang bernama Al Ahqaaf Ini surah ( Makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa ayatuha )
Dan ayat-ayatnya berjumlah ( Krhomsu was shalasun) 35 ayat
Nah Ahqaaf ini adalah satu tempat yang ada di negeri Yaman, yang dahulunya pernah dihuni oleh kaum nabi hud alayhissalam, di namakan surah yang ke 46 ini dengan nama sudah Al Ahqaaf, karena di dalam surah ini ada menceritakan tentang itu kaum nabi hud yang bertempat tinggal di Ahqaaf tadi, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran pada surah ini di ayat 21, apa kata Allah
Ingatlah wahai rasul tentang saudara bangsa ad, ketika dia memberikan kabar kepada kaumnya yang bertempat tinggal di Ahqaaf, dan sungguh telah berlalu para rasul yang sebelumnya dan sesudahnya, mereka itu pada rasul sudah mengabarkan bahwa agar tidak menyembah kecuali kepada Allah, sesungguhnya aku takut atas kamu azab pada hari yang besar, yang di maksud dengan saudara bangsa ad adalah nabi hud alayhissalam
Nabi hud alayhissalam ini menurut Muhammad bin Ishak, salah seorang ahli sejarah, beliau mengatakan hud bin 'abir, bin Shalarh Bin akrhfarsyad bin Syam bih Nuh alayhissalam, artinya keturunan daripada nabi huh,
(Kaumuhud kaumun wa syafahumullah, bi qaulihi, wazadakum bil khrolqi Bastoh, 'ai 'aizoma wathulaw
Waquwwah ) Kaumnya nabi hud yang bertempat tinggal di Ahqaaf itu adalah satu kaum yang telah di jelaskan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan firman-nya, bahwa itu kaum nabi hud melebihi daripada kalian pada ciptaan dan kejadiannya, melebihi kebesarannya, ketinggiannya dan kekuatannya, jadi kaum nabi hud itu di ciptakan oleh Allah, lebih tinggi daripada kita, lebih besar daripada kita dan lebih kuat daripada kita nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam
( Qola Ibnu Abbas kana tulu 'ahadihim Shamanina ziro'ah
Ibnu Abbas mengatakan bahwa tingginya tubuh orang-orang ad itu 80 hasta, 40 meter kira") Allah menciptakan
( Wazadakum bil khrolqi Bastoh) Lebih tinggi mereka itu
( Kana raksuh 'ahadihim kalkulbatil 'adzimah) dan kepala mereka itu seperti kubah yang besar, nah mereka itu bertempat tinggal di Ahqaaf ini ( Laa yukminu na Billah warasulih ) mereka itu tidak beriman dengan Allah dan rasul ( fahuhliqat fi rihhil akim ) dan mereka di binasakan dengan angin yang namanya Al akim, ini angin yang sangat dahsyat, apapun yang terkena angin ini pasti akan terbang dan hancur, nah jadi kita bayangkan seperti apa besarnya ummat nabi hud tadi, dan mereka semuaan itu yang tidak berikan kepada Allah di binasakan oleh Allah dengan di datangkan dengan angin yang sangat dahsyat
Jadi Al rihhil akim ini adalah merupakan angin yang sifatnya adalah bala atau siksa, di turunkan Allah kepada mereka merek yang ingkar kepada Allah dan rasul, dan angin ini suatu saat akan menimpa kepada kita ummat junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, sebagaimana sabda Rasulullah
( Walayursalanna alaihim arrihul akim, allati ahlakad 'ada, bisyurbihimul khromro, wa'aklihimurriba, wattikrhojihimul khoinat, wa lubsihimul harir, wakodbihimul Arham ) Rasulullah menyampaikan bahwa akan di utus, akan di kirim atas mereka ini ummat, arrihul akim, yang mana arrihul akim ini, angin yang sangat dahsyat ini telah membinasakan bangsa ad, yang tinggal di Ahqaaf, kenapa ummat Baginda Rasulullah di kirim Allah angin ini nanti suatu saat, sebab yang pertama adalah
A. (Bisyurbihimul khromar) Karena mereka sudah minum minuman yang memabukkan, baik itu arak, baik itu alkohol, baik itu bir, obat-obatan dan lainnya yang sifatnya itu memabukkan, di sebut krhomar, dan apabila di suatu kampung atau kota ada satu orang yang minum arak secara terang-terangan dan tidak ada satu orang yang peduli untuk menasihatinya, menegurnya, maka akan turun azab daripada Allah subhanahu wa ta'ala
B. (Wa'aklihimurriba) Dengan sebab mereka itu memakan riba, di kota atau di kampung kalau sudah masuk kepada kita maka berhati-hatilah, C. ( Wattikrhojihimul khoinat) Dan mereka membikin biduan-biduan yang di latih, di didik, di ajar ada kelasnya, kemudian di lombakan di pertontonkan di khalayak ramai, nah ini sudah berlaku di tengah-tengah kita D. ( Wa lubsihimul harir) Dan mereka sudah berani memakai sutra bagi laki-laki, E, ( wakodbihimul Arham) dan mereka sudah memutuskan tali persaudaraan, sudah bermusuhan antar keluarga karena sudah berbeda mazhab, dan lain sebagainya, karena tali persaudaraan keluarga ini tidak akan boleh di putuskan walaupun itu berbeda agama apalagi hanya berbeda mazhab,
nah ini musti di perhatikan karena kalau bisa berani melanggarnya hukum hukum daripada Allah maka siap-siaplah Allah akan menurunkan angin yang begitu dahsyat sebagai balasan azab daripada Allah, nah inilah hubungannya surah ini dengan Al Ahqaaf , karena ada menceritakan tentang orang-orang yang pernah tinggal di tempat Al Ahqaaf,
sebagainya dengan surah-surah yang lainnya maka surah Al Ahqaaf ini juga banyak memberikan arahan dan petunjuk kepada kita untuk menjalani kehidupan kita sehari-hari yang semua itu sesuai dengan keridhaan Allah, sebagaimana yang sudah di sampaikan Allah di dalam Alquran pada ayat 15 di dalam surah ini
Kami berikan wasiat kepada manusia untuk berbuat baik dengan orang tuanya, ibunya mengandung dalam keadaan susah payah, dan melahirkan dalam keadaan susah payah, ibunya mengandung dan menyusui selama 30 bulan, sehingga seorang manusia tadi Sampai dimana dia kuat dan sampai berumur 40 tahun, dia berkata hai Tuhanku, ilhamkan kepadaku, bahwa aku bersyukur kepada nikmat engkau yang telah engkau berikan atas kedua orsngtusku, dan aku beramal shaleh yang kamu ridoi dan memperbaguskan bagiku kepada zurriyatku, sesungguhnya aku telah taubat kepada engkau, dan sesungguhnya aku telah termasuk kepada orang-orang yang Islam
Nah ini ayat tadi setidaknya memberikan 5 isyarat dan petunjuk kepada kita
1. ( Birrur walida'yin) Berbakti kepada kedua orangtua
berbakti kepada kedua orangtua, dan Allah menyampaikan kepada kita
ibu engkau itu mengandung bersusah payah melahirkan, hingga bertarung kepada nyawa, oleh karena itu kedudukan seorang ibu sangat di hormati bahkan lebih daripada kedudukan seorang ayah, dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengatakan bahwa (ummuka, ummuka, ummuka, Abuka) orang yang paling engkau taat, engkau muliakan, engkau hormati, engkau sayangi, ibumu ibumu ibumu, baru bapakmu, nah ayat ini menyuruh kita untuk selalu berbaik kepada kedua orangtua, dan berbaktinya kifa kepada orangtua itu bukan sepanjang umur mereka, tapi sepanjang umur kita artinya selama kita hidup maka kita selalu di tuntut untuk berbakti kepada orangtua, kalau seandainya mereka sudah tidak ada maka selalu kita disuruh untuk mendoakannya, menjadi anak yang taat kepada Allah, menjauhkan diri daripada segala macam perkara yang di larang Allah, dan bersungguh-sungguh hendak taat, ini bentuk bakti kita kepada orangtua
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( ridallah fi ridal walid, wa syukrh tullah, fi syukrhtil Walid rowahu turmudzi) keridhaan Allah terletak dalam keridhaan orangtua dan kebencian Allah terletak pada kebencian orangtua, amal ibadah sebesar apapun yang kita kerjakan tapi kita durhaka kepada orangtua maka seluruh amal ibadah kita akan gugur, tertolak, sia-sia, walaupun kita ini hidup bersama dengan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, walaupun kita ini ikut berjuang bersama dengan Baginda Rasulullah, walaupun kita ini berteman, dengan para alim ulama, kita ini ahli ilmu dan sebagainya tapi kalau kita sudah berani durhaka kepada orangtua maka amal ibadah kita di tolak oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan di khawatirkan kita mati dalam keadaan su'ul khrotimah,
Orang yang dekat dengan Baginda Rasulullah saja seperti yang demikian apalagi kita ini orang awam yang tidak punya banyak amal, tidak punya banyak ilmu, yang jauh daripada Baginda Rasulullah akan lebih parah daripada itu, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( Birru aba'akum, tabarrukum Abna'ukum rowahu tabaroni ) baktiklah kamu kepada bapak-bapak kamu niscaya bakti kepadamu anak-anak kamu, kalau kita berbakti kepada kedua orangtua kita, insyaallah anak kitapun nanti akan berbalik kepada kita, begitupun sebaliknya kalau kita ini durhaka kepada kedua orangtua maka anak kitapun tidak akan jauh perangainya bahkan bisa lebih parah daripada apa yang kita lakukan dulu terhadap kedua orangtua
Nah cara mendidik anak agar tidak durhaka , dan cara agar anak itu berbaik adalah dengan cara kita sendiri, kita berbakti kepada kedua orangtua, niscaya anak kitapun akan demikian, kalau orangtua kita masih ada tambah semangat kita hendak berbakti, kalau sudah meninggal dunia maka ziarah ke kubur beliau, doahkan, bacakan ayat Alquran, bacakan Yasin, bacakan tahlil, insyaallah Allah akan buat anak kita menjadi anak yang berbaik kepada kita dengan sebab kita sendiri berbakti kepada orangtua, nah ini solusinya, karena ini sudah jaminan daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam( Birru aba'akum, tabarrukum Abnah'ukum)
Dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( La yazzezi waladun Walidah, Illa ay yazidahu mamluqan fasyastariyahu, Fayaktiqohu rowahu muslim
Tidak bisa membalas seorang anak akan kedua orangtuanya, tidak akan bisa, umpamanya kita ini orang kaya raya, kemudian kita belikan rumah, belikan mobil mewah, kita bawa naik haji orsngtua kita, kita belikan makanan tiap hari, tidak akan bisa membalas jasa kedua orangtua kita, sebanyak apapun itu tidak akan bisa membalas jasa mereka( La yazzezi waladun Walidah)
Tidak bisa membalas seorang anak kata Rasulullah akan orangtuanya kecuali hanya satu yang bisa kita balas, andaikata orsngtua kita itu menjadi budak, hamba sahaya, lalu kita tukari, kita beli kepada pemiliknya, kemudian kita merdekakan beliau nah baru bisa kita di katakan membalas kebaikan mereka, nah kalau zaman sekarang sulit, tak ada lagi yang demikian itu, maka tidak lah seorang anak itu bisa membalas jasa kedua orangtuanya
Jadi jangan sekali-kali kita beranggapan aku sudah lakukan semuanya untuk kedua orangtuaku, jangan, Kareena apapun yang kita lakukan tidak akan bisa membalas jasa mereka, jadi amal ibadah kita di terima Allah tergantung apakah kita berbakti kepada kedua orangtua atau tidak, bila tidak maka amal itu tidak akan di terima Allah, begitupun sebaliknya Allah akan menerima karena kita telah Berbakti kepada kedua orangtua kita, mudahan kita semuaan ini di berikan Allah Taufiq dah hidayah, diberikan Allah bantuan serta pertolongan sehingga kita bisa berbakti kepada orang tua kita aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Ibu mengandung kita itu dan menyusui kita selama (shalasuna syahro) 30 bulan, disitu para ahli tafsir mengatakan bahwa Allah menyebutkan sekurang-kurangnya ibu itu hamil selama 6 bulan, dan selama-lamanya ia menyusui anak 2 tahun, nah 2 tahun di tambah 6 bulan jumlahnya ( shalasuna syahro) 30 bulan
Kenapa Allah menyebutkan 6 bulan sekurang-kurangnya hamil, Karna ini untuk memberikan 1 hukum kepada manusia, artinya apa kalau seseorang itu nikah, sesudah dia nikah, dia berhubungan dengan istrinya, 6 bulan kemudian istrinya melahirkan maka itu adalah anak daripadanya, dihitungnya 6 bulan dari mereka berhubungan, andaikata ada orang kawin kemudian 6 bulan setelah itu istrinya hamil nah ini adalah anknya, maka berhak nanti dia menikahkan, bisa menjadi wali, namun ketika menikah malah 3 bulan sudah kawin, ini bukan anaknya berarti, artinya apa ayahnya tidak bisa menikahkan menjadi wali, inilah hukum Allah
Ketika seseorang itu telah sampai masa dimana dia kuat
Umur 40 tahun ( qola Robbi ) maka dia berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala artinya apa disini? Allah mengatakan bahwa manusia itu begitu dari berumur 40 tahun, itulah umur dimana manusia seharusnya benar-benar beribadah dan berdoa kepada Allah, jangan lagi hendak memikirkan perkara-perkara yang mendatang dosa dan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda
( Iza balakrhol insan minal 'umur, Wa man zawazal 'arba'ina, Walam yagrhlib ghoiruhu sarroh Palatazahhas ilan nar azakarohul Al imamul Ghazali fi bakdi kutubihi )
Kata Rasulullah, barangsiapa yang sudah melewati umur 40 tahun, dan kebaikannya tidak mengalahkan kejahatannya maka bersiap-siaplah dia masuk ke dalam neraka, artinya orang ni sudah berumur 40 tahu keatas tapi perangainya macam anak-anak masih melakukan dosa dan maksiat kepada Allah, sehingga amal kebaikannya kalah dengan amal kejahatannya maka siap-siaplah dia masuk neraka kata Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam
itu sebab Allah mengatakan bahwa kalau sudah masuk seseorang manusia itu umur 40 tahun, maka dia berdoa beribadah kepada Allah artinya memperbaiki diri, memperbanyak pendekatan kepada Allah, mengurangi aktivitas dunia apalagi yang sifatnya maksiat kepada Allah dan kepada sesama manusia, nah ini nasihat daripada Allah untuk kita semua, dan kemudian Allah mengajarkan kepada kita agar meminta kepada Allah, nah apa yang musti kita minta itu kepada Allah ?
1.
( Allahummaz'alni min ibadikas syakirin,) Ya Allah jadikanlah aku tergolong hambamu yang bersyukur, itu yang paling penting kita minta, syukur artinya apa? Menggunakan seluruh nikmat yang di berikan Allah kepada kita, baik nikmat tubuh atau nikmat harta dan lainnya di gunakan untuk senantiasa taat kepada Allah, di gunakan kepada perkara yang tidak bertentangan dengan undang-undang dan hukum daripada Allah, nah ini baru namanya syukur
Kalau kita bisa menjadi orang yang senantiasa bersyukur maka akan selamatlah kita dunia dan akhirat Allah mengatakan di dalam Alquran
sedikit sekali hambaku yang pandai bersyukur kepadaku itu, contohnya rezeki Allah kasi tapi kita gunakan di jalan maksiat kepada Allah, mata di kasi Allah penglihatan tapi kita gunakan untuk melihat kepada perkara yang di larang Allah, telinga di kasi Allah untuk mendengar tapi kita gunakan untuk mendengarkan perkara yang mendatangkan dosa kepada Allah, mulut di kasi Allah di gunakan untuk berkata-kata yang tidak baik, nah ini jauh sekali daripada kata syukur kita kepada Allah
Nah jadi Allah mengajarkan kepada kita yang pertama agar kita minta kepada Allah, agar di berikan ilmu dan Ilham untuk mensyukuri segala macam nikmat yang sudah diberikan Allah kepada kita, bahkan ada ulama mengatakan silahkan engkau berani maksiat kepada Allah, silahkan engkau berbuat dosa dan maksiat, tapi cuman satu syaratnya jangan pakai nikmat-nikmat yang sudah di berikan Allah, kalau engkau mengetahui, coba aja kalau berani, pasti engkau tidak akan bisa melakukannya karena semua yang ada pada dirimu adalah nikmat daripada Allah
2.
Bahwa kita meminta Ilham kepada Allah untuk beramal shaleh, sembahyang, baca Alquran dan lain sebagainya
3.
Ya Allah, baguskan keturunanku, baguskan zurriyatku karena demikian ini akan membantu kita baik di dunia maupun di akhirat,
( 'addu'a ilallah bakdal Islam wattauba )
Kalau kita berdoa kepada Allah syaratnya ada dua, yang pertama kita musti orang Islam, kalau kita orang kafir jelas Allah tidak akan memandang kepada doa kita itu, tidak menghiraukan doa kita, dan kemudian kalau kita sudah Islam maka alangkah baiknya perbanyaklah taubat kita kepada Allah, barulah kita ajukan permohonan - permohonan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah inilah yang di ajarkan Allah kepada kita semua
Taubatlah terlebih dahulu, sesungguhnya aku telah bertaubat kepada Allah, sesungguhnya aku tergolong kepada orang-orang muslimin,
Kesimpulan daripada ayat ini adalah
1. Berbakti kepada kedua orangtua
2. Sekurang-kurangnya hamil itu 6bulan, dan sebanyak-banyak menyusui adalah 2 tahun
3. Bila sudah berumur 40 tahun ke atas maka hendaknya kita memperbanyak beramal, ibadah untuk akhirat dan mengurangi prihal dunia dan maksiat kepada Allah
4. Kita minta kepada Allah agar selalu bisa menjadi orang yang bersyukur, minta menjadi orang yang mempunyai keturunan dan zuriyat yang Sholeh
5. Kita berdoa kepada Allah musti di dahului dengan bertaubat dan meminta ampun kepada Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar