Pages

Minggu, 11 Agustus 2024

Al-Qur'an/ 52. surah Ath thuur / hlm. 60

Bismillahirrahmanirrahim Wal hamdulillah 

( Asshani Wal krhomsun min shuwaril qur'an suratu Thur)
Yang ke 52 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama Ath thuur, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah( Wa ayatuha)
dan ayat-ayatnya berjumlah ( This'un wa arba'un) 49

Demi jabal Thur, 


Dan demi kitab yang di tulis, tersusun rapi

Pada lembaran yang terbuka


dan demi Baitul makmur 


Dan demi atap yang di tinggikan yakni langit 


Dan demi laut yang di penuhi air


sesungguhnya azab Tuhan engkau itu pasti akan terjadi, azan tuhan engkau pasti akan mengenai bagi orang-orang yang berhak, orang-orang yang ingkar yang menentang Allah subhanahu wa ta'ala 

dan tidak ada siapapun yang bisa menolon baginya prihal azab daripada Allah subhanahu wa ta'ala 

Pertama Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah dengan 
( watthur) salah seorang ahli tafsi mengatakan bahwa 
( Walmurodu bihi thursina) Yang di maksud dengan watthur adalah gunung Tursina, gunung Tursina itu adalah ( Ismul jabal alladzi kallamallahu alaihi Musa alaihissalam) gunung Tursina adalah gunung dimana nabi Musa mendengar langsung Kalamullah subhanahu wa ta'ala, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( at Thur, jabalum min jibalil Jannah) jabal Thur itu adalah merupakan salah satu gunung daripada gunung-gunung di surga, karena di gunung itu pernah terjadi peristiwa yang sangat besar yakni nabi Musa alaihissalam mengdengarkan langsung Kalamullah 

Kemudian lagi Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah dengan 

Menurut sebahagian para ulama ahli tafsir ayat ini mengatakan demi alquran, 

Dan Allah bersumpah dengan Baitul makmur, dalam sebuah hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam pernah bertanya kepada sahabatnya, ujar nabi
( Halatadruna mal Baitulmakmur) Wahai sahabatku tahukah kalian apa itu Baitul makmur, ( qolu, Allah warosulu aklam) sahabat menjawab hanya Allah dan rasul yang lebih mengetahui hal yang demikian itu 
( Qola, fa'innahum masjidum bissamak, bi hiyalil Ka'bah, lau krhoorro-krhoorro alaiha, yusholli kulla yaumin fihi 
Sab'una Alfa malak, iza krhorozu lamya'uduh iIla akhirihi)
Ujar Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bahwa itu Baitul makmur adalah masjid yang letaknya di langit, ada yang mengatakan letaknya di langit ke 3, ke4, ke 5, ke 6, ke 7, masjid yang letaknya di langit, berbenturan sejajar posisinya tepat di atas Kakbah, 

Andaikata Baitul makmur itu jatuh ke bumi maka tepat jatuhnya di atas Kakbah, dan sembahyang di masjid Baitul makmur itu tiap-tiap hari 70ribu malaikat, bilamana mereka keluar maka mereka tidak boleh kembali untuk shalat lagi disitu, jadi setiap hari akan ada 70ribu malaikat yang baru untkk shalat, begitulah seterusnya silih berganti sampailah hari kiamat, dan Allah subhanahu wa ta'ala bersumpah dalam ayat ini dengan demi Baitil makmur, Nah di dalam kitab tafsir imam Al qurtubi mengatakan bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala mempunyai 7 masjid di langit dan 7 masjid di bumi, salah satu masjid yang ada di langit yaitu Baitul makmur, ada lagi yang namanya Baitil Izzah, yang ada di langit pertama, kalau di bumi seperti baitullah, Masjidil Nabawi, Masjidil Aqsa, dan lainnya, 


Dan demi langit yang di tinggikan 

dan demi laut yang di penuhi air, nah demikian ciptaan-ciptaan Allah yang demikian maka Allah pun bersumpah, ingin menerangkan, ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa 

Sesungguhnya azab Allah pasti akan jatuh, sampai, terjadi


Dan tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya, azab Allah pasti akan jatuh, pasti akan menimpa kepada orang-orang durzana, yang punya banyak dosa dan maksiat, Orang-orang kafir, yang ingkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Jubair bin mud'im 

Salah seorang tokoh kafir Quraisy, Jubair bin mud'im berkata ( Qadimtul Madinah Li'as'ala Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, fi'asaro badrin, fawafaituhu yaqro Bu salatil Magrib watthur ) ujar si Jubair ini aku datang ke Madinah, ini orang kafir Mekah, aku datang ke Madinah untuk menanyakan kepada Baginda Rasulullah tentang bagaimana nasib tawanan perang badar, Karna ada 70 orang kafir Quraisy menjadi tawanan perang, lalu Jubair bin mud'im ini pun datang hendak bertanya kepada Baginda Rasulullah untuk mengurus perihal yang demikian itu, begitu sampai di Madinah pas waktu shalat magrib, dan Baginda Rasulullah sedang sembahyang magrib dengan para sahabat, waktu itu Baginda Rasulullah sedang membaca ayat 

Begitu Jubair mendengarkan ayat tadi yang intinya adalah azab Allah pasti akan jatuh mengenai orang-orang kafir, ( faka'annama soda'a qolbi) begitu aku mendengar bahwa azab Allah pasti akan kena orang-orang kafir, maka seolah-olah hancur, pecahnya hatiku ujar Jubair, ( fa'aslamtu ) maka akupun masuk Islam pada saat itu ( krhowfan) Karna aku takut (  min nuzulil azab) Daripada turunnya azab Allah subhanahu wa ta'ala kepadaku, ... Nah demikianlah sumpah daripada Allah di ayat ini, dan Allah sangat menekankan bahwa azab Allah itu bukan main-main, azab Allah pasti akan kena bagi orang-orang yang ingkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Ayat ini pula banyak membuat para Aulia Allah subhanahu wa ta'ala pingsan, karena takut kalau azab Allah itu menimpa mereka, orang yang makin dekat kepada Allah makin takut kepada Allah,

Hisyam bin hassyan berkata

Beserta Malik bin Dinar pergi hendak ke majlis pengajian Al imam hasanul Basri, ( wa'innahu rozulun yaqro'u watthur) di samping imam hasanul Basri ada seorang laki-laki yang sedang membaca surah Arthur tadi ( fabaqol Hasan ) imam Hasanul Basri menangis, takut kepada Allah, kalau diri ini termasuk kepada orang-orang yang berhak mendapatkan azab daripada Allah subhanahu wa ta'ala ( wabaqo ashabuh) dan semua hadirin pun ikut menangis, ( faza'ala Malik yattarif Hatta husiya ala'ih, ) sehingga Malik bin Dinar jatuh pingsan mendengar ayat 

Surah Arthur Sebagaimana dengan surah yang lain banyak menceritakan tentang hari akhirat, tentang syurga, tentang neraka dan lain sebagainya, di antaranya firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surah ini pada ayat yang ke 17, Allah menyampaikan bahwa 


Allah menjelaskan ( innalmuttaqin) biasanya kalau di mulai dengan inna itu artinya sangat kuat, sesungguhnya orang-orang yang taqwa kata Allah dia akan berada di dalam surga dan kenikmatan 

dan kemudian lanjutan daripada ayat tersebut 




Mereka bersenang-senang dengan apa yang Allah datangkan kepada mereka, dan mereka terhindar daripada azab neraka jahim


Di dalam syurga orang-orang yang taqwa itu di katakan kepada mereka ( kulu wasrobu ) makan dan minum lah 
( Hani'an ) Dalam keadaan enak nyaman hati karena tidak ada hal yang akan mendatangkan mudharat, 
( Bima kuntum takmalun) Dengan sebab kamu beramal, sebab kamu beribadah kepada Allah 

Di dalam sebuah hadist qudsi yang di sebutkan oleh al imam Alqurtubi Allah subhanahu wa ta'ala berfirman zuzussirot bi'afwi, wadkrhulul Jannata birohmati, waktasimuha bi'amalih ) lewati Titian Sirat itu dengan kemaafanku, masuklah kalian ke syurga dengan rahmatku, dan berilah itu syurga sesuai dengan amal perbuatan yang dahulu engkau lakukan di dunia kata Allah subhanahu wa ta'ala, nah maksudnya adalah bahwa kita bisa lewat di Titian Siratal Mustaqim di akhirat nanti, bisa menyeberang semata-mata karena kemaafan daripada Allah subhanahu wa ta'ala, bukan karena amal ibadah, kita bisa selamat, bukan karena dosa, kita bisa selamat, tapi semata-mata karena Allah memaafkan segala macam dosa dan kesalahan kita, maka kitapun bisa menyeberangi itu Titian Sirat

 ( wadkrhulul Jannata birohmati) Dan masuk surga itu dengan Rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena banyaknya ibadah kita, bukan karena rajinnya kita beramal, bukan, tapi kita bisa masuk syurga semata-mata karena Rahmat Allah, karena anugerah daripada Allah, dengan sebab Allah menolong kita memberikan kita Taufiq dan hidayah di dalam dunia dan akhirat maka kirapun bisa tahu caranya beribadah, kita bisa mengerjakan segala macam perbuatan baik dan menjauhkan diri dari perbuatan yang buruk itulah anugrah dan pertolongan daripada Allah subhanahu wa ta'ala maka jangan pernah kita lupakan yang demikian 

Nah setelah kita masuk surga dengan Rahmat Allah, maka di dalam surga kita akan mendapatkan kenikmatan, fasilitas sesuai dengan amal ibadah yang kita kerjakan selama hidup di dunia, jadi amal ibadah yang kita kerjakan di dunia ini hanya untuk mempersiapkan fasilitas yang akan kita nikmati nanti di surga, 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
Di dalam surga itu ada gedung yang tembus pandang, artinya orang di luar bisa melihat kedalam, yang di dalam bisa melihat keluar, nah gedung-gedung seperti itu kata Rasulullah ada yang punya, kemudian berdiri seorang arab Badawi, ( Liman hiya ya rasulallah) siapa yang punya gabung-gedung yang seperti itu wahai Rasulullah 
Maka Baginda Rasulullah menyampaikan ( Liman 'athobal Kalam) orang yang bagus tutur katanya, artinya mulutnya, lisannya selamat daripada penyakit-penyakit yang membinasakan dirinya, seperti Gibah, mamimah, berdusta dan orang yang suka memuji dirinya nah ini orang yang akan membinasakan dirinya dan tidak akan bisa memasuki gedung tersebut, walaupun dia berada dalam syurga ( Wa'at 'amat ta'am ) Dan orang yang di dalam dunia suka memberikan makan kepada orang, dan lagi orang yang Istiqomah dalam puasa dan tahajjud, itulah mereka-mereka yang berhak menduduki gedung-gedung itu

Dan kemudian lagi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda di dalam syurga itu ada yang namanya pintu rayyan, ini pintu hanya khusus di masuki oleh orang-orang yang suka berpuasa di dalam dunia, dan di syurga itu ada lagi yang namanya taman Dhuha, nah yang bisa menikmati taman itu nanti adalah orang-orang yang istiqamah mengerjakan shalat Dhuha, jadi semakin banyak ibadah yang kita kerjakan di dalam dunia maka akan semakin banyak fasilitas yang bisa kita nikmati nantinya di dalam syurga 

Imam assawwi menafsirkan ( Wal makna, annal mukmin iza kana 'amaluhu aksar hul'ika Hibi Mandunahu fil 'amal 
'ibnan kana Aw 'abah ) seorang yang beriman, bilamana amalnya itu lebih banyak maka dihubungkan dengan dia orang-orang yang di bawah pada amal, baik itu anak atau bapaknya, misalnya ada seseorang itu punya banyak amal ibadah sehingga di dalam syurga dia mendapatkan derajat yang tinggi, sedangkan anak atau bapaknya yang di dalam dunia beriman tapi tidak beramal tidak sebanyak dirinya, maka bapaknya atau anaknya akan di naikkan derajat oleh Allah sampai dia bersama-sama dengan keluarganya berkumpul di surga Allah subhanahu wa ta'ala, demikian itu adalah anugrah daripada Allah 

Dalil yang demikian itu ujar imam assawwi 
( umumu qawlihi shallallahu 'alaihi wa salam, iza dakrhola ahlul Jannah, Al Jannata sha'ala 'ahaduhum 'an abawaihi, Wa'anzawzatihi wawaladih, Fayuqol innahum lamyudriku ma'adrokta, Fayaqul ya Rabb, inni amiltuli walahum fayukmaru bihil'hakihimbih ) apabila masuk penghuni syurga itu ke dalam syurga firdaus karena ini orang punya amal ibadah yang banyak di sisi Allah, begitu orang ini masuk, tidak ada siapapun yang dia kenal, tidak ada abahnya, mamaknya, anaknya, istrinya, maka dia bertanya mana abahku, mamakku, mana anak istriku, ( Fayuqol innahum lamyudriku ma'adrokta, ) mereka tidak beramal seperti engkau, mereka amalnya sedikit, maka dia berkata ya Rabb, wahai Tuhanku ( inni 'amiltuli walahum) aku beramal di dalam dunia bukan hanya untukku semata, tapi juga untuk keluargaku, 
fayukmaru bihil'hakihimbihi, maka di perintahkan keluarganya untuk bersama-sama dirinya di syurga Allah subhanahu wa ta'ala 

Dan tidak kami kurangi sedikit juapun amal mereka, dan setiap orang itu pasti akan di balas sesuai dengan apa yang sudah dia kerjakan, sebahagian para ulama tafsir mengatakan bahwa seseorang itu tidak akan di siksa oleh Allah karena dosa orang lain, kecuali ada orang melakukan perbuatan dosa kemudian dia tidak mencegah atau menasihatinya, ( arridho bil maksiat, maksiat)orang tersebut melakukan dosa di depannya kemudian dia diam dan tidak menasihati maka artinya dia sedang menyetujui perbuatan tersebut dan itu sama halnya seperti melakukan dosa juga,

maka daripada itu kalau ada orang melakukan perbuatan yang melanggar hukum Allah maka kita tegur, kita cegah, ataupun kalau kita tidak mampu maka lebih baik kita tinggalkan tempat tersebut, kemudian kita minta doa ampun kepada Allah dan minta doa bagi orang tersebut semoga di tolong oleh Allah sehingga terhindar daripada perkara dosa, demikianlah petunjuk yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, mudah mudahan kita aemuan ini mendapat Rida daripada Allah dan terhindar daripada segala macam perbuatan dosa, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin, insyaallah di lain kesempatan kita akan berjumpa kembali....







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah