Pages

Minggu, 18 Agustus 2024

Al-Qur'an/ 55. Surah Ar Rahman / 63

Bismillah wal hamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wa ta'ala yang begitu banyak memberikan kepada kita nikmat, terkhusus nikmat iman serta Islam maka tak lupalah untuk kita selalu mengucapkan Alhamdulillah, shalawat serta salam juga kita haturkan kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mudahan Allah subhanahu wa ta'ala Meridoi kita dan memberikan kita pertolongan dan syafaat di akhirat nanti aamiin ya rabbal 'alamin 

( Al krhomis Wal krhomsun min shuwaril qur'an suratur Rahman ) yang ke 55 daripada sudah-sudah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama ar rahman
Ini surah ( Madaniyyatun) di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sesudah hijrah daripada Mekkah ke madinah
( Wa ayatuha dan ayat-ayatnya berjumlah 
(Shamanun wa sab'un) 78 ayat 

.....
Dialah Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang 

dialah arrahman yang mengajarkan kepada kita Alquran


dan dialah arrahman yang telah menciptakan manusia, menurut sebahagian para ulama tafsir yang di maksudkan dengan insan disini adalah nabi Adam alayhissalam 

Dialah arrahman yang mengajarkan kepada insan, kepada nabi Adam tadi akan keterangan, nabi Adam di berikan ilmu dan pelajaran oleh Allah subhanahu wa ta'ala tentang nama segala sesuatu, sehingga apapun nabi Adam tahu namanya, dan di sebutkan bahwa nabi Adam itu di berikan Allah pelajaran sehingga beliau mampu berbahasa dengan 700 macam bahasa 
( 'allamahul bayan )

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( Li qulli syai'in 'arus, wa'arusul qur'an arrahman akrh rozahul Baihaqi) bagi tiap-tiap sesuatu itu ada pasangannya, ada pengantinnya, dan pengantin alquran adalah ar Rahman, di dalam hadist yang lain Baginda Rasulullah menyatakan ( qori'ul Hadid, wa'iza waqo'atil waqi'ah, warrahman yud'a fimalaqukissama Wati Wal Ardhi, Syaqinal firdaus, akrhu rozahul Baihaqi ) orang yang membaca surah Al Hadid, surah iza waqo'atil waqi'ah dan surah Ar Rahman, dia baca tiga surah dalam satu kesempatan maka di panggil dia bagi kerajaan langit dan bumi sebagai orang yang menempati syurga firdaus nantinya, nah ini kelebihan daripada surah Ar Rahman ini, 

Al imamul Ghazali rahimahullah mengatakan bahwa 
( Ar Rahman) Kita mengartikan bahwa ar Rahman itu adalah maha pengasih dan maha penyayang, Karna hanya itu lah kata-kata yang kita mampu mengucapkannya, padahal Ar Rahman itu mempunyai makna yang sangat luas, tentang bagaimana kasih sayang Allah subhanahu wa ta'ala kepada seluruh hambanya, jadi Al imamul Ghazali memberikan makna bahwa ( arrahman huwal 'atuf, Alal Ibad, bil 'izzat Awwalan, wabil Hidayati ilal iman, wa'asbab sa'adati saniyyah, wabil 'is'adi fil akrhiroh shalisa,
Wabil nazhori Ilal wajhil Karim robi'a ) arrahman itu ujar Al imamul Ghazali adalah tuhan yang maha pengasih dan penyayang atas hamba-hambanya, 

Jadi kalau ada orang yang bertanya, di mana kasih sayang Allah kepada kita? Dengan di ciptakannya kita, Allah menciptakan hamba-hamba nya dengan penuh kasih dan sayang, yang kedua, dengan memberikan petunjuk iman, dan sebab-sebab keberuntungan, misalnya kita tahu dengan rulun Islam, kita tahu dengan rukun iman, kita tahu tentang segala macam ilmu Allah yang mendekatkan diri kita kepada Allah, nah itulah sebab-sebab keberuntungan, yang di berikan Allah dengan kasih sayangnya kepada kira
( wabil 'is'adi fil akrhiroh shalisa ) Dengan di jadikannya kita menjadi orang yang beruntung di akhirat, nah ini yang ke tiga, dan yang terakhir adalah dengan memandang kepada zatnya yang mulia di dalam surga nantinya, nah itulah ar rahman, kasih sayang Allah 

Manusia yang di ciptakannya dari tiada kepada ada, kemudian di berikan Allah Hidayah beriman, dan segala macam sebab-sebab kebahagian, keberuntungan, di jadikan Allah beruntung nanti di akhirat, kemudian masuk ke dalam surga nah itulah semuanya Ar Rahman Allah, jadi dari ar Rahman ini timbul ( Al wadud) pecinta, ( arrazzaq) Allah yang memberikan rezeki kepada kira, karena nama Allah ar Rahman, dari Ar Rahman timbul ( Al ghoffar ) yang maha pengampun, karena Allah itu maha oenya di ampuninya hamba-nya, Allah maha pemaaf, nah ini juga muncul karena Ar Rahman Allah 
( At tawwab) Maha menerima taubat, nah ini pun muncul daripada nama Allah ar Rahman juga, Al Latif, yang maha lembut, Al mu'id, yang maha menolong, sangat banyak yang timbulnya daripada nama Allah ar Rahman ini 

( Ar Rahman ismul krhossbi la ya ta'ala yusombi bihi makhluk ) Ar Rahman itu nama yang khusus hanya bagi Allah subhanahu wa ta'ala tidak boleh di beri nama siapa juapun selain daripada Allah subhanahu wa ta'ala, baik itu manusia, baik itu masjid, baik itu toko, baik apapun itu, jadi kalau ada nama yang demikian mohon di ganti 
Karna jangankan nama manusia, Baginda Rasulullah pun tidak di beri Allah Ar Rahman ini, padahal bukan baik Baginda Rasulullah sangat kasih sayang kepada umatnya, orang yang meludahi beliau di balas dendam senyuman, orang yang melempari batu kepada beliau di doahkan agar fi ampuni Allah dosanya dan di berikan hidayah oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dan segala macam hinaan dan ancaman yang di beriman oleh nabi kita, tapi begitu sayangnya Baginda Rasulullah kepada umatnya hanya di berikan Allah arrahim tidak Ar Rahman 

Al imam Al fakrhrurrazzi mengatakan bahwa 
( Ar Rahman, Huwal Mun'im, bima layatasawwaru sudurul jinsi minal 'ibad, ) Ar Rahman itu adalah zat Tuhan yang memberikan nikmat dengan sesuatu yang tidak bisa di bayangkan jenis nikmat itu daripada hamba, Allah atau Ar Rahman sama, sebagaimana yang sudah di sampaikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquran, para sudah Al isra ayat 110

Sembahlah Allah atau Ar Rahman, sehingga Ar Rahman adalah tuhan yang memberikan nikmat yang mana tidak di mungkinkan manusia bisa memberikan nikmat seperti itu, di riwayatkan dalam sebuah kisah Zaid bin harisah, sahabat sekaligus kekasih Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, berangkat beserta orang yang munafik dari Mekkah menuju ta'if, nah ini orang munafik sama seperti orang Islam, beribadah juga, ke masjid juga, segala macam ikut tampak macam orang baik, namun hatinya tidak benar beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, jadi Zaid bin harisah keluar dari Madinah hendak ke ta'if bersama dengan orang munafik ini, 

Jalan mereka berdua menuju ta'if, di tengah jalan ada suatu tempat yang kosong, tidak ada penghuninya, ujar si munafik tadi wahai Zaid mari kita masuk, istirahat sebentar dlu, masuklah mereka berdua, si Zaid pun istirahat, tertidur, Zaid tertidur, si munafiq tadi memasung si Zaid, hendak membunuhnya, kemudian zaib terbangun, ujarnya ( lima taktuluni ) kenapa engkau hendak membunuhku?, alasannya si munafik itu adalah 
( Li Anna Muhammadan yuhibbuk Wa ana abkrhoduh )
Engkau ini orang yang di cintai Baginda Rasulullah, sedangkan aku benci kepada Muhammad ujarnya
( Faqola ) Zaid berkata ( ya Rahman aghisni) hai Rahman tolong aku, 

( Fasami'al munafik sawtan yaqulu waihaq, limaLa taktulhu) maka si munafik ini pun ada mendengar suara, celaka engkau, jangan engkau bunuh dia, 
( Fakrhoroza minal krho ribah, wanazora falam yaro 'ahada) keluar si munafiq tadi dari rumah, di lihatnya di ada orang, diapun masuk lagi ke dalam hendak membunuh di zaib, ada lagi suara ( la taktulhu) jangan engkau bunuh dia, si munafik inipun keluar melihat, tidak ada orang, masuk lagi dia ke dalam hendak membunuh 
( Faraza asshalisha, nah ini yang ke tiga kali ini pasti ku bunuh ujarnya, ) ( Wa 'aroda kotlah, fasami'a sawtan qoribah) Ada suara yang sangat dekat ( la taktulhu) jangan kamu bunuh, maka keluar si munafiq tadi, 

( Fara'a farisan) Melihat di luar ada laki-laki yang sedang menunggang kuda ( ma'ahurum hun) pada laki-laki itu ada tombak yang besar, maka laki-laki yang berkuda ini pun menombak si munafik, akhirat si munatifpun mati, 
( Wadakrholal krhoribah) Maka masuklah laki-laki berkuda tadi ke dalam rumah, ( wahalla bisaka Zaid)
Dia lepaskan pasungan zaib tadi, ( waqola) berkata dia 
( Ama takrifuni) Engkau tahukah aku siapa wahai zaid
Ana Jibril, aku ada Jibril, nah inilah bahagian daripada rahmannya Allah, karena siapapun tidak akan bisa menolong zaib kecuali Allah subhanahu wa ta'ala 

Sesuai dengan perkataan Al imam fakrhrurrazzi mengatakan bahwa Ar Rahman Allah itu adalah orang yang memberikan sesuatu baik itu pertolongan yang tidak mungkin bisa di lakukan oleh seorang manusia pun kecuali hanya Allah subhanahu wa ta'ala 

Adapun lagi kisah tentang Ar rahmannya Allah 
Suatu ketika nabi Isa alaihissalam lewat di suatu kubur, ada salah satu kubur yang di penuhi dengan malaikat azab, di siksa orang yang di dalam kubur itu, nabi isapun terus berjalan, nah beberapa lama kemudian waktunya beberapa tahun nabi isapun balik lagi melewati itu kubur, namun berganti semua dengan malaikat Rahmat, ujar nabi Isa, dulu aku lewati banyak Malaikat azab, sekarang kenapa banyak malaikat Rahmat, kenapa? Nabi isapun minta petunjuk kepada Allah subhanahu wa ta'ala, ada apa gerangan di balik ini kejadian, maka Allah pun memberikan Wahyu kepada nabi Isa, wahai Isa, itu orang yang dalam kubur itu adalah orang yang sangat durjana, hampir tidak ada maksiat yang tidak di lakukannya, 

Semua maksiat di kerjakannya, di dalam kubur dia di siksa, namun dia waktu meninggal dunia, dia mempunyai seorang istri yan sedang hamil, begitu dia mati, istrinya melahirkan seorang anak, nah anaknya ini di didik oleh istrinya sampai bisa mengucapkan bismillahirrah
manirrahim, aku malu wahai Isa, menyiksa orang yang di dalam kubur, sedangkan anaknya di atas bumi mampu mengucapkan bismillahirrahmanirrahim 
Nah inilah, bahagian daripada arrahmannya Allah subhanahu wa ta'ala 

Wal hasil, surah Ar Rahman ini banyak menceritakan tentang nikmat-nikmat Allah, tentang kasih-sayang Allah kepada manusia, namun di akhir surah ini Allah menyampaikan bahwa 

maha mulia, maha tinggi tuhan engkau yang mempunyai kebesaran, keagungan dan kemuliaan, awal surah di mulai dengan Ar Rahman, yang maha pengasih dan penyayang, dan di tutup dengan yang maha mulia dan yang maha agung, nah ini mengisyaratkan kepada kita bahwa agar kita di dalam kehidupan ini tidak terlepas daripada memandang dua nama Allah tersebut, kalau kita pandang Ar Rahman maka kita akan banyak berharap kepada Allah, kalau kita pandang bahwa Allah punya keagungan, kemuliaan, kita akan timbul takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

('isarotun Ilal jam'i baynarroza wal krhouf) Merupakan petunjuk agar kita menghimpun kan antara berharap kepada Allah dan takut kepada Allah ta'ala 
( Qola sayyidina Umar bin Khattab radiallahu'anhu )
Lau nudiya, liyadkrhulinnara qullunnas Illa rozulun Wahida, Sarazawtu an aquna zalikarrazul, lawnudiya liyadkrhulil Jannata qullunnas illa rozulun Wahida, lakrhositu an'aquna Zalikarrozul) ujar sayyidina Umar andaikata di panggil, di umumkan seluruh manusia masuk neraka, kecuali satu yang masuk surga, maka aku berharap kata sayyidina Umar, yang satu ke surga itu adalah aku, nah inilah harapan yang luar biasa, dan andaikata ada pengumuman seluruh manusia masuk surga kecuali satu yang ke neraka, maka aku khawatir, kalau kalau aku yang ke neraka itu, sangkin takutnya sayyidina Umar kepada Allah subhanahu wa ta'ala, nah inilah ke seimbangan antara takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wata'ala

Nah bagaimana kita tidak mengharap Rahmat Allah, sedangkan Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam hadist qudsi, 
( Ya abna Adam, innakama da'awtani, warazawtani, ghofartulak, ala ma Kana mingka wala'ubali, yabna Adam, lawbalarhotzunubuka Ana nassamak, summastagfartani, gafartulaka, ila akhir hadist) 
Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau selama berdoa kepadaku, selama mengharapkan aku, aku ampuni engkau, bagaimanapun dosa engkau aku tidak perduli, maka aku ampuni engkau, wahai manusia kata Allah, andaikata dosa-dosa engkau itu banyak sampai ke atas langit, kemudian engkau minta ampun kepadaku, maka aku ampuni bagi engkau, nah inilah Rahmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala

Dan bagaimana kita tidak takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala, sedangkan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyatakan bahwa 
( Innarrozula la yakmalu 'amala ahlil Jannah, krhomSina sanah, Hatta la yabko bainahu wa bainal Jannah illa sibro, fasyabaqo 'alaihil kitab Fayukrhtamu Bi 'amali Ahlinnar rowahu muslim ) nah ini sabda nabi yang membuatkan kita takut, sesungguhnya ada seseorang yang beramal kebaikan selama 50tshun, terus amal kebaikan yang di perbuatnya, sehingga jarak antara dirinya dengan syurga tidak sedikit lagi, namun ketentuan Allah dia orang yang termasuk ahli neraka, akhirnya dia berbuat amal amal ahli neraka, diapun masuk ke dalam neraka, nah ini yang membuatkan kita takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Kebaikan yang kita lakukan selama ini bukan jaminan untuk kita masuk syurga, kenapa karena tidak belum tahu ketetatap Allah di dalam 'aza tentang nasib Diri kita, nah inilah yang kita khawatirkan, jadi takut dan harap itu andaikata di timbang sama, dalam keadaan sihat maupun sakit, dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan apapun takut dan harap kita musti sama kepada Allah, tidak boleh berat sebelah , dalam sembahyang ada takutnya, ada harapnya kepada Allah, dalam membaca Al Qur'an, ada harapnya, berharap di terima Allah, takut, kalau kalau takut salah baca mendatangkan kemurkaan Allah

Namun dalam berbagai keadaan di perlukan harap yang lebih utama, takut di kebelakang kan, semisal, kalau kita hendak beribadah, hendak, berbuat baik, hendak tahadzud, maka munculkan lah berharap kepada Allah, mudahan mudahan apa yang ku kerjakan ini mendapatkan Rida daripada Allah subhanahu wa ta'ala 
Nah inilah caranya menambah semangat kita, rajin kita untuk beribadah kepada Allah, 

Yang kedua, ketika kita sedang sakit, sembahyang sudah tidak bisa lagi, tenaga sudah terbatas, mata sudah kabur tidak bisa lagi lancar membaca Al Qur'an, hafalan kita sudah menurun dan lain sebagainya, maka apalagi yang kita inginkan hanyalah mengharap Rahmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala, tidak terlu takut kepada Allah, maka perbanyaklah berharap dalam keadaan ini kepada Allah

Dan lagi kadang-kadang takut lebih di kemukakan daripada harap kita, lebih di tonjolkan, ketika apa
( Inna azmil maksiat ) Ketika kita di hadapan dalam perkara maksiat, atau kita hendak terpikir melakukan perbuatan dosa kepada Allah, maka yang kita timbulkan di dalam hati kita adalah takut kepada Allah, siksa Allah yang sangat dahsyat, yang kita bayangkan adalah Allah bisa menyiksa aku saat ini juga, Allah bisa mencabut nyawa aku pada saat ini juga, Allah bisa mengambil imanku pada saat ini juga, maka takut yang kita mengenang, jangan kita terbalik begitu di hadapkan dengan maksiat, kita melakukan dosa, hati kita berharap kepada Allah, biarlah ku buat ini mudahan aku di ampunkan Allah, nah jangan macam itu, ini namanya tipu daya syaitan yang menyesatkan kita kepada Allah 

Aku bermaksiat dengan nikmat yang sudah Allah berikan, aku melakukan dosa dengan mata, mata ini pemberian daripada Allah, aku melakukan dosa dengan tangan dan telinga, padahal itu di kasi Allah, alangkah jahatnya aku melakukan dosa dan maksiat dengan nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan padaku, seharusnya segala macam nikmat yang Allah berikan itu ku gunakan kepada jalan-jalan yang di Ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala 
Pada surah Ibrahim ayat 7

Jikalau kamu tidak mensyukuri nikmat, artinya menggunakan nimmatku dalam perkara dosa dan maksiat, sungguh kata Allah azabku sangat penuh 

Jadi surah Ar Rahman yang mana surah ini di namakan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam sebagai pengantinnya Alquran, surat ini sangat banyak mengandung berbagai macam arahan, berbagai macam petunjuk dari Allah subhanahu wata'ala, yang intinya adalah agar kita bisa menyatukan antara takut dan berharap kepada Allah, Karna dengan takut dan harap yang seimbang kita akan menjadi orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat, aamiin ya Allah ya Allah 



Tidak ada komentar:

More Article about this Blog