( Asshadisu wal krhomsun min shuwaril qur'an suratul waqiah) Yang ke 56 daripada surah-surah yang ada di dalam Alquran, yaitu surat yang bernama Al Waqi'ah
Ini surah ( makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebelum hijrah daripada Mekkah ke madinah
( Wa ayatuha) Dan ayat-ayatnya berjumlah
( Shittu wa tis'un ) 96 ayat
hari kiamat itu merendahkan orang-orang yang hidupnya menentang Allah, dan hari kiamat itu meninggikan orang-orang yang hidupnya selalu patuh dan taat kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Bilamana bumi di gerakkan, di guncangkan sedahsyat dahsyatnya
Dan gunung-gunung juga di hancurkan sehancur-hancurnya
Maka surah Al Waqi'ah ini adalah surah yang sangat terkenal di kalangan kaum muslimin dan muslimat, karena ada beberapa hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam yang menganjurkan agar kaum muslimin dan muslimat senantiasa mengamalkan membaca surah Al Waqi'ah ini setiap hari, di antaranya sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam
( Man qoro'a suratal Waqi'ah, kulla Lailatin lam tusibhu faaaqotun 'abada akrh rozahul Baihaqi) barangsiapa yang membaca surah Waqiah setiap malam, artinya mulai magrib sampai subuh antara itu, nah siapa yang membaca surah Al Waqi'ah tiap tiap malam, maka tidak mengenai akan dirinya kesusahan, kefakiran selama-lamanya, dan lagi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam telah bersabda lagi
( Suratul waqiah, suratul ghina, ) Surat Waqiah itu di namakan surat kaya ( fakro'uha) bacalah olehmu surah Waqiah ini ( Wa'allimuha auladakum ) dan ajari lah anak-anak kamu akan surah Waqiah itu, akrh rozahul Ibnu mardawai, dan lagi sabda Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam mengatakan bahwa
( Allimu nisa'akum suratal Waqi'ah fa'innaha suratul ghina, akrh rozahul Dailami) ajari perempuan-perempuan kamu suratul waqiah karena surah Waqiah ini namanya surah kaya
Al imamul Ghazali menerangkan bagaimana mustinya kita membaca surat Al Waqi'ah itu, supaya benar-benar mencapai sasaran seperti apa yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam tadi
Disitu beliau mengatakan bahwa setiap kali kita membaca surat Waqiah, yang perlu kita perhatikan adalah niat kita, jangan sampai kita membaca surah Al Waqi'ah itu agar di luaskan Allah rezeki, jangan sampai kita membaca surah Al Waqi'ah itu supaya di berikan Allah kekayaan, Karna kalau demikian itu halnya, berarti kita ini sedang menukarkan Kalam Allah dengan sesuatu daripada dunia yang sangat hina ini
Maka Al imamul Ghazali pun memberikan penjelasan, ada dua niat yang patut kita pasang sebelum kita membaca surah Al Waqi'ah itu
1. Pertama adalah niat kita membaca surah Al Waqi'ah itu menjunjung perintah Allah subhanahu wa ta'ala dan juga Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dengan harapan di berikan oleh Allah sifat qa'naah dan tenangnya hati, nah ini yang penting untuk kita niatkan
2. Yang kedua, boleh juga kita niatkan membaca surah Al Waqi'ah itu dengan niat menjunjung perintah Allah subhanahu wa ta'ala dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dan kita juga berharap di mudahkan, di murahkan, di luaskan rezeki yang halal untuk bekal ibadah dan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Nah demikian niat yang bagus, akan menambah pahala kita kepada Allah dalam membaca surah ini
baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pernah di tanya ( 'anissa'ah) Tentang hari kiamat, dengan pertanyaan, ya rasulallah, matassa'ah ) kapan hari kiamat itu wahai Rasulullah, Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyampaikan
( Mal mas'ulu Anha, bi'aklama minassa'il) orang yang kau tanya sama dengan yang bertanya, sama sama tidak tahu artinya, kapan persisnya kiamat itu akan terjadi
( Wasa'ukrh biruka 'an ashrhotiha) Dan aku hanya bisa mengabarkan kepada engkau tentang tanda-tanda menjelang hari kiamat itu, Baginda Rasulullah menyampaikan bahwa ( iza waladatil 'amatu robbaha,
Wa'iza tatho'uwala ro'atul 'ibilil buhmi Fil Bun yan )
Tanda kiamat itu ujar Baginda Rasulullah, apabila seorang perempuan melahirkan rajanya, bila seorang wanita melahirkan tuannya, maksudnya adalah di akhir zaman itu anak-anak durhaka kepada kedua orangtuanya, anak yang jadi raja, orangtuanya jadi hamba sahaya, anak tidak segan lagi memerintahkan, menyuruh, memperbudak, pelayan, di jadikan pembantu orangtuanya,
Wa'iza tatho'uwala ro'atul 'ibilil buhmi Fil Bun yan) dan lagi apabila orang-orang desa, sudah berlumba-lumba untuk bermegah-megah, berlumba-lumba untuk kemewahan, demikian itupun akan terjadi ujar Baginda Rasulullah menjelang hari kiamat itu
( Wafi riwayatin urhk ro, an asrotiha) Dan dalam riwayat yang lain Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menyebutkan, menjelaskan tentang keadaan manusia, atau keadaan masa sebelum hari kiamat terjadi antara lainnya adalah ujar Baginda Rasulullah yang artinya
( Zuhuuril faajiri alal munsifi) Menangnya orang yang jahat atas orang yang baik, memangnya orang yang fasik atas orang yang Sholeh, menangnya orang yang dzolim atas orang yang adil, nah orang yang baik selalu posisi kalah, orang yang jahat selalu dalam keadaan menang
Contoh umpamanya seperti pemilihan pemimpin, ada calon pemimpin yang baik, yang adil, yang Sholeh malah kalah, begitupun sebaliknya, baik itu di kampung maupun di kota yang menang pasti orang yang dzolim nah ini tanda ujar Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam ( kaunul amanati wa kaunul amanati maghnama ) ujar Baginda Rasulullah lagi keadaan amanah itu di anggap saru keberuntungan, amanat di anggap satu keberhasilan, contoh ada orang di berikan amanah, di kasi amanah malah di anggapnya satu beneruntungan, padahal ini berbahaya kalau kita tidak amanah bisa berbahaya untuk diri kita dan juga orang lain, semisal kita di berikan suatu amanah untuk menjabat di suatu kampung kemudian kita curang nah ini berbahaya,
adalagi orang menitipkan kita sepeda motor, assalamualaikum tuan tolong jagakan sepeda motorku ya, nah kita merasa untuk di berikan orang amanah, padahal ini adalah amanah, mustinya kalau kita di berikan orang amanah kita waspada, berhati-hati, siap siaga, agar jangan sampai menyalahi amanat yang di titipkan oleh orang itu kepada kita, sama halnya juga seperti kedudukan, jabatan, naik pangkat dan lain sebagainya, musti berhati-hati, sama halnya jugalah kita di berikan amanah oleh Allah, di diberikan Allah kehidupan di dunia ini maka musti kita berhati-hati menjaga segala macam nikmat yang sudah Allah berikan di jalan jalan yang Allah Ridai, jangan sampai kita ini berani melakukan perbuatan dosa dan maksiat, malu kita kepada Allah, khianat kita akan amanah daripada Allah
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menjelaskan lagi tentang tanda-tanda kiamat itu
( Wasshultonusssina ) Perempuan-perempuan sudah mulai di angkat menjadi raja, menjadi kedua, menjadi pemimpin, ( wazuhuru auladil baqhiyah ) dan timbulnya, nampaknya anak-anak zinah, dan orang-orang tidak ada lagi rasa malunya karena berzina dan memiliki anak hasil daripada perbuatan zina, ( wafhusu'ul 'inah) dan tersebarnya kelakuan atau peraktek riba, mulai di perkotaan ataupun di dusun sudah melakukan riba
( Wazuhurur risa' ) Timbulnya dimana-mana sogok atau pungli, baik itu di kantor, di jalan jalan, di hutan, di tengah laut, dimana-mana ada orang melakukan hal yang demikian ini, nah ini ujar Baginda Rasulullah tanda-tanda kehancuran dunia menjelang hari kiamat
( Waqawnul masjid muzarkhrofa) Masjid-masjid itu di megahkan, walaupun hasil daripada membangunnya itu antah daripada aja halal, haram campur, yang penting asal megah, berlomba-lomba memegahkan masjid,
( Washuribatil umur) Dan di minumnya Arak, dahulu arak di larang, sekarang dimana mana orang bebas minum arak ( Watarkul Amri bil makruf Wan nahyi anil Munkar)
Dan amar makruf nahi Munkar itu di tinggalkan, nah ini yang paling sulit di hadapi oleh ummat Islam, oleh kita kita ini, tentang amar makruf nahi munkar, kita melihat banyak kejadian-kejadian yang cukup menyedihkan kita antara lain umpamanya, orang-orang tidak lagi mahu melakukan amar makruf nahi Munkar karena hanya dengan adalan itukan hak asasi dia sebagai seorang manusia, ada orang menari telanjang, ada orang menegur demikian itu tidak boleh, oh jangan di tegur biarlah dia, itu hak dia, nah inilah tanda-tanda kehancuran manusia, jadi tidak ada lagi amar makruf nahi Munkar, terserah manusia hendak melakukan apa
( Wabusuwut tizaroh )Ujar Baginda Rasulullah lagi tandanya adalah tersebarnya perdagangan dimana-mana, ( wa'ayyat tazilarrozul wam ro'atuhu Jami'a )
Bahwa berdagang seorang laki-laki bersama-sama istrinya, kalau dulu tidak ada itu, laki-laki berdagang istri di rumah, nah demikianlah tanda-tanda daripada sekian banyak lagi tanda yang menunjukkan kerusakan zaman yang artinya bahwa kiamat sudah semakin dekat
Sambungan ayat tadi adalah
Para ahli tafsir menerangkan ayat itu
( annasu shalasatun ) Pada hari kiamat itu, manusia terbagi kepada tiga kelompok, yang pertama adalah
1. ( Farazulun ibtaqa radilkrhoir, BI hadasati sinnihi, wadawama 'alaiha Hatta krhoroza minad dun ya, fahadassabiqunas sabiqun ) di hari kiamat itu golongan yang pertama ada seseorang yang bersegera berbuat kebaikan sejak usia muda, sejak usia muda dia rajin berbuat kebaikan terus menerus sampai akhir hayatnya maka inilah yang di sebut ( assabiqunas sabiqun tadi)
Orang orang yang assabiqunas sabiqun itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan mereka nantinya mendapat Rida dan berada di dalam syurga yang penuh dengan nikmat daripada Allah ta'ala
2. Kemudian yang kedua ( warozulun ibtaqo ro'umurohu bizzunub, shumma tawwalal krhoflata, Shumma rozi'a Bi tawbatih, Hatta krhutimalahu biha, Fahaza min Ashabil Yamin) orang-orang yang pada masa mudanya berbuat dosa, berbuat maksiat kepada Allah, dan lama dia melakukan perkara yang demikian itu, kemudian dia kembali bertaubat kepada Allah, sehingga akhir hidupnya di tutup dengan keadaan bertaubat kepada Allah
( Fahaza min Ashabil Yamin ) Ini orang termasuk mendapatkan keridhaan Allah, Rahmat Allah dan mendapatkan syurga daripada Allah subhanahu wa ta'ala
3. Kemudian golongan yang ketiga adalah
( Warozulun ibtaqo ro'umurohu bizzunub, shumma lamyazal 'alaiha Hatta krhutimalahu biha, Fahaza min Ashabissimal) seseorang yang selalu berbuat dosa dan maksiat, terus menerus dia melakukan yang demikian itu, sehingga akhir hidupnya dengan penuh dosa, maka ini orang tergolong kepada min Ashabissimal, artinya orang-orang sebelah kiri,
Nah orang orang inilah yang bakal menempati neraka jahim daripada Allah, mereka di berikan jamuan minum dari air yang mendidih dan di bakar di neraka jahim
Nah dari tiga golongan manusia tadi, mudah mudahan kita semuaan ini termasuk kepada golongan yang mendapatkan Rida, Rahmat daripada Allah subhanahu wa ta'ala dan di masukkan Allah ke dalam syurga Allah, aamiin aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar