Pages

Jumat, 13 September 2024

Alquran/ 57. surah Al Hadid / hlm. 65

Bismillah wal hamdulillah 

( Assabi' wal khromsun min shuwaril qur'an suratul Hadid
Yang ke 57 daripada surah-surah di dalam Alquran, yaitu surat yang bernama Al Hadid, ini surah ( Madaniyyatun )
Di turunkan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa ta'ala sesudah hijrah dari Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat-ayatnya berjumlah ( This'un wa isrun ) berjumlah 29 ayat

Ma makna Al Hadid, Al Hadid artinya adalah besi, jadi surah yang bernama besi, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam pernah menyatakan bahwa
( Nuzilat suratul Hadid yauma shalasa, wa krholakallahul hadida yauma shalasa, wa qhotala Ibnu adama akrhohu
Yauma shalasa, wanaha Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam alhijamata Yauma shalasa akrh rozahul thabaroni)
Diturunkan surah Al Hadid ini, sabda Baginda Rasulullah pada hari Selasa, dan Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan besi pada hari Selasa, dan qobil membunuh saudaranya habil terjadi pada hari Selasa, dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam melarang umatnya untuk ( bersungu pada hari Selasa ) 

Firman Allah subhanahu wa ta'ala pada surah Al Hadid ayat ke 25, 

Kami telah menurunkan besi, menurut banyak hadist yang meriwayatkan bahwa besi itu termasuk yang di bawa oleh nabi Adam daripada surga, dan besi itu mempunyai kekuatan yang sangat, Karna besi bisa melukai bahkan bisa membunuh 
( Wa manafi'u linnas ) Dan besi ini juga banyak manfaatnya bagi manusia, nah perlu juga kita belajar bersama apa apa sahaja manfaat daripada besi ini
Maka para ulama mengatakan bahwa

( Usul manfaatinnas arba'atun ) 
Pokok manfaat manusia dengan 4 perkara artinya manusia itu bisa bertahan hidup dengan baik 
1. ( Azzira'ah ) Adanya pertanian, kalau tidak ada pertanian maka tidak bisa kita bayangkan bagaimana hidup kita sekarang ini 
2. ( Alhiyyaqah ) Pertenunan, yang tadi pangan, ini sandang, nah mengolah kain, menjahit baju pakaian,
3. ( Wa bina'ul buyut, ) Membangun rumah, nah kalau manusia tidak punya rumah sulit untuk bertahan hidup dengan baik 
4. ( Wa shultonah ) Adanya kerajaan, adanya pemerintah 
Kalau pertanian sudah ada, Pertenunan sudah ada, rumah sudah di bangun, tapi pemerintahan tidak ada, maka akan kacau dan bisa menimbulkan perang antara satu suku dengan suku yang lain, 
( Kullu Wahidin Minha yahtazu 'ilal Hadid ) Tiap tiap satu daripada yang 4 perkara tadi perlu kepada sesuatu yang namanya besi, macam kita bertani bunuh besi, buat mencangkul, menjahit baju perlu jarum, macam kita hendak membangun rumah perlu besi, tiang pondasi, paku, hammer,dan lain sebagainya, macam pemerintahan perlu akan besi, hendak membuat senjata, pedang, perlu akan besi, jadi itulah salah satu daripada 
( Wa manafi'u linnas) Bahwa besi itu banyak manfaatnya bagi manusia 


Ayat yang pertama di dalam surah Al Hadid ini adalah 

Mensucikan bagi Allah sesuatu yang ada di langit dan di bumi, dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana, seluruh yang ada di langit dan di bumi, itu mensucikan Allah, bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta'ala 

Nah kalau ada orang yang bertanya, mensucikan Allah daripada apa? Dari sifat dengan sesuatu yang tidak patut atau tidak layak bagi Allah subhanahu wa ta'ala, nah jadi kita sebagai manusia maka kitapun di wajibkan, kitapun di tuntut untuk senantiasa, sepanjang hayat kita untuk mensucikan Allah 

1. Yang pertama adalah ( Zatuhu subhanahu wa ta'ala) 
Zat Allah subhanahu wa ta'ala, macam apa mensucikan zat Allah? Mensucikan zat Allah subhanahu wa ta'ala adalah dengan bahwa kita meyakini di dalam hati, mengiktikatkan dengan seyakin yakinnya, dengan sebulat-bulannya ( Annahu laysa bi zismin ) bahwa zat Allah itu bukan berupa benda, macam matahari, bulan, bintang, bukan, kalau ada orang mengatakan bahwa zat Allah itu berwujud, maka sudah jelas dia orang yang tidak mensucikan Allah subhanahu wa ta'ala 

Allah tidak benda, zat Allah tidak zisim
( La tuhitu bihil zihad) Tidak meliputi dengan zat Allah itu oleh jihad, artinya, kita mengiktikatkan dengan seyakin yakinnya bahwa zat Allah itu tidak di atas, tidak di bawah, tidak di kiri, tidak di kanan, tidak di mukak, tidak di belakang, kalau ada orang mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu di atas berarti dia tidak mensucikan Allah, karena atas bahagian daripada zihad, 
( Walayahullu bi sya'in walayahulluhu sya'i) dan Allah zatnya itu tidak bertempat pada sesuatu dan tidak di tempati oleh sesuatu, Karna Allah mahasuci daripada yang demikian itu dan Allah bahkan sudah ada sebelum adanya tempat maka tidak layak ditanyakan Allah ada dimana, apakah alah hilang di dalam hatimu sehingga engkau sibuk menanyakan di mana adalah Allah? 

( Layataghoiyyaru ) Allah tidak berubah, sampai kapanpun zat Allah tidak akan pernah berubah
( Walayantaqilu) Zat Allah tidak berpindah, Allah turun, Allah naik, tidak, mahasuci Allah daripada yang demikian 
( Walayahudduhuzzaman wal makan) Dan tidak akan bisa membatasi akan Allah oleh masa dan tempat 
( Laysa kamislihi Syai) Tidak ada satu juapun yang menyerupai Allah subhanahu wa ta'ala, nah inilah sekilas tentang iktikad mensucikan Allah subhanahu wa ta'ala 
Sehingga berkenaan tentang zat Allah ini kita tidak bisa membayangkan dengan akal karena ianya terbatas 

2. Yang ke dua yang wajib kita sucikan adalah 
( Fissifat) Sifat Allah subhanahu wa ta'ala, macam apa mensucikan sifat Allah? Bahwa kita mengiktikatkan di dalam hati dengan seyakin yakinnya ( Laa yaktarihi azezun ) tidak mendatangi akan Allah itu oleh lemah, Allah tidak mahu lemah, tidak berdaya, tidak ( walatak krhuzuhu sinatu walana'um, walamarod) tidak datang kepada Allah itu mengantuk apalagi tidur, tidak mahu
( Wala'yu'ariduhu fana, wala maut ) Tidak akan menghalangi oleh Allah itu akan kehancuran apalagi kematian, ( walayukhrihuhu Syai) dan tidak ada seorang juapun yang bisa memaksa Allah subhanahu wa ta'ala 
dalam berbuat sesuatu, bebas Allah hendak berbuat apa saja, nah ini sebagain daripada iktikad mensucikan sifat Allah subhanahu wa ta'ala 

3. Kemudian lagi yang Wajib kita sucikan adalah 
( Fil asma' fi'il Allah ) Kita wajib mengiktikatkan di dalam hati bahwa Allah subhanahu wa ta'ala itu 
( Laa yaf'alu wala yakrhluqu 'abasa) Allah tidak berbuat sesuatu tidak akan menciptakan sesuatu dengan sia-sia 
Apa yang di perbuatan Allah pasti ada rahasianya, pasti ada hikmah, manfaatnya, Karna tidak ada sedikitpun perbuatan Allah itu yang sia-sia, nah itu iktikad di dalam hati kita, semisal Allah menjadikan binatang apapun pasti ada manfaatnya, ( walayazhulu min huzulmu) 
Dan tidak akan pernah terbit daripada Allah itu kedzoliman, apapun yang di perbuatan oleh Allah, maka Allah tidak akan pernah dzolim, semisal Allah menjadikan manusia sangat miskin, sangat jelek rupanya, cacat tubuhnya, terus menerus dalam keadaan sakit, dzolim kah Allah? ( Layazhulu min huzulmu) Mahasuci Allah daripada demikian, karena tidak akan pernah terbit daripada Allah itu perbuatan yang dzolim 

( Walayazlibu manfa'atan linafsihi Walayadfa'u Madorrotan laha ) dan kita wajib mengiktikatkan bahwa Allah itu berbuat sesuatu bukan untuk mengambil keuntungan bagi Allah subhanahu wa ta'ala, Allah memperbuat sesuatu bukan untuk menolak kemudaratan bagi Allah, semisal Allah menyuruh kita hambanya untuk taat dan patuh kepada Allah, supaya Allah menjadi lebih mulia bukan, tidak ada sangkut-pautnya yang demikian itu, maha suci Allah daripada yang demikian itu, Allah menyuruh kita taat, ibadah bukan kembali manfaatnya kepada Allah, melainkan kepada diri kita sendiri, karena Allah sudah maha agung dan maha mulia 

4. ( Fil asma') Dan kemudian lagi kita wajib mensucikan nama Allah subhanahu wa ta'ala ( la yusamma Illa bima Samma nafsah) Tidak boleh kita memberikan nama kepada Allah, kecuali dengan nama Allah yang sendiri menamai dirinya, sudah ada nama Allah, tidak perlu di tambah tambah lagi nama Allah, walaupun itu menurut kita bagus

5. ( Fil ahkam ) Dan lagi yang perlu kita sucikan adalah hukum Allah ( kullu syari'atin syaro'aha Li 'ibadihi tarzi'u maslahatuhalahum fatasri'ihsana Wa khroirumminallahi ta'ala ) tiap tiap syar'iat yang di syariatkan oleh Allah kepada hambanya itu kembali kemaslahatannya, kebaikannya bagi si hamba tadi, maka mensyariatkan itu semata-mata kebaikan daripada Allah subhanahu wata'ala, maka wajib kita yakini, setiap Allah memerintahkan sesuatu, melarang sesuatu, maka wajib kita mengiktikatkan bahwa itu adalah kebaikan daripada Allah kepada kita, ( contoh Allah melarang zina, riba, perbuatan dosa dan maksiat lainnya, maka itu adalah kebaikan Allah kepada diri kita, nah ini yang perlu kita fahami, adapun lagi contohnya Allah memerintahkan kita untuk selalu membaca Alquran, nah itu pasti manfaatnya sangat banyak bagi diri kita baik itu di dunia dan akhirat 

Setiap undang-undang yang di bikin oleh Allah, sama sekali Allah tidak punya kepentingan, semuanya untuk kebaikan dan kemaslahatan hamba-hamba-Nya, nah ini lah kebaikan daripada Allah untuk kita, itu sebabnya orang yang berakal itu bisa mengambil kebaikan, kemaslahatan untuk dirinya sendiri, manusia yang berakal itu adalah orang yang bisa mengambil manfaat untuk dirinya, dan dia tidak akan berani berbuat sesuatu yang akan membahayakan dirinya, nah ini orang yang berakal, nah siapakah orang yang paling berakal, ialah orang yang paling taqwa kepada Allah, Karna setiap perintah daripada Allah dan larangan daripada Allah pasti akan ada kebaikan untuk diri kita 

Oleh karena itu, sepintar apapun manusia, sebanyak apapun title pada dirinya, kalau dia masih suka berbuat dosa dan maksiat, kalau dia masih suka melanggar perintah daripada Allah maka orang tersebut adalah orang yang zahil, orang yang jelas paling bodoh, nah jadi kita mensucikan zat Allah, sifat Allah, fi'il Allah, asma Allah, dan ahkam Allah subhanahu wata'ala, karena demikianlah kandungan daripada ayat pertama pada surah ini 

Sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya, surah Al Hadid ini juga banyak memberikan kepada kita semua tentang arahan dan petunjuk daripada Allah subhanahu wa ta'ala, di antaranya di dalam ayat yang ke 11 

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya ujar Allah, Siapakah yang (mau) memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik? Dia akan melipatgandakan (pahala) untuknya, dan baginya (diberikan) ganjaran yang sangat mulia (surga
( hazihil ayah targhibunnas bi ayyungfiku amwalahum bi nusrotil Islam wal muslimin ) ini ayat menggemarkan bagi manusia pada bahwa mereka infakkan hartanya untuk menolong Islam dan kaum muslimin, kita menyumbang sesuatu untuk kepentingan ummat Islam berarti kita sedang memberi pinjaman kepada Allah, kita membantu saudara kita muslim yang sedang kesusahan berarti kita sedang meminjamkan kepada Allah, nah kenapa Allah menyebut dengan memberi pinjama? Karena nanti akan Allah bayar balik dengan syurga, asal pinjamannya tadi ( qardhon Hasana) dengan pinjaman yang baik 

Al imamul fakrhrurrazzi mengatakan bahwa ( Al Qhardhu la yakunu Hasanah, Hatta yazma'u 'usafan 'asaroh )
Pinjaman itu tidak akan menjadi baik kecuali dengan mencakup kepada 10 sifat, bagaimana menyumbang yang baik itu sehingga kita bisa mendapatkan pahala yang berlipat kali ganda daripada Allah subhanahu wa ta'ala, nah apa sahaja 10 persaratan itu 

1. Pertama ( awwalu ayyakuna minal halal ) yang di sumbangkan, yang di sedekahkan, itu musti daripada yang halal, kalau yang haram itu jelas bukan sedekah yang baik, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda ( innallaha thoiyyibun laa yaqbalu Illa thoiyyib)
Baginda Rasulullah berkata Allah subhanahu wa ta'ala itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik, baca Alquran yang baik yang di terima lah, sembahyang yang baik yang di terima Allah, puasa yang baik yang di terima Allah, sedekah yang baik yang akan di terima Allah, orang kalau baca Alquran, sembahyang dengan asal asalan maka akan di khawatirkan tidak di terima oleh Allah subhanahu wata'ala, Karna Allah hanya menerima yang baik 
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda 
( La yaqbalullah sholatan bi ghoiri tuhurin 
Wala sodaqotan min hululin ) Allah tidak menerima sembahyang tanpa bersuci, orang yang tidak berwudhu hendak sembahyang maka bakal tidak di terima Allah 
Dan Allah tidak menerima shodaqoh dari hasil krhiyanat 
Harta, duit yang di dapat daripada hasil krhiyanat, hasil dosa maksiat, maka Allah jelas tidak akan menerima sedekahnya, 

2. ( Wassani) Kemudian yang kedua ( ayyaquna min akrami ma yamliquhu duna ayyumfikarrodi ) bahwa yang dia berikan itu adalah termasuk yang mulia yang dia miliki, dan dia tidak menafkahkan yang rendah yang hina
Artinya yang di berikan ini termasuk yang mulia yang dia miliki, firman Allah subhanahu wata'ala mengatakan 
Pada surah Al Baqarah ayat 267

Jangan kamu menuju atau mencari yang jelek di nafkahkan, besar yang tidak bagus di nafkahkan, Nasi bekas sisa di sedekahkan, nah jangan, itu tidak baik, 

3. ( Assalis ) Yang ketiga adalah bersegera dalam bersedekah di jalan Allah, Baginda Rasulullah bersabda ( jangan engkau tunda untuk bersedekah, bersegera dalam kebaikan kepada Allah subhanahu wata'ala 

4. ( Warrobi') Yang ke 4, ( antasrifa sodaqoh)
Engkau sedekahkan harta itu, barang itu kepada orang-orang yang berhak, yang sangat memerlukan, jadi bersedekah itu yang pertama yang kita cari adalah ketaqwaan orang yang bakal kita beri, kadang-kadang kita tidak sampai berpikir kesitu, asal bagi sahaja kepada orang, padahal kalau itu orang tidak penyembahyang maka kurang sah, nah menerima itu musti orang yang baik, bukan orang yang asal asalan apalagi orang yang sering melakukan dosa dan maksiat kepada Allah, nah ini kurang sah zakat yang kita beriman, sehingga musti kita Utsman orangnya itu adalah orang yang taqwa, sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala pada surah Al Maidah ayat 2 

Tolong menolong lah kamu dalam kebaikan dan taqwa, nah kalau kita bersedekah kepada orang yang takwa contohnya, di belikannya makanan, kemudian di makannya, badannya jadi sehat dan kuat, lalu orang taqwa tadi menuntut ilmu, dan beribadah, berarti kita sedang menolong atas ketaqwaannya kepada Allah subhanahu wata'ala, 

Dan jangan pula kita berani tolong menolong dalam hal dosa, kita berikan sedekahkan kepada si Fulan itu, orang yang jelas melakukan dosa, di belikannya arak, di gunakannya kepada perkara yang jahat, jelas kita ini menolong dirinya daripada melakukan perkara dosa, nah inilah akibatnya kita kurang perhatian dalam menyumbang, menggunakan Zakat dan sedekah ini

Yang pertama taqwa, kemudian yang kedua adalah keluarga, sepupu, kemanakan, anak, istri, saudara, nah kita bersedekah dengan orang yang berhak menerima, orang yang membutuhkan, ini yang lebih baik, 

5. ( Al krhomis ) Yang kelima adalah ( antaqtumas shodaqoh, ma'am kanat) Bahwa engkau sembunyikan sedekah itu, sekuasa engkau, sekemampuan jangan hendak di umbar-umbar apalagi sampai di ceritakan ke orang banyak, kita boleh membuka sedekah, kita boleh sedekah di tengah-tengah orang banyak tapi dengan syarat dan tujuan untuk memberikan motivasi kepada orang lain untuk ikut juga bersedekah, nah ini boleh 
Niatnya bukan untuk ria, bukan untuk sombong, tapi niatkan lah di dalam hati untuk memberikan motivasi kepada orang lain untuk ikut juga bersedekah, nah ini baik, kalau tidak macam itu niatnya lebih baik sembunyi

6. ( Assadisu ) Kemudian yang ke 6 adalah 
( Anla tathba'aha Mannaw wala 'aza ) 
Bahwa jangan engkau iringkan sedekah itu man dan 'aza
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran pada surah Al Baqarah ayat 264

Jangan engkau batalkan pahala sedekah itu dengan man dan 'aza, sebahagian para ulama menafsirkan man itu adalah (merasa berjasa) kita menolong orang, memberi kepada orang kemudian timbul di dalam hati kita rasa berjasa, aku ini banyak berjasa dengan dia itu, nah kalau kita macam itu berarti pahala sedekah kita habis, karena semua yang bisa kita lakukan itu adalah semata-mata berkat Rahmat dan pertolongan daripada Allah subhanahu wa salam, jangan engkau iringi sedekah itu dengan man dan 'aza, manakala 'aza adalah menyakiti, artinya kita memberi kepada orang, menolong orang cuman kita mengucapkan kata-kata yang tidak nyaman, contohnya kita menolong orang, namun kita berikan dia ucapan engkau ni asik susah je minta tolong, nah ini jangan kalau kita hendak menolong orang tolong saja jangan pula kita hendak menyakiti hatinya 

7. ( Assabi') Kemudian yang ke 7 ( Antaqsida biha wazhallah ) Bahwa engkau mengkasat sedekah itu semata-mata karena Allah subhanahu wata'ala ( walaturo'i) dan jangan pula kamu ria 

8. ( Assamin ) Kemudian yang ke 8 ( antastahqira maaa
tukti Wa'inkasyura, Li Anna zalika kholilun minad dun ya,
Waddun ya kulluha kholilah ) kita bersedekah itu merasakan bahwa yang kita sumbangkan itu adalah sedikit, walaupun semiliar, kenapa? Karena duit yang banyak itu adalah merupakan bahagian daripada dunia, dunia sangat hina sangat kecil di bandingkan dengan balasan pahala daripada Allah subhanahu wata'ala, nah jadi kita merasa enteng saja, 

9. ( Astasik ) Kemudian yang ke 9 ( ayyaquna min 'ahabbik amwalik ilaik) bahwa yang di sedekahkan itu adalah termasuk harta yang paling engkau cintai, 
Karena Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquran pada surah Ali Imran ayat 92

Sungguh engkau tidak akan bisa mencapai kebaikan sehingga engkau menafkahkan, mengingfakkan sesuatu yang engkau cintai 

10. ( Al 'asyhir) Yang ke 10, ( anla tara'izzanafsika wazullal fakir ) bahwa engkau tidak melihat mulianya diri engkau dan hinanya orang yang di beri itu, artinya waktu kita hendak menolong orang, bersedekah, merasa diri mulia, dan menganggap orang yang di bawah itu, orang yang di tolong itu, pengemis itu hina, jangan demikian, bahkan sebaliknya, mulia mereka, mulia dia, daripada kita, dimana mulianya? Bahwa aku ini di perintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menghantarkan miliknya, punyanya , nah jadi demikianlah 10 perkara, kalau kita hendak sedekah, menolong, wakaf, infak, di iringi dengan 10 sifat tadi maka Allah akan menggantikan dengan berpikir ganda pahala dan mendapatkan keridhaan Allah yakni syurga 

Aamiin ya Allah, demikian lah, mudah-mudahan kita semuaan ini dapat melaksanakan apa apa yang surah di perintahkan oleh Allah dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam dan juga yang sudah di ajarkan oleh para ulama terdahulu bagaimana caranya bersedekah, sehingga sedekah yang kita laksanakan itu menjadi sebuah kebaikan dan mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wa ta'ala, walhamdulillah, insyaallah di lain kesempatan kita dapat berjumpa kembali insyaallah  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah