( Attasi'atu wassittun min shuwaril qur'an suratul Haqqah) yang ke 69 daripada surah surah Al Qur'an, yaitu surah yang bernama Al Haqqah, ini surah ( makkiyyatun)
Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah daripada Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah ( Sittani wa krhomsun ) 52ayat
Merupakan salah satu daripada sekian banyaknya nama nama hari kiamat, lebih seratus nama, bagi hari kiamat tersebut, ada Yaumul Zaza, yaumud taghaabun, ada Yaumul kiror, ada Yaumil liqoq, adapula namanya Yaumil Haqqah, nah apa yang di maksudkan dengan Al Haqqah itu, menurut sebahagian para ulama tafsir di jelaskan
bahwa Al Haqqah itu artinya adalah
( Azzamanulladzi yatahaqqahu fihi Ma'ungkirofittun ya, minal Basri wa 'asri Wa Ghoirihima, ) maksud daripada Al Haqqah adalah masa, yang terwujud, yang nampak jelas pada masa itu sesuatu sesuatu yang tidak di kenal di dalam dunia, daripada hari kebangkitan, di halaunya manusia dari kubur ke pasang Mahsyar ( wa Ghoirihima) dan selain daripada itu keduanya
Itulah maksud daripada Al Haqqah, dan Allah subhanahu wata'ala sampai tiga kali mengulang ulangi maksud Al Haqqah,
dan sesuatu apakah yang memberitahu kepada engkau apa itu Al Haqqah, Al Haqqah adalah masa di mana pada masa itu tampak dengan jelas sesuatu yang tidak pernah kita bisa bayangkan di dalam dunia ini, seperti di bangkitkannya seluruh manusia daripada kuburnya, kemudian di halau mereka semuaan itu ke padah Mahsyar, di hisab timbangan amal baik dan buruknya, titian suratal mustaqim dan lain sebagainya
Dalam ayat ayat tersebut Allah subhanahu wata'ala mengingatkan kepada kita tentang hari kiamat dan Allah subhanahu wata'ala membesarkan mengagungkan tetang kejadian kejadian yang ada pada hari kiamat itu, dan kita selalu manusia bukan hanya di tuntut untuk membaca ini ayat, bukan hanya di tuntut mengerti dan memahami ini ayat, bukan hanya di tuntut untuk mengimani dan mempercayai ini ayat, tetapi kita juga di tuntut untuk memikirkan bagaimana kejadian kita, nasib kita pada hari kiamat itu, bagaimana keadaan kita nanti waktu di bangkitkan di alam kubur
Kita di suruh untuk mentafakkur kan itu, memikirkan itu, bagiamana nanti keadaan kita begitu bangkit dari alam kubur kemudian di halau ke Padang Mahsyar untuk di sidang di hadapan Allah subhanahu wata'ala, bagaimana nanti keadaan kita waktu amal ibadah kita di timbang,
Bagaimana keadaan kita nanti suatu hendak menyebrangi titian suratal mustaqim itu yang di bawahnya neraka jahanam, jadi firman Allah subhanahu wata'ala tentang hari kiamat ini memberikan nasihat kepada kita agar kita berfikir daripada sekarang, bagaimana diri kita pada saat saat seperti itu
Salah satu yang wajib kita percayai tentang hari kiamat itu adalah( Minal baksi) daripada di bangkitkan kembali dari alam kubur, jadi kita wajib percaya, wajib beriman suatu saat nanti kita meninggal dunia, dan suatu saat nanti kita akan di bangkitkan dari alam kubur, kita di perintahkan untuk merenungi bagaimana keadaan kita pas di bangkitkan itu, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan bahwa
( Yub'asu Kullu 'abdin Ala Mata'alaih rowahu muslim )
Akan di bangkitkan tiap tiap hamba itu dari kuburnya dengan keadaan yang dia mati atas keadaan itu
Jadi kalau kita hendak mengetahui bagaimana nasib kita begitu di bangkitkan dari kubur kita bisa mengetahui lewat Nasib kita sekarang, nasib kita waktu kita meninggalkan dunia ini, dalam hadist yang lain menyampaikan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda ( man mata'ala martabatim minal marotib, wa'isya alaiha yaumal kiyamah ) barangsiapa yang mati atas satu martabat, barang siapa yang mati atas satu setatus maka dia akan di bangkitkan atas setatus itu pada hari kiamat
Orang yang meninggal dunia, orang yang mati waktu mati itu dia menjadi supir, maka dia akan di bangkitkan pada hari kiamat sebagai seorang supir, orang yang mati dalam keadaan menuntut ilmu begitu di bangkitkan daripada kuburnya maka dia di bangkitkan sebagaimana orang yang menuntut ilmu, orang yang ahli ibadah di dalam dunia sehingga dia mati dalam ibadahnya, maka begitu dia bangkit di dalam kubur, maka dia dikatakan sebagai orang yang ahli ibadah, orang yang waktu dia menjelang akhir hidupnya sebagai orang pedagang maka dia di bangkitkan sebafai pedagang, dan lain sebagainya
Nah di bangkitnya kita di alam kubur itu adalah
( 'ala martabatim) Atas kedudukan, setatus kita di alam dunia ini, Al imamul Ghazali rahimahullah mengatakan
( Yub'asu shakron, shakron, wazzamiru zamiro, wa Kullu Wahidin 'ala hallilladzi Saddahu 'an Sabilillah ) di bangkit orang yang mabuk itu dalam keadaan mabuk, misalnya orang mabuk mati, begitu sampai pada hari pembangkitan, maka dia akan bangkit dalam keadaan mabuk, demikianlah statusnya, ( wazzamiru zamiro) orang yang hidupnya di alam dunia ini berstatus tukang seruling, dia akan di bangkitkan dalam kuburnya demikian, sesuai dengan status akhir dia hidup di dunia
Nah itu yang kita pikirkan, apakah kita mahu begitu kita bangkit nanti di akhirat berstatus orang yang suka berbuat dosa dan maksiat, musti alangkah baiknya kita kepengen begitu di bangkitkan Allah nanti di akhirat kita ini menjadi orang yang baik, yang rajin ibadah, orang yang menuntut ilmu agama, dan perkara perkara baik lainnya, nah ini yang kira renungi daripada sekarang ini
Yang penting agar jangan sampai kita di bangkit di dalam alam akhirat nanti sebagai orang yang di laknat Allah, nah siapa siapa orang yang di laknat oleh Allah itu
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan ( 'addun ya mal'unatun, mal'unun
Ma fiha, Illa dzikrullah Wama walahu, wa'aliman aw muta'allimah ) Baginda Rasulullah bersabda dunia itu di kutuk oleh Allah subhanahu wata'ala, kenapa dunia di kutuk karena segala macam perhiasan dunia ini membuatkan kita lupa kepada Allah, menghalangi kita untuk fokud beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala
( Mal'unun ma fiha ) Dan di kutuk sesuatu sesuatu yang ada di dunia, termasuk manusianya, nah orang mati salam keadaan di kutuk Allah, maka ketika dia mati dan kemudian di bangkitkan kembali dalam keadaan di kutuk oleh Allah, nah itu jangan sampai terjadi kepada kita semuanya ini aamiin ya Rabb, siapa orang yang tidak di kutuk Allah ( Illa zikrullah ) kecuali orang orang yang selalu mengingat Allah, dimanapun dia berada baik di tempat yang ramai maupun di tempat yang tersembunyi, taat kepada segala macam perintah Allah, dan menjauhi segala macam larangan daripada Allah, ketika melakukan dosa dan maksiat cepat cepat hendak meminta ampun maaf kepada Allah subhanahu wata'ala
( Wama walahu ) Dan sesuatu yang mengiringinya
( Wa'aliman) Dan orang yang alim( aw muta'allimah)
Atau orang orang yang belajar menuntut ilmu Allah,
Kalau dia mati kedalam keadaan bertatus penuntut ilmu maka dia akan selamat daripada kutukan Allah, demikian juga orang alim, dan lain sebagainya, ataupun ketika dia mati tapi dia ini dulunya orang yang suka menyediakan fasilitas-fasilitas untuk orang lain beribadah ( wama walahu) memberikan berbagai macam fasilitas untuk orang ibadah, untuk orang menuntut ilmu, untuk memudahkan orang lain, nah ini orang pun termasuk di golongan dengan orang yang tidak di kutuk oleh Allah
Nah jadi mudah mudahan kita ini mati dalam keadaan baik, nah di luar itu di kawatir kan kita mati dalam keadaan di kutuk oleh Allah subhanahu wata'ala, nah itu yang musti kita pikirkan yang berhubungan dengan Al Haqqah, kemudian sambungannya lagi adalah
( Wal hasar wa Ghoirihima ) Dalam dunia kita mendengar kita akan di bangkitkan, kemudian di halau menuju Padang Masyar, nah sering sekali kita dengar itu, di dalam Alquran sudah di jelaskan di dalam hadist sudah di terangkan, nah namun kita belum mengenalnya, belum pernah melihatnya, tidak bisa kita bayangkan tapi ketika terjadinya hari kiamat demikian itu akan jelas jelas kita nampak terlihat sungguh,
Nah yang musti kita pikirkan, yang musti kita persiapkan bagaimana keadaan kita pada waktu itu, itu yang lebih penting, Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam
( Tuhsyaruna hufatan 'aoratan hurlah ) Kalian di halau menuju Padang Mahsyar itu dalam keadaan tidak bersandal,( 'oratan) bertelanjang, ( faqolat timro'atun )
Berkata seorang perempuan wahai Rasulullah
( 'a yubsiru bakduna awrata bak) Kalau kita di halau bertelanjang itu apakah sebahagian kami melihat aurat sebahagian? Karna semuanya dalam keadaan telanjang hendak menunju pasang Mahsyar itu
Maka Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan ( ya fulanah, Li kullim Ri'im minhum yauma'izin syaknun Yugrhniih) tiap tiap orang daripada manusia pada hari itu dalam keadaan yang sangat menyibukkan dia daripada memikirkan apalagi hendak melihat aurat orang lain, aurat sendiri pun dia tidak sempat memikirkan sangkin sibuk dan huru haranya pada hari demikian itu
( Yuksyarunnas yaumalkiyyamah, azwa 'amakanu khod,
Wa azma 'amakanu khod, wa'akrama Kanu khod, wa'ansobama kanu, Faman 'at'amalillah 'at'amah, Waman sakolillah sakoh, Waman kasalillah kasahu, Waman 'amila lillah kafahu Waman nasarullah, arahullah, Fi zalikal yaum ) ini hadist menjelaskan tentang dimana manusia di halau menuju Padang Masyar, di halau manusia pada hari kiamat itu dalam keadaan lapar yang belum pernah mereka rasakan sepanjang hidupnya, dalam keadaan haus yang belum pernah mereka rasakan begitu hausnya, dalam keadaan telanjang, dalam keadaan susah payah, maka ujar nabi kita barangsiapa yang memberikan makan orang di dalam dunia karena Allah maka pada hari itu dia akan mendapatkan makanan daripada Allah,
Barangsiapa yang memberikan minum kepada orang di dalam dunia maka pada hari itu Allah memberikan dia minuman, barangsiapa yang memberikan pakaian kepada orang lain di dalam dunia karena Allah maka pada hari itu dia akan mendapat pakaian dari pada Allah,
Barangsiapa yang beramal ibadah kepada Allah maka akan Allah cukupkan dia, barangsiapa yang menolong dan membela agama Allah, Allah lapangkan hidupnya pada yang demikian itu hari kiamat, jadi tidak semua orang itu tersiksa, ada orang orang tertentu pada hari itu mendapatkan pertolongan daripada Allah subhanahu wata'ala, nah disini yang perlu kita perhatian adalah
( Man'at 'amalillah, mansako lillah, mankasa lillah, Waman 'amila lillah) Siapa siapa yang di dalam dunia memberi makan orang karena Allah, memberi minum orang karena Allah, memberi pakaian kepada orang lain karena Allah, nah niat karena Allah ini lah yang menyelamatkan kita yang menjadi pertolongan bagi kita sebanyak apapun kita memberi makan, memberi minum memberi pakaian dan lain sebagainya tapi bukan karena Allah maka tidak termasuk pada hadist ini
Orang orang yang menerima catatan amal dengan tangan kiri ini yang paling di takutkan pada hari itu, dia berkata aku lebih senang tidak usah di tunjukkan, di berikan catatan amal itu kepadaku,
dan aku tidak tahu bagaimana hitungannya, dan aku lebih andaikata bisa mati selama lamanya tanda ada perhitungan
tidak ada gunanya bagiku harta hartaku di dalam dunia
Karena demikian itu tidak bisa menolongnya kecuali harta yang di gunakan di jalan yang Allah Ridai
hilang habis semuaan kekuasaanku di dalam dunia, nah ini orang dahulu di dunia punya kuasa, punya perintah tapi di dalam dunia habis semuanya itu tidak berlaku lagi, tidak berguna lagi, nah orang orang seperti ini akibat daripada di dalam dunia dia merasa amat menghadapinya dan di dalam akhirat dia akan mendapatkan ketakutan yang sangat besar
Bersangkutan dengan ayat ini Al imamul Ghazali rahimahullah mengatakan bahwa
( Annasu baddasshu'al shalasu firoh) Sesudah kita di hisab oleh Allah maka setelah itu kita akan di tanya oleh Allah subhanahu wata'ala, selesai di tanya dan manusia akan terbagi menjadi 3 kelompok
1. ( Firkatun laysa lahum syaiyi'ah /firkatun laysa lahum Hasanah ) ada satu kelompok manusia yang tidak punya amal kebaikan ( tabtali'u humunnar) maka menenlah baginya api neraka itu ( Wayunada 'alaihim syaqawatun la sya'adataBakdaha ) Dan di umumkan Atas mereka itu bahwa kalian akan mendapatkan celaka dan tidak akan beruntung lagi selama lamanya, ini orang yang hidup di dunia tidak punya sedikitpun kebaikan dalam hidupnya
2. ( Wa kismun akrhor la Syai yi'atarohu) kelompok yang kedua, kelompok yang tidak ada dosa baginya, artinya di dalam dunia dia pernah berbuat dosa kemudian bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah sebelum dia wafat dan Allah pun ampunkan dosanya, maka di akhirat dia bersih daripada dosa
( Fayunada 'alaihim, fayunadi munadin, liyakummilhammadunalillahi 'ala Kulli hal, ) hendaklah maju orang orang yang bersyukur memuji bagi Allah atas tiap tiap keadaannya, artinya dapat rezeki dari Allah bersyukur, sedikit atau tidak dapat rezeki tetap bersyukur, sewaktu sihat bersyukur, sakit bersyukur, dapat nikmat bersyukur, kehilangan nikmat bersyukur, maka orang ini masuk ke dalam syurga tanpa perhitungan amal sedikitpun, ini orang orang yang Rida dan ikhlas, bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan
Sedikit kisah bahwa ada seorang laki laki datang kerumahnya imam sahal, wahai imam malam tadi saya kehilangan, habis semua barangku di rumah habis di ambil maling, tapi saya masih tetap bersyukur kepada Allah untungnya imanku tidak di curi oleh maling artinya dalam keadaan apapun itu aku masih sempat sempatnya bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala nah Alhamdulillah, jadi kalau sekalian imanku pun hilang nah itu bahaya, nah ini orang masuk syurga langsung tanpa adanya hisab bagi mereka
( Shumma yuf'alu Zalik Bi ahlil kiyamillail ) kemudian di perlakukan seperti ini juga bagi orang orang yang rajin bangun, yang istiqamah bangun tengah malam semata-mata hendak beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala, ( shumma biman latasghoruhu tizarotutdun ya watabaik'uha andzikrillahi ta'ala ) kemudian seperti itu pula orang orang yang bersarang namun datangannya itu tidak menggangu dirinya untuk senantiasa mengingat dan berdzikir kepada Allah, artinya perniagaan nya itu tidak membuat dirinya lupa kepada Allah, lupa shalatnya, lupa ibadahnya dan amal lain kepada Allah subhanahu wata'ala, nah ini orangpun langsung masuk syurga tanpa melalui banyak proses hisab
( Wayunada alaihim sya'adatun La syaqowata bakdaha
Dan di umumkan bahwa kalian itu akan beruntung dan tidak akan celaka selama lamanya
3. ( Wa yabqo kismun shalis, wahumul Aksarun
Krholatu 'amalan Sholihah, wa akrhor Syai yi'ah )
Orang ini bercampur amal baik dan amal buruknya, di dalam dunia ada berbuat dosa tidak sempat bertaubat kepada Allah, maka terbawa mati, Karna ada aja orang yang berbuat dosa di dalam dunia kemudian dia benar benar bertaubat kepada Allah maka Allah hapus dosanya, kalau berdosa tapi tidak mahu bertaubat nah ini yang jadi masalah, jadi kelompok ketiga inilah yang bercampur antara amal baik dan amal buruk
Sehingga orang ini di proses oleh Allah subhanahu wata'ala di timbang, di proses, baik dan buruknya, sehingga nampak bagi mereka di perlihatkan bagi mereka amal kebaikan atau keburukannya yang lebih banyak, semua dosa dan kebaikannya akan di perlihatkan, nah mudah mudahan kita semuaan ini senantiasa memohon kepada Allah agar kita di masukkan ke dalam kelompok orang orang yang masuk syurga tanpa hisab, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar