Pages

Sabtu, 26 Oktober 2024

Alquran/ 70. surah Al Maaarij / hlm.78

Bismillahirrahmanirrahim 

Yang ke 70 daripada surah surah yang ada di dalam alquran yaitu suratul Maaarij, ini surah ( Makkiyyatun)
Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( Wa ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah ( 'arba'u wa arba'un) 44 ayat 




Demikian itulah permulaan daripada suratul Maaarij ini, artinya adalah, 

ada seseorang yang meminta agar di turunkan azab, yang azab itu pasti akan terjadi bagi orang orang kafir dan tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya 

Di dalam berbagai tafsir di sebutkan, ada seseorang daripada kuffar Quraisy, yang bernama annadornubnul harist Al fihri, nador bin harist ini termasuk orang yang ingkar dengan Allah dan rasulnya, daripada dia sangkin tidak percayanya dengan apa yang telah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam, sampai sampai dia pun berdoah ujarnya adalah 
( Allahumma inkana hazal Haq, Min 'indih
Fa'amtir 'alaina hizaratamminassamak, 'awiknita bi'azabin alim, ) ya Allah jika adalah ini yang di sampaikan nabi Muhammad itu benar, jika apa yang di sampaikan oleh Rasulullah itu benar, maka hujanilah atas kami batu daripada langit, atau datangkan kepada kami azab yang pedih, daripada sangat ingkarnya dia, daripada sangat tidak percayanya dia kepada Rasulullah 

Akhirnya nador bin harist ini mati terbunuh dalam peperangan badar, di dalam riwayat yang lain di sebutkan ada seorang laki-laki yang bernama harits bin nukman, ini laki laki begitu turun dari untanya, dia berputar-putar di sekeliling itu sambil berkata ( inkana ma yakulu Haqqah, fa'amtir 'alaina hizaratamminassamak) jika apa yang kita oleh Muhammad itu benar maka turunkan atas kami batu dari langit, berputar-putar dia sambil mengatakan itu, akhirnya sewaktu dia hendak menaiki untuk Allah kirim satu biji dari batu neraka dan dia mati tersungkur di depan untanya akibat menentang Allah 

Nah ini ayat 

Ada seseorang yang minta hendak di turunkan azab, azab itu pasti akan terjadi bagi orang orang kafir,

 dan tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya 

Azab itu dari Allah, ( zil ma'arij ) yang mempunyai tempat naiknya para malaikat 

Naik malaikat dan Jibril kepada itu Arash Allah itu dalam perjalanan satu hari, jadi kalau Jibril hendak naik ke arsh Allah itu memakan waktu perjalanan 1 hari 


Yang kadarnya 1 hari itu adalah sama dengan 50 ribu tahun, artinya kalau kita hendak pergi ke arsh itu memerlukan 50ribu tahun lamanya barulah sampai 

Maka sabarlah engkau wahai Baginda Rasulullah 
Akan sabar yang elok, nah ini perintah Allah kepada nabi kita daripada menghadapi gangguan gangguan yang ingkar kepada Allah, gangguan gangguan orang yang ingin mencelakakan Baginda Rasulullah, Allah subhanahu wata'ala berpesan kepada rasul,

 sabarlah engkau wahai Rasulullah akan sabar yang elok 


Dan Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam di kenal sebagai orang yang paling sabar di antara orang orang yang sabar, tidak pernah Baginda Rasulullah membalas orang yang menyakiti beliau, tidak pernah Rasulullah berniat jahat kepada orang yang selama ini mengganggu dan mencelakakan beliau, tidak pernah Rasulullah Rasulullah dendam sedikit pun dengan mereka semuaan itu, itu sebab Baginda Rasulullah di juluki sebagai ( imamul ahli sobar ) penghulunya orang orang yang sabar 

Sabar adalah satu sifat yang ada di dalam hati manusia, yang mana dengan sifat itu dia bisa menjunjung perintah Allah dan bisa menjauhi apa yang di larang oleh Allah subhanahu wata'ala, ( Al imamul Hasanul Basri mengatakan bahwa, sabar itu kalau di pandang daripada maknanya mencakup tiga hal,)

1.(  Sobrun 'anil maksiah , wahuwa afdoluha) Sabar daripada berbuat maksiat nah ini yang paling afdhol kesabaran, contohnya ini maksiat ada di depan mata kita, tapi kita tahan diri kita untuk melakukan maksiat itu, melakukan suatu dosa itu nah ini sabar daripada perbuatan maksiat, ini sabar yang paling afdhol 

2 ( wassobrun 'ala tho'ah) sabar atas taat, ketaatan kalau tidak di sertai dengan kesabaran maka tidak akan menghasilkan apa-apa, taat kepada Allah akan menjadi suatu pahala yang besar apabila di sertai dengan kesabaran, bagiamana yang di maksud dengan sabar dalam menjalankan taat itu, artinya kita tahan diri kita jangan sampai tergelincir daripada apa yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam mengerjakan ketaatan itu, contohnya mulai kita bagaimana hati hati meletakkan niat dalam beribadah kepada Allah, bagaimana kita hati hati berniat yang baik, dan menjalankan rukun, syaratnya, hati hati sesudah sembahyang itu menjaga diri daripada sombong dan Riya, nah menahan diri daripada yang demikian itu adalah namanya sabar dalam keataan 

Macam puasa, sabar dalam ketaatan, seperti naik haji, nah orang yang tidak sabar tidak bisa naik haji, mulai daripada bekerja dengan cara yang halal, kemudian menabung uangnya bertahun-tahun, mendaftar menunggu giliran yang begitu lama baru bisa berangkat haji, belum lagi sampai di Mekkah harus berjalan kaki, tawaf, dan lain sebagainya 

3. ( Wassobrun 'alal maso'if wal 'aza ) Sabar atas musibah dan gangguan gangguan, nah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam selaku imam ahli sabar, beliau sudah dapat menyempurnakan ketiga tiga sabar tersebut, karena ada aja orang sabar dalam kemaksiatan, dan sabar dalam ketaatan, tapi begitu di uji oleh Allah dengan bala, bencana dan musibah dia tidak sanggup yang demikian itu, baru sedikit saja dapat bala mengeluh, sedikit dapat musibah mengadu kesana kemari nah ini orang punya sabar namun belum bisa di katakan sebagai ( Sabran Jamila ) tidak sempurna sabarnya,Jadi sabar itu adalah mencakup kepada tiga perkara tadi, 

Sebagaimana dengan surah surah yang lainnya, surah ini juga banyak memberikan petunjuk dan arahan daripada Allah subhanahu wata'ala kepada kita semua ini, terkhusus orang orang yang beriman kepada Allah subhanahu wata'ala, di antaranya firman Allah di dalam surah ini adalah pada ayat 19 sampai seterusnya 

Sesungguhnya manusia itu di ciptakan dalam keadaan sangat tamak dan sedikit sekali sabarnya, ini sudah merupakan tabiat manusia, manusia itu sangat tamak, tidak akan bisa puas dengan apa yang sudah di perolehnya, nah ini tabiat manusia, dan sedikit sekali sabarnya 

Bilamana menyentuh kepada manusia tadi hal hal yang tidak baik, hal hal yang jahat artinya kesusahan pada dirinya, maka dia akan berkeluh kesah, bila ada datang kepadanya hal hal yang tidak menyenangkan maka dia akan mengadu kesana kemari 


Dan bilamana manusia tadi di datangi oleh Allah suatu kebaikan, maka dia akan menahan dirinya daripada berbuat baik, nah ini tabiat manusia, bila di berikan kesakitan ribut, berkeluh kesah, menyalahkan Allah dan lain sebagainya, bilamana di kasi Allah kesihatan tidak bersyukur, nah ini tabiat manusia, nah kalau kita jadi manusia yang macam ini berarti kita menjadi manusia yang rugi, manusia yang akan berhadapan dengan Allah dengan urusan yang berat,

Sehingga Allah subhanahu wata'ala memberikan petunjuk, memberikan jalan kepada kita bagaimana agar kita ini tidak termasuk manusia yang 
( Halu'a) ( Jazu'a) ( Manu'ah)

Manusia di ciptakan Allah sangat tamak, dan kurang sabar, bila datang kepadanya kesusahan maka dia akan berteriak, mengeluh, bila datang kebahagiaan, bila datang kenikmatan maka dia akan enggan berbagi kenikmatan itu, itu manusia yang rugi, ada jalan keluar agar kita tidak termasuk dalam golongan manusia tersebut, Allah memberikan petunjuk, apabila seorang manusia dapat melaksanakan 8 hal tersebut maka dia akan keluar daripada golongan manusia tersebut 

1. 
Kecuali orang orang yang selalu sembahyang, yang selalu shalat, dia akan terhindar daripada manusia yang seperti tadi, 

Mereka itu kekal atas sembahyangnya, nah seperti apa caranya supaya sembahyang kita itu kekal, seperti apa caranya supaya sembahyang kita itu bernilai 24jam dalam sehari, karena itu merupakan suatu jalan untuk bisa keluar daripada golongan orang-orang yang tercela

A. Harus menjadi orang yang mengekali sembahyangnya, maka para ulama memberikan penjelasan adalah, bukan kita 24 jam itu full sembahyang tidak, karena ada waktunya kita bekerja, ada waktunya kita menuntut ilmu, ada waktunya kita makan, mandi dan sebagainya, nah bagaimana caranya walaupun kita ada kegiatan lain, tapi kita di hitung sebagai orang yang sembahyang selamanya, caranya adalah dengan selalu meniatkan sembahyang sesudah sembahyang 

Menggantung kan sembahyang sesudah sembahyang, contohnya kita sedang shalat subuh, kemudian setelah selesai maka niatkan nanti ya Allah aku berniat hendak shalat dhuha nanti, selesai shalat duna, berniat lagi ya Allah aku hendak berniat shalat dzuhur, begitu selesai Dzuhur, ya Allah aku hendak berniat shalat asar, begitu selesai shalat asar, aku hendak berniat hendak shalat magrib, sembahyang isya, sembahyang tahajjud, sembahyang hajat, taubat, witir , nah begitulah sampai kembali kepada shalat subuh, nah kalau kita mampu demikian, maka kita akan di anggap sebagai orang yang mengekali sembahyangnya 

Karena kadang kadang kita ini lupa, tidak ingat itu, apalagi tidak ada niatnya, nah kenapa demikian itu, karena tidak mahu melakukannya, nah bilamana kita tidak bisa melakukan itu maka kita akan menjadi manusia yang selalu tamak, yang selalu keluh kesah,

2. 

Orang orang yang merasa, yang menganggap, meyakini bahwa di dalam harta yang ada pada dia itu ada hak orang lain, baik itu orang yang minta atau yang tida meminta kepadanya, jadi jangan kita sekalipun beranggapan bahwa ketika kita di berikan harta oleh Allah, itu punya ku sendiri, tidak, Karena di dalam itu ada juga hak orang lain yang musti kita berikan(faqir&miskin)

3. 

Orang orang yang percaya kepada hari kiamat, nah ini termasuk kepada percaya itu adalah mempersiapkan dirinya, bersungguh-sungguh persiapan hendak menuju alam kubur, Karena kubur adalah awal mula daripada Hari kiamat tersebut, maka setiap orang yang beriman pasti akan percaya dengan hari kiamat, namun apakah kepercayaan itu sampai kepada satu batas dimana bisa membuatkan kita bersungguh-sungguh hendak mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat itu, nah inilah masalahnya, karena kita ini kadang kadang percaya tentang hari kiamat tapi kepercayaan kita itu tidak mampu hendak menggerakkan diri kita untuk mempersiapkan untuk menghadapi hari kiamat 

Karena yang di tuntut bagi kita adalah adanya kepercayaan kita itu, adanya iman kita itu yang membuatkan kita bersungguh-sungguh untuk mempersiapkan diri kita dalam menghadapi hari akirat

4. 

Orang orang takut kepada Allah, takut kepada azab Allah, nah takut akan demikian itu merupakan satu syarat untuk kita berani melakukan maksiat kepada Allah, kita lebih percaya doktor, lebih percaya Ramalan, lebih percaya tabib daripada Allah subhanahu wata'ala, ujar doktor engkau tidak boleh makan ini, makan itu, nanti sakitmu kambuh, kitapun percaya, kitapun ikut, karena ujar doktor demikian, percaya benar kita dengan doktor itu, nah hendaknya lebih lagi seperti itu percaya kita kepada Allah, karena ini jelas sudah Allah mengatakan bahwa ini haram, ancamannya neraka, tapi kadang kadang kita mahu juga, kita berani juga memperbuat demikian, padahal Allah sudah menasihati yang demikian itu 

Maka daripada kepercayaan kita kepada Allah masih kurang, masih tertinggal jauh, 

5. 

orang orang yang mampu memelihara ( farajnya) kemaluannya daripada hal hal yang di haramkan oleh Allah subhanahu wata'ala 

6.
Orang orang yang mampu menjaga amanah mereka, orang orang yang mampu mengendalikan, mengelola, merawat, menjaga dengan baik apa apa yang sudah di berikan Allah subhanahu wa ta'ala kepadanya, harta dalam amanah, bilamana kita mampu mengelola harta iji jangan sampai harta ini datangnya daripada perkara yang haram, jangan sampai harta ini di gunakan kepada yang haram, macam seluruh anggota tubuh kita ini kita gunakan untuk perkara perkara yang Allah Rida nah berarti kita ini sudah menjaga amanah daripada Allah 
Macam istri kita, anak kita, itu amanah Allah 

7.

Dan orang orang yang bersaksi dengan cara yang benar 
Orang orang yang tidak mahu melebihi atau mengurangi daripada apa yang dia lihat dan yang dia dengar, bersaksi dengan benar karena Allah subhanahu wata'ala 

8. 


Dan orang orang yang menjaga sembahyangnya itu, menjaga shalat jangan sampai terlewat waktunya, jangan sampai kurang adabnya, jangan sampai cacat, jangan sampai sembahyang kita itu asal asalan, maka musti kita bersungguh-sungguh, memberikan yang tebaik dalam mengerjakan shalat ini karena Allah subhanahu wata'ala,

Nah delapan perkara ini lah apabila kita mampu melaksanakannya maka terhindar lah kita daripada manusia yang rugi dunia dan akhirat, nah mudah mudahan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kita semuaan kita keteguhan hati kekuatan iman sehingga kita bisa menjalankan segala macam perintah yang sudah Allah berikan kepada kita dan menjauhi diri daripada semua perkara yang mendatangkan dosa dan maksiat kepada kita, dan kita termasuk dalam golongan orang orang yang beruntung menurut Allah , aamiin ya rabbal, 'aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal 'alamin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah