Pages

Sabtu, 02 November 2024

Alquran / 76. surah Al insan / hlm. 83

Bismillahirrahmanirrahim 

Yang ke 76 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu suratul insan, ada juga yang menamakan surah ini dengan nama addahar, ada juga yang menamakan surah ini dengan nama Al amsaj, namun yang lebih terkenal namanya adalah surah Al insan
Ini surah ( Madaniyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sesudah hijrah daripada kota Mekkah ke Madinah ( wa ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah 
( 'ihda wasalasun) 31 ayat 

Bismillahirrahmanirrahim 

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang 


Sungguh telah datang atas manusia maksudnya nabi Adam alayhissalam, sungguh datang atas nabi Adam satu waktu daripada masa yang panjang, tindak lah, nabi Adam tadi sesuatu yang di sebut sebut, di sini Allah subhanahu wata'ala menjelaskan bahwa nabi Adam itu adalah dahulunya tidak ada, dan tidak ada yang menyebut-nyebutnya, karena memang belum ada, 

Kemudian nabi Adam alayhissalam di ciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala, sehingga nabi adam itu muncul, sehingga nabi Adam itu ada wujudnya, nah ini ayat Allah subhanahu wata'ala hendak menjelaskan kepada orang orang kafir qurais yang mereka itu menentang tentang adanya kehidupan kembali sesudah kematian, orang orang kafir qurais itu tidak percaya bahwa adanya hidup sesudah mati, ujar mereka kalau sudah mati, mudah masuk ke dalam kubur, sudah tinggal tulang, sudah bercampur dengan tanah, hancur, mana mungkin bisa kembali lagi seperti semula, nah inilah pemahaman orang orang kafir qurais, begitu kita mati, selesai, tidak mungkin bisa bangkit kembali kata mereka 

Nah Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa, nabi Adam itu dulunya tidak ada, dan tidak pula di sebut sebut nabi Adam itu, dan akhirnya nabi Adam alayhissalam di ciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala sehingga ada, nah Allah mampu menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada, Allah kuasa atas demikian itu, apakah hanya sekedar mengembalikan sesuatu yang hancur kembali seperti semula, tentunya Allah lebih mampu lagi 
Yang tidak ada salah Allah mampu mengadakan apalagi yang sudah ada, hancur, makin mudah lagi mengembalikannya seperti semula 

Sehingga manusia ini adalah makhluk Allah yang paling akhir, Allah terlebih dahulu menciptakan malaikat, malaikat, manusia belum ada, nabi Adam belum ada, tapi malaikat sudah ada, kemudian Allah terlebih dahulu menciptakan bangsa jin, Allah lebih dahulu menciptakan haiwan-haiwan, nah kemudian makhluk yang terakhir Allah ciptakan adalah manusia nabi Adam alayhissalam, dan nabi Adam ini lah pada saat itu makhluk yang sempurna yang di ciptakan oleh Allah, sebagai wujud yang di sebut ( Abul Basyar ) bapaknya seluruh manusia 

Sesungguhnya kami menciptakan manusia, anak anak Adam, kami ciptakan, ( min nutfatin amsyaj) daripada setetes air nutfah yang bercampur, maka Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu menafsirkan itu bahwa Allah menciptakan anak Adam, manusia ini daripada setetes air mani yang bercampur antara air nutfah laki-laki dan perempuan, Ibnu Abbas mengatakan sesuatu di tubuh manusia daripada tulang, daripada urat, daripada kekuatan itu merupakan berasal daripada air nutfah laki-laki, kemudian yang ada di tubuh kita daripada daging, rambut, darah, dan sebagainya itu berasal daripada air nutfah perempuan, nah percampuran keduanya itu lah kami ciptakan manusia 

Allah menciptakan manusia anak anak Adam ini, Allah uji mereka itu, jadi Allah menciptakan manusia ini bukan tidak ada tujuan, bukan tidak ada hikmah, bukan tidak ada rahasia di dalamnya, jadi Allah ciptakan manusia ini kemudian Allah coba, Allah uji dengan beban, apa itu? Dengan perintah perintah dan larangan larangan daripada Allah subhanahu wata'ala, ini yang di boleh kan, ini yang di halalkan, ini yang di makhruhkan, ini haram, ini yang di wajibkan, nah semua itu adalah ujian bagi manusia

Kami jadikan Manusia itu mendengar dan melihat, agar mereka bisa menjalankan ujian itu dengan sebaik baiknya, 

Bagitu Allah menciptakan manusia, Allah jadikan manusia itu punya penglihatan, Allah jadikan manusia itu punya pendengaran, kemudian kami jelaskan kepada manusia itu jalan, ini jalan ke syurga, ini jalan ke neraka, ini jalan agar mendapatkan keridhaan Allah, ini jalan mendapatkan kemurkaan daripada Allah, ini jalan yang lurus, ini jalan yang menyimpang, nah di jelaskan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada manusia 
( immasyakiraw wa imma kafuro) Manusia tadi akhirnya ada yang beriman kepada Allah, ada yang ingkar kepada Allah subhanahu wata'ala, orang orang yang di kehendaki Allah kebaikan, orang orang yang di kehendaki Allah hendak menghuni syurga firdaus dan syurga syurga yang lainnya, maka akan Allah berikan kepadanya iman

Manakala orang orang yang di berikan Allah hidupnya melarat, orang orang yang di kehendaki Allah hidupnya untuk menghuni api neraka, maka Allah jadikan orang tersebut selalu menyimpang daripada jalan jalan Allah subhanahu wata'ala, nah jadi ayat tersebut menjelaskan tentang insan, manusia 

Sebagaimana dengan surah surah yang lainnya maka surah ini juga banyak memberikan kepada kita semua petunjuk, memberikan kepada kita Taufiq dan hidayah sehingga kita semuaan ini bisa mendapatkan keridhaan daripada Allah subhanahu wata'ala, kita ambil salah satu di antara firman Allah subhanahu wata'ala, yang menjelaskan tentang orang orang yang selamat nantinya di hari akhirat, Allah menyampaikan di dalam Alquran pada surah ini ayat 10 




orang orang yang selamat di akhirat nanti, mereka itu adalah orang orang yang di dalam dunia ini berkata, sesungguhnya kami takut daripada Tuhan kami akan hari yang seram dan sangat menyeramkan yaitu hari kiamat, hari kiamat, sungguh kami takut kepada hari yang sangat dahsyat, karena mereka itu takut kepada hari hari yang huru hara itu


 ( fawaqohumullah ) maka Allah pelihara meraka, Allah jaga mereka akan kejahatan itu hari, dan Allah berikan mereka itu kebaikan cahaya dan kegembiraan, nah jadi artinya bahwa orang orang yang mendapatkan kemudahan kemudahan di hari akhirat itu adalah orang orang yang di dalam dunia selalu takut kepada Allah, dan takut kepada hari akhirat itu 

Jadi hanya orang orang yang takut itu lah, yang bisa mudah di alam akhirat nanti, sedangkan orang orang yang di dalam dunia dirinya tidak perduli dengan hari akhirat, tidak takut dan khawatir dengan dahsyatnya, huru hara pada hari kiamat itu, nah mereka itu akan menghadapi kesusahan, kesulitan di hari akhirat itu 

Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
Di dalam sebuah hadist qudsi Allah berfirman 
( La 'azma'u ala abdi khrowfaini, wala 'azma'u lahu amnaini, Fa'in 'aminani fitdun ya akhroftuhu yaumal kiyamah, wa'in krhafani fitdun ya, Ammantuhu yaumal kiyamah, rowahu Ibnu hibban, ) firman Allah subhanahu wata'ala bahwa aku tidak menghimpunkan atas hambamu itu dua takut, dan tidak aku himpunkan bagi hambaku itu dua keamanan, siapa siapa yang merasa aman akan diriku di dalam dunia, maka dia akan merasa takut di hari kiamat nanti,

orang yang merasa aman, merasa sepele, merasa enteng tentang azab kubur, nah pasti dia ini akan di azab di dalam kuburnya, orang yang merasa dirinya aman daripada menyebrang titiap suratal mustaqim, dia akan tergelincir, orang yang merasa aman bahwa dirinya akan menerima cacatan amalnya dengan tangan kanan, maka dia akan terima dengan tangan kirinya, nah orang yang merasa aman kalau dia mati dalam keadaan Husnul khatimah, maka itu bisa membawa dirinya kepada mati dalam keadaan suul krhotimah, jadi jangan merasa aman dengan hal hal yang demikian, selalu takutlah kepada Allah subhanahu wata'ala 

(wa'in krhafani fitdun ya) Dan jikalau dia takut akan aku di dalam dunia ,( Ammantuhu yaumal kiyamah) maka akan aku berikan dia rasa aman pada hari kiamat, nah orang yang takut menghadapi kematian, apakah aku ni nanti mati dalam keadaan Husnul khatimah kah, apa jangan jangan aku ini nanti mati dalam keadaan suul krhotimah, sangat takut dan khawatir dirinya, sehingga senantiasa berhati-hati dalam setiap tingkah laku dan perbuatannya, menjaga dirinya hendak taat kepada Allah 

Imam Al qurtubi di dalam tazkirah beliau di situ beliau menyebutkan tentang sesuatu sesuatu yang menyelamatkan seseorang mukmin daripada huru hara hari akhirat itu ( wahuma ma ruhiya an Abdurrahman bin samurah, Qola, krhoroza Alaina Rasulullah jatayaumin, manahu bi masjitil Madinah faqola, inni ro'aitul bari'a 'azaba) satu hari nabi kita keluar dari rumah kemudian beliau masuk masjid, bertemu dengan para sahabat sahabat, lalu beliau bersabda, ujar beliau malam tadi aku melihat hal hal yang menakjubkan, artinya malam tadi Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam di perlihatkan oleh Allah subhanahu wata'ala sesuatu sesuatu yang sangat menakjubkan 

( Ro'aitu rozulan min ummati za'ahu malakul maut, liyaqfitoruhahu, Faza'ahu birru walidaih Faraddahu'anhu)
Aku melihat ujar nabi ada seseorang yang di datangi oleh malaikat maut, ingin mencabut nyawanya, tiba tiba datang kepadanya (birrul walidain, ) kebaktiannya kepada orangtuanya, akhirnya malaikat tadi mundur tadi tidak jadi mencabut nyawa seseorang laki laki tadi, nah jadi ini menunjukkan bahwa bakti kepada orangtua kita itu adalah cara hendak memanjangkan umur seseorang,

dan bangkit kepada orang tua ini bukan hanya sepanjang umur orang tua tapi sepanjang umur kita, walaupun orangtua kita ini sudah wafat tapi tetap di tuntut untuk kita selalu bakti kepada mereka, nah seperti apa caranya berbakti kepada orangtua yang sudah wafat, antara lain 

1. Menjaga hubungan hubungan yang pernah orangtua rintis selama beliau hidup 
2. Menghormati dan mencintai orang orang yang orangtua kita hormati dan cintai
3. Menjaga hubungan saudara, kawan, kenalan daripada orangtua yang sudah meninggal dunia dengan berbuat baik kepada mereka 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati khad busita alaihi azabul kobar, Faza'ahu wudhu'uhu fastangkazahu min Zalik ) 
Ujar nabi aku melihat ummatku itu sudah di ancam dengan siksa kubur, sudah di siapkan bagi orang itu siksaannya, maka tiba tiba datang kepada orang itu wudhu nya, yang pernah di lakukannya di dalam dunia, maka wudhu itupun menyelamatkannya daripada azab kubur tadi 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati kadihtah wasyahhud syayatin Faza'ahu dzikrullaha ta'ala fakrholla Sohhu min bainihim ) aku melihat ummatku di kelilingi oleh syaitan, di sebelah kanan, kiri, di depannya dan belakangnya ada syaitan, tiba tiba datang kepadanya dzikrullah, dzikirnya kepada Allah, maka itu lah yang menyelamatkannya daripada kelilingan syaitan-syaitan tadi 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati yalhasu'atasya
Kullama waroda haudan muni'a minhu ) aku melihat seseorang daripada ummatku menjulurkan ilatnya karena haus, manakala dia datang ke suatu tempat air macam telaga, maka dia di tolak orang, ujar nabi ummatku itu ada yang kehausan begitu hendak minum sampai di telaga diapun di tolak orang, di larang orang, 
( Faza'ahu siyamuhu fasaqohu wa arwah ) Datang lah puasanya, maka puasanya itulah yang meminumkan orang yang sangat dahaga nanti di akhirat tadi 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati wannabiyyun qu'udun halaqah halaqah, kullamadana Halaqotan turida faza'alahu tisoluhu minal Jannah, fa'a krhaza biyadihi
Wa'aq 'adahu ila jambih ) aku melihat ujar nabi orang daripada ummatku hendak ikut duduk duduk bergabung dengan para nabi, tidak boleh dan di usir dia daripada situ, tiba tiba datang mandi janabah, pahalanya mandi itu, maka itu lah yang membawa dia bisa berkumpul bisa bergabung dengan para nabi nabi di alam akhirat nanti 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati baina ya daihi julmatun 
Waminkrholfihi julmatun, wa'anyaminihi julmatun 
Wa'ansimalihi julmah, wamin fauqihi julmah, wamin tahtihi julmah, fahuwa mutahayyirun fiha, Faza'ahu hajjuhu wa umrotuhu fastarkrhroza minal julmah, wa'adkrholahu finnur ) aku lihat ada lagi seorang laki-laki daripada ummatku di hadapannya gelap, di belakangnya gelap, kiri kanan nya gelap, atas dan bawahnya gelap gulita, maka dia pun ketakutan dalam kegelapannya itu maka tiba tiba datang kepadanya pahala haji dan pahala umrahnya, maka itu lah yang mengeluarkan dia daripada kegelapan tadi dan memasukkannya kepada cahaya yang terang benderang 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati yuqallimul mukminin fala yukallimunahu faza'at hu, silaturrahim, faqolat ya maksyarol mukminin, kallimuhu fa'innahu Kana wasilan lirrohim Faqallahumu wasofa'huhu ) aku lihat ujar nabi ada ummatku di akhirat itu yang begitu datang dirinya kepada orang yang beriman, orang beriman tidak mahu bicara dengan laki laki ini, hendak bersalaman, mereka tidak mahu bersalaman dengannya, maka datanglah pahala silaturrahim, orang yang di dalam dunia menjalin hubungan keluarga hubungan silaturrahim, nah pahalanya itulah yang membawa kepada golongan orang orang yang beriman dan berkata inilah orang orang yang suka menjaga hubungan keluarga, maka kawanilah oleh kalian dan salami lah dia oleh kalian 

( wa ro'aitu rozulan min ummati yattaki wahazannar, wasaroroha biyadihi an wajhihi, faza'at hu sodaqotuhu, 
Fasorat sidran ala wajhihi Wajillan ala raksih, ) ujar nabi aku melihat lagi ummatku itu memelihara akan nyalanya api, dan kilatan, Sambaran api, akan tangannya dan wajahnya sangkin dekatnya itu api neraka padanya, maka datanglah padanya pahala sedekah dan itulah yang mendinding dirinya daripada api neraka tersebut 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati khod Arkhrozadhu jabaniyyah min ummati mingkulli makan, Faza'ahu 'amruhu bil makruf, wanahyuhu anil Munkar, fastangkazahu min aidihim, wa'adkrholaahum wamalaikatirrahmah ) aku lihat lagi ummatku itu di kelilingi oleh malaikat jabaniyyah, malaikat yang akan menyeret manusia ke dalam neraka, sudah di rantai sudah di ancam, sudah hendak di bawa mereka itu daripada ummatku ke dalam neraka, tiba tiba datang padanya pahala amar makruf nahi Munkar, ini orang di dalam dunia pernah amar makruf nahi Munkar maka itulah yang akan menyelamatkan dia daripada malaikat jabaniyyah tadi 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati zazian ala rukbataihi bainahu wa bainallah hijab, Faza'ahu Husnu krhuluqihi, fa'akhroza biyadihi wa'adkrholaallah ta'ala ) aku lihat lagi ujar nabi ada orang yang duduk di atas dua lututnya antara dia dan antara Allah terdinding satu hijab, nabi menyampaikan ada ummatku itu ketika hendak menghadap kepada Allah tidak bisa, di halangi oleh dinding, maka datanglah kebaikannya ternyata laki laki ini orang yang baik perangainya, laki laki ini orang yang baik Budi pekertinya, maka itu lah yang datang dan menjauhkan dinding itu antara dia dan Allah, akhirnya diapun bisa menghadap kepada Allah subhanahu wata'ala 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati khod ahwat sohifatuhu min kibalissyimalih, Faza'ahu krhowfuhu minallah 
Fa'akhroza sohifatahu Faza'alaha fi yaminih ) ada lagi ujar nabi aku melihat ummatku yang di serahkan catatan amalnya itu dengan tangan kiri, berarti akan celaka, maka datanglah pahalanya ternyata orang ini pernah takut kepada Allah subhanahu wata'ala, dan pahala takutnya itu lah yang melindungi sehingga dia bisa mengambil buku cacatan amalnya itu dengan tangan kanannya 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati khod krhoffa 
Mizanuhu Faza'at hu afrotuhu Fasyaqqolu minazah )
Aku lihat lagi ujar nabi pada malam tadi ummatku itu di timbang amalnya, ringan amal kebaikannya daripada amal buruknya, tapi ini orang ada punya anak yang meninggal dunia belum baligh, masih kecil anaknya sudah wafat, kemudian dia sabar atas demikian itu dan Rida kepada Allah, nah pahalanya itu lah yang akan memberati timbangannya sehingga amal kebaikannya iri lebih berat daripada amal kejahatannya 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati ko'iman ala syafirizahanman, Faza'ahu wazaluhu minallah
Fastangkozo Min Zalik wamadho ) aku lihat lagi ujar nabi kita yang sudah di tepian neraka jahanam, sudah di pinggiran neraka jahanam, akan tetapi di dalam dunia dia ini pernah takut akan siksa neraka jahanam, maka takutnya kepada Allah itu lah yang menyelamatkan dirinya daripada jatuh ke dalam neraka jahanam itu

( Wa ro'aitu rozulan min ummati hawafinnar, Faza'at hudumuhullati Kana baqaha min krhosyatillah fitdun ya
Fastakrhazathu minannar ) aku lihat lagi ada ummatku yang sudah terjun ke neraka, sudah gugur ke dalam neraka, akan tetapi orang ini di dalam dunia pernah menangis sangkin takutnya kepada Allah, akhirnya dia di selamatkan oleh Allah ( Fastakrhazathu minannar) dan dirinya di keluarkan Allah dari dalam neraka itu 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati ko'iman alassirot, yar'uduka matar'udussa'ah, fatufirihin 'asim
Faza'ahusnuzzon Billahi ta'ala, fasakkana ro'adatahu wamadho ) aku lihat lagi ujar nabi ummatku, sedang berdiri di titiap Sirat, bergetar tubuhnya, seperti bergetarnya pelepah kurma di tiup angin yang kencang, 
Maka datanglah pahala husnuzzon Billah, berbaik sakaannya kepada Allah subhanahu wata'ala, nah itulah yang menyelamatkan dirinya daripada titian sirat 

Nah berbaik sangka kepada Allah, semisal kita berdoa sudah lama, belum di kabulkan Allah, dia tetap berbaik sangka kepada Allah, oh Allah belum mengabulkan doaku, mungkin belum saatnya aku menerimanya, karena Allah lebih tahu kapan yang terbaik waktu itu untuk ku, 
Maka aku akan siap menunggu kapanpun waktu yang terbaik Allah berikan itu, jangan malah kita ini buruk sangka kepada Allah, nah ini yang tidak boleh dilakukan 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati ala Sirat, yazhabu ahyanan wayahabu ahyanan Wayata'allaku ahyana) 
Aku lihat lagi laki laki daripada ummatku itu dia di titiap Sirat itu sedang merayap, seperti tentara, kadang-kadang menyesot, ada juga sebahagian yang sudah gugur, 
( Faza'at hu solawatuhu alayya ) Maka datang ujar nabi pahalanya bersalawat itu ayahku ( Fa'akhrozat biyahidi )
Maka pahala shalawat itu yang memegang tangannya tadi, menuntut dirinya ( wamadho ) sehingga dia lulut daripada itu titian suratal mustaqim 

( Wa ro'aitu rozulan min ummati intaha ila abwabil Jannah, fahuliqotil abwab dunahu ) aku lihat lagi ada ummatku sudah sampai di depan pintu syurga, sudah lulus melewati titiap Sirat, tapi belum dapat izin untuk masuk ke dalam, ( Faza'at hu syahadatuhu an la Ilaha Illallah) maka datanglah pahala baginya syahadat la Ilaha Illallah, maka akhirnya di bukalah pintu syurga dan diapun bisa masuk, maka dengan syahadat itu macam kita mengerjakan shalat bacaan demikian salah satu kegunaannya membukakan pintu syurga nanti kepada orangorang yang sering mengamalkannya 

Nah apabila kita takut dalam menghadapi hari hari akhirat ini, kita renungkan bersama seperti apa nasibku nanti di titian suratal mustaqim ini, seperti apa nasibku nanti ketika di perlihatkannya amal, apakah kebaikanku lebih banyak daripada kejahatanku, apakah aku terima dengan tangan kiri atau tangan kanan, seperti apa nasibku nanti pas di Padang Mahsyar, di dalam kubur, nah takut takut seperti itu lah akan menuntun kita hendak benar benar menjadi orang yang bertakwa kepada Allah, dan ketakutan itulah yang akan menyelamatkan kita di akhirat, dan Allah akan memberikan keamanan kepada kita di akhirat nanti 

Begitupun sebaliknya, kalau kita ini merasa enteng, merasa aman, merasa remeh akan prihal prihal akhirat itu, maka siap siaplah kita mendapatkan kesengsaraan nanti fi akhirat, akan menderita di akhirat itu, maka sama samalah kita renungkan kembali pada diri kita ini 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog