Yang ke 79 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama surat an nazi'at, ini surah ( makkiyyatun) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum beliau hijrah dari Mekkah ke madinah ( wa ayatuha) dan ayat ayatnya berjumlah,
( Sittun wa arba'un) 46 ayat
Bismillah
Dalam ayat ini Allah subhanahu wata'ala bersumpah, demi malaikat malaikat yang mencabut nyawa secara paksa terhadap orang orang yang ingkar dan durjana
Dan demi malaikat yang mencabut nyawa dengan lembut dengan ramah terhadap orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah subhanahu wata'ala, nah orang orang yang ingkar kepada Allah, mereka itu di cabut nyawanya secara paksa, keras, nah kenapa demikian karna mereka itu tidak mahu mati, orang orang kafir, orang orang selalu melakukan perbuatan dosa dan maksiat kepada Allah mereka paling takut terhadap mati, sehingga kalau bisa mereka itu hendak hidup terus
Sedangkan Allah memberikan jatah umur kepada mereka itu terbatas, oleh karena itu mereka tidak ingin mati, sedangkan azalnya sudah sampai maka di cabutlah nyawanya itu secara paksa, dan setiap di cabutnya nyawa secara paksa maka akan menemukan kesakitan yang luar biasa, dan kemudian Allah subhanahu wata'ala bersumpah juga dengan malaikat yang mencabut nyawa dengan ramah dan lembut nyawanya orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, karena orang yang beriman orang yang bertaqwa ini adalah orang yang sudah siap mati, mereka Rida dan pasrah, mereka menyerahkan semuanya kepada Allah, kapanpun di ambil nyawanya mereka siap, nah oleh kesiapan itu lalu malaikat pun mengambil nyawa itu dalam keadaan lembut dan ramah tamah
Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan perintah perintah Allah subhanahu wata'ala
Dan malaikat malaikat yang mendahului dengan cepat untuk melaksanakan apa apa yang di perintahkaan oleh Allah subhanahu wata'ala
Dan malaikat malaikat yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk mengurus dan mengatur segala macam perkara ini alam semesta, dan Allah bersumpah dengan macam macam sumpah ini untuk menjelaskan kepada manusia bahwa sungguh Kelian itu pasti akan di bangkitkan kembali pada hari kiamat nanti
Nah ini surah turunnya di Mekkah, dan orang orang kafir di Mekkah waktu itu mengingkari akan di bangkitkannya, di hidupkannya kembali orang orang yang sudah mati, karena Mereka beranggapan bahwa kalau sudah mati, ya mati, habis perkara, sehingga dengan beberapa ayat Allah menjelaskan bahkan Allah bersumpah bahwa kalian itu pasti akan di hidupkan kembali untuk mempertanggungjawabkan segala macam perbuatan yang sudah lakukan selama hidup di dalam dunia ini
Di dalam surah Annaziat ini Allah subhanahu wata'ala banyak menceritakan tentang ha ihwal hari kiamat, hari kebangkitan, dan perilaku-perilaku manusia di dalam dunia yang akan manusia ke dalam syurga dan yang akan masuk ke dalam neraka, di antara firman Allah subhanahu wata'ala pada surah ini ayat ke 37 dan seterusnya adalah, Allah menyampaikan bahwa
Adapun orang orang yang enggan berbuat taat kepada Allah subhanahu wata'ala, orang ini tidak mahu taat kepada Allah, tidak mahu turut kepada apa yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala, ujar Allah ini tidak boleh di buat, malah di buatnya, Allah mengatakan perbuatlah ini, tidak di buatnya, nah itu (thagha )
Dan dia mengutamakan kehidupan dunia, yang penting di carinya adalah kemewahan, kesenangan, kebahagiaan di dalam dunia, walaupun dengan melanggar daripada hukum hukum Allah subhanahu wata'ala, yang penting dapat untung, yang penting dapat duit, seperti apapun caranya baik itu halal kah, haram kah, apapun itu yang penting dapat, nah ini lah
Yang penting mendapatkan satu jabatan, mendapatkan satu kedudukan, nah bagaimana pun caranya yang penting dapat, maka termasuklah kepada ayat ini, ada yang menyogok dan lainnya, padahal Allah mengatakan bahwa ( arrasi wal murtasi finnar ) yang di sogok yang menyogok dua duanya masuk neraka, nah itu tidak penting baginya, yang penting baginya apapun caranya aku bisa mendapatkan suatu jabatan itu
Maka orang orang seperti itu Allah subhanahu wata'ala menjelaskan maka neraka jahim lah tempat mereka itu
makan tidak di perhatikannya asal makan tak tau haram halal, asal makan sahaja, pakaian, bila hendak berpakaian asal memakai sahaja, tidak tahu lagi mana suratnya yang tidak di tutup, tidak lagi memperhatikan hukum hukum Allah subhanahu wata'ala,
Adapun orang orang yang takut menghadap Allah subhanahu wata'ala, orang orang yang takut nantinya berdiri di hadapan Allah, dan dia mampu mengendalikan apa apa yang di kehendaki oleh hawa nafsunya, hawa nafsu hendak menyuruh kepada perbuatan dosa dan maksiat, tidak jadi karena dia takut kepada Allah, hawa nafsu hendak berpakaian yang membuka aurat, tidak di lakukannya karena Allah subhanahu wata'ala melarang berpakaian yang demikian itu, hawa nafsu hendak menyuruh kita bermaksiat di tempat yang sunyi tidak ada orang lain melainkan hanya diri kita sendiri, maka dia tidak berani, ujarnya aku takut kepada Allah, karena Allah maha mengetahui, maha melihat apa apa yang ku perbuat,
Maka di syurga lah nanti tempatnya, nah yang perlu kita ambil di dalam ayat ini adalah tentang firman Allah subhanahu wata'ala tadi,
Orang orang yang takut terhadap Allah subhanahu wata'ala, nah seperti apa atau bagaimana kita ini bisa di sebut sebagai orang yang takut kepada Allah, dan macam apa bentuknya, seperti apa rupanya, sehingga kita ini bisa di sebut sebagai orang orang yang takut kepada Allah subhanahu wata'ala? Maka para ulama menjelaskan ada berbagai macam rupa bahwa itu bisa di sebut sebagai takut kepada Allah, antara lain adalah
1. ( Krhouful maut qoblattaubah ) Orang ini takut dirinya mati sebelum sempat hendak bertaubat kepada Allah,
Nah kenapa dirinya takut mati sebelum bisa bertaubat kepada Allah, karena dia mengetahui dia mengingat tentang firman firman Allah di dalam Alquran, tentang hadist hadist daripada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam yang menjelaskan bagaimana akibat akibat perbuatan dosa yang tidak taubat dan bagaimana keadaan matinya pada saat dirinya belum bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala, sebagaimana hadist
Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bersabda
Yang di sebutkan oleh Al imam azzahabi di dalam kitabnya, Al kaba'ir ( arba'atun haqqun alallah, anlayudkrhila humul Jannah, wala Yudikahum na'imaha)
Baginda Rasulullah menyampaikan ada 4 orang ( haqqun alallah) pasti artinya pasti Allah tidak akan memasukkan orang ini ke syurga dan tidak akan merasakan kenikmatan syurga, di akhirat itu hanya ada dua tempat yang terakhir bila tidak ke syurga ya di neraka, adapun hanya sementara di sebut sebagai Al a'raf, kalau akhirannya ada dua, nah 4 kelompok ini Allah memastikan bahwa tidak akan memasukkan mereka kedalam syurga, dan tidak akan merasakan kenikmatan syurga daripada Allah subhanahu wata'ala
1. ( Mudminu krhomrin) Orang orang yang suka meminum minuman yang memabukkan, baik berupa cairan, atau berupa daun daunan, atau berupa obat obatan dan lain sebagainya, nah ini orang yang demikian
2. ( Wa'akilurriba) Orang orang yang melakukan praktek peraktek riba, orang orang yang meminjam, menyimpan ada bunganya
3. ( Wa'akilu malil yatim bi ghoiri haqqin ) orang orang yang memakan harta anak yatim tanpa adanya alasan yang di benarkan oleh Allah subhanahu wata'ala
4. ( Wal'aqli walidaih ) Orang yang durkaha kepada kedua orangnya, nah itu 4 orang tersebut tidak akan masuk syurga dan tidak akan merasakan kenikmatan daripada syurga Allah subhanahu wata'ala ( illa ayyatubu) kecuali mereka itu bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala sebelum mati, nah ini lah yang kita harapan, walaupun kita ini pernah melakukan kesalahan-kesalahan di dalam dunia dan kemudian kita hendak bersungguh-sungguh bertaubat kepada Allah, maka akan Allah ampunkan dosa kita itu, dan terjauh diri kita daripada 4 golongan itu
Nah jadi kalau ada orang takut mati dan dirinya belum sempat bertaubat, maka sudah di katakan dia ini orang yang takut kepada Allah, tandanya orang yang takut mati sebelum taubat adalah selalu dirinya itu bertaubat apabila melakukan perkara yang di larang oleh Allah, nah tandanya orang yang takut kepada Allah subhanahu wata'ala, memperbuat suatu dosa cepat cepat kembali kepada Allah, nah kalau macam itu kelakuannya maka dia takut kepada Allah, kalau orang tersebut tidak segera hendak bertaubat kepada Allah, tidak ada niat di dalam hatinya hendak bertaubat kepada Allah, tapi dia takut mati, maka itu adalah suatu pembohongan atau dusta belaka, takut mati, takut tak sempat bertaubat tapi tidak mahu melakukan taubat kepada Allah nah ini namanya dusta, hanya cakap saja, tak di buatnya
2. Seseorang itu bisa di katakan takut kepada Allah
( Kroufutto'afi anil Wafa Bi hukuqillahi ta'ala) dia takut lemah daripada menunaikan haq Haq Allah atas dirinya, dirinya ini sangat takut di dalam hati kalau kalau ada Haq Allah yang tidak dia penuhi, macam Allah menyuruh dirinya sembahyang, apakah shalatku ini sudah benar, Allah menyuruh berzakat, apakah zakatku ini sudah benar, Allah menyuruh menutup aurat, apakah aku sudah menutup aurat dengan benar, Allah menyuruh menundukkan pandangan , apakah aku ini sudah benar benar tunduk atas pandangan pandangan yang tidak di bolehkan Allah terhadap diriku, Allah menyuruh aku puasa, nah apakah puasaku ini sudah benar atau tidak
Nah selalu di dalam hatinya ini takut kepada Allah, kalau kalau ada sesuatu haq Allah yang belum di kerjakannya dengan baik dan benar nah itu termasuk takut kepada Allah, tandanya orang yang seperti itu dia akan berhati hati dalam melaksanakan apa apa yang di perintahkan oleh Allah subhanahu wata'ala, kalau kita ini hanya takut saja namun tidak berhati hati, asal melihat aurat orang lain, asal asalan dapat mengerjakan shalat, puasa, zakat, dan apa apa yang di suruh oleh Allah kita lakukan dengan main main, nah ini bukan takut kepada Allah, tapi berdusta akan takutnya itu,
3. ( Krhoufu kasawatil qolbi) Dia takut hatinya menjadi keras, kalau kita takut hati kita ini keras, macam di nasihati orang dalam perkara kebaikan kita tidak mau mendengarkan dan lain sebagainya, nah kalau kita takut hati kita ini keras, maka itu namanya takut kepada Allah, kita khawatirkan bahwa hari kita ini mati, khawatir dan takut akan demikian itu maka itu takut kepada Allah, karena orang yang hatinya keras, hatinya mati itu tidak sedih lagi kalau mengingat dosa dosa yang dilakukannya, tidak sedih kalau shalatnya itu tertinggal, tidak sedih kalau dirinya tidak ada waktu untuk membaca Alquran dan lain sebagainya, tidak prihatin terhadap bencana dan bala yang menimpa kepada saudaranya kaum muslimin itu tanda hati keras, nah tandanya orang orang yang takut hatinya keras itu apa?
A. Orang itu tidak banyak bercakap yang sia sia, karena di dalam banyak riwayat bahwa banyak bercakap itu membuatkan kerasnya hati,
B. tidak banyak makan,
C. Orang yang banyak tertawa
Nah orang orang yang takut hatinya keras itu maka hendaklah dia menjauhkan diri daripada perkara yang membuatkan hatinya keras itu
4. ( Khrouful istijroz bi tawaturinni'am ) Dia ini takut dengan banyaknya nikmat yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepadanya, rezeki banyak, usaha lancar, dan kemudian ada perasaan takut di dalam hatinya barangkali ini adalah istijroz daripada Allah, nah kalau kita takut demikian apa tandanya bagi kita? Maka kita gunakanlah nikmat nikmat yang di berikan oleh Allah itu kepada jalan jalan yang Allah rida
5. ( Khroufu su'il krhotimah) Takut mati dalam keadaan tidak membawa iman, ini pun tandanya takut kepada Allah subhanahu wata'ala, aku ini sangat takut dan khawatir apakah nanti aku mati dalam keadaan baik atau tidak, apakah aku mati membawa iman kepada Allah atau tidak, sehingga Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan bahwa dalam sebuah hadist
Beliau berada di atas mimbar pada waktu itu,
( Faqolaa haza kitabullah, ) Baginda Rasulullah di atas mimbar sedang berceramah dan menggenggam tangan kanannya, nah Baginda Rasulullah mengatakan ini kata Rasulullah adalah kitab Allah, Allah tidak menyampaikan pada kitabnya itu penghuni syurga, Allah tulis namanya dan nama orang tua orangtua mereka, jadi surah ada cacatan pada Allah nama nama yang demikian itu
Dan itu tidak bisa di tambah dan tidak bisa di kurang,
Kemudian Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menggenggan lagi tangan sebelah kirinya, beliau berkata ini kitab Allah, Allah sampaikan padanya penghuni neraka dengan nama namanya dan juga nama nama orangtua mereka, ( la yuzadu wala yunkos?
ini tidak bisa di tambah dan tidak bisa di kurang, nah penghuni neraka pun sudah di tetapkan oleh Allah, ada catatannya jelas, siapa bakal penghuni nya,
Nah sungguh beramal orang orang yang penghuni syurga itu dia beramal sebagaimana orang ahli neraka, sehingga dia di katakan sebagai penghuni neraka, kemudian Allah selamatkan dia sebelum mati dengan waktu yang sangat sedikit, sehingga dia pun sempat bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala,
Contohnya ada orang ini di dalam catatannya itu sudah ahli syurga, kemudian selama hidupnya itu suka berbuat maksiat, anggapan orang bahwa ini orang ahli mereka, begitu hendak wafat, Allah selamatkan dirinya, Allah berikan padanya dengan waktu yang sedikit kemudian dia sempat bertaubat kepada Allah maka diapun wafat dengan keadaan bertaubat dan menjadi ahli syurga, dan adapun lagi sebaliknya orang ini sudah di daftarkan Masuk ke neraka, tapi di dalam dunia ini orang berbuat baik, rajin ibadah, sehingga di anggap orang dia ini ahli syurga, nah begitu hendak menjelang kematiannya, dia melakukan perkara perkara yang buruk, maka Allah keluarkan dirinya, Allah cabut imannya sehingga dia mati dalam keadaaan itu
( Assa'it man sya'ida bi qodo illah ) Orang orang yang beruntung itu adalah orang orang beruntung dengan ketentuan daripada Allah, dan orang orang yang celaka itu adalah orang orang yang celaka dalam ketentuan Allah, dan amal perbuatan itu di nilai itu di ujung ujung ketika hendak meninggal dunia, nah ini hadist Baginda Rasulullah, bagi orang orang yang hendak berpikir dan menghayati adalah membuatkan dirinya takut mati dalam kesdsan suul krhotimah itu
Maka walaupun kita ini orangnya suka berbuat taat, rajin ibadah, belum ada jaminan kalau kita ini ahli syurga, mesti kita takut kepada Allah, takut kalau kalau kita ini termasuk ke pada cacatan sebagai penghuni neraka, bilamana kita takut akan mati dalam keadaan itu, berarti kita namanya takut kepada Allah subhanahu wata'ala,
Contohnya iblis, tidak ada tempat di langit itu yang tidak di tempati iblis untuk beribadah kepada Allah, semuanya sudah di tempatinya, di gunakannya untuk ibadah kepada Allah, nah seluas luasnya langit itu, yang berlapis lapis itu, semua tempatnya baik itu sejengkal pun sudah di gunakannya untuk ibadah kepada Allah, tapi karena iblis ini sudah terdaftar sebagai orang yang ahli neraka akhirnya dia keluarkan oleh Allah subhanahu wata'ala
Dan banyak juga contoh orang yang perilakunya baik, rajin taat ibadah, tapi akhir akhir hidupnya itu mati dalam kehilangan iman, karena tidak ada jaminan ibadah yang kita buat itu bisa menjadikan kita ahli syurga, tidak ada seorangpun yang bisa menjamin dan tahu akan demikian, nah oleh sebab itu setiap orang orang yang beriman kepada Allah, pasti akan merasakan takut di dalam hatinya kalau kalau dirinya itu mati dalam keadaan buruk, dalam keadaan suul krhotimah, dan merasa takut kepada Allah subhanahu wata'ala
Itulah beberapa contoh mengenai tentang takut kepada Allah subhanahu wata'ala, mudah mudahan kita semuaan di berikan Allah hidayah Taufiq dan inayah sehingga kita semuaan ini bisa benar benar menjaga hati kita, dan benar benar menjadi hamba yang bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala, dan mudahan Allah mewafatkan kita semuaan ini dalam keadaan Husnul khatimah, dalam keadaan baik dalam keadaan punya iman kepada Allah subhanahu wata'ala, aamiin aamiin aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah