Pages

Selasa, 12 November 2024

Alquran / 84. surah Al insyiqaaq / hlm 91

Bismillahirrahmanirrahim 

Yang ke 84 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al insiqoq, ini surah 
( Makkiyyatun) Di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa ayatuha)
Dan ayatnya berjumlah ( Krhomsun wa isrun ) 25 ayat 



Apabila langit telah terbelah, ini tentang hari kiamat, surah surah yang di turunkan di Mekkah atau sebelum hijrah Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam itu kebanyakan bercerita tentang hari berbangkit atau hari kiamat, karena orang orang kafir Quraisy itu mereka mengingkari akan adanya hari kiamat itu, akan adanya hari dimana semua manusia akan di bangkitkan kembali



Apabila langit itu terbelah dan taat itu langit akan perintah Allah, dan semestinya dia akan taat kepada Tuhannya


Dan apabila bumi di ratakan, bumi rata, terhampar, tidak ada lagi gunung, pohon, rata itu bumi 


Dan melemparkan daripada bumi itu sesuatu yang ada di dalamnya, manusia manusia, binatang-binatang yang telah di kubur, itu semua di keluarkan dari perut bumi, maka kosonglah perut bumi itu 


Dan bumi itu tunduk patuh akan perintah Allah, maka pastilah bumi itu akan taat perintah daripada Allah 



Wahai manusia, sesungguhnya engkau berbuat, beramal, sampai engkau mati, baik itu amal kebaikan atau amal kejahatan ( famulaqih) maka akan engkau jumpai nanti amal amal perbuatan yang sudah engkau kerjakan itu, disini Allah subhanahu wata'ala menjelaskan bahwa segala macam bentuk perbuatan yang kita lakukan baik itu Hasanah, bentuk ibadah, ataupun maksiat, dosa, pasti akan kita lihat kembali, pasti akan kita jumpa pada hari hari kiamat itu, 

Jibril alayhissalam pernah berkata kepada junjungan kita yakni Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam,
( Y Muhammad, Isma syikta fa'innaka mayyitun, wa 'ahibba ma syikta fa'innaka mufarikun, wakmal ma syikta 
Fa'innaka mulaqih ) Ini di buat oleh imam Ibnu kasir, sebagai tafsiran daripada ayat yang ke 6 tadi, wahai Rasulullah hiduplah engkau semahu kamu, artinya hendak hidup macam apa terserang, hendak melakukan apa saja terserah, hendak jadi orang jahat, hendak jadi pencuri, hendak jadi penguasa, hendak jadi rakyat jelata terserah ( fa'innaka mayyitun) tetapi ingat engkau skan mati, engkau akan mati, nah siapapun itu di dalam dunia ini ( mayyitun) pasti akan mati, 

( wa 'ahibba ma syikta fa'innaka mufarikun ) dan cintailah sesuatu yang km ingin cintai, silahkan cintai apa yang kamu hendak cintai, baik itu harta, Baik manusia, baik itu kedudukan atau jabatan, tetapi ingat ( fa'innaka mufarikun) engkau pasti akan meninggalkannya, engkau akan berpisah dengannya, makin banyak sesuatu di dunia ini yang kita cintai maka makin sulit kita hendak menghadapi kematian, karena makin sulit yang akan kita tinggalkan, ( wakmal ma syikta Fa'innaka mulaqih ) 
Perbuatan lah apa apa yang kau mahu, hendak berbuat kebaikan, silahkan, hendak berbuat dosa, kejahatan, silahkan, ( fa'innaka mulaqih) maka engkau pasti akan bertemu dan menjumpainya di akhirat, artinya kita akan melihat kembali kelakukan kelakuan kita selamat hidup di dunia itu dan akan di mintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wata'ala, 

nah dimana kita akan menjumpai amal perbuatan kita itu, demikian itu ada di dalam satu buku catatan atau kitab, atau sohifah, di dalam buku itu semuanya terdaftar dengan jelas apa yang pernah kita lakukan semasa hidup di dalam diniai ni, Allah subhanahu wata'ala menjelaskan tentang buku itu di dalam Alquran pada surah Al Kahfi ayat 49, Allah menjelaskan bahwa 


Tidak akan yang tertinggal sekecil apapun atau pun yang besar melainkan ada di dalam buku itu, sekecil apapun dosa yang kita perbuat ada tertulis lengkap dengan hari tanggal jam detik tahunnya, baik itu perbuatan ibadah ataupun perbuatan dosa, bahkan seringkali kita ini lupa bahwa itu adalah perbuatan yang kita lakukan, lalu kita ini berani tidak mahu mengaku di hadapan Allah subhanahu wata'ala, akhirnya tangan, kaki, Mulut kita yang berbicara bahwa itu adalah merupakan sesuatu dosa yang pernah kita kerjakan selama hidup di dalam dunia ini , 

dan banyak dosa dosa kecil yang kita lupa, yang kita lupa dan kita pun tidak sempat bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala, karena di anggap itu dosa hanya dosa kecil, kita anggap biasa, maka kita terkejut melihat di dalam buku catatan amal itu ada terdapat, tercatat dosa kita, dan banyak daripada manusia manusia itu masuk ke dalam neraka karena meremehkan dosa dosa yang kecil itu, Baginda Rasulullah menyampaikan bahwa
( ihyakum wamukkorotijjunub ) Ujar nabi, berhati-hati engkau, waspadalah kepada itu dosa dosa kecil, karena dosa dosa kecil ini banyak dan sering kita lakukan, secara terus menerus, maka ia akan berubah menjadi dosa besar

Contohnya jika ada 1 ekor semut merah di tubuh kita biasa aja, mungkin tidak akan sampai membahayakan kita, tapi kalo seluruh tubuh kita ini di penuhi dengan semut merah itu bisa mati kita, di mata kemasukan semut, di telinga, di mulut, kumpulan kumpulan daripada dosa dosa kecil itulah yang akan membahayakan kita, jadi kita ini jangan hanya lari daripada harimau, jangan hanya lari daripada buaya, tapi dari dosa kecil yang seperti semut tadi itu pun musti kita hindarkan, nah demikianlah yang di smapaikan oleh Baginda Rasulullah 



Maka adapun orang orang yang berikan kepadanya itu buku catatan amalnya dengan tangan kanannya, maka akan di hisap dia dengan hisapan yang mudah, perhitungan yang mudah, pemeriksaan yang mudah 


Dan dia akan kembali berjumpa dengan keluarganya di dalam syurga dengan keadaan ( Masrura) gembira, nah kapan buku catatan amal itu di serahkan kepada kita 
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan ( alqutub kulluha tahtal arash, fa'iza kanal mauqib, fa'asallahu rihan fayutiruha bil aiman wassama'il, awwalu krhottin biha iqrok kitabak kafa
Bi nafsikal Yauma Alika hasiba ) buku catatan amal kita itu tersimpan rapi di bawah Arashnya Allah, arsip, amal ibadah kita, dosa dan maksiat tersimpan disitu, 

Manakala nanti di Padang Mahsyar kita sudah menunggu selama ratusan tahun apakabar apa berita yang akan terjadi maka Allah mengutus angin yang bertiup kencang lali menerbangkan itu angin tadi buku buku catatan amal dan dia menuju kepada orang orang yang namanya tercantum pada orang tersebut, nah di waktu itulah ada sebahagian manusia yang menerima dengan tangan kanannya maka itu akan mendapatkan hisab, pemeriksaan, perhitungan yang mudah daripada Allah subhanahu wata'ala 

Di waktu angin meniup buku catatan amal itu itulah saat yang paling mencekam bagi penghuni Mahsyar, karena takut sangat kalau kalau itu kitab catatan amal datang kepada kita kita ambil dengan tangan kiri, saat itu lah hati manusia semua di Padang Mahsyar itu dalam keadaan cemas, gelisah dan takut bersangatan, nah sesudah nyata bahwa buku amal itu di terima dengan tangan kanan barulah hatinya senang dan gembira 
Sayyidah Aisyah Radhiyallahu Anha beliau menceritakan satu kejadian, suatu hari beliau mengingat neraka lalu Siti menangis ( faqola Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mayubkiq) apa yang membuatkan engkau menangis wahai Aisyah, ( faqolat,zakartunnar Fabakaitu, 
Aku mengingat neraka ya rasulallah, maka itu aku menangis 

(Fahaltazkuruna ahlikum yaumal kiyamah )wahai Rasulullah apakah engkau ingat istri istri kamu nanti di hari kiamat itu, apakah engkau ingat nanti denganku, dimana nanti aku hendak mencari engkau di hari kiamat itu wahai Rasulullah, ( faqola ) Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan bahwa 
( 'amma bi shalatin mawatin falayazkuru'ahadun 'ahada)
Pada tiga tempat di hari kiamat itu ujar Rasulullah, seseorang tidak akan ingat siapa juapun, dalam tiga keadaan aku akan lupa kepadamu wahai Aisyah bahasa kasarnya macam itu, nah jadi di Padang Mahsyar sebelum menuju syurga atau neraka itu ada 3 tempat yang nama seseorang hanya memikirkan tentang keadaan dirinya, siapapun dia lupakan pada saat itu

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
1. ( indal mizan Hatta yaklam atakrhiffumizanuhu amtaskul ) Ketika di timbang amal, nah ketika amal perbuatan kita itu di timbang dan kita sedang menunggu keputusan yang mana lebih berat, maka di saat genting itu kita akan lupa terhadap siapapun, termasuk anak, istri, keluarga 
2. ( Wa'inna tatayurissuhub ) Ketika berterbangannya buku catatan amal itu, nah beterbangan di atas kepala kita menunju orangnya masing masing, nah di saat itu kita akan lupa kepada orang-orang yang kita cintai sekali pun bahkan dengan istri kita, sebelum jelas kita mengetahui apakah kita menerima buku itu dengan tangan kanan atau tidak ( Hatta yaklama 'ayna yakla'u
Kitabuh fi yaminihi, amfi syimalih, amfi waro'i zohrih
3. ( Wa'indassirot iza wudi'a bayna zohrana jahannam Hatta yazuza ) Yang ketiga kata Rasulullah seseorang tidak akan ingat kepada siapa juapun ketika dia lewat di titian siratal Mustaqim, nah disitu orang tidak akan ingat siapapun sampailah dia melewati itu titiap Sirat 
( Demikianlah yang di sampaikan nabi rowahu abu daud)

Orang orang yang di berikan catatan amalnya dengan itu tangan kanan maka dia akan di hisab dengan perhitungan yang mudah, nah macam apa hisab yang mudah itu contohnya di dalam beberapa kitab tafsir di sebutkan hisab yang mudah itu seperti di bacakan kepadanya, engkau pernah berbuat dosa seperti ini, pernah ujar kita, maka Allah mengatakan aku ampuni, engkau pernah melakukan ini, ku ampuni kata Allah 
Engkau pernah melakukan shalat berjamaah, ku terima kata Allah, nah itu hisab yang mudah, dan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau sering sekali berdoa kepada Allah dengan doa yang seperti 
 ( Allahumma hasibni hisabayyasiro) Ya Allah hisablah aku di hari kiamat nanti dengan hisab yang mudah

Artinya kalau kita ini rasa malu meminta kepada Allah masuk syurga tanpa hisab, maka mintalah kepada Allah agar di hisab dengan hisap yang mudah, karena hisab yang mudah itu adalah merupakan tanda awal keselamatan kita, terhindarnya kita daripada api neraka
Al imam Al Ghazali di dalam beberapa kitab beliau, mengajarkan kepada kita bagaimana kita membasuh tangan di waktu berwudhu, kita basuh tangan kita di waktu berwudhu, tangan kanan maka hendaklah berdoa ujar imam Ghazali ( allahumma aktini kitabi BI Yamini, wa hasibni hisabayyasiro) ya Allah berikanlah kepadaku kitab amal ku nanti di hari akhirat dengan tangan kananku ini dan hisablah aku dengan hisab yang mudah 

Nah inilah salah satu cara, salah satu usaha kita mudah mudahan Allah menolong kita nanti di akhirat dan kita mendapatkan amal catatan perbuatan kita itu dengan tangan kanan, dan Allah pun mudahkan dalam proses hisab itu, di waktu hendak membasuh tangan kiri maka di suruh kita berdoa ( allahumma inni a'uzubika antuktiyani kitabi bi syimalih, aw miwwaro'ih zohrih ) ya Allah aku berlindung dengan engkau daripada pemberian kitab itu daripada tangan kiri, atau dari belakangku, karena itu merupakan tanda bahwa kita akan mendapatkan kesulitan kesulitan di hari akhirat nanti 

Adapun orang orang yang di berikan kitabnya di belakang dan dia menyambut itu catatan amalnya dari belakang dengan tangan kirinya, maka dia akan berkata 

Celaka lah diriku, binasa lah aku ini 

Dan diapun memasuki ke dalam neraka Sa'ir yang menyala-nyala apinya 

Sesungguhnya dia dahulu di dalam dunia suka bersenang-senang dengan keluarga nya yang jelas 
melakukan perbuatan dosa dan maksiat dan itu keluarganya termasuk kepada orang orang kafir


Dan sungguh dia tidak mengira bahwa dia akan kembali kepada Allah subhanahu wata'ala 

(Bala) Tidak, sesungguhnya Tuhannya dengan dirinya itu maha melihat, Allah subhanahu wata'ala maha melihat dengan setiap apa apa perbuatan yang kita lakukan, nah pada hari akhirat itu di simpulkan bahwa manusia itu terbagi kepada 4 kelompok, kelompok yang pertama 

1. ( Alladzina yadkhrulunal Jannah bi ghoiri hisab) Orang orang yang masuk syurga tanpa hisab, nah ini adalah orang orang yang mulai, mereka tidak mengenal yang namanya hisab, langsung masuk syurga 
2. ( Orang orang yang beriman kepada Allah , yang takwa kepada Allah, mereka mendapatkan hisab yang udah, di hisab juga tapi cuman mudah, nah ini alamat bahwa dia akan selamat daripada hal hal yang menakutkan di akhirat itu 
3. ( Orang yang di hisab dengan di persulit, nah ini orang beriman kepada Allah, tapi waktu di hisab sangat sulit, sangat teliti, di hisab mulai daripada umurnya, berapa lama umur engkau ujar Allah, 60 tahun, kemana saja selama umur itu engkau gunakan, engkau aku beri nikmat rezeki kata Allah, kemana engkau gunakan itu?
Di teliti nikmat satu persatu, seteliti-telitinya, mulai daripada hari, tahun, jam, menit, detik, semuanya di perhitungkan oleh Allah subhanahu wata'ala, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan bahwa ( mannukisal hisab, fakod krholaq) nah bilamana manusia itu di persulit hisabnya oleh Allah maka dia pasti celaka, jangankan orang orang awam macam kita ini pada Aulia Aulia Allah pun kalau Allah meneliti hisab pasti akan sangkut dan di khawatirkan akan masuk api neraka
4. ( Adalah orang yang di dalam dunia ingkar kepada Allah, orang kafir, nah ini di catatan buku amalnya kosong, tidak ada apa apa kebaikannya, 

Jadi kita senantiasa lah berdoa dan memohon kepada Allah subhanahu wata'ala sebagaimana yang sudah di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ( allahumma hasibni hisabayyasiro) itulah yang musti kita perbanyak berdoa kepada Allah, mudah mudahan dengan demikian Allah senantiasa menolong kita aaminn ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah