Pages

Sabtu, 16 November 2024

Alquran / 87 Surah Al A'la / hlm. 94


Yang ke 87 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al A'la, ini surah 
( Makkiyyatun) Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah 
( Wa Ayatuha ) Dan ayat ayatnya berjumlah
( This'a a ni nosroh) 19 ayat 

Para ulama ahli tafsir bermacam-macam penafsiran mereka tentang 

Ada yang menafsirkan ( nazzih robbaka, Amma yakulu fihil mulhidun ) sucikan tuhanmu dari sesuatu sesuatu yang mengata pada tuhanmu itu oleh orang orang yang ingkar kepada Allah subhanahu wata'ala, ada orang orang yang ingkar kepada Allah itu mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak, Allah mempunyai istri, Allah itu berjisim, Allah bertempat, Allah berjihad, ada yang mengatakan bahwa Allah itu di atas asrh, nah itu perkataan orang orang yang ingkar, 

Maka Allah memerintahkan kepada kita 

( Nazzih robbaka Amma yakulu fihil mulhidun) Sucikan tuhanmu dari sesuatu yang mengata padanya oleh orang orang yang ingkar tadi, 

Ada lagi ulama tafsir yang menafsirkan ini ayat adalah 
( Nazzih Isma Robbik, an antusommiya bihi 'ahadanSiwa)
Sucikan tuhanmu dari bahwa engkau namakan dia seseorang selain daripada Allah, artinya jangan sekali-kali menamai sesuatu itu dengan Allah, nah sucikan yang demikian itu, jangan sampai sesuatu apapun itu, yang bernama Allah, karena nama Allah itu hanya untuk tuhan, yang wazibul wujud, jalla wa'ala, yakni Allah subhanahu wata'ala 

Ada lagi pendapat ulama tafsir yang menafsirkan 

( Nazzih robbaka 'anissuk ) Sucikan tuhanmu dari pada sesuatu yang jahat, sucikan tuhanmu dari sesuatu yang tidak pantas, sucikan tuhanmu itu artinya mencakup sucikan sifat Tuhan, sucikan zat Tuhan, sucikan af'al tuhan dari sesuatu yang sifatnya yang tidak baik, jadi artinya mahasuci zat Allah daripada jahat, mahasuci sifat Allah daripada kejahatan, mahasuci perbuatan Allah daripada kejahatan, 

Termasuk yang wajib kita sucikan adalah Alquranul Karim karena itu adalah kalam Allah, mensucikan Alquran dari sesuatu yang tidak patut, mensucikan Alquran dari sesuatu yang tidak pantas termasuk mengamalkan ayat ini 

Nah bagaimana kita mensucikan Alquran itu dari sesuatu yang jahat, kita mensucikan Alquran akan tampak bilaman kita melakukan yang 10 macam ini 

1. ( Anla ya massa wala yahmila Illa thohiroh) Bahwa tidak boleh menyentuh, tidak boleh membawa Alquran 
Kecuali orangnya suci daripada Hadast baik Hadast besar maupun kecil, kalau kita membawa Alquran seperti membawa buku biasa, membawa Alquran seperti membawa koran, maka itu tidak mensucikan Kalam Allah, Kalam Allah itu musti beda dengan apapun, musti beda dengan perkataan perkataan selain Allah, nah maka itu kita di tuntut untuk bersuci terlebih dahulu sebelum kita menyentuh afsu membawa Alquranul Karim itu 

2. ( Ayyado'al mushaf ala makanin Thohirin murtafiq ) 
Bahwa dia meletakkan Alquran atas tempat yang suci yang tinggi, meletakkan Alquran atau salah satu di antara nama nama Allah subhanahu wata'ala atas tempat yang tinggi dan yang suci, jadi sebelum kita meletakkan Alquran kita yakini terlebih dahulu tempat ini suci, dan posisi Alquran jangan di letakkan di bawah, di tengah, musti paling atas, nah ini mensucikan Alquran, misalnya kita ada banyak kitab, banyak buku, kemudian kita letakkan alquran di bawah atau di tengah di antara kitab dan buku itu, nah ini jangan, musti Alquran itu paling atas daripada buku yang lainnya, karena itu adalah kalam Allah subhanahu wata'ala 

3. ( iza baliyad ayyadfanaha fi makanin Thohirin, ba'idin, an mamaril aqdam) apabila Qur'an itu, Kalam Allah itu, mushaf itu hancur, sudah tidak bisa di baca lagi, maka hendaknya itu di kubur, di tempat yang suci yang jauh dari lalu lalang manusia, agar tidak terinjak oleh orang 

4. ( Alna yaktuba alal Ardi, aw alal ha'id) 
Bahwa dia tidak menulis Alquran itu di tanah atau di dinding, macam dinding rumah lantai rumah di tulisin Alquran nah itu tidak mensucikan Alquran, 

5. ( Anla yamhuwal Qur'an bil busaf, walakin
Bima inthohir ) bahwa dia tidak menghapus Alquran itu dengan air liurnya, tetapi dengan air yang suci, misalnya dia ini menulis ayat Alquran di papan tulis, kemudian tersalah lalu di jarinya menyentuh air liur kemudian di hapuskannya, nah itu tidak boleh, musti dengan air yang suci,

6. ( iza katabahu hirzan, falyaz'alhu bil khrimdin yahfazuhu mingkulli aza) Bilamana dia hendak menulis Alquran yang di jadikannya sebagai amalan untuk berkah Maka tulis lah dengan tulisan yang baik, letakkan di tempat yang baik

7. ( Anla yaktuba bil 'azamiyyah ) Bahwa dia tidak menulis Alquran itu dengan huruf selain dari ayat, jadi alangkah baiknya kalau kita hendak contohnya menulis 
naka tulislah dengan tulisan arab tidak dengan latin, demikian itu pendapat daripada kalangan ulama imam Syafi'i, bolana menulis Alquran itu dengan huruf selain arab maka hukumnya haram, membacanya juga hukumnya haram 

8. ( Anla yudho'an nahudirhamin fimaktubihi) Bahwa tidak di letakkan seumpama dirham di tulisan Alquran, contohnya kita ada duit terus di jadikan tanda kita baca di halaman Alquran kemudian kita tutup, ataupun dengan kertas yang lain kita gunakan untuk, kita masukkan di Alquran sebagai tanda nah ini jangan

9. ( Anla yahmilahu bi mauti kodoil hajat ) Bahwa dia tidak membawa alquran itu ke tempat qodo hajat, ke jamban nah jangan sekali kali kita berani membawa Alquran itu ke tempat yang tidak pantas 

10. ( Anla yabla'ahu ) Bahwa dia tidak boleh menelan Alquran, misalnya ada ayat ayat Alquran di tulis di kertas kemudian di gulungnya kemudian di masukkannya ke mulutnya mah itu tidak boleh 

Jadi apabila kita memperlakukan Alquran terhadap mushaf Alquran yang demikian berarti kita sedang mensucikan nama tuhan kita yang maha tinggi itu yakni Allah subhanahu wata'ala, jadi kita perlu sekali pendidikan mulai daripada orang tua kepada anak anaknya, mulai daripada guru guru td Alquran, guru guru ngaji, macam ada iqro terletak di lantai, di tempat rendah nah itu tidak boleh, jangan kita berani menyamakan Alquran dengan buku biasa, karena Alquran itu adalah kalamullah, jangan juga lagi Alquran itu kita tindih dengan buku yang lainnya 

Maka sucikanlah nama tuhan engkau yang maha tinggi 
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah berkata bsgi Jibril ( ya Jibril akrh birni bisawabi mankola
Subhana rabbiyal akla fi sholatihi Awfi ghoiri sholatihi )
Wahai Jibril ujar nabi kita kabarkan kepadaku pahala orang yang mengatakan Subhana rabbiyal akla, baik dalam sembahyang atau di luar sembahyang, apa pahalanya orang yang membawa Subhana rabbiyal akla 
( Faqola Jibril ya rasulallah, ma min mukminin wala mukminatin yaquluha bi sujudihi Awfi ghoiri sujudihi Illa kanat lahu fi mijahini, asqola minal arsi wal kursi wal jibalitdun ya, wayakulullaha ta'ala shodaqo abdi Anna fauwka kulli Syai, walaysa fawqi Syai, ishadu ya malaikati anni kod Gofartulahu wa adkhroltuljannah,) 

Wahai Rasulullah tidak ada dari orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan yang mengatakan Subhana rabbiyal akla baik dalam sujud shalatnya atau di luar sujud sembahyang, melainkan itu kalimat baginya pada timbangan amalnya nanti lebih berat daripada arash, kursi, dan gunung gunung di dunia, dan Allah berfirman 
( Sodaqo abdi ) Telah benar hambaku itu, tidak ada aku di atas segala sesuatu dan tidak ada pula sesuatu di atasku, wahai malaikat saksikan bahwa aku mengampuni baginya dan ( wa adkhroltuljannah) dan aku masukkan dia ke dalam syurga, nah inilah fadilat orang yang mengatakan Subhana rabbiyal akla, ini hadisrt di sebutkan oleh Al imam Al qurtubi di dalam tafsirnya 

( Kana shallallahu 'alaihi wasallam, iza qoro'aha, qola subhana rabbiyal akla) Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila membaca surah ini, 


Maka nabi kita berhenti sebentar, baru setelah itu di lanjutkan lagi, nah itu ada Sebahagian ulama yang mengatakan sunnat yang demikian itu, 

Sebagaimana dengan surat-surat yang lainnya maka surah ini juga banyak memberikan kepada kita hikmah dan petunjuk daripada Allah bagi orang orang yang hendak bertaq kepada Allah subhanahu wata'ala 
Pada surah ini ayat 14 dan seterusnya Allah berfirman 


Sungguh beruntung kata Allah orang yang bersih dirinya, suci dirinya ? Nah bersih, suci daripada apa? 
( Tazakka an zami'il ako'idil fasidah Wazami'il arkhlakil zamimah ) yang bersih dari akidah akidah yang rusak dan bersih daripada akhlak akhlak yang tercela, baik tentang Allah, baik tentang Rasulullah, karena semakin jauh masa daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam semakin banyak pula timbul keyakinan keyakinan yang tidak sesuai dengan ajaran Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 

Seperti orang yang meyakini bahwa Allah di atas, nah ini keyakinan yang salah, orang yang meyakini bahwa Allah bertentuk, berjisim nah itu keyakinan keyakinan yang salah, dan beruntung orang yang bersih dirinya daripada keyakinan keyakinan yang sesat dan bersih daripada akrhlak akhlak yang tercela, berbagai macam akrhlak yang tercela itu namun di antara demikian itu ada tiga hal yang paling berbahaya dan sudah terbukti banyak menyesatkan makhluk Allah subhanahu wata'ala 

Akhlak tercela yang sangat berbahaya adalah 

1. ( Al kibir) Kesombongan, 
Nah ini sangat berbahaya, sifat sombong ini bisa datang kepada siapapun, bilamana dirinya lalai maka dia akan terbawa dengan kesombongannya itu, orang yang dalam dirinya itu ada sifat sombong maka dia akan rugi, tidak Aflah tidak akan beruntung, macam iblis, orang yang ribuan tahun beribadah kepada Allah, tapi hanya karena satu kesombongan iblis akhirnya dia menjadi kafir kepada Allah subhanahu wata'ala, 

2. ( Hasad) Dengki, Qabil anak nabi Adam membunuh saudaranya sendiri Habil kenapa sebabnya? Karena dengki

3. ( Hubbud dun ya ) Mencintai dunia ini, terbukti sahabat Baginda Rasulullah yang bernama saklabah, yang dahulunya ahli ibadah, yang dekat dengan Baginda Rasulullah, tapi karena dia di berikan Allah rezeki yang berlimpah ruah, akhirnya dia lupa kepada Allah, 

Nah Allah subhanahu wata'ala menyatakan 

Beruntung orang orang yang dirinya bersih daripada keyakinan keyakinan yang sesat dari sifat sifat yang tercela 


Dan kemudian dia mengingat Allah, maka Sembahyang lah dia, ( wazakarasma Robbi ) dan dia mengingat Allah, untuk apa mengingat Allah? Agar tidak timbul sifat ujub di dalam dirinya, Karena dia sudah mampu membersihkan dirinya dari sifat sifat buruk dan tercela, mampu membersihkan hatinya dari keyakinan yang sesat, nah barangkali dia ini bisa merasa hebat kalau dia lupa kepada Allah subhanahu wata'ala, tapi kalau dia ingat bahwa dia mampu melakukan apapun itu karena pertolongan Allah, Karna bantuan daripada Allah, maka dengan sendirinya sifat ujub itu akan hilang 

maka dia ingat kepada Allah dan dia pun sembahyang, nah dua ayat ini menunjukkan kepada kita dua bab, yang pertama bab pembersihan diri dari sifat sifat yang tercela, jadi kalau kita sudah membersihkan diri dan kitapun sembahyang mengingat Allah subhanahu wata'ala, contohnya macam kita ini punya gelas, tentu kita bersihkan terlebih dahulu barulah kita isi dengan air, jangan kita langsung isi air takut nanti ada kotoran yang menempel di dalam gelas itu, pasti kita bersihkan, nah seperti itu jugalah kita, sebelum hendak shalat, 
( Tazakka) Maka bersihkanlah Diri kita dahulu 

Nah kenapa sembahyang yang di sebut Allah, kenapa tidak yang lain, macam puasa? Kenapa tidak berhaji, zakar, dan lainnya 

Karena shalat itu adalah sudah mencakup keseluruhannya rukun Islam yang 5, dalam sembahyang ada syahadat, ashadu Alla Ilaha Illallah wa ashadu Anna Muhammadar Rasulullah, di dalam sembahyang ada menghadap kiblat, Ka'bah simbol orang berhaji, di dalam sembahyang tidak boleh makan dan minum, itu simbolnya orang puasa, di dalam sembahyang ada ucapan assalamualaikum warohmatullah, sejahtera atas kamu semua, nah itu simbol orang bayar zakat, karena zakat itu menolong orang orang miskin, mensejahterakan faqir miskin dan lain sesbgainya 

Itu sebab Allah subhanahu wata'ala menyatakan di dalam ayat ini 

Dan dia mengingat Allah subhanahu wata'ala maka Sembahyang lah dia, dengan sembahyang yang benar maka seluruh rukun Islam akan masuk di dalamnya itu, 

Kita berdoa kepada Allah agar termasuk kepada golongan orang orang yang ada di dalam ayat ini, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah