Surah yang 101 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al Qariah, ini surah
( Makkiyyatun) Di turunkan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah, ( wa Ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah
( ihda 'asyaroh ) 11 ayat,
Al Qariah itu adalah salah satu di antara sekian banyaknya nama nama hari kiamat, di dalam kitab ihya Ulumiddin, imam Al Ghazali menyebutkan lebih dari 100 nama hari kiamat itu, di antara lainnya adalah ada
1. Yaumul Zaza
2. Yaumul wa'id
3. ada juga Al Haqqah dan macam macam lagi
4. Dan juga termasuk alqoriah salah satu di antara nama nama hari kiamat itu
Bermulanya hari kiamat
Apakah itu hari kiamat
Dan tahukah engkau apa itu hari kiamat
Hari yang adalah manusia seperti laron yang berterbangan, nah kalau kita melihat laron dimana ada tempat yang bercahaya di situlah mereka berterbangan mengelilingi cahaya itu, maka pada hari kiamat itu keadaan manusia seperti itu artinya berputar-putar tidak tentu arahnya mau kemana
Dan jadilah gunung gunung seperti bulu yang di hamburkan, jadi tiupan sangkakala Israfil itu membuat gunungkan gunung gunung yang sekarang kita lihat begitu kokoh akan menjadi seperti bulu burung yang berterbangan kemana mana
Maka adapun orang orang yang berat timbangan kebaikannya, kebajikannya, mereka itu lah akan berada pada kehidupan yang menyenangkan
Dan adapun orang orang yang ringan timbangan kebaikannya maka tempat kembalinya adalah ( hawiyah)
Tahukah engkau apakah itu hawiyah tadi
Ia adalah neraka yang sangat panas, ini lah 11 ayat di dalam surah ini, keberadaan timbangan amal pada hari kiamat itu merupakan suatu iktikad yang wajib kita yakini di dalam hati kita, Karna sudah di sebutkan dengan jelas di dalam Alquran dan juga daripada Sunnah Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa nanti pada hari kiamat itu ada yang namanya timbangan amal, dan bagaimana pula bentuknya timbangan amal di akhirat itu,
Apakah seperti timbangan yang biasa kita lihat,? Ya benar, ada wadah di kiri kanannya, keduan ada tiang di tengahnya, dan ada juga jarum petunjuknya, namun besarnya timbangan di hari kiamat itu tidak bisa kita bayangkan, sewaktu kita menghadapi timbangan amal, maka itu merupakan saat yang paling menegangkan dan Paling menakutkan kita, Karna disitu lah akan menentukan nasib kita selanjutnya,
di ceritakan di dalam sebuah hadist bahwa Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbaring di dekat istri beliau Siti Aisyah Radhiyallahu Anha, kemudian beliau tertidur, Di waktu nabi tertidur itu siti Aisah menangis sampai menitiskan air mata dan jatuh ke pipi Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah Rasulullah terbangun karena titisan air mata tadi, dan beliau bertanya kepada istrinya apa yang membuatkan engkau menangis
Aisyah berkata kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ( hal tazrukuna ahlikum Yaumal kiyamah ) adakah engkau ingat wahai Rasulullah terhadap istri engkau pada hari kiamat nanti, artinya sekarang engkau tertidur di dekatku, apakah di hari kiamat nanti apakah engkau akan ingat akan istri engkau, maka Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan ( walladzi nafsi biyadihi fi shalasi mawatin, fainna ahadan layazkuru illa nafsah) ujar nabi kita demi Allah, demi diriku di tangannya, pada tiga tempat di hari kiamat itu seseorang tidak akan ingat siapa siapa melainkan dirinya, di 3 titik hari kiamat, kita hanya akan fokus kepada diri kita tanpa mengingat siapa juapun
Yang pertama ujar Rasulullah ( iza wudi'atil Mawazin wawuzinatil a'mal Hatta yanzurobnu Adam ayyarhiffamizanuhu amyasqul) yang pertama ketika si harapkan timbangan amal kepadanya, nah di waktu proses timbangan amal itu seseorang tidak akan ingat kepada siapa-siapa, sampai dia mendapat kejelasan apakah timbangan kebajikannya lebih berat daripada timbangan kejahatannya
Yang ke dua kata Rasulullah ( wa inda suhuf) ketika di serahkan itu buku ( Hatta yanzuro Abi yaminihi yakrhuzu
Kitabahu awbi syimalih) ketika di serahkan buku itu kita pun tidak ingat siapa-siapa sampai ada kejelasan tangan mana kita menerima kitab itu, Bilamana kita menerima catatan amal itu dengan tangan kanan maka kita akan selamat, bila sebelah kiri atau dari belakang kita akan celaka
Yang ketika ujar Rasulullah ( wa inda sirat) ketika seseorang menyeberang siratal Mustaqim, nah 3 tempat itu lah seseorang tidak akan ingat kepada siapapun kecuali pada dirinya sendiri
Jadi timbangan amal merupakan sesuatu yang sangat menengangkan bagi seseorang yang akan di timbang amal perbuatannya, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ( tuda'ul Mawazin yaumal kiyamah fatuzanu syaiyi'at wal hasanat, famarrozahat hasanatuhu ala syaiyi'atihi mizkola syu'abah darozal Jannah, wamarrozahat syaiyi'atuhu ala hasanatihi
Misqola su'abah dakhrolannar ) ujar nabi di letakkan timbangan pada hari kiamat, maka timbanglah dosa dosa dan kebajikan, barangsiapa yang menang kebajikannya atas kejahatannya seberat zarrah sekalipun, ibaratnya lebih sedikit ( dakhrolal Jannah) dia masuk syurga, selamatlah dirinya, dan barangsiapa yang menang kejahatannya atas kebaikannya walaupun lebih sedikit sebesar zarrah ( dakhrolannar) maka celakalah dirinya
Nah jadi sangat sedikit yang menentukan keberuntungan kita, bilamana amal kebaikan kita menang daripada amal kejahatan kita walaupun sebesar zarrah maka kita akan selamat, nah oleh karena itu hendaknya kita melakukan amal perbuatan yang mana nantinya akan memberatkan timbangan amal kebajikan kita, karna setiap amal perbuatan kebaikan itu bermacam macam beratnya, setiap amal kebaikan yang kita kerjakan akan menambah berat timbangan tapi ada amal kebaikan yang sangat berat yang sangat mempengaruhi dengan timbangan kita, nah kita hendaknya memperbuat sesuatu sesuatu amal kebaikan yang nilainya tinggi, sehingga dengan izin Allah akan memenangkan timbangan kebaikan kita di akhirat, aamiin ya Allah ya rabbal 'alamin
Nah apa apa amal ibadah yang nilainya besar sehingga jika di letakkan pada timbangan kebaikan, dia akan jadi menang, di dalam kitab tazkiroh Al qurtubi di sebutkan
1. Adalah mengucapkan la Ilaha illallah, akhira Kalam, kalimat la Ilaha illallah yang kita baca tapi di akhirat umur kita, nah ini yang paling berat
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan di akhirat nanti ada orang yang di timbangan amalnya sedemikian banyak dosanya, sehingga kalau di lihat demikian orang ini tidak akan mungkin bisa selamat lagi karna jauh sangat bezanya, nah akan tetapi ada satu amal kebaikannya yang belum di timbang yaitu la Ilaha illallah, kalimat la Ilaha illallah yang di ucapkannya menjelang akhir hayatnya, begitu di letakkan pada timbangan kebaikan maka menang lah timbangan kebaikannya
Jadi mengucapkan la Ilaha illallah di akhir hayat itu sudah pasti menjadi keberuntungan seseorang, sudah pasti akan menjadikan timbangan amalnya lebih berat daripada timbangan kejahatannya,
2. Di sebutkan di dalam tazkiroh imam Al qurtubi amal ibadah yang sangat besar nilainya ( khruluqun Hasan ) Budi pekerti akhlak yang baik, orang ini banyak mempunyai kesalahan - kesalahan tapi dia ini ada mempunyai suatu ibadah yang namanya khruluqun Hasan, Budi pekerti yang baik, nah Budi pekerti yang baik ini bisa menyebabkan timbangan kebaikannya menang atas kejahatannya, nah apa yang di maksud dengan Budi pekerti yang baik itu? Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyatakan ( antasila, mankata'ak,
Wa tuktiya man haromak, wa takfu wa Amman dzolamak
Budi pekerti yang baik itu adalah bahwa engkau menghubungi orang yang tidak menghubungi engkau, macam orang yang tidak beri salam engkau kasi salam, orang yang tidak menegur engkau engkau tegur, ada orang salah engkau maafkan, nah itu salah satu alamat Budi pekerti yang baik, kemudian lagi engkau memberi kepada orang yang tidak memberi engkau, macam ada tetangga engkau tidak memberi engkau beri buah kah, makanan kah, bebas, tapi kita selalu memberi,
Nah itu adalah Budi pekerti yang baik namun kalo ada sama sama memberi nah itu wajar saja, itu nyata, ini orang tidak ada memberi kepada kita cuma kita aja yang memberi nah ini tanda seseorang itu mempunyai Budi pekerti dan akhlak yang baik, ( wa tukti man haromak)
(wa takfu wa Amman dzolamak), memaafkan, maafkan lah orang yang menganiaya engkau, nah ini lah alamat atau tanda orang yang Budi pekerti dan akhlak yang baik
Yang nilai pahalanya sangat berat nanti terhadap seseorang sehingga akan bisa memenangkan amal kebaikannya ketika dalam timbangan akhirat insyaallah
3 ( assolatu alan nabi shallallahu 'alaihi wasallam) selawat kepada nabi, karna nabi, nabi kita, sewaktu giliran ummatnya di timbangan amalnya, beliau berada di sisi timbangan sampai proses timbangan ummatnya selesai, Baginda Rasulullah tidak akan pernah meninggalkan timbangan itu sebelum semua ummatnya selesai di timbang, jadi orang orang yang selama hidup di dunia sering bershalawat kepada Rasulullah, maka nabi kita akan memberikan syafaat kepadanya di sana
4. ( Assabru ala maudi auladihi koblal buluk ) sabar atas kematian anak anak nya yang belum baligh, ada orang ini sabar atas kematian anaknya yang masih kecil, masih kanak kanak, nah itu sangat memberatkan timbangan kebajikannya
5. ( Taklimul ilim ) Mengajarkan ilmu agama, ini mempunyai nilai yang sangat tinggi yang sangat besar, dan lagi mengabulkan hajat hajat saudaranya, nah demikian itu lah amal amal ibadah yang banyak menyelamatkan manusia di dalam proses timbangan amal di akhirat itu
Ada seseorang di ceritakan di dalam sebuah hadist, begitu di timbang amal nya kalah amal kebaikan, kemudian orang ini pernah semasa hidupnya mengabulkan hajat saudaranya begitu di timbangan menang amal kebaikannya,
Al imamul Ghazali rahimahullah di dalam kitab ihya Ulumiddin menyebutkan bahwa pada hari kiamat itu manusia terbagi menjadi 3 kelompok,
1. (Firkatun laisyat lahum Hasanah ) ada kelompok yang sama sekali tidak punya anak kebaikan seperti orang orang kafir, nah orang orang yang seperti ini tidak ada yang perlu di timbang, apa yang hendak di timbang
Alquran menjelaskan pada surah Al Kahfi ayat 105
Kami tidak mendirikan bagi mereka itu pada hari kiamat timbangan, Karna kalau orang itu kafir perbuatan baik seperti apapun yang di lakukannya Tidak akan bisa memberatkan timbangannya, jelas dia kafir kepada Allah nah itu lebih besar,
2. Pada hari kiamati tu ada kelompok
( La syaiyi'atalahum ) Orang orang yang tidak ada dosa baginya, nah ini pun tidak ada timbangan juga, ini langsung masuk syurga ( bi ghoiri hisab) tanpa adanya perhitungan amal oleh Allah subhanahu wata'ala, nah termasuk dalam kelompok kedua ini artinya dia tidak menemui hisab, dia tidak menemui timbangan termasuk adalah ( Al hammadun lillah ala kullihal, ayfi sorro waddorro ) orang orang yang selalu memuji Allah, orang orang yang selalu bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan apapun yang di rasakan nya, baik dalam keadaan lapang atau dalam keadaan sempit, dapat nikmat Alhamdulillah, dalam bala Alhamdulillah, selalu dirinya memuji Allah dan bersyukur kepada Allah apapun itu keadaannya
Nah kenapa dalam bala dapat musibah itu kita musti bersyukur? Karna setiap kita dapat 1 musibah pasti ada orang lain yang dapat musibah lebih berat daripada kita nah itu yang pertama yang musti kita syukur, umpamanya di rumah kita ada 3 buah sepeda, hilang satu, nah itu masih bisa kita bersyukur karna ada 2 yang tersisa, nah jikalau hilang ketiganya, sekalian rumah rumah kita terbakar, nah dalam keadaan susah kita masih bisa bersyukur, nah orang orang yang masih tetap bersyukur dan memuji Allah dalam keadaan susah payah, maka di akhirat nanti timbangan di tiadakan baginya, Karna ini orang sudah mendapatkan keistimewaan daripada Allah dan diapun lulus ke syurga
2. ( Yang di masukkan ke dalam kelompok ini adalah ahlu kiyamillail ) Orang orang yang beribadah di dalam hari, orang orang yang ahli tahajud, orang orang yang tengah malam berdoa, shalat, mengadu dan meminta kepada Allah subhanahu wata'ala, ini lah orang tidak akan di kenakan timbangan , langsung masuk syurga tanpa hisab, ahlu kiyamillail
3. ( Manlam taskhrolhu tizaratuddun ya, wala bay'uha andzikrillah ) Orang orang yang tidak di sibukkan daripada jual beli dunia daripada dzikrillah, mengingat Allah, artinya dia ini berdagang, bekerja, tapi tidak membuatkan dirinya lalai kepada Allah, tidak lalai akan hukum hukum Allah, tidak lalai akan perintah dan larangan daripada Allah, tidak lalai dalam senantiasa mengingat Allah, berdagang dengan cara yang benar, menjual dagangannya dengan cara yang benar, sampai waktu sembahyang, diapun shalat berjamaah, segala macam perintah Allah di laksanakan, apa yang di larang Allah dia tinggalkan, tidak ada perbuatan ibadah yang tertinggal karna perdagangan nah orang seperti ini timbangan amal tidak di kenakan baginya, dia langsung masuk ke syuganya Allah subhanahu wata'ala
Dan selanjutnya lagi adalah ( Al 'afuna aninnas ) orang orang yang memaafkan, ada orang menganiaya di maafkannya, ada orang memukulnya, menggibah, mengejeknya, mendzoliminya, di maafkannya semua itu sehingga tidak ada orang yang di tuntutnya nanti di akhirat, semuanya sudah di maafkan di dunia, nah orang seperti ini timbangan amal tidak di kenakan kepadanya,
Nah kita memohon, berdoa , berharap kepada Allah agar termasuk ke dalam salah satu di antara orang orang yang mendapatkan kemuliaan daripada Allah, langsung masuk ke dalam syurga tanpa adanya timbangan, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin, dan kita di jauhkan Allah daripada golongan golongan yang celaka nanti di akhirat dan di jauhkan Allah daripada siksa api neraka
Insyaallah dengan demikian ada sedikit harapan kita mendapatkan pertolongan dari Allah subhanahu wata'ala,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah