Yang ke 96 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah Al Alaq, ini surah (Makkiyyatun) di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa Ayatuha ) dan ayat nya berjumlah ( This'a Asar) 19 ayat
( Hazihis surah awwalu manazalat minal Qur'an fi qawli mukzomi mufassirin, nazala minal zibril wahuwa qo'imun bi ghori Hiro fa'allamahu Krhomsa ayatin min hazihissuroh ) ini surah Al Alaq merupakan awal awal yang turun daripada Alquran kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, demikian pendapat mayoritas ahli tafsir turun dengan ayat ini oleh Jibril alayhissalam, dan nabi kita pada waktu itu di gua hiro,
Jibril mengajarkan kepada nabi kita 5 ayat daripada nabi kita
Itu lah ayat ayat yang pertama kali turun kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan menurut para ahli sejarah ayat ini turun kepada nabi kita pada 17 ramadan, 13 tahun sebelum beliau hijrah, bertepatan dengan bulan juli, tahun 610 Masehi, di sebutkan di dalam Bukhori wa muslim , fi shohihain, tentang proses terjadinya turunnya surah ini kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
Sayyidatina 'Aisyah Radhiyallahu Anha menceritakan
( awwaluna budi'a bihi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minal Wahyi, arrukya shodiqoh fin naum, fakana, layaaro rukya Illa ja'at Misla tholabissubuh,)
Awal awal di mulai dengannya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam daripada Wahyu, mimpi yang benar di dalam tidurnya, artinya sebelum nabi kita menerima wahyu pertama ini, beliau sering kali mendapat mimpi mimpi yang benar, ( rukyassodiqoh fin naum,)
Dan setiap kali beliau bermimpi maka mimpi itu menjadi terang, menjadi nyata, sebagaimana terang nya cahaya subuh, selama 6 bulan, sebelum beliau menerima wahyu pertama ini, beliau selalu mendapatkan mimpi mimpi yang benar, yang dimana mimpi mimpi itu merupakan persiapan persiapan beliau untuk menerima kedatangan Jibril membawa Wahyu daripada Allah subhanahu wata'ala, dan mimpi mimpi itu di sebut dengan
( Rukyassodiqoh) Mimpi yang benar, dan ada juga yang mengatakan ( rukyassholehah) mimpi yang bagus
Mimpi yang benar, mimpi yang bagus, itu merupakan bagian daripada 46 kenabian, orang orang Sholeh dahulu sangat mengharapkan mendapatkan mimpi mimpi yang indah dalam tidur mereka, yang mana dengan mimpi mimpi itu mereka dapat mengetahui tentang kebenaran diri mereka, dan dengan mimpi itu mereka bisa tahu apa yang akan terjadi di belakang hari, karena Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda bahwa
( Arrukyasshodiqoh minarrozulissolih zuz'un min sittatin wa arba'ina zuz'a minannubuwwah ) mimpi mimpi yang bagus, mimpi mimpi yang benar itu dari seorang laki laki yang Sholeh adalah satu bagian daripada 46 bagian kenabian, maksudnya bagian dari 46 kenabian itu adalah
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerima wahyu dengan bangun, itu selama 23 tahun, Mekkah 13 tahun, Madinah 10 tahun, nah 23 tahun itu di kali dengan 12 bulan, sama dengan 276 bulan, 276 bulan itu di bagi 6, 46, nah 6 bulan itu adalah masa beliau menerima mimpi mimpi sebelum menerima wahyu daripada Allah subhanahu wata'ala, nah jadi mimpi yang indah, mimpi yang Sholihah, mimpi yang shodiqoh, itu merupakan bagian daripada kenabian, asalkan orang yang bermimpi ini adalah orang yang sholeh atau perempuan yang Sholihah,
Karna mimpi ini juga mau berbohong, nah kapan mimpi itu mau berdusta, kalau orang yang bermimpi ini seorang pendusta, dan mimpi itu yang, benar, kalau orang yang bermimpi ini adalah orang yang Sholeh dan orang yang benar, jadi tidak setiap mimpi itu benar, tergantung kepada orangnya, Al imamul Ghazali rahimahullah mengatakan di dalam kitab ihya Ulumuddin sebuah hadist daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ( iza namal 'abdu ala toharatin 'uriza bI rukyihi )
Apabila tidur seorang hamba dalam keadaan suci, bersih maksudnya bersih hatinya, dan bersih anggota tubuhnya, bersih daripada Hadast, bersih daripada najis, bersih daripada hal hal yang bersifat batin, maksudnya adalah bersih daripada berniat jahat kepada orang muslimin, bersih daripada berniat untuk merencanakan suatu dosa dan maksiat baik itu kepada Allah maupun kepada sesama makhluk Allah subhanahu wata'ala, nah hati itu bersih,
Bersih daripada dendam, bersih daripada sifat hasad, nah bila kita tidur dalam keadaan seperti itu bersih secara dzohir dan batin, maka ruh kita berhubungan dengan Arashnya Allah subhanahu wata'ala, bilamana ruh kita itu sudah berhubungan dengan arash, maka apa yang kita lihat dalam mimpi itu shodiqoh, benar, artinya mimpi kita itu bisa di takwilkan,
Sedikit cerita tentang mimpi
Seorang Solih yang sedang sakit, di dalam mimpi dia di berikan orang obat, ujar orang di dalam mimpi itu, hai tuan, apakah engkau hendak sihar, nah ini obatnya, silahkan makan buah lala, kita pun langsung bangun dari tidur, kita tanyakan orang sekampung apa itu buah lala, semua orang tidak tahu, lahirnya kita datang kepada seseorang yang mengerti tentang takbir mimpi, apa itu buah lala tuan, ujar tuan guru itu itu adalah buah zaitun, nah kepada di sebut dengan buah lala
Dan apabila dia tidur tidak dalam keadaan suci baik itu secara dzohir dan batin, maka ruh nya tidak akan bisa berhubungan dengan arash nya Allah, maka andaikata dia bermimpi, itu hanyalah bunya bunga tidur yang tidak benar, jadi Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tadi di sebutnya sebelum menerima wahyu daripada Allah di mulai dengan mimpi mimpi yang benar, di dalam tidurnya
( Summa hubbi ba ilaihil Khrola ) Setelah beliau mendapatkan mimpi mimpi yang bagus itu, maka beliau di gemarkan berkhralwat, sering kali mendapatkan mimpi yang bagus, timbul di hati beliau keinginan untuk selalu menyendiri, untuk berdzikir dan tafakkur ( fakana yakrhlu bi gori Hiro) beliau berkhralwat di gua hiro, nah itu tinggi benar, di Jabal nur,
Al habib Abdullah Al Idrus Al Akbar mengatakan bahwa krhralwat itu ada macam macamnya ( shalasati ayyam?
1. Ada krhralwat itu 3 hari
2. Ada waktu usbuk, ada krhralwat itu seminggu
3. Ada wa krhralwatu arba'in, ada berkhralwat itu selama 40 hari, menyendiri, nah itu ada aturan aturanya, makannya berpa kali, tidurnya brapa lama, amalan apa yang musti di baca, nah demikian itu sudah di sampaikan oleh para ulama ulama yang dahulu
Nah begitu lah keadaan nabi dalam berkhralwat, kadang seminggu, kadang 3 hari, sebulan, 40 hari, di gua hiro, nah setelah habis bekal balik ke rumah, di sediakan lagi, pergi lagi menyendiri, sampai datang Wahyu daripada Allah kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu pada 17 Ramadan,
( Faza'ahul malak faqola iqro) Datang malaikat Jibril kepada Baginda Rasulullah di gua hiro itu, apa kata Jibril, ( iqro) baca wahai Muhammad, maksudnya oleh para ulama ahli tafsir, bacalah nantinya Alquran yang nantinya akan di turunkan kepada engkau, ( faqola ) Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata
( Ma 'ana bi qori) Aku tidak bisa membaca ujar nabi
( Qola, fa'akrhazani, fakhrottani, Hatta balagho minnil Zahdu, ) Jibril pun memegang Baginda Rasulullah, dan memeluk nya dengan pelukan yang sangat kuat, sehingga Baginda Rasulullah hampir hampir kehabisan nafas, ( summa arsalani ) kemudian Jibril pun melepaskan pelukannya ( faqola, iqro, ) baca hai Muhammad ) Alquran yang nanti di turunkan kepada engkau, ( faqultu ) di jawab oleh Baginda Rasulullah,
( Ma 'ana bi qori) Aku tidak bisa membaca,
( fa'akrhazani, fakhrottani, assaniyyah) Maka Jibril pun memeluk lagi pelukan yang sangat kuat, lebih kuat
Daripada pelukan yang pertama
( Hatta balagho minnil Zahdu) Sehingga aku sudah payah bernafas ( summa arsalani) kemudian melepaskan lagi pelukan itu Jibril kepadaku, ( faqola) dan Jibril pun berkata ( iqro) baca hai Muhammad Alquran yang akan di turunkan kepada engkau, ( faqultu) ku jawab ujar nabi
( Ma 'ana bi qori) Aku tidak bisa membaca
( fa'akrhazani, fakhrottani, assalisah) Datang lagi jirbil itu kepadaku, memelukku dengan pelukan yang sangat erat, dan kemudian melepas akan pelukan dari ku, Jibril pun berkata ( iqro ) baca hai Muhammad
Bacalah dengan bantuan daripada Allah, dengan kekuatan daripada Allah, dengan daya upaya daripada Allah dan dengan pertolongan daripada Allah, yang mencipta, nah kalau engkau itu yang membaca jelas tidak akan bisa, karena engkau sendiri tidak punya daya dan upaya, tapi kalau bacalah itu dengan pertolongan dan bantuan daripada Allah, pasti bisa bahkan lebih daripada sekedar membaca
Bacalah hai Muhammad, dengan pertolongan Allah, dengan kekuatan Allah, dengan izin Allah yang menciptakan itu
Dari ini ayat para ulama memberikan isyarat kepada kita setiap kali ibadah yang kita kerjakan itu hendaklah kita merasakan bahwa kita bisa beribadah itu dengan pertolongan dan bantuan daripada Allah, kita bisa sembahyang, kita bisa shalat, kita bisa puasa, kita bisa melakukan segala macam perbuatan ibadah itu semua semata mata hanya atas izin daripada Allah dan bantuan daripada Allah subhanahu wata'ala
Artinya apa, sebelum kita beribadah maka perlu kita ingat terlebih dahulu bahwa aku ini melakukan ibadah ini adalah atas pertolongan Allah, bukan karena diriku,
Contohnya lagi besok kita hendak puasa, maka ingatlah bahwa besok itu aku masih bisa hidup, besok aku sanggup kuat untuk puasa itu semua semata-mata hanya anugerah, hidayah, petunjuk dan kekuatan daripada Allah subhanahu wata'ala, bukan kekuatanku, nah apa gunakan kalau kita beribadah dengan menghadirkan hati dengan Allah seperti itu?
1. Kita akan mendapatkan ( 'aunullah ? Pertolongan Allah, ibadah yang kita lakukan akan senantiasa mendapatkan pertolongan daripada Allah
2. (Yusbumminallah ) Ibadah yang kita lakukan akan Mendapatkan kemudahan daripada Allah,
3. ( Adamutta'af) Tidak terasa susah dan payah ketika kita sedang melakukan ibadah kepada Allah, jadi jangan kita heran kalau ada orang duduk membaca 4 juz membaca Alquran, bahkan bisa lebih, nah kenapa merasa tidak merasa payah dan susah, karena mereka melakukan indah itu semata dengan Allah, dengan daya upaya dan pertolongan daripada Allah, jelas semuanya akan terasa senang hati
4. ( Salamatumminarriya wal ujub )Kalau setiap kali kita beribadah itu kita lakukan dengan kekuatan dan pertolongan daripada Allah maka kita akan Selamatnya ibadah kita itu daripada penyakit Riya dan ujub
5. ( Yasilu ilallah ) Nah ibadah yang kita kerjakan itu akan sampai kepada kahadirat Allah subhanahu wata'ala
Allah menciptakan manusia itu dari segumpal darah, Allah mengingatkan kepada kita bahwa manusia itu di ciptakan dari segumpal darah, ( iqro ) bacalah hai Muhammad, Wahyu Wahyu Allah ( wa rabbukal Akram) dan Tuhan kamu itu maha pemurah
Nah kalau kita membaca Alquran, Allah maha pemurah dalam memberikan ganjaran pahala kepada kita, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( Man qoro'a harfan min kitabillah, falahu bihi Hasanah, wal hasanah bi 'asri ansaliha, la aqulu alif lam mim harfun, walakin Alif harfun, walam harfun, wamin harfun)
Ujar nabi kita siapa yang membaca 1 huruf dari Alquran dia akan mendapatkan 1 kebajikan dan di gandakan 10,
Dan aku ujar Rasulullah kita mengatakan bahwa Alif lam mim itu satu huruf, terapi, Alif 1 huruf, lam 1 huruf, mim 1 huruf, jadi kalau kita membaca Alif lam mim kita akan mendapatkan 3 kebajikan di gandakan 10, 30 pahala
Nah itu kalau kita lancar membaca, tapi kalau tidak lancar masih terbata-bata, dan kita bersungguh-sungguh hendak belajar membaca maka akan di tambah Allah lagi pahalanya, demikian lah kemurahan daripada Allah
Tuhan yang mengajari manusia dengan menulis, ilmu ada 3,
1.ada dalam hati,
2. ada di lisan,
3. dan ada juga di tulisan
Allah yang mengajari manusia sesuatu yang manusia itu tidak mengetahui, itu lah lima ayat di dalam surah ini yang menurut Sebahagian besar oleh para ulama tafsir merupakan ayat ayat yang pertama turun kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar