Yang ke 108 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah Al Kautsar, ini surah ( Makkiyyatun)
Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah ( Wa ayatuha) dan ayat-ayatnya berjumlah ( Shalas? 3 ayat
Sesungguhnya kami telah memberikan kepada engkau wahai Baginda Rasulullah, ( Al Kautsar) kebaikan yang sangat banyak, Sebahagian daripada para ulama ahli tafsir sebab turun ini surah ialah di mana Baginda Rasulullah pada waktu itu di kota Mekkah, orang orang Quraisy itu menyebut nabi kita ( abtar ) abdar artinya adalah orang yang terputus kebaikan,
mereka menyebut Rasulullah dengan demikian karna kejadian itu sesudah wafatnya putra beliau yang bernama Al Qosim, lalu mereka mengatakan bahwa sesudah Baginda Rasulullah ini wafat tidak ada penyambungnya, generasi berikutnya, karna anak laki laki nya semuanya wafat, nah oleh karena itu orang kafir Quraisy menyebut nabi kita dengan sebutan abtar, orang yang terputus kebaikannya
Oleh karna itu Allah subhanahu wata'ala menurunkan surat ini
Sesungguhnya kami memberikan kepada engkau kebaikan yang sangat banyak, Di antara kebaikan yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah
( Al haud fil Jannah Wa filmaukif ) Telaga yang di berikan nama dengan telaga Kauhtsar, itu letaknya di dalam syurga ada telaga tersebut, dan telaga itu ada pula letaknya di pasang Mahsyar, sebelum manusia menjalani proses timbang menimbang amal, nah ini adalah salah satu kebaikan yang di berikan oleh Allah kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, telaga Kautsar
Di dalam hadist di sebutkan telaga Kautsar itu
( Ma huhu abyadu minal salji Wa AHLA minal asal
Mansyariba huwala yazma'u Bakdahu 'abada ) air telaga Kautsar itu lebih putih daripada salju, lebih manis daripada madu, barangsiapa yang minum dia tidak akan dahaga lagi selama lamanya,
Nah demikian itu lah telaga Kautsar, yang mana sesudah manusia bangkit dari kubur, mereka di halau menuju tempat yang bernama Mahsyar, maka di situ ada telaga Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang bernama telaga Kautsar, dan di dalam syurga pun ada juga telaga Kautsar, yang mana telaga si Padang Mahsyar itu sumber airnya daripasa telaga Kautsar yang ada di syurga
Namun tidak semua manusia yang bisa minum di telaga itu, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan ada beberapa orang, beberapa kelompok, yang tidak bisa meminum telaga Kautsar itu, nah orang tidak bisa meminum telaga Kautsar itu maka dia akan menemui dahaga yang luar biasa di pasang Mahsyar, dan di sekitar telaga Kautsar itu ada 70.000 malaikat yang di tangannya ada tongkat dari neraka, khusus untuk menghalau orang orang yang tidak berhak minum air telaga tersebut, nah golongan siapa yang tidak di bolehkan mendekati telaga Kautsar itu ?
1. ( Al kuffar ) Nah ini jelas orang orang kafir, orang orang yang ingkar kepada Allah, orang yang menentang Baginda Rasulullah, jelas mereka akan di halau dan tidak di bolehkan mendekati telaga Kautsar
2. ( Al murtaddun ) Orang orang yang dulunya Islam, namun pada akhirnya dia keluar dari Islam, kemudian mati dalam keadaan kafir kepada Allah
3. ( Ahlul bid'ah ) Orang orang ahli bid'ah, ahli bid'ah ini adalah orang orang yang memasukkan sesuatu yang bukan agama ke dalam agama, yang tidak di ridai oleh Allah subhanahu wata'ala, sesuatu perbuatan, sesuatu pekerjaan, yang tidak di praktekkan, yang tidak di anjurkan, istilah kasarnya membuat buat dalam agama, baik itu berupa iktikad di dalam hati ataupun pekerjaan dzohir , nah orang orang semacam ini di larang mendekati telaga Kautsar
Kita ambil contoh misalnya, orang mati, orang mati itu biasanya, ada 3 hari, 7 hari, 40 hari dan seterusnya, nah ini adalah sesuatu yang bukan bagian daripada agama, nah itu tidak di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah itu hanya merupakan adat, merupakan kebiasaan di negeri kita, macam haul, mah itu hanya ( adatun ) adat, kebiasaan, jangan di katakan itu bagian daripada agama, nah sesuatu yang sifatnya adat, apabila di dalamnya mengandung nilai nilai ibadah maka itu menjadi pahala, namun bila mengandung perkara maksiat, atau hal hal yang di larang oleh agama, maka itu menjadi hal yang di haramkan
Nah jadi jangan kita beranggapan bahwa bila tidak di lakukan 7 hari, 40 hari, kemudian berdosa, bilamana tidak di adakan haul berdosa, nah jangan seperti itu, karna itu bukan ibadah, itu hanya adat yang tergantung apa isi di dalamnya, bilamana baik akan mendatangkan pahala, bilamana buruk akan mendapatkan dosa
4. ( Al mubghkridun alannabiyy shallallahu 'alaihi wasallam) orang orang yang membenci keluarga Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, orang orang yang tidak senang dengan keluarga Rasulullah, dengan zurriyyat Baginda Rasulullah,
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( Syafa'ati mubahatun Illa Liman, layubghriduna
Ahadun Illa zida 'anil hawud Yaumal kiyamah bi syiyyatin minnar ) tidak lah membenci akan kami ujar Baginda Rasulullah dan tidak lah dengki kepada kami keluarga, oleh seseorang, melainkan dia akan di halau, di jauhkan daripada telaga Kautsar pada hari kiamat dengan tongkat tongkat dari api neraka,
Nah orang orang yang matinya dalam keadaan hatinya itu benci kepada keluarga, zurriyyat Rasulullah, maka dia tidak akan mendapatkan tempat untuk meminum air di telaga Kautsar,
5. ( Assabbuna ashabbannabiyya shallallahu 'alaihi wasallam ) Orang orang yang mencaci maki sahabat sahabatnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dia tidak senang hati dengan sahabat nabi, dia marah kepada sahabat nabi, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ( syafa'ati mubahatun Illa Liman sabba Ashabi ) ujar nabi kita syafaatku itu bebas, siapapun bisa dapat, kecuali orang orang yang mencela, mencaci maki sahabat sahabatku,
Nah jadi kalau seandainya kita berjumpa dengan orang orang yang mencaci maki sahabat nabi, maka bersegelah pergi daripada itu tempat, atau kita duduk di masjid kemudian ada orang mencari maki keluarga Baginda Rasulullah, kita duduk di tempat itu tidak meninggalkan, maka di khawatirkan kita tergolong kepada mereka
6. ( Azzolimun ) Orang orang yang dzolim, pemerintah yang dzolim kepada rakyatnya, pejabat pejabat yang dzolim kepada rakyatnya, pemimpin yang dzolim kepada anak buahnya, suami yang dzolim kepada istrinya, orang tua yang dzolim kepada anak anaknya, maka akan di cegah daripada mendekati telaga Kautsar itu
7. ( Al muklimun bil khaba'ir ) Orang yang secara terang-terangan melakukan dosa besar, tidak malu memperbuat dosa besar, minum arak, berzina, tidak shalat, duduk di warung, tidak malu, laki laki menyerupai perempuan, nah ini termasuk dosa yang besar, orang yang bertato, bangga menampakkan tatonya, bangga menampakkan maksiatnya secara terang terangan di hadapan orang banyak, kalau dia tidak taubat daripada segala macam yang demikian sampai dia mati, maka dia akan di cegah untuk mendekati telaga Kautsar itu
8. ( Al mustakhrifun bil ma'asi ) Orang orang yang meremehkan maksiat, maksiat, dosa di anggapnya enteng, oh tidak apa apa itu kita buat aja dosa, nah meremehkan maksiat,
9. ( Al mu'inuna aladzolimin ) Orang yang mendukung atas orang orang yang melakukan perbuatan dzolim, siapapun itu orang, kelompok kelompok yang sudah jelas kita ketahui kedzolmannya, kemudian kita dukung, maka akan tercegah daripada telaga Kautsar
10. ( Al musaddiqun alal umaro'il kazibin )
Orang yang membiarkan penguasa yang dusta, nah kira ni sudah tahu bahwa penguasa ni berdusta aja kerjanya, lalu kita benarkan, demikian yang tercantum di dalam kitab attazkiroh lil qurtubi, tentang golongan golongan orang yang tidak berhak untuk air telaga Kautsar yang berada di Padang Mahsyar
Kemudian yang di maksudkan dengan Al Kautsar itu adalah ( kasratul Ashab wal asbah ? Kami berikan kepada engkau wahai rasul kebaikan yang sangat banyak, pertama telaga Kautsar tadi, kemudian yang kedua banyak sahabat dan pengikut sampai hari kiamat, di antara nabi dan rasul terdahulu paling banyak sahabat, ya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, paling banyak ummat, ummat Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
3. ( Azzurriyyatul kasiratul mubarokah, falatazidu zurriyyata Ahadun minal khrolqi Misla Zurriyyatil Mustafa shallallahu 'alaihi wasallam Fil kasrah, wala fil barokah ila Yaumil kiyamah ) yang ketiga yang di berikan Allah kepada junjungan kita adalah zurriyyat yang banyak uang di berkati, tidak akan kamu jumpai zurriyyat seseorang daripada makhluk Allah seperti zurriyyat nabi shallallahu 'alaihi wasallam, baik banyaknya maupun barokahnya sampai hari kiamat
4. ( Rif'atu zikir ) Kami berikan kepada engkau wahai Baginda Rasulullah ketinggian sebutan, dimana ada orang menyebut Allah, maka akan menyebut juga Muhammad Rasulullah, nah ini termasuk Kautsar kebaikan yang banyak yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
5. ( Tay shirussyari'ah ) Di mudahkannya syariat, syariat ummat nabi Muhammad ini adalah syariat yang paling mudah, daripada syariat ummat ummat yang lainnya, di contohkan macam kencing kalau ummat terdahulu itu kalau kita kencing kemudian terkena pakaian maka di potong bagian yang terkena kencing, tidak ada ceritanya di basuh basuh, nah sulit ini, air kencing itu terkena tilam di potong tilamnya, kena tikar, potong tikarnya,
Nah untuk nabi kita di mudahkan, cukup dengan di basuh, kemudian lagi masa taubat, ummat dahulu ada yang di terima taubat itu kalau dia bertaubat setahun sebelum dia mati baru di terima taubatnya, kalau dia bertaubat kurang dari setahun sebelum dia mati maka taubatnya tidak akan di terima, adalagi ummat yang di terima taubatnya sebulan sebelum mati, contoh ada orang taubat kemudian baru 10 hari , dia sudah mati, maka taubat tertutup, jadi harus sebelum
Nah ada juga ummat terdahulu itu taubatnya sehari, kalau dia taubat pada saat detik ini, kemudian baru 6 jam sudah mati, maka taubatnya tidak akan di terima, ada ummat yang taubatnya sejam baru di terima,
Nah sedangkan untuk kita ummmatnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam taubat itu selalu terbuka untuk kita sampai ruh di tenggorokan, nah ini kemudahan, keberkahan yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala untuk ummatnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, untuk kita semuanya ini, dan masih banyak lagi kebaikan yang di beriman oleh Allah kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Sesungguhnya kami memberikan kepada engkau wahai rasul ( Al Kautsar) kebaikan yang sangat banyak, jadi jelas tidak benar orang orang yang kafir mengatakan kepada nabi kita bahwa engkau itu ( abtar) engkau terputus dari kebaikan, maka itu jelas tidak benar
Maka sembahyang lah kamu, dan menyembelih unta lah kamu, sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wata'ala yang sudah memberikan kebaikan kebaikan yang banyak tadi, sembahyang itu merupakan simbol hubungan kepada Allah subhanahu wata'ala, sedangkan menyembelih unta itu adalah merupakan simbol hubungan kita dengan manusia, jadi tidak cukup kalau seseorang itu hanya beribadah saja, tidak kenal dengan Jiran Jiran tetangganya, tidak memperhatikan orang orang miskin, nah ini tidak benar, atau ada orang sibuk mengurus tetangga, urus organisasi, ikut dalam masyarakat, tapi untuk urusan ibadah kepada Allah lalai, nah ini jelas tidak benar
sembahyang kepada Allah dan sembelih lah unta artinya apa, lakukan lah ibadah baik yang sifatnya langsung kepada Allah, seperti shalat, dan lakukan jugalah ibadah ibadah yang sifatnya kemanusiaan, sosial, dengan demikian akan termasuk kepada golongan orang yang bersyukur kepada Allah subhanahu wata'ala
Jadi kalau dapat rezeki, dapat kebaikan, lalu kita mengucapkan Alhamdulillah, nah ini untuk allah, kemudian kita bagikan Sebahagian rezeki yang di berikan Allah itu untuk bersedekah, untuk membantu orang, untuk perkara kebaikan,
Jadi tidak cukup mensyukuri nikmat itu hanya sebatas berterima kasih kepada Allah, tapi musti juga kepada manusia manusia yang lain,
sembahyang kepada Allah dan sembelih lah unta ? Nah kenapa unta? Kenapa tidak sapi, karna unta adalah merupakan binatang yang sangat berharga oleh bangsa arab, jadi memberikan sesuatu yang sangat berharga kepada orang lain itu merupakan bentuk syukur kita terhadap nikmat yang di berikan oleh Allah subhanahu wata'ala,
Bahwa orang yang tidak senang kepada engkau wahai rasul, dia lah orang yang ( abtar) bukan engkau, orang yang benci kepada engkau itu lah adalah orang orang yang terputus kebaikannya , seperti abu Jahal, Umayyah dan lain lain,
Bahwa orang yang membenci engkau, ( huwal abtar ) dia lah sebenarnya orang yang terputus daripada kebaikannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar