Pages

Jumat, 31 Januari 2025

Alquran / 109. Surah Al Kafirun / 116



Yang ke 109 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran adalah surah yang bernama Al Kafirun, ini surah 
( Makkiyyatun) Di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah 
( Wa Ayatuha ) Dan ayat ayatnya berjumlah ( sittun) 6 ayat, 

Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda menyampaikan tentang ini surah 
( Kulya ayyuhhal kafirun, takdilu rub'al Qur'an ) sabda Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, surah alkafirun ini ( takdilu rub'al Qur'an) menyamai seperempat Alquran, akhrrozahu imam Ahmad, ) Sebahagian para ulama tafsir menyampaikan yang di maksud dengan itu rub'al Qur'an, seperempat Alquran adalah, bila kita membaca ini surah maka kita akan mendapatkan pahala seperempat Alquran 

Nah apa bedanya kalau kita benar benar membaca seperempat Alquran langsung, nah perbedaannya kalau membaca surah alkafirun ini mendapatkan seperempat Alquran itu tidak di gandakan lagi, tapi kalau kita membaca Alquran mulai dari alfatiha, Al-Baqarah, dan surau lainnya sampai terhitung seperempat Alquran banyaknya maka pahalanya akan berlipat lipat ganda, nah itu saja bezanya, intinya kalau pahala pokoknya sama, cuman kalau kita baca Alquran dari awal sampai seperempat Alquran maka ada bonus pahalanya 

Dan lagi sabda Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkenaan tentang surah ini 
( Almunafik, alayyusholliddhu ha, walayakro'u, kulya ayyuhhal kafirun akrhozahul Dailami, ) Ujar nabi kita orang munafik itu tidak mahu mengerjakan shalat duha, walayakro'u kulya ayyuhhal kafirun) dan juga tidak mahu membaca surah Al Kafirun) nah padahal sangat banyak anjuran untuk membaca surah ini di dalam sembahyang 

Seperti sembahyang sunnat tawwaab, bacaannya kulya ayyuhhal kafirun, dengan surah Al ikhlas, shalat sunat fajar subuh, baca surah alkafirun dan ikhlas, dan masih banyak lagi yang di sunnatkan untuk membacanya, 

Imam abu daud meriwayatkan sebuah hadist bahwa seorang laki laki datang kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan laki laki itu berkata ya Rasulullah ( awsini ) Wahai Rasulullah berilah saya ini nasihat, petuah, tausiah, atau juga amalan, (Qola) bersabda Baginda Rasulullah, ( ikrok indamanamika kulya ayyuhhal kafirun, fainnaha baro'atun minassirki )
Ujar nabi aku hendak memberikan engkau amalan saja, hendak tidur maka bacalah surah kulya ayyuhhal kafirun, faidahnya apa, engkau akan selamat daripada perkara menyekutukan Allah subhanahu wata'ala, aamiin ya Rabb

Pada zaman Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan dakwah beliau di sebut kan di dalam tarikh itu di datangi oleh tokoh tokoh Quraisy, karna mereka melihat dakwah nabi kita ini makin hari makin berkembang, nah orang orang Quraisy lini datang kepada Baginda Rasulullah menawarkan, wahai Muhammad, kami dari pemuka pemuka Quraisy ini ingin menawarkan kepada engkau beberapa tawaran, 

1. Kalau engkau wahai Muhammad ingin menjadi orang yang terkaya di Mekkah kami siap memberikan harta kami untuk engkau, maka jadilah engkau orang yang terkaya di Mekkah, dengan syarat engkau berhenti berdakwah ( la tastim Ali hatana ? Jangan engkau caci maki tuhan kami, jangan engkau cela tuhan kami, nah coba kita bayangkan betapa kuatnya keyakinan mereka orang orang Quraisy terhadap berhala berhalanya, sampai sampai mereka itu mengorbankan hartanya asalkan tuhan tuhan mereka, berhala berhala itu tetap aman dan utuh 

Nah inilah gambaran pada saat ini, andaikata ummat Islam itu mempertahankan Islam seperti Baginda Rasulullah, maka jelas ummat Islam akan lebih maju daripada apa yang ada sekarang ini, karna kebanyakannya, tempat tempat maksiat di tengah tengah ummat Islam, nah itu pada mulanya sebabnya adalah karna mereka orang orang yang ahli maksiat ini berani membeli mahal tanah itu, orang mukmin yang tidak kuat imannya kemudian tergoda akhirnya di jual tanah, atau tempat itu,  orang yang membeli itu pun membuka tempat tempat maksiat, 

Padahal orang orang kafir Quraisy dahulu mereka rela mengorbankan hartanya asalkan berhala berhala itu tidak di ganggu, maka nabi kitapun menyampaikan 
( Wahai Qurais aku tidak ingin yang demikian itu ? 
Tetap akan berdakwah 

2. Nah tawaran yang kedua, yang di ajukan orang orang Quraisy, wahai Muhammad andai kata engkau ingin menjadi raja maka kami siap memanggil seluruh khabilah khabilah disini, dan sepakat menobatkan engkau sebagai raja kami, kami berikan engkau tahta yang tertinggi dengan syarat jangan engkau ganggu berhala berhala kami itu, maka Baginda Rasulullah pun menyampaikan aku tidak ingin yang demikian itu, dan akan tetap berdakwah menyampaikan ayat Allah 

3. Yang ketiga di tawarkan kepada Baginda Rasulullah perempuan, kalau engkau wahai Muhammad ingin perempuan yang paling cantik di sini, kami siap memilih mencari, menyeleksi siapa yang paling tercantik kemudian akan kami serahkan kepada engkau, maka Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun tidak ingin yang demikian itu 

Nah kemudian sesudah itu datang lah orang Quraisy 
dan kawan kawan kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, ( faqolu ya Muhamad, haluma falnakbud maaa maktubu, wa takbud ma nakbudu, wanasyhtariku nahnu wa anta Bi'amrina kullih, fa'ingkanalladzi jiktabihi khroiran mimma bi'aidina, kodsyarodna fihi, wa 'akhrrozna, BiHaaazna minhu 

Wa'ingkanalladzi bi'aidina khroiran Mimma biyadik, Kunta kodsyarokna Fi 'amrina wa'a khrozta Zalika Hazzohu minhu ) 

Nah ini tawaran orang Quraisy kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, wahai Muhammad, bagaimana kalau kita ini bersekutu saja, kami menyembah tuhan Allah, dan engkau pun ikut menyembah tuhan kami, nah sama sama saja kita, 

Riwayat lain mengatakan ( setahun ? Kami ikut menyembah Allah, dan tahun berikutnya engkau ikut menyembah berhala-berhala kami, andaikata engkau yang benar wahai Muhammad dan kami yang salah, maka ada juga kami ini sempat menyembah tuhan engkau, andaikata engkau yang salah kami yang benar, maka engkau pun akan selamat karna engkau pernah juga menyembah berhala berhala kami, nah jadi tidak akan permasalahan, damai saja kita ujarnya 

Maka Allah pun menurunkan ayat kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai jawaban kepada mereka mereka orang kafir Quraisy itu 

( Kul ) ( Ya ayyuhhal kafirun) Katakan wahai Rasulullah, 
( Ya ayyuhhal kafirun) Hai orang orang yang kafir, 

Tidak lah aku akan menyembah tuhan yang kalian sembah, aku tidak akan menyembah tuhan yang kalian sembah itu, 

Dan kalian pun tidak lah menyembah apa yang aku sembah, engkau tidak udah menyembah tuhan ku, dan akupun tidak mahu menyembah berhala engkau 

Dan tidak lah aku dahulunya pernah menyembah tuhan kalian, ujar nabi aku itu sejak dahulu sama sekali tidak pernah menyembah berhala engkau 

Dan tidak lah kalian itu pernah menyembah apa yang aku sembah yakni Allah subhanahu wata'ala 


( Lakum di nukum) Bagi kalian agama kamu, ( waliyadin)
Dan bagiku agamaku, nah ini lah jawaban tegas daripada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesudah beliau menerima wahyu daripada Allah subhanahu wata'ala, yang artinya bahwa urusan agama itu tidak ada toleransi di dalamnya, salam hal ibadah kepada tuhan, 

Misalnya kalau kita bertetangga dengan orang yang bukan Islam, kita baik kepadanya, agama tidak melarang, bahkan agama kita menganjurkan, kalau kita bermuamalat dengan orang yang bukan Islam, kita baik kepadanya, nah itu perintah agama, jangan curang, jangan menipu, sangat berbohong kepada orang yang bukan Islam, kalau kita bekerjasama dengan orang yang bukan Islam tapi dalam hal yang bukan ibadah, nah agama kita tidak melarangnya 

Tapi kalau dalam urusan ibadah, urusan sembah menyembah, urusan doa mendoakan, nah ini jelas 

Urusan ibadah tidak akan bisa bersama, nah jadi kita tidak boleh mendoakan keselamatan, mendoakan keberkahan, mendoakan ampunan kepada orang orang yang bukan Islam, kalau kita hendak juga mendoakan mereka ( cukup satu saja , allahummahdi Fulan bin Fulan) ya Allah berikan hidayah kepada nya, supaya dia masuk Islam nah ini boleh, ya Allah berikan dia petunjuk ya Allah, bukakan hatinya ya Allah, nah ini boleh, 

Tapi kalau sudah berdoa ya Allah selamatkan dia, panjangkan umurnya, nah ini tidak cocok berdoa yang demikian, tidak sesuai, demikian lah urusan ibadah dan masih banyak contoh contoh yang lainnya, di dalam akhir pada surah ini di sebutkan 

Bagi kamu agama kamu, dan bagiku agamaku, nah Sebahagian orang orang yang keliru menafsirkan ayat ini, seolah olah Allah subhanahu wata'ala itu merestui seluruh agama, seolah olah Allah itu merestui, mengizinkan kepada orang orang kafir untuk menyembah tuhan tuhan mereka, Jadi seolah olah orang yang menyembah berhala, menyembah selain daripada Allah, itu seolah olah ada izin daripada Allah, 

Nah ini lah kesalahan dalam menafsirkan ayat ini, padahal Sebahagian besar menurut ulama ahli tafsir mereka menyampaikan yang di maksud dengan ayat

Adalah merupakan ( tahdid) ancaman daripada Allah, 
Agamaku, aku, agama engkau, ya engkau, tapi Awas, hati hati engkau itu, nah seperti itu harusnya, dan ini banyak di dalam Alquran pada surah Al Fussilat ayat 40

kerjakanlah apa yang kamu sukai , hendak mencuri, hendak berzina, hendak merampok, hendak membunuh, nah Alquran itu jelas sudah ada nashnya, kerjakanlah apa yang kalian mahu, nah ini ayat ( Li tahdid ) ancaman daripada Allah, macam kita ini jadi seorang ayah, kita punya anak kecil, jangan ya nak, yang ini jangan di lakukan, jangan, tapi tetap juga anak kita ni melakukan hal hal yang tidak baik itu, sudah berkali kali kita bilang , jangan nak, jangan, jangan melakukan hal yang seperti itu, ini anak tidak juga mendengarkan, akhirnya kita pun marah, terus kita ucapkan, nah buat lah buat, awas aja

Nah ini bukan menyuruh melainkan tahdid ancaman, nah ayat ini pun seperti yang demikian itu 

Nah jadi agama yang benar di sisi Allah adalah hanya 1 yakni Islam 

( innad din 'indallah Al Islam ? Nah ini yang Wajid kita iktikad kan di dalam hati, terus agama lain? Nah ini bukan urusanku, yang menjadi urusanku adalah Islam, aku musti belajar Islam, dan lain sebagainya 

Imam Fakhrurrazi mengatakan tidak lah boleh, ( ghoiru ja'iz, tidak boleh, menggunakan ( lakum di nukum waliyadin) ini untuk selain masalah ini, seperti apa? Perbedaan pendapat, kita misal berbeda pendapat dengan kawan kita, lalu dia menyampaikan ayat ini 

Nah ini tidak boleh di ucapkan itu, terus ada lagi semisal partai, engkau partai apa, oh aku partai ini, yaudah yang penting ujarnya 

Nah ini sangat tidak boleh, ( jarad 'adatunnas , bi ayyatamassaalu hihazihil ayah inndal mutarokah, wa tilka ghoiru jaizin ) nah berati bisa jatuh haram hukumnya, karna mempermainkan ayat suci Alquran bukan pada tempatnya  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

minta doahkan, insyaallah