( Qola mushonnif rahimahullah wanafa'ana bi 'ulumihi fid daroi ni aamiin) ( assaniyatu ) yang kedua daripada sunnat sunnat yang tidak di sunnatkan berjamaah ( shalatudduha ? Sembahyang duha, ( watusamma ? Dan di namakan sembahyang duna ini dengan ( sholatal awwabin, bisa juga namanya dengan sembahyang awwabin
( Fadhluha ) Keutamaan sembahyang duha, ( waroda fihal kasiru minal 'ahadist) karena telah datang padanya sembahyang duha itu banyak dari hadist, ( Minha ) setengahnya, ( man Hazafo ala syuk'atidduha ghufirod lahu junuhubu, wa ingkanad misla jabadil Bahri ? Barangsiapa yang memelihara atas dua rakaat sembahyang duha, nah memelihara ini artinya Istiqomah di kerjakan, terus menerus tiap hari ( Hazafo),
( Ghufirod lahu junuhubu wa ingkanad misla jabadil Bahr) Di ampunkan Allah baginya dosa dosanya, sekalipun seperti buih di laut, buih di laut itu banyak, tapi kecil kecil,
Jadi artinya dosa dosa kita yang kecil walaupun banyak seperti buih di laut maka akan di ampunkan Allah apabila kita Istiqomah mengerjakan 2 rakaat shalat duha ini
( Waman shollat duha rak'ataini lamyuktab minal krhofilin
Barangsiapa sembahyang duha 2 rakaat tidak di tulis dia termasuk orang yang lupa kepada Allah subhanahu wata'ala, nah tidak di catat dia dalam golongan orang orang yang lupa kepada Allah subhanahu wata'ala
( Wala yuhafizu ala sholatid duha Illa awwwwwaaaab ?
Dan tidak bisa mengekali atas sembahyang duha itu kecuali orang orang yang suka kembali kepada Allah, nah jadi kalau orang ni suka shat duha berarti dia ini suka dekat dan kembali kepada Allah, itu sebabnya duha ini juga di sebut sebagai sembahyang awwabin, Karna ujar nabi kita wala yuhafizu ala sholatid duha Illa awwwaaaab
Tidak akan bisa mengekali sembahyang duna melainkan atas orang orang yang suka kembali dan suka bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala
( Wafil hadisil qudsi ) Di dalam hadist qudsi, ( ibna Adam
hai manusia ujar Allah ( sholli Li min awwalin nahar arba'a rak'atin akfika akrhiroh ) sembahyang lah bagiku, sembahyang lah ujar Allah karena aku, dari awal siang itu 2 rakaat , maka akan aku cukupkan di akhir siang,
( Wayusbihu ala kulli sulamah min 'ahadikum shodaqoh, wa amrun bil makrufi bi shodaqoh, wa nahyun 'Anil mungkari shodaqoh, wayukzzi'u an Zalika rok'atani
Yarka'u Huma minadduha ) dan jadilah atas tiap tiap persendian persendian dari salah seorang kamu itu shodaqoh, nah di dalam tubuh kita ini banyak persendian, di tangan di bahu, di betis,
Jadi ujar nabi kita jadilah pada tiap tiap persendian bagi tiap tiap kamu itu shodaqoh, ( amar bil makruf ) termasuk shodaqoh, ( nahyi anil munkar) termasuk sedekah, menyamakan dengan demikian adalah dua rakaat yang dia laksanakan daripada shalat duha, artinya kalau orang sembahyang duha itu dua rakaat berarti seluruh persendian yang ada di tubuhnya ini sudah bersedekah, subhanallah
Dan lagi hadist Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan bahwa
( innafil jannati baban yuqolu lahudduha, fa'iza Kana yaumal kiyamah nada munadin, 'aynalladzinaa kanu
Yudimuna ala sholatid duha, haza babukum fadkrhuluh
Birahmatillah ) ujar nabi sesungguhnya di syurga itu ada pintu, yang nama pintu itu duha, apabila pada hari kiamat nanti ada seruan, wahai orang orang yang selalu mengekali sembahyang duha, ini lah pintu kalian, masuk lah kalian dengan pintu itu dengan Rahmat Allah subhanahu wata'ala
Di dalam hadist yang lain Rasulullah juga bersabda
( Al munafiku la yusholli sholatad duha ) Orang munafik itu tidak shalat duha, nah artinya apa kita ni orang yang beriman maka di anjurkan untuk shalat duha,
Karna kan sudah di jelaskan ciri ciri orang yang munafik itu halau hendak mengerjakan shalat, sembahyang duha tidak bisa, sembahyang subuh berjamaah tidak mahu, sembahyang isya berjamaah Sulit, nah jadi mudah mudahan kita semuaan ini bisa benar benar menjaga shalat kita, mudah mudahan Allah memberikan kita pertolongan sehingga kita di jauhkan daripada sifat, dan tingkah laku perbuatan orang munafik ini, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Waktu mengerjakan shalat sunnat duha
( Waktuha bermula waktu sembahyang duha, minir tifa'i Syamsi, kod Ra rumhin ilazzawal ) Waktu sembahyang duha itu mulai terangkatnya matahari seperti terangkatnya tombak, oleh ahli falak mentakdirkan maksudnya sekedar tombak itu kurang lebih 16-30 menit dari terbitnya fajar, sampai pada jam 12, macam 1 jam sebelum masuk waktu Dzuhur, nah jadi waktu nya ini sangat panjang, dengan demikian Allah subhanahu wata'ala tidak ingin hambanya ini lupa kepada Allah, maka di buatkan Allah lah sembahyang duha di antara waktu yang panjang itu
Seperti waktu isya dengan subuh, nah supaya jangan lupa kepada Allah, dan masih tetap ingin ibadah kepada Allah maka di buatkan Allah sembahyang tahajud, hajat, taubat, macam macam, shalat witir, nah itu
Jadi sembahyang duha ini seperti sembahyang Israk, menurut Sebahagian ulama ( sembahyang duha itu ya sembahyang Israk, ) menurut Sebahagian ulama yang lain, Israk itu lain, duha itu lain, jadi kalau di bedakan waktunya berarti Israk ini sedikit waktunya, nah waktu Israk kapan? Begitu matahari terbit di tambah dengan beberapa menit 16 menit, terangkatnya matahari sekedar tombak, baru kita shalat Israk, selebihnya itu tidak ada waktunya karna sudah berganti masuk kepada waktu duha
Jumlah bilangan pada shalat sunnat duha
( 'adadu roka'atiha ) Bilangan roka'atnya shalat duha,
( Akalluha ) Sekurang kurangnya ( rok'atani ) dua rakaat
Nah itu minimal, ( wa aksaruha wa afdholuha ? Paling banyak dan paling afdhol, ( shamanun ) delapan rakaat
( Wal afdholu ) Yang paling afdhol lagi ( fiha ) pada delapan rakaat itu ( ayyushollima ) bahwa dia salam
( Mingkulli rok'atain ) Pada tiap tiap dua rakaat
2 rakaat, salam, 2 rakaat, salam, 2 rakaat, salam, 2 rakaat salam, nah ini paling afdhol 8 rakaat, kalau hendak di kerjakan 6 rakaat boleh, 4 rakaat boleh, 2 rakat pun boleh
Surah yang afdhol di baca pada sunnat duha
( Kamaqola sohibussuffatis jubat summadduha Wahiya samanin afdholu, Sintani adnaha waktuha huwa
Minirtifa'i Syamsi hattal istiwa' ) ( wayakro'u fimiha ) dan dia membaca pada dua rakaat sunnat duha itu ( ma sya'a) apakah ayatnya sesudah membaca surah Al fatiha
( Wal afdhol Surata assyamsi dan surah wadduha ) Yang paling afdhol surah yang di baca adalah surah assyamsi dan juga surah duha, atau boleh juga surah Al Kafirun wal ikhlas, nah jadi kalau kita shalat duha umpamanya dua rakaat maka bacalah surah yang afdhol, dengan niat
( Usholli sunnatadduha rak'ataini lillahi ta'ala) Aku sembahyang sunnat duha dua rakaat karena Allah ta'ala
Nah ujar para ulama fiqih mengatakan baca kedua duanya surah yang afhdol itu, contoh rakaat pertama
Kita baca alfatihah dan juga surah assyamsi dan kul ya ayyuhhal kafirun, rakaat kedua alfatihah, wadduha dan Al ikhlas, nah di gabung, itu kalau kita shalat duha 2 rakaat saja,
Contoh macam kita hendak shalat sunnat duha 8 rakaat
Nah ini ada 3 cara, yang pertama di kerjakan sekaligus
( Usholli sunnatadduha Samana rok'atin lillahi ta'ala)
Aku sembahyang sunnat duha 8 rakaat karena Allah
Atau hendak melakukan 8 rakaat cuman terputus, dua rakaat salam, dua rakaat salam , nah ini nyaman
Niatnya ( usholli rok'ataini minadduha lillahi ta'ala)
Aku sembahyang dari dua karena Allah ta'ala,
Rakaat perwira fatiha, assyamsi, rakaat kedua Fatihah wadduha, nah sisanya fatiha kul ya ayyuhhal kafirun, fatiha kul huwallahu Ahad, Fatihah kul ya ayyuhhal kafirun, fatiha kul huwallahu Ahad, nah begitu lah seterusnya sampai habis, nah ini kalau di kerjakan dus rakaat dua rakaat
Umpamanya kita mengerjakan 4 rakaat shalat duha, bah 4 rakaat ini ada 3 cara juga, kalau 8 rakaat tadi juga ada 3 cara, 8 rakaat sekaligus, atau 2 rakaat, 2 rakaat, atau 4 rakaat, 4 rakaat, ( usholli arba'a raka'atin minadduha lillahi ta'ala, aku sembahyang 4 rakaat dari duha karena Allah ta'ala, nah surah nya macam seperti tadi, baru di tambah 4 lagi kalau kita hendak mengerjakan 8 rakaat
Nah kalau kita hendak mengerjakan 4 rakaat, maka yang paling baik caranya adalah dengan dua rakaat dua rakaat, ( usholli rok'ataini minadduha lillahi ta'ala, Allahu Akbar) surahnya Al Fatihah assyamsi, Al Fatihah wadduha, salam, kemudian di tambah lagi 2 rakaat akhir, Al fatihah kul ya ayyuhhal kafirun, Al Fatihah kul huwallahu Ahad, nah ini dua dua
Boleh juga di kerjakan 4 rakaat sekaligus satu kali salam
( Usholli sunnatadduha arba'a raka'atin lillahi ta'ala)
Aku sembahyang sunnat duha 4 rakaat karena Allah ta'ala, nah rakaat pertama baca surah Al Fatihah dan surah assyamsi, rakaat kedua alfatihah wadduha, rakaat ketiga Al Fatihah dan kul ya ayyuhhal kafirun, rakaat ke 4 Al Fatihah dan kul huwallahu Ahad
Nah kemudian cara yang ketiga di kerjakan seperti shalat Dzuhur, 4 rakaat, ada tahhiyyat awal dan akhirnya
( Usholli sunnatadduha arba'a raka'atin lillahi ta'ala)
Seperti salat Dzuhur, rakaat pertama Al Fatihah, assyamsi dan kul ya ayyuhhal kafirun, rakaat kedua Al Fatihah wadduha dan kul huwallahu Ahad, rakaat ketiga dan ke 4, alfatihah saja, kenapa? Karna sudah ada tasyahhud awal , macam shalat Dzuhur, demikian lah Kita mengerjakan shalat Duha sebagai tanda Kita ini bukan orang munafik
( Wayakro'u bakdassolah hazadduha ) Dan dia sesudah shalat Duha membaca doa ini, ni doa habib Muhammad bin Abdullah al Haddad ( alhamdulillahi Robbil alamin, allahumma solli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wasohbihi wasallim, ya allahu ya wahidu, ya ahadu, ya wajidu, ya jawadu, imfahna mingka bi naf'ati khroirin 3x,)
( Summa yaqul) kemudian dia mengata, ( wahuwa rofi'un yadaih ) sambil mengangkat kedua tangannya dengan tinggi ( Ya basitu 10x) ( summa yadummuhuma) kemudian dia menurunkan tangannya seperti biasa
( wayaqul ubsud 'alainal khroiro warrizqo, Wawafiqna li'isobatissawabi wal haq, Wawafiqna li'isobatissawabi wal haq, Wazayyinna, wazayyinna bil ikhlas wassidqi, wa'a 'izna min syarril krholqi, wakrhtimlana bil husna Fi rudbim wa'afiyyah, kemudian membaca doa duha
( Allahumma innadduha a duha'uka, walbaha a baha uka, waljamala jamaluka, walquwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wassultona sultonuka, wal azamata a zamatuka, wal ismaka ismatuka, allahumma ingkana rizqi, wa ahbabi Wal muslimin Abadan fissama fa'anzilhu, ) ya Allah jika adalah rizki ku Dan rezeki kekasih kekasihku, Dan juga rezeki kaum muslimin yang ada di langit, fa'anzilhu, turunkan ya Allah
( Wa in kana fil ardi fa'akrh rizhu, wa ingkana ba'idam faqorribhu, wa in kana qolilam fakassirhu, wa in kana makduman fa'aujidhu, Wa in kana haroman fatoh hirhu,)
Nah jadi orang Yang melaksanakan shalat Duha itu dia sudah meminta kepada Allah rezeki Yang halal,
( Ingkana haroman ) Ya Allah jika rezeki itu harom, fatoh hirhu, bersihkan lah ya Allah,
( Bi haqqi Duha ika, wa baha ika, wa zamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, wa sultonika, wa 'azomatika, wa ismatik, allahumma atina Fi qulli heiyynin, afdola ma'ataita aw tukti ibadaqassolihin tulliheiynin ma'afiati tammatin fid daroi ni amiin, ) alhamdulillah ya Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
minta doahkan, insyaallah