Pages

Jumat, 07 Februari 2025

4. Belajar shalat Sunnat Rawatib

Shalat sunnat Rawatib 

( qola musonnif rahimahullah wanafa'ana bi ulumihi fid daroi ni Amin ) ( assalisatu ) bermula Yang ketiga daripada sembahyaang sunnat Yang tidak Di anjurkan, tidak di sunnat Kan berjamaah, ( arrawatibu ) yaitu, Rawatib, ( watusamma ) Di manakan juga ( arrogoib ) 
( Wahiya ) Sunnat Rawatib itu ( qobliyyatul maktubati, wa bakdiyyatuha ) qobliyyah Dan bakdiyyah sembahyang fardhu, itu namanha Rawatib tau rogoib 

( Watankasimu ) Dan terbagi itu Rawatib ( ila kismaini ) kepada dua bahagian, pertama ( mu'akkadatin ) Yang mu'akkadah, artinya sangat kuat anjurannya ( wahiya) Yang ini mu'akkadah) ( allati wazola alaihar Rasulu shallallahu alihi wa sallama, walam yatrukha La hadoron wala safara ) Yang mengekali atasnya oleh Rasul dan tidak pernah beliau tinggalkan, baik beliau hadir maupun pass waktu musafir, nah rasulullah walapun musafir tetep mengerjakan yang demikian ini, apalagi tidak 

A. Mu'akkadah 

( Wahiya ) Yang sangat Di anjurkan itu ( asrotun ) 10 rakaat, ( rok'atani qoblassubhi ) 2 rakaat sebelum subuh ( wahiya afdholuha ) ini Yang paling afdhol Di antara sepuluh rakaat itu, ( wa qoblazzuhri ) Dan 2 rakaat sebelum dzuhur, ( wa rok'atani bakda dzuhur ) Dan 2 rakaat sesudah shalat dzuhur, ( Wal magribi ) 2 rakaat sesudah magrib, ( Wal isya'i ) 2 rakaat sesudah shalat isya, nah ini Yang paling mu'akkadah, Di anjurkan Karna Yang demikian ini sangat di kekali, dan Rasul tidak pernah meninggalkan ini baik dalam keadaan bersedia tau Di dalam perjalanan

Nah pertama 2 rakaat sunnat subuh, ini Yang paling afdhol, menurut pendapat Al imamus syafi'i ( qaul kodim) ini lebih afdhol daripada witir, nah qoul imam syafi'i Yang jadid, Yang paling afdhol itu witir daripada sunnat subuh, Dan juga menurut Al imam hasanul basri sembahyang sunnat subuh ini hukumnya wajib,

Ujar nabi Kita rasulullah menyampaikan bahwa
( rok'atal fajri krhoirun minad dun ya wama fiha ) dua rakaat sunnat subuh lebih baik daripada bersedekah dengan dunia dan isinya, nah umpamanya ada orang Kaya punya banhak hasta, macam Luas bumi ini hartanya kemudian di sedekahkannya semuanya itu, tapi dia tidak sunnat subuh, ada orang miskin tak punya banyak harts tapi dia ini sunnat subuh, nah ini lebih baik 

Niatnya apa ? ( Usholli sunnata subhi ro'ataini lillahi ta'ala ) Boleh juga ( usholli sunnatal fajri rok'ataini lillahi ta'ala, nah itu dua macam niatnya, daripada rasulullah shallallahu alihi wa sallam, ada beberapa bacaan bacaan Yang di baca pada tiap tiap rakaat itu, nah yang pertama membaca surah al fatihah dan surah alam nasroh, rakaat kedua, Al fatihah dan surah alamtarokai fafa'alarobbuka bi'ashabil fil, 

Nah ujar Al imamul ghazali siapa Yang sembahyang dua rakaat sunnat subuh bacaannya seperti Yang demikian itu surah-surahnya maka pada Hari itu dia akan selamat daripada kejahatan kejahatan musuh, 
Dan dari baginda rasulullah shallallahu alihi wa sallam juga, dua rakaat sunnat subuh ini, pada rakaat pertama Al fatihah dan Al kafirun, rakaat kedua Al fatihah dan Al ikhlas, nah ini dari baginda rasulullah juga 

Nah oleh para ulama Di simpulkan bahwa Yang paling baik Di baca kedua duanya, rakaat pertama membaca surah Al fatihah, alam nasroh Dan Al kafirun, rakaat kedua Al fatihah, alamtarokaifa Dan juga Al ikhlas, nah ini Yang paling baik Di baca pada saat sunnat subuh 
(Wahiya afdholuha) Karna demikian itu Yang afdhol ya

Nah kalau umpamanya tidak sembah shalat sunnat subuh, orang sudah qomat, maka langsung ikut shalat berjamaah, nah selesai shalat berjamaah baru Kita laksanakan shalat sunnat subuh, Masih ada'an, bukan qodo'an, semisal Kita ada halangan mendadak, terus sudah qomat, tak sempat Kita mengerjakan sunnat subuh, nah langsung aja berjamaah, selesai shalat subuh, baru Kita laksanakan sunnat nya

Dan Yang kedua adalah ( wa qobla zuhri ) 2 rakaat sebelum zuhur, ( warok'atani bakda dzuhuri ) 2 rakaat sesudah zuhur, ( Wal magribi ) dua rakaat sesudah magrib, ( Wal isya'i) Dan dua rakaat sesudah isya, kalau sunnat asar itu tidak mu'akkadah, artinya sunnat tapi tidak begitu kuat anjurannya, ( qama qola sohibu soffatiszzubat, sinnati Qobla subhi wa zuhri kaza, wa bakdahu Wa magribin summal isya ) 

B. Ghoiru mu'akkadah 

Yang tidak kuat, Di anjurkan tapi tidak mu'akkadah, artinya ( wahiyal lati lamwi wajib Alaihar rasulullah shallallahu alihi wa sallam, ) Iyalah Yang tidak mengekali atasnya baginda rasulullah, nah rasulullah tidak mengekali, kadang Rasul kerjakan kadang di tinggalkan, kalau Yang 10 mu'akkadah tadi mutlak selalu Di kerjakan oleh baginda rasulullah shallallahu alihi wa sallam, nah kalau Yang ini tidak, ( wahiya isnata asrota rok'atan ) 12 rakaat ( rok'atani ukhr rayani qobla zuhri wa bakdahu ) dua rakaat Yang lain sebelum zuhur Dan sesudah zuhur, nah jadi sebelum zuhuf 4 rakaat, sesudah zuhur 4 rakaat

Nah Yang 4 ini dua Yang mu'akkadah, duanya tidak, 
( Wa arba'u roka'atin ) Dan 4 rakaat qobla Asri, 4 rakaat sebelum asar, ( wa rok'atani qoblal magrib ) Dan 2 rakaat sebelum magrib, Wal isya'i, dan sebelum isya, nah 12 rakaat tambah 10 jadi 22, nah jadi yang lengkapnya adalah , 2 rakaat sebelum subuh, sebelum zuhur 4 rakaat, sesudah zuhur 4 rakaat, sebelum asar 4 rakaat, sebelum magrib 2 rakaat, sesudah magrib 2 rakaat
Sebelum isya 2 rakaat, sesudah isya 2 rakaat, nah itu Yang lengkapnyanya, jadi kalau Kita dalam keadaan baik, tidak uzur, maka ini Yang terbaik, kalau seandainya Kita ini musafir, tidak visa mengerjakan semuanya, maka kerjakan lah Yang 10 mu'akkadah tadi 

Banyak hadist hadist diari baginda rasulullah shallallahu alihi wa sallam yang menerangkan menggemarkan untuk melaksanakan Sunnat sunnat rawatib tadi, antara lain di dalam hadist ( man hafazo ala arba'i raka'atin qobla zuhri wa arba'in bakdaha, harramahullah Alan nar?
Ujar nabi kita barangsiapa yang memelihara 4 rakaat sebelum Zuhur, 4 rakaat sesudah zuhur, maka Allah haramnya dirinya pada api neraka, nah ini orang orang yang Istiqomah memelihara shalat sunnatnya, nah demikianlah keterangan dalam kitab Syarah Fathul Wahab, sekalipun dia masuk neraka, maka neraka tidak akan menyentuhnya

Cara melaksanakan qobliyyah dan bakdiyyah

Nah cara melaksanakannya, berbeda dengan sunnat subuh tadi, niat itu harus takyin harus jelas
 ( usholli sunnatas Subhi, atau usholli sunnatal fajri, ) nah ini berbeda, kalau qobliyyah Zuhur kita ni hendak mengerjakan 4 rakaat sebelum, dan 4 rakaat sesudahnya, caranya ada 3 macam, yang paling baik dua rakaat,dua rakaat, begitupun sesudah zuhur, dua rakaat, dua rakaat, nah ini cara yang paling baik, nah bagaimana mengerjakannya? ( Usholli rok'ataini min qobliyyati zuhri lillahi ta'ala, ) Ayatnya apa? Rakaat pertama alfatihah dan kul ya ayyuhal kafirun, rakaat kedua Al Fatihah dan Al ikhlas, nah itu kalau hendak mengerjakannya 2 rakaat, 2 rakaat

Nah cara kedua 4 rakaat langsung sekali salam tanpa ada tassahhud awal, boleh juga di kerjakan macam ini, niatnya apa? ( Usholli arba'a roka'atin qobliyyatazzuhri lillahi ta'ala ) Aku sembahyang 4 rakaat qobliyyah Zuhur karena Allah ta'ala, rakaat pertama Al Fatihah dan kul ya ayyuhal kafirun, rakaat kedua Al Fatihah dan ikhlas, dan rakaat ketiga, Al Fatihah, kul a'uzubirobbil Falaq, dan rakaat yang terakhir, Al Fatihah dan kul a'uzubirobbinnas

Yang ketiga 4 rakaat cuman pakai tasyahhud awal, 
( Usholli arba'a roka'atin qobliyyatazzuhri lillahi ta'ala) Memakai tasyahhud awal, rakaat pertama membaca surah Al Fatihah dan kul ya ayyuhal kafirun, rakaat kedua Al Fatihah dan Al ikhlas, rakaat ketiga, Al Fatihah saja, rakaat ke 4 Al Fatihah saja, nah ini 4 rakaat di kerjakan pakai tasyahhud awal macam shalat Dzuhur dia, namun yang paling baik itu adalah dua rakaat dua rakaat 

Nah itu qobliyyah, kalau bakdiyyah sama seperti tadi, kalau kita mengerjakan dua rakaat, dua rakaat niatnya,
( Usholli rok'ataini min bakdiyyati Zuhri lillahi ta'ala) 
Kalau 4 sekaligus, ( usholli arba'a roka'atin bakdiyyatazzuhri lillahi ta'ala, sama saja surahnya

Nah itu kalau kita mengerjakan 4 rakaat, kalau kita hendak 2 rakaat saja, niatnya apa ? Usholli rok'ataini qobliyyatazzuhri lillahi ta'ala ) nah kalau bakdiyyahnya juga 2 rakaat saja, niatnya apa? ( Usholli rok'ataini bakdiyyatazzuhri lillahi ta'ala) nah ayatnya sama saja

Yang ketika caranya boleh di kerjakan menurut imam Ramli, 8 rakaat sekaligus, tapi mengerjakannya selesai shalat Dzuhur, ( usholli Samana roka'atin qobliyyatazzuhri wa bakdiyyata lillahi ta'ala) aku sembahyang 8 rakaat, qobliyyah dan bakdiyyah karena Allah ta'ala, nah ini sekali salam saja di rakaat terakhir 

Kemudian asar, nah ini tidak ada bakdiyyahnya, cuman ada ( usholli sunnatal asri rok'ataini lillahi ta'ala)
tak pakai qobliyyah, kenapa? karena bakdiyyahnya tidak ada, sama macam subuh ini, Nah itu kalau 2 rakaat, kalau 4 rakaat, boleh? Boleh mengerjakannya dua rakaat, dua rakaat, niatnya apa? ( Usholli rok'ataini min sunnatil asri lillahi ta'ala) Kalau hendak 4 rakaat sekaligus, niatnya apa ( usholli sunnatal asri arba'a roka'atin lillahi ta'ala) aku sembahyang sunnat asar 4 rakaat karena Allah ta'ala, boleh 4 sekali salam, boleh juga 4 rakaat pakai tasyahhud awal 

Orang yang sembahyang sunnat asar 4 rakaat ini itu mendapatkan doa dari Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, nah doa Rasulullah pasti di kabulkan Allah subhanahu wata'la ( Rohimmallahum ro'am Sholla qoblal asri arba'an ) Apa ujar doa nabi kita, ya Allah mudah mudahan Allah menyayangi orang yang melaksanakan shalat sunnat asar 4 rakaat itu, nah itu doa nabi, doa nabi itu mustajab, jadi ujar ulama pensyarah hadist mengatakan kalau kita mampu selalu mengerjakan 4 rakaat sunnat asar ini tanda kita di sayangi Allah, karena sudah di doakan nabi langsung
Demikian ujar ulama pensyarah hadist 

Dua rakaat sebelum magrib, nah ini di anjurkan Rasulullah tapi bagi siapa yang hendak mengerjakannya, tidak terlalu keras perintahnya, qobliyyah magrib, kalau bakdiyyah magrib, ini mu'akkadah, nah ini paling afdhol yang pertama itu sunnat subuh, yang keduanya adalah bakdiyyah magrib, itu tingkatannya, dan lagi qobliyyah isya dua rakaat, dan bakdiyyah isya dua rakaat juga 

( Fadluha ) Kelebihannya ini ( rawatib ) ( waroda fiha, Al Kasiru minal 'ahadist, ) telah datang pada ini rawatib hadist Rasulullah yang banyak, ( Minha setengahnya ) 
( Ma qola hunnabi shalallahu alaihi wa sallam, lilladzi sa'alahu Murofaqootahu fil Jannah ) Perkataan nabi bagi orang yang minta kepada nabi hendak berkawan di dalam surga, artinya ada orang hendak dekat dengan nabi di surga nanti, 

wahai Rasulullah seorang laki laki datang kepada nabi, ujarnya saya ini ada hajat dengan engkau ya Rasul, apa ujar nabi, saya ini hendak berkawan dengan engkau, dekat dengan engkau di dalam surga nanti, nah itu hajatnya laki laki tadi 
( Faqola lahu) Ujar nabi menjawab ( fa'a 'inni ala nafsika bi kasratissujud ) artinya apa, tolong kata nabi engkau perbanyaklah sujud, banyaki lah sembahyang kalau hendak demikian 

( Faedatuha ) Faidahnya lagi ( annaha, ) ini shalat sunnat rawatib tadi, ( jawabiru lil Faro'id, ) itu memperbaiki bagi yang fardhu fardhu, ( fatazburul khrolala ) melengkapi akannya itu rawatib pada shalat fardhu yang cedera, 
( Wannaksho ) Dan yang kurang, ( alladzi yaqo'u bil Faro'id ) dan yang jatuh pada fardhu, misalnya kita shalat Dzuhur ada barangkali kita ni kurang khusu, maka sunnat qobliyyah dan bakdiyyah ini menutupi kekurangannya kita itu, 

Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad berkata 
( Ujarnya aku tidak pernah meninggalkan qobliyyah sembahyang, kenapa? Karna qobliyyah ini persiapan, penjinakan hati, dengan adanya kita melakukan qobliyyah ini makanya semuanya shalat Fardu itu ada shalat sunnat sebelumnya, kalau bakdiyyah ada yang tidak ada sebagian, gunanya apa? Menjinakkan hati, supaya Ketika kita shalat Fardu itu hatinya fokus kepada Allah, 

Misalnya kita ini dari tempat kerja nah sebelum waktu shalat kita sudah sampai di masjid kemudian kita pun mengerjakan shalat sunnat, nah itu wudhu, nah itu tahhiyatul masjid, kemudian azan, nah kita pun mengerjakan qobliyyah, nah hati kita pun kepada Allah, namun kalau langsung shalat Fardu hati kita, pikiran kita masih banyak pikiran, nah adanya qobliyyah ini menjinakkan, supaya hati ini terhimpun, persiapan kita menuju shalat Fardu, hendak melaksanakan shalat benar benar kepada Allah subhanahu wata'la 

Nah itu gunanya qobliyyah, gunanya bakdiyyah apa? Melengkapi, kalau ada apa apa yang kurang, cedera, pada itu shalat fardhu, yang kedus ( yanalu fiha ) mencapai seseorang ( biha ) dengan itu rawatib tadi ( Al musholli ) oleh orang yang sembahyang tadi 
( mahabbatallah ) kecintaan Allah ( fafil hadist ) 
di dalam hadist di sebutkan ( walayazalu 'abdi yataqorrobu ilayya bin nawafil, Hatta uhibbah, ) senantiasa hamba ku itu mendekatkan diri kepadaku, sehingga akhirnya aku cintai dia ujar Allah 

( Waktuha ) Bermula waktunya ( Al qobliyyati ) qobliyyah,
( Kawaktil Faridah ) Seperti waktu sembahyang fardhu 
Kalau qobliyyah waktunya seperti sembahyang fardhu, 
( Fayadkhrulu waktuha ) Masuk waktunya qobliyyah 
( Bi dukhrulil Faridah ) Dengan masuknya waktu fardhu
( Wa yakrh ruzu ) Keluar waktunya,habis ( bi khru ruzihi ) dengan habisnya waktu, nah jadi waktu qobliyyah ini selesai azan dulu, ( Wal bakdiyyah ) Dan bakdiyyah 
( Yadkhrulu waktuha ) Masuknya waktu bakdiyyah 
( Bi fiklil Faridoh ) Dengan memperbuat waktu
( Wak yakrh ruzu bi khru ruzil Faridah) Dan keluar dengan keluarnya waktu fardhu 

Jadi bakdiyyah sesudah fardhu, kalau fardhu nya tidak sah automatis bakdiyyah tidak sah, umpamanya kita sembahyang qobliyyah kemudian shalat Fardu, selesai shalat fardhu baru di kerjakan bakdiyyah, lalu kita ingat dengan yakin bahwa sembahyang isya ku contohnya, tadi aku isya tidak sah, nah otomatis bakdiyyah kita tidak sah juga, contoh, nah contoh lagi macam isya juga, ada orang mengerjakan shalat isya tidak sah, kemudian dia melakukan shalat sunnat tarawih,nah tarawihnya tidak sah juga kenapa? Karna fardbunya tidak sah 

( Fayazuzu antakunal qobliyyatu ) Dan boleh bahwa adalah qobliyyah itu ( bakda fiklil Faridoh) sesudah memperbuat sembahyang fardhu ( watakuna ada'an ) dan masih ada'an tidak qodo'an, ( walayazuzu antakunal bakda'an ) tidak boleh qobliyyah ( qobla fiklil Faridoh) 
Nah kalau bakdiyyah tidak boleh sebelum mengerjakan shalat fardhu,

Nah insyaallah di lain kesempatan kita akan melanjutkan lagi dengan izin Allah subhanahu wata'la, aamiin ya Allah, Al Fatihah.... 




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog