Yang ke 110 daripada surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama nasar, ini surah ( Madaniyyatun) di turunkan oleh Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sesudah hijrah dari Mekkah ke Madinah
( Wa Ayatuha ) Dan ayat ayatnya berjumlah
( Shalas ) 3 ayat
Di antara kalangan para ahli tafsir menjelaskan bahwa ini surat an nasar, termasuk di antara surah surah yang turun menjelang wafatnya Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, karna Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat sesudah 60 hari turunnya ini surah dan ada juga yang mengatakan 80 hari
Surat an an nasar artinya adalah surat pertolongan
Imam Al qurtubi mengatakan ( iza bi makna kod ) iza itu artinya itu adalah sungguh, jadi maksudnya sungguh telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dari awal sampai akhir hayat beliau di muka bumi ini selalu mendapat pertolongan dari Allah subhanahu wata'ala, sehingga Allah menegaskan di dalam ini surat,
Sungguh telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, beberapa kali Baginda Rasulullah ingin di bunuh, ingin di sakiti, namun selalu di tolong Allah, salamat, di dalam banyak kitab tarikh di sebutkan, pernah di Masjidil haram sewaktu beliau hendak sembahyang di depan baitullah, tidak jauh dari situ abu Jahal dan kawan kawan duduk memperhatikan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sedang sembahyang
Di waktu beliau sujud abu Jahal berkata kepada kawan kawannya, ujar abu Jahal, nanti kalau Muhammad itu sujud akan aku pecahkan kepalanya dengan batu yang besar, lalu abu Jahal mencari batu, begitu nabi kita sujud abu Jahal sudah siap untuk meletakkan batu tadi di atas kepala Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, namun tiba tiba abu Jahal ini mundur, kawan kawan abu Jahal bingung, kenapa engkau mundur, abu Jahal menjawab, begitu aku dekat dengan Muhammad , aku ada melihat seekor unta yang besar yang ingin menerkam aku, sehingga aku mundur dan tidak jadi melempar Muhammad dengan batu
Nah ini lah salah satu pertolongan Allah kepada junjungan kita baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan di sebutkan pula di dalam kitab tarikh di waktu beliau pulang dari peperangan ( zatirriqok ) di tengah perjalanan menuju Madinah Baginda Rasulullah dan para sahabat beristirahat, nah di waktu istirahat itu sahabat ini berkelompok kelompok, si sana ada 3 orang, ada 6 orang, ada 10 orang, sedang istirahat, dan Baginda Rasulullah mengasingkan diri sendiri jauh sedikit daripada sahabat, Lalu nabi menggantungkan pedangnya di atas pohon yang ada di situ dan tidur nabi kita di bawah pohon itu
Tiba tiba datang seorang Badawi mengambil pedang Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan dia menghunuskan pedang itu kepada Rasulullah, di bangunkan nabi kita dengan pedang dari seorang Badawi tadi dengan keadaan terhunus, dan Badawi tadi berkata wahai Muhammad ( ma yamna'uka minni ) siapa yang bisa mencegah, menghalangiku sekarang ini, menghunuskan pedang di hadapan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
Maka nabi kita menjawab, Allah, Allah, Allah yang mencegah, begitu mendengar kalimat Allah, Badawi ini bergetar tubuhnya dan pedang di tangan tadi pun langsung gugur, maka di ambil pedang itu oleh nabi kita, ujar nabi kita ( mayyamna'uka minni ) nah sekarang siapa yang bisa mencegahku untuk menghadapi engkau, akhirnya seorang Badawi tadi pun di lepaskan oleh nabi kita Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, nah ini untuk kesekian kali nya Rasulullah, nabi kita, mengalami percobaan pembunuhan daripada orang orang kuffar,
Sungguh telat datang pertolongan Allah dan kemenangan, nah kemenangan yang di maksud disini adalah, kemenangan dimana baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berhasil merebut kembali kota Mekkah, yang telah sekian tahun beliau tinggalkan, karna di usir oleh kuffar, Qurais, nah dalam perebutan kita Mekkah itu Baginda Rasulullah berangkat dari Madinah, bersama dengan 10.000, sahabat, bahkan ada yang mengerjakan 12, ribu , menuju Mekkah dengan tujuan ingin merebut kembali kota Mekkah
Nah ringkas riwayatnya , begitu sampai di Mekkah, tidak sedikitpun terjadi pertumpahan darah, orang orang Mekkah dengan rela menerima, kedatangan Baginda Rasulullah dan para sahabat, nah ini lah yang di maksud dengan ( wal fath, ) Allah subhanahu wata'ala, menjelaskan kepada nabi kita
Sungguh telah datang pertolongan Allah dan kemenangan
Dan engkau lihat wahai rasul manusia itu masuk ke dalam Islam berbondong-bondong, begitu kita Mekkah sudah di kuasai, maka orang orang yang di sekitar Mekkah daripada bangsa arab berbondong-bondong masuk Islam , Sebahagian ahli tafsir menjelaskan yang di maksud dengan manusia disini adalah, ahlul Yaman, orang orang Yaman, ( wazalika Annahu waroda minal Yaman Sab'u mi'ati insan mukminin ta'i yin ) dan pada waktu itu datang kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak 700 orang beriman kepada Allah dan Rasulullah
Dan para ahli tafsir mengatakan bukan hanya ahli Yaman yang di dalam ayat ini, tetapi adalah seluruh orang orang arab yang ada di sekitar Mekkah, mereka berbondong-bondong masuk Islam, karna mereka meyakini bahwa apa yang sudah di ajarkan oleh Baginda Rasulullah itu adalah satu kebenaran bukan sesuatu yang salah
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( innannaaaaasa dakhrolu fi dinillahi afwaza, wasayakrh ruzuna Min dinillahi afwaza ) ujar nabi kita bahwasanya manusia itu masuk Islam berkelompok kelompok, berbondong bondong, jadi sejak zaman itu manusia selalu berbondong-bondong masuk agama Islam, ( wasayakrh ruzuna Min dinillahi afwaza) dan mereka selagi keluar daripada Islam pun berbondong-bondong, tentunya ini di akhir zaman nantiz
Artinya di awal awal Islam, orang tu banyak berbondong-bondong masuk Islam, dan di akhir zaman nanti ummat Islam pun akan meninggalkan Islam, keluar daripada islampun berbondong-bondong,
Nah apa yang di maksud dengan mereka keluar dari Islam itu berbondong-bondong? Bukan artinya murtad semua orang, bukan demikian yang di maksud, tetapi ummat Islam itu nantinya di akhir zaman mereka berkelakuan, bertetangga, berusaha, berpakaian, tingkah laku dan perbuatannya itu meninggalkan apa apa yang sudah di ajarkan oleh Islam, nah ini, walaupun dia seorang muslim tapi gaya hidupnya, pakaiannya, usahanya, perhiasannya, tingkahnya, perbuatannya bukan seperti orang muslim
Dan perkara demikian itu pun di contoh oleh muslim muslim yang lainnya, banyak, berbondong-bondong mereka mengikuti yang demikian itu, contohnya ada usaha yang dilakukan orang Islam yang jelas bertentangan dengan ajaran Islam, memang untungnya besar misal, kemudian di ikuti oleh muslim yang lain, berbondong-bondong mereka itu ikut padahal yang demikian itu bertentangan dengan ajaran Islam
Adapun lagi contohnya seperti gaya berpakaian, jelas ini bertentangan dengan Islam, membuka aurat, mempertontonkan auratnya, maka kemudian yang lainnya ikut, berbondong-bondong, padahal jelas yang demikian itu di larang dalam agama kita, tapi banyak orang yang mencontoh pakaian seperti itu, nah ini lah yang sudah di sampaikan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Bertasbihlah engkau wahai Rasulullah, dengan memuji Allah subhanahu wata'ala dan mintalah ampun kepadanya, sesungguhnya Allah itu maha menerima taubat, nah di dalam ayat yang ke 3 ini Allah memerintahkan kepada nabi kita 3 perkara
1. ( FA sabbih ) Bertasbihlah engkau wahai rasul
2. ( Bi Hamdi Robbi ) Puji lah tuhan engkau wahai rasul
3. ( Wastaghfir? Mintalah ampun kepada Allah wahai rasul, sesungguhnya Allah itu maha menerima taubat
1. Yang pertama Baginda Rasulullah di perintahkan Allah untuk bertasbih, mengucap subhanallah, nah kenapa nabi di perintahkan Allah untuk bertasbih? Karna perjalanan nabi selama sekian tahun di dalam perjuangan Islam itu merupakan sebuah kesuksesan yang sangat besar, peperangan demi peperangan di menangkan oleh Rasulullah, pertolongan demi pertolongan daripada Allah, sehingga dalam waktu tersebut berhasil menyebarkan Islam di jazirah arab, nah ini lah merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, sehingga nabi di perintahkan Allah untuk bertasbih
Nah kan kita kalau melihat uang ajaib, yang menakjubkan, kita disuruh mengucapkan, subhanallah, maha suci Allah Rasulullah pun demikian, kemudian puji lah Allah, karna semua yang terjadi itu merupakan pertolongan daripada Allah, dan mintalah ampun kepada Allah kalau kalau kurang tasbih itu, kalau kurang pujian itu daripada yang semestinya ( Innahu kana tawwaaba ) Sesungguhnya Allah maha menerima taubat,
Para ulama tafsir menjelaskan kenapa di dalam ini ayat
( Innahu kana tawwaaba, tidak ghirffara ) Mustinyakan wastaghfirhu, Innahu kana ghraffara ) minta ampunlah kepada Allah, Allah maha pengampun, nah tapi disini bukan demikian, Allah menyampaikan, mintalah ampun kepada Allah sesungguhnya Allah itu menerima taubat, nah berarti di dalam ayat ini ada perintah yang tersembunyi, yakli bilamana kita minta ampun kita kepada Allah, maka kita musti taubat atas perbuatan dosa dosa yang sudah kita lakukan
Kalau hanya di mulut saja kita mengucap istighfar, tapi di hati tidak menyelasi perbuatan dosa yang di lakukan, nah itu Allah tidak berkenan menerimanya, bahkan kalau kita masih melakukan suatu kemaksiatan tapi kita di mulut mengucapkan astaghfirullah tapi masih aja buat dosa, nah itu di samakan dengan mengolok-olok Allah, sebuah hadist menyampaikan ( Al Mustaghfiru bi lisanih, Al musirru bil qolbih, kal mustahzih birobbih ? Orang yang beristighfar dengan lisannya, tapi mengekali perbuatan dosa di dalam hatinya nah itu seperti orang yang mengolok-olok dengan Tuhannya
Nah jadi kalau istighfar itu ingin bermanfaat , istighfar itu ingin di terima Allah maka musti di barengi dengan bertaubat, makanya di sini Allah subhanahu wata'ala berfirman ( wastaghfirhu, Innahu kana tawwaaba) mista ampunlah kepada Allah sesungguh Allah maha menerima taubat, nah jadi kalau kita hanya di mulut mengucapkan ( astaghfirullah hal'adzim, ) aku minta ampun kepada Allah sambil hati kita menyesali dosa dosa yang di lakukan mah ini lah termasuk di dalam ayat ini, maka Allah akan menerima taubat hamba-nya itu
Jadi
( FA sabbih , bi Hamdi Robbika wastaghfirhu) Itu tercakup dalam subhanallah wa BI hamdih, astaghfirullah wa 'atubu ilaihi ) nah begitu ayat ini turun Baginda rasulullah mengatakan ( subhanahu wa BI hamdih, astaghfirullah wa 'atubu ilaih ) karna itu perintah Allah, Bertasbihlah kepada Allah, suci kan lah Allah, puji lah Allah, minta ampunlah kepada Allah, bertaubatlah kepada Allah, nah bilamana kita mengucapkan
( Subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih
Nah maka itu merupakan bentuk alaman daripada ayat ini
Di dalam tafsir Al imam Al qurtubi di sebutkan, manakala turun surah an nasar ini dan Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membacakan ini surah di hadapan sahabat sahabat beliau, disitu ada sayyidina abu bakar, sayyidina Umar, Sa'ad bin Abi waqos, sayyidina Abbas, ( fafarihu wastabsyaru ? Mereka gembira mendengarkan surah ini ( wa baqal Abbas ) cuman sayyidina Abbas yang menangis, paman Rasulullah menangis mendengarkan Baginda Rasulullah membacakan ayat ini, sedangkan sahabat lain bergembira karna ini ayat menceritakan pertolongan, kemenangan, orang orang berbondong bondong masuk Islam, sayyidina Abbas menangis ( faqola lahum nabiyu shallallahu 'alaihi wasallam, ma yubqi kaa ya'am ) ke apa engkau menangis wahai pamanku ujar nabi
( Faqola ) Berkata sayyidina Abbas, ( nu'iyyat ilaika nafsu
Ini surah kabar tentang wafatnya engkau, sayyidina Abbas mengetahui bahwasanya surah ini merupakan berita bahwa engkau akan di panggil oleh Allah dalam waktu yang tidak lama lagi, ( faqola ) berkata Rasulullah
( innahu kamaqulta ) Memang demikian wahai paman
Nah Sebahagian ahli tafsir mengatakan 60 hari sesudah surah ini Baginda Rasulullah wafat, ada yang mengatakan 80 hari, Siti Aisyah Radhiyallahu Anha, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak setiap harinya mengucap kalimat ini, ( subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih, dulunya Rasulullah tidak pernah memperbanyak bacaan setiap itu, tapi akhir akhir ini Baginda Rasulullah memperbanyak bacaannya
( Subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih, subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih, ) Nah siti Aisyah berkata wahai Rasulullah
( Ya Rasulallah, araqa tuksiru min qauli, subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih) Saya dengar engkau wahai rasul banyak sekali membaca subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih?
( Faqola ) Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab ( khrabbarani rabbi, anni sa'aro, alamatan fi ummati , fa'iza ro'aituha, aksartu mingqauli subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu, fakoddera aituha iza za Nasrullah walfath ) ujar nabi kita, Allah tuhan ku mengabarkan kepadaku bahwa aku akan melihat tanda tanda pada ummatku, bila aku liat tanda tanda itu maka aku memperbanyak membaca subhanallah wa BI hamdih astaghfirullah wa 'atubu ilaih, dan tanda tanda itu kata Rasulullah sudah ku lihat, nah apa tandanya?
Nah para ulama menyimpulkan daripada ini bahwa untuk orang orang yang sudah mendekati kematian, macam Baginda Rasulullah pada waktu itu ummurnya sudah 63 tahun, nah artinya orang orang yang sudah berumur, alangkah baiknya mereka itu mencontoh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memperbanyak membaca kalimat tadi, kenapa sebabnya, karna orang orang yang sudah berumur itu sudah mendekati akhir masa hidupnya, dan berharap kepada Allah dengan kalimat kalimat yang di ucapkannya itu dia mati dalam keadaan beriman kepada Allah, dalam keadaan Husnul khatimah, karna demikian itu di lakukan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
Nah semisalnya kalau kita ini masih mudah, ya tidak jadi masalah kalau hendak membacanya, cuman yang tua ini lebih di anjurkan lagi, mudahan mudahan mendapatkan ampunan daripada Allah subhanahu wata'ala dan wafat dalam keadaan iman dan bertaubat kepada Allah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar