Pages

Senin, 03 Februari 2025

Alquran / 114. Surah An Naas / hlm. 120




Surah yang ke 114 atau yang terakhir dari surah surah yang ada di dalam Alquran yaitu surah yang bernama an nas, in surah ( makkiyyatun wafi qowlin Madaniyyah, ) di turunkan Allah subhanahu wata'ala kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebelum hijrah dari Mekkah ke Madinah atau aja juga mengatakan sesudah hijrah, ( wa Ayatuha ) dan ayat ayatnya berjumlah 6 ayat 

Apabila kita gabungkan dengan surah sebelumnya yaitu surat Al Falaq yang berjumlah 5 ayat di tambah dengan surah an nas yang berjumlah 6 ayat, maka berjumlah 11 ayat, sesuai dengan perbuatan sihir yang di lakukan oleh labit bin aksom, seorang penyihir yahudi kepada Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa dia mengingat sebuah boneka, atau patung, yang di sihirkan tertuju kepada Rasulullah, dengan 11 lilitan, dan di tusuk dengan jarum, jadi surah Al Falaq dan surah An-Nas ini merupakan dua surah yang tidak terpisahkan untuk keselamatan dzohir dan batin manusia 

Kalau surah Al Falaq itu minta perlindungan kepada Allah untuk keselamatan jasmani sedang kan surah An-Nas untuk minta perlindungan hati atau rohani, 


Kul katakan wahai rasul, a'uzubirobbinnas, aku berlindung dengan robbinnas, ahli tafsir mengatakan, robbinnas itu artinya adalah ( khrolikuhum wa malikuhum, wamusli u 'umurihim wamurobbihim ) robbinnas artinya adalah pencipta manusia, pemilik manusia, dan yang membaguskan perkara perkara manusia dan yang memelihara manusia, nah itu artinya robbinnas 

Kemudian Allah melanjutkan 

Nafizu 'amrihi finnas, min ikzazi Wa izlalin, wa igrhla'in
Wa ifkor, ghoniyyun ala ghoiri  Muftaqlun ilaihi siwaa )
Artinya malikinnas itu adalah yang lulus perkara nya Allah pada manusia, baik memuliakan, menghinakan, mengayakan, atau memiskinkan, terkaya dari selainnya dan berhajat kepadanya, nah itu arti malikinnas, Sering kali di artinya secara singkat dengan rajanya manusia, arti raja itu kan kehendaknya selalu lulus, A ujarnya, a lah yang terjadi, nah itu yang namanya raja

Dan yang namanya raja itu tidak akan berhajat kepada oranga lain, orang lain yang berhajat kepadanya nah itu lah yang di maksud dengan Malik, raja, nah jadi Allah subhanahu wata'ala yang mana kita di suruh berlindung dengannya, Allah itu adalah pencipta kita, pemilik kita, yang membaguskan urusan kita, yang memelihara kita, Allah itu raja yang lulus kehendaknya, yang mana semua berhajat kepadanya, dan yang paling kaya di antara yang lainnya, nah itu lah Allah

Artinya adalah ( makbudihim ? Yang di sembah manusia, nah 3 ayat ini adalah merupakan satu susunan yang sangat indah yang mempunyai makna yang sangat luas dan sangat dalam, kenapa di dahulukan robbinnas, kemudian malikinnas, ilahinnas, nah disini adalah ingin memberi tahukan kepada manusia bahwa orang yang berhak untuk di sembah itu, orang yang berhak untuk di taati 100 % tanpa kecuali, jadi orang yang berdak di sembah itu pertama yang menciptakan kita 

Memiliki kita, membanguskan urusan kita, memelihara kita, apa kehendak terjadi, dia tidak perlu kita, kita yang perlu dia, nah orang yang semacam itulah yang menjadi ilah, Tuhannya manusia, orang yang seperti itu lah yang mutlak di taati perintahnya, mangkanya ( ta'atullah fawqa ta'ati ghoirih ) taat kepada allah di atas taat kepada yang lainnya, kepada ? Karna yang lain itu tidak bersifat mencipta, tidak bersifat memelihara kita, yang berhak demikian hanyalah Allah subhanahu wata'ala 

Jadi kalau kita hendak beribadah kepada Allah kita gunakan pikiran kita, kenapa kita musti menyembah Allah, kenapa kita musti taat dan patuh kepada Allah, karna robbinnas, malikinnas, dan kemudian ila hinnas, 
Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
( La ta'ata makhlukin fi maksiati khroliq, ) tidak ada taat kepada makhluk siapapun kalau itu bertentangan dengan Allah subhanahu wa ta'ala, seorang anak wajib taat kepada orangtua, tapi kalau perintah orang tua bertentangan dengan hukum Allah, anak wajib menolak perintah orangtua, 

Seorang istri wajib taat kepada suami, selama perintah suami tidak bertentangan dengan hukum Allah subhanahu wata'ala, seorang murid wajib taat kepada gurunya, selama perintah gurunya tidak bertentangan dengan hukum Allah subhanahu wata'ala, jadi taat kepada Allah di atas taat kepada segala galanya
( Ilahinnas, 

Kul, katakan wahai rasul aku berlindung, bi robbinnas, malikinnas, ila hinnas, berlindung dari apa? 

Berlindung dari kejahatan syaitan yang selalu mundur, 

Berlindung dari kejahatan syaitan yang selalu mundur, Sa'id bin Jubair mengatakan ( iza zakarol insan robbah, 
Khrola lassyaiton wa walla wa'iza krhofala Was was SA ilaih ) syaitan itu di sebut mundur adalah apabila seorang manusia menyebut, mengingat Tuhannya, maka dia mundur, takut, nah kalau kita ini, hati kita ini berdzikir la Ilaha illallah, atau Allah, atau subhanallah, atau Allahu Akbar, atau allahumma, nah syaitan itu mundur, takut daripada kita, ( fa'iza ghrofalak ) kalau kita lengah, kalau hati kita lupa kepada Allah, ( was wa sa ilaih ) maka dia akan datang dan mengganggu kita, nah mangkanya syaitan itu di sebut sebagai Al khronnas, yang selalu mundur

Nah oleh karena itu kalau kita melihat kita merenungi setiap gerak gerik kita di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar kita tidak lepas daripada dzikrullah, sebab dengan dzikir itu lah kita selamat daripada syaitan, ketika kita hendak makan di suruh kita bismillahirrahmanirrahim, itu dzikir, dengan kita mengucap bismillahirrahmanirrahim kemudian doa, maka waktu kita makan itu akan selamat daripada godain syaitan, selamat daripada gangguan syaitan, daripada makan bersama sama syaitan, 

Nah kalau kita makan tanpa membaca bismillah dan doa, maka makan kita bersama syaitan dan penuh dengan godaan godaan yang bermacam macam, nah mulai dari makan, dan lagi hendak tidur, nah seperti apa tidur ini supaya selamat daripada syaitan, nah duruh kita kalau hendak tidur amalannya ambil wudhu, membaca doa, membaca surah macam kul 'auzubirobbil Falaq, disuruh hendak tidur membaca kul 'auzubirobbinnas, artinya itu apa? Kalau hendak tidur maka dengan dzikrullah, karna hanya itu lah yang bisa menyelamatkan kita daripada syaitan 

Orang orang tidur dengan dzikrullah ini maka mimpi mimpi yang di dapatnya di dalam tidurnya itu bisa mengandung makna, kenapa? Karna bersih daripada godaan syaitan, nah kalau kita tidur, tidak berdzikir, dalam keadaan lupa mengingat Allah, kemudian kita pun tidur, nah mimpi kita itu merupakan bunga bunga syaitan, tidak bisa di i'tibar, 

Pasangan suami istri hendak berhubungan, sudah di ajarkan nabi bacaan bacaannya, supaya apa? Supaya andaikata menjadi seorang anak, anak itu tidak di ganggu oleh syaitan, ketika hendak masuk toilet, bismillah, allahumma inni 'auzubika minal khrubusi wal khroba'iz, supaya apa? Supaya di dalam kamar mandi selamat daripada syaitan, 

Ketika kita hendak berpakaian nabi kita mengajarkan
Bismillah, allahumma inni as'aluka min ghoirihi wa ghoiri ma huwalahu dan seterusnya nah supaya apa supaya pakaian ini jangan jadi tempat godaan syaitan, 

Ketika melepaskan pakaian, bismillahilladzi la Ilaha Illahu, supaya apa supaya syaitan tidak bisa melihat aurat kita, nah walhasil syaitan itu pun kalah dan dia mundur kalau kita ingat kepada Allah subhanahu wata'ala, nah itu sebabnya kalau kita hendak sembahyang disuruh qomat, apa gunanya qomat, mengusir syaitan sejauh jauhnya daripada kita, begitu kita mengucapkan Allahu Akbar Allahu Akbar, syaitan mundur, terus menjauh, terus mundur, takut 

Nah itu lah yang di sampaikan Allah di dalam Alquran 

Berlindung Daripada kejahatan syaitan yang selalu mundur, 

Yang membisiki, yang merayu di dada manusia, di hati manusia, nah syaitan di ciptakan Allah memang tugasnya itu untuk merayu, membujuk manusia, agar melakukan kemaksiatan, dan Allah pun memberikan pelajaran kepada manusia kalau kehendak selamat daripada syaitan maka perbanyak lah dzikir kepada Allah subhanahu wata'ala 

Termasuk orang yang berdzikir dalam tiap tiap keadaan adalah orang yang berdzikir dengan cara cara yang di tentukan tadi, misal kita hendak makan, kita membaca bismillah, selesai makan Alhamdulillah, masuk toilet ada bacaannya, keluar ada bacaannya, memakai pakaian ada doanya, melepaskan pakaian ada bacaannya, bercermin ada bacaannya, keluar rumah ada bacaannya, nah bilamana kita bisa mengamalkan seperti itu dalam setiap keadaan kita ingat kepada Allah, kita berdzikir kepada Allah, maka kita termasuk kepada orang yang 
( Yazkurallah fi kulli hal ) Orang yang mengingat Allah dalam tiap tiap keadaan 

Artinya jangan di katakan orang yang mengingat Allah dalam tiap tiap keadaan itu orang yang berdzikir 24 jam, subhanahu, Allahu Akbar, itu aja di bacanya tiap saat, 24jam itu aja, tidak mengurus hal yang lain, nah bukan itu yang di maksud dengan berdzikir dengan tiap tiap keadaan, 

Macam kita hendak tidur, kita pun mengambil wudhu, kita baca surah, baca doa, baca ayat Alquran, kemudian kita pun tidur, nah selama mana kita itu tidur, maka kita di hitung orang yang berdzikir kepada Allah subhanahu wata'ala, 3, 6, 9, jam kita tidur maka di hitung kita ini sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, karna apa? Karna di mulainya itu tidur kita berdzikir kepada Allah 

Nah jadi sebenarnya kita ini bisa termasuk kepada orang yang ( yazkurallah fi kulli hal ) orang yang selalu berdzikir kepada Allah dalam tiap tiap keadaan, nah asalkan kita ini tahu ilmunya, mahu mengamalkan apa apa yang sudah di ajarkan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika ingin melakukan suatu keadaan 

Yang mana syaitan itu selalu menggoda kita di dada manusia, di dalam ilmu tasawuf di jelaskan bahwa seseorang murid itu di wajibkan mengenali geritik hatinya, agar dia tahu kalau geritik hatinya itu apakah dari Allah, apakah dari malaikat, apakah dari nafsu, apakah dari syaitan, di dalam kitab assowwi Al zalalain secara ringkas beliau menyebutkan bahwa geritik hati yang tersirat di dalam hati kita ini ada 4 

1. Ada namanya ( rahmaniyyun ) dari Allah, langsung masuk ke dalam hati kita 
2. Ada yang namanya ( malakiyyun ) dari malaikat
3. Ada ( nafsiyyun) dari nafsu kita sendiri 
4. Ada lagi ( syaitoniyyun ) dari syaitan 

1. Nah kita membedakan yang mana muncul dari 4 ini, 
( Farrohmani mayyalzamu to'atam Bi'ainihaa ) Geritik hati dari Allah itu adalah sesuatu yang meladzimi akan taat dengan ketentuan tertentu taat itu, umpamanya di dalam hati kita ini ada terlintas malam ini aku hendak shalat, malam ini aku hendak shalat berjamaah, malam ini aku hendak bangun untuk shalat, nah itu yang terlintas di dalam hatiku, dan geritik itu kuat, ( bi'ayniha ) nah ini menunjukkan bahwa yang timbul di hati itu adalah dari Allah subhanahu wata'ala 

2. (  Wal Malaki ) Dari malaikat ( maa yalzamu to'atan la bi 'ayniha ) yang meladzimi akan taat tapi tidak tertentu kepada satu titik taat, malam ini aku hendak shalat witir, tapi bisa juga aku hendak shalat tahajud, tapi ada juga muncul hendak sembahyang hajat aja lah, timbul pula geritik hendak shalawat, hendak membaca Alquran saja 
Macam macam jenis taat yang muncul di dalam hati, nah ini jenis taat yang timbul daripada malaikat, malaikat ini fungsinya, tujuannya muncul di hati kita apa? Yang penting kita ini melakukan ibadah kepada Allah, hendak shalat kah, hendak berzikir kah, hendak shalawat baca Alquran, apa aja, yang penting kita dzikrullah, ingat Allah
Nah itu dari malaikat 

3. ( Wannafsiyyu ? Yang dari nafsu ( Ma yalzamu maksiyyatan bi 'ayniha ) Yang meladzimi akan maksiat dengan tertentu, contoh hati ini tergerak bulat hendak melakukan maksiat tertentu, misal hati hendak maksiat berjudi, nah mahu yang lain , hendak berjudi aja, di kasi orang arak, tidak di minum, pokoknya hendak judi, nah ini merupakan geritik hati yang mengajaknya judi itu adalah nafsunya, artinya kehendaknya kuat, bulat, tertuju kepada satu kemaksiatan yang ingin di lakukannya 

Semisal, ada orang hendak berzina dengan perempuan A, nah padahal ada si B, nah tetap dia ini mahu berzina kepada si A, harus si A, yang lain dia tidak mahu berzina, nah ini menunjukkan dari nafsu, 

4. Dan yang ke 4 ( was syaitoniyyun) dari syaitan, ) ( ma yalzamu maksiyyatan la bi 'ayniha) nah yang di maksud dengan syaitan ini adalah yang meladzimi akan maksiat tanpa ada ketentuannya, nah syaitan ini selalu saja memberikan masukan masukan kepada kita untuk berbuat maksiat, apapun itu, segala macam perkara dosa dan maksiat, kita di sirihnya berjudi, kita tidak mahu, si suruh nya minum arak, kita tidak mahu, di suruhnya berzina, kita tidak mahu, di suruhnya ghibah, macam macam di suruhnya kita melakukan maksiat, yang penting kita ini melakukan dosa dan maksiat itu lah tujuan daripada syaitan 

Nah itu yang di suruh Allah kita berlindung 



Target syaitan menggoda manusia agar menjadi kafir kepada Allah subhanahu wata'ala, nah Islam Islam ini akan di berikannya masukan, di bujuknya agar apa? Kafir kepada Allah subhanahu wata'ala, kalau itu dia tidak mempan membujuk kita, di bujuknya kita supaya melakukan dosa dosa besar, nah tidak mempan juga, kita di bujuknya melakukan dosa dosa kecil, tidak mempan juga, maka dia berusaha membujuk kita untuk melakukan sesuatu sehingga ibadah kita tertolak oleh Allah subhanahu wata'ala 

Nah wal hasil tujuan syaitan itu adalah mengganggu manusia agar jangan sampai masuk syurga nya Allah subhanahu wata'ala 

Baik itu syaitan dari bangsa jin, atau syaitan dari bangsa manusia, nah jadi syaitan ini ada dari jin ada dari manusia, nah kalau bangsa jin itu ia langsung memasukkan geritik di dalam hati kita, nah kalau syaitan yang jenis manusia ini langsung berhadap hadapan dengan dzohir kita, misal orang yang mengajak kita kepada kemaksiatan nah itu syaitan, nah ada orang yang mengajak kita untuk melakukan suatu maksiat nah itu syaitan, nah manusia yang mengajak kita untuk meninggalkan perkara yang di wajib kan Allah itu syaitan, tampak aja macam manusia tapi perangai macam syaitan

Anak kah, istri kah, kawan kah, siapapun itu yang mengajak kita untuk melakukan perbuatan maksiat kepada Allah subhanahu wata'ala, maka mereka itu adalah ( sya yatinul 'in ) syaitan syaitan manusia, setiap godaan godaan dari manusia yang mengajak kita lalai kepada Allah itu syaitan, nah jadi surah kul 'auzubirobbil Falaq, dan juga kul 'auzubirobbinnas ini sangat di tekankan oleh Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, agar di amalkan, agar di baca, pagi sore, masing masing 3 kali, 

Sangat berguna sekali agar diri kita terhindar dairpada kejahatan sihir dan orang orang iri dengki, orang jahat, kejahatan kejahatan malam, nah itu kul 'auzubirobbil Falaq urusannya, terhindar daripada godaan godaan syaitan, baik syaitan dari bangsa jin dan manusia, nah itu kul 'auzubirobbinnas bertindak menjaga diri kita 

Sebahagian ulama tafsir mengatakan surah ini adalah surat yang terakhir di dalam Alquran, yaitu surah an nas, artinya adalah manusia, ini menunjukkan bahwa Alquran itu dari awal sampai akhirnya adalah di tujukan untuk kemaslahatan manusia baik di dunia maupun di akhirat 
Nah mudah mudahan kita mendapatkan keberuntungan, keberkahan, Rida daripada Allah subhanahu wata'ala dengan kita memahami Alquranul Karim dalam kehidupan kita sehari hari 

Khrataam Alhamdulillah ya Allah 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog