Bismillah,
( Al khromis wassalasun min asmailla Al Husna, Al Ghafur,) yang ke 35 daripada nama Allah Asmaul Husna adalah Al Ghafur
Al Ghafur
Berkata imam Al Ghazali rahimhullah menyampaikan kepada kita bahwa al ghafur itu adalah satu makna dengan Al Ghaffar, Al Ghaffar itu nama Allah yang ke 15
1. Ya Allah
2. Ar Rahman
3. Ar rahim
4. Al Malik
5. Al quddus
6. As salam
7. Al mukmin
8. Al Muhaimin
9. Al 'aziz
10 Al jabbar
11 Al mutakabbir
12 Al kholiq
13 Al bari
14 Al musawwir
15. Al Ghaffar
Jadi Al Ghafur adalah satu makna dengan Al Ghaffur artinya maha pengampun, tetapi ada perbedaan sedikit, kalau Al Ghaffar itu artinya maha pengampun, berulang-ulang, maksudnya setiap kali kita ini berbuat dosa, kita pun minta ampun kepada Allah, maka di ampuni Allah, buat lagi dosa, minta ampun, di ampuni, buat lagi dosa, minta ampun lagi kita kepada Allah, akan Allah ampuni dosa kita itu
itu lah Al Ghaffar, berulang-ulang
Kalau Al Ghofur, itu maha pengampun, dalam arti umum, Allah memberikan ampunan kepada kita, ampunan yang menyeluruh, ampunan yang sempurna, kalau kita minta ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh permintaan, maka akan Allah berikan kita ampunan yang menyeluruh, yang sempurna, tanpa ada meninggalkan sedikit juapun dosa dan kesalahan, nah itu la Al Ghafur,
jadi kedua itu termasuk kepada sifat-sifat Allah yang di ambil dari sifat-sifat keelokan, keindahan, daripada Allah, Karna sifat Allah itu ada dua, ada sifat yang namanya Al Jamal, (keindahan dan keelokan), adapula namanya sifatul Jalal, sifat kebesaran, keagungan, Asmaul Husna yang 99 itu, kadang-kadang dari sifat-sifat keelokan dan kesempurnaan, kadang juga dari sifat-sifat kebesaran dan keagungan,
Nah sifat-sifat, keelokan dan kesempurnaan itu kalau kita ingat sifat-sifat Allah yang elok maka hati kita menjadi gembira, hati kita menjadi nyaman dan tenang, contohnya ini Al Ghafur, Allah itu maha pengampun, maka gembiranya hati kita, macam air Rahman, Allah itu maha pengasih, Ar rahim, maha penyayang, itulah keelokan sifat Allah, kalau kita ingat Allah itu penyayang, Allah itu pengasih, Allah itu Al Halim, maha lembut maha santun, semuanya itu sifat-sifat keelokan, maka dengan mengingat itu hati kitapun menjadi tenang dan gembira
Dari sisi lain sifat Allah itu ada keagungan dan kebesaran, keangkuhan, Karna ada nama Allah Al muntaqim, yang maha menyiksa, Al qohhar, yang maha mengalahkan, Al Jabbar, yang maha memaksa, nah ini di ambil dari sifat-sifat al Jalal, jadi kalau kita ingat Allah itu punya sifat-sifat agung, besar, maka hati kita akan takut, sedih, Karna Allah itu maha menyiksa, maha mengalahkan, jadi kalau kita ingat ini hati kita akan sedih dan berduka cita, jadi tidak akan terlepas diri kita daripada kedua sifat-sifat Allah itu,
Macam anak misalnya, anak ini kalau Allah nampak padanya sifat-sifat keelokan, maka anak ini akan selalu menyenangkan hati kita, kita nasihatkan dia dengar, di belajar maju, baik budi, nah itu kalau Allah nampakan sifat keelokan pada anak kita, maka hati kita pun senang, gembira, punya anak yang baik budi, tapi kalau Allah menampakkan kepada anak ini sifat Jalal, keras, maksa, mengalahkan, kita suruh belajar tak mahu, jangan keluar, marah dia, kita suruh sembahyang, tidak mahu ujarnya, nakal, nah ini sifat Jalal, ini lah yang akan membuat hati kita gelisah, akan sedih, susah hati, nah semua itu akan berlaku kepada seluruh apa yang ada di alam semesta ini
Kadang-kadang Allah itu menampakkan sifat keelokannya lalu kita kita pun ikut senang, tapi kadang-kadang Allah nampakkan sifat-sifat kebesarannya, maka ketika kita lihat kita akan menjadi sedih dan susah hati
Macam kalau kita ni berkehendak sesuatu, merencanakan sesuatu, Allah menampakkan sifat jamaknya kepada kita, Allah menampakkan sifat eloknya kepada kita, apa yang kita rencanakan sesuai rencana, apa yang kita cita-citakan terkabul, apa yang kita maksudkan terkabul, kalau Allah menampakkan sifat keindahannya kepada diri kita, tetapi kalau Allah sifat keagungannya kepada kita, Al qohhar, Al Jabbar, kita rencanakan ini gagal, mustinya usaha berjaya malah rugi, mustinya sihat malah jadi sakit, nah itu kalau Allah nampakan sifat Jalalnya kepada kita, karena sifat Jalal itu Allah maha memaksa, Allah maha menyakiti, maha mengalahkan, dan sebagainya
Jadi Al Ghafur yang kita bahas sekarang ini, termasuk kepada nama Allah yang indah, kapanpun kita ingat Allah dengan namanya Al Ghafur, hatipun menjadi tenang, senang, dimanapun, kalau kita ingat bahwa Allah itu maha pengampun maka hati kita pun akan gembira, itulah sifat keelokan Allah subhanahu wata'ala
Sebagaimana doa doa para orang-orang Sholeh terdahulu : Allahumma tajalla Li BI sifati jamalika, ya Allah bertajalli lah engkau kepadaku dengan sifat-sifat keindahan engkau, sehingga setiap hari apa yang kita ingat, apa yang kita lihat akan selalu menyenangkan hati kita, nah itu kalau Allah menampakkan sifat-sifat keindahannya kepada diri kita ini
Di dalam Alquran banyak sekali di sebutkan nama Allah Al ghafur ini, ada ratusan, artinya menunjukkan bahwa Allah itu sangat pengampun kepada hamba hambanya ini, di antaranya di dalam surah an-nisa ayat 110
Barangsiapa yang berbuat jahat, berbuat dosa, atau dia mendzolimi dirinya sendiri, kemudian dia minta ampun kepada Allah, maka akan dia temui, dia jumpai bahwa Allah itu maha pengampun dan maha penyayang, siapa yang berbuat kesalahan, berbuat dosa, mendzolim diri sendiri lalu dia minta ampun kepada Allah, Allah ampuni dosa-dosanya? Nah dosa seperti apa yang di maksudkan disini,
Karna begitu kita mengucapkan astaghfirullahhal adzim, kita minta ampun kepada Allah, dan Allah ampuni dosa kita, nah tidak perlu yang lain, cukup aja ucapkan astaghfirullahal adzim, aku minta ampun kepada Allah yang maha agung, maka Allah ampuni dosanya, nah dosa seperti yang di maksudkan di dalam ayat ini? Maka para ahli tafsir menjelaskan kepada kita, yang di maksud dengan Ghafur,
Allah maha mengampuni dosa, begitu hamanya istighfar, itu dosa dosa seperti membuka aurat, Karna membuka aurat ini ada waktu-waktu dan tempat yang tidak boleh, seperti kita buka aurat kepada orang-orang yang tidak berhak memandang aurat kita, nah disitu dosa, begitu dia astaghfirullahal adzim, minta ampun dia kepada Allah tadi aku buka aurat, maka Allah ampuni dosanya, contohnya dosa yang seperti itu, atau laki-laki yang memandang atau menyentuh laki-laki yang bukan mahram, atau sebaliknya, Karna itu dosa, nah begitu terjadi dia langsung istighfar,sadar, minta ampun kepada Allah, ( yazihillaha ghafurrarrahima) dia jumpai Allah itu akan mengampuni dosa-dosanya
Termasuk lagi disitu, menyakiti binatang, nah itu dosa, contoh menyakiti bintang itu macam mengurungnya, tidak di beri makan, minum, nah itu menyakitinya, nah begitu dia sadar perbuatannya itu dosa, lalu dia astaghfirullahal adzim, aku minta ampun kepada Allah tadi aku menyakiti binatang
( Yazihillaha ghafurrarrahima) Maka dia jumpai Allah itu akan mengampuni dosanya, macam minum arak, makan bangkai, macam babi misalnya begitu dia sadar oh ini dosa, dia pun istighfar, minta ampun aku kepada Allah, ( yazihillaha ghafurrarrahima) maka dia akan dapati bahwa Allah itu maha mengampuni dosanya dan maha menyayangi
Adapun lagi macam memakai emas, memakai kain sutra, begitu dia sadar bahwa yang ku pakai ini di haramkan oleh Allah, dia pun minta ampun kepada Allah bahwa tadi aku telah memakai apa yang di haramkan oleh Allah, macam lagi dosa dosa yang ada pada diri kita, seperti sombong, ria, dengki, nah begitu kita tersadar, maka ingatlah kepada Allah, minta ampun aku kepada Allah (yazihillaha ghafurrarrahima) Maka akan kita jumpai Allah itu maha pengampun
Nah masalah hati kita ni apakah benar-benar ingin minta ampun kepada Allah atau tidak, itu hanya Allah yang menilai, kalau penilaian Allah itu kita ni sungguh-sungguh, maka akan di ampuni oleh Allah
tapi kalau setengah-setengah, masih di ragukan, nah itu tergantung hati kita, bagaimana kita minta ampun kepada Allah, contoh macam kalau ada orang datang kepada kita misalnya kita tahu dia ni salah, dia ni buat tak baik kepada kita, kemudian dia datang hendak minta ampun, dan kita ni tahu bahwa dia ni pura-pura atau setengah aja dia ni hendak minta ampun, nah mahu kah kita memaafkan? tidak benar-benar meminta maaf, nah Allah lebih lagi daripada itu
Tapi kalau kita yakin ini orang benar-benar bersungguh-sungguh 100% hatinya niat hendak minta ampun dan maaf kepada kita, maka kita pun akan ampuni, maka begitu juga lah Allah bahkan lebih akan memaafkan kita, nah itu lah gambarannya
Cukup kita minta ampun kepada Allah, maka akan Allah ampuni dosa-dosa kita, dosa macam apa? Nah dosa-dosa kita seperti yang tadi itu,
Nah kemudian tentang Al Ghafur Allah berfirman di dalam surat Al Madinah, ayat 39,
Barangsiapa yang taubat dari sesudah dzolimnya, lalu dia berbuat baik, dan bertaubat kepada Allah, maka Allah maha pengampun dan maha penyayang, nah ini sedikit berbeda daripada ayat sebelumnya, barangsiapa yang berbuat dosa dan dia bertaubat ( wa aslah) dan dia berbuat baik, maka Allah akan ampuni, tapi dengan syarat, taubat dan aslah, dan berbuat baik, nah maksud berbuat baik, dan maksud taubat disitu adalah misalnya dosanya itu adalah dosa mencuri, orang yang mencuri ini dzolim, aniaya, kalau dia bertaubat kepada Allah, dia ucapkan astaghfirullahal adzim, aku minta ampun ya Allah daripada dosa mencuri, minta ampun aku ya Allah tadi aku mencuri, (wa aslah? Dan dia pun mengembalikan apa yang dia curi, maka Allah pun ( ghafurrarrahim) akan benar-benar mengampuni dosanya, tidak cukup dengan astaghfirullahal adzim itu
Nah berbeda dengan ayat yang pertama tadi
Begitu kita buat dosa, kita langsung istighfar maka akan kita jumpai Allah itu maha pengampun dan memaafkan dosa kita
Kalau ini
Allah Ghafur, pemaaf, Allah pengampun, sesudah kita mengakui kesalahan kita, kita benar-benar bertaubat kepada Allah dan kita aslah, mengembalikan apa yang kita lakukan itu, macam kita mencuri kembali kan apa yang kita curi itu, macam kita menyakiti hati orang, kita taubat dan kita minta maaf kepada orang yang kita sakiti, kita mengghibah orang, kemudian sadar, ini dosa, kita pun minta ampun kepada Allah, kemudian kita benar-benar bertaubat dan minta maaf kepada orang yang kita ghibahi itu, orang yang kita fitnah
kalau sudah semuanya itu, maka akan Allah ampuni akan dosa-dosa kita
Allah berfirman di dalam Alquran Al an'am ayat54
Barangsiapa yang berbuat daripada kalian satu kejahatan dan setiap orang yang berbuat kejahatan itu di nilai jahil oleh Allah, siapapun itu orangnya kalau berani berbuat dosa dan maksiat kepada Allah, maka Allah menyebut dirinya jahil, walaupun di dalam dunia ini dia orangnya pintar, banyak gelarnya, tapi kalau sudah berani dia berbuat dosa dan maksiat kepada Allah tetap dia ini jahil
Contohnya macam orang yang meninggalkan sembahyang, tidak cukup dengan ucapan astaghfirullahal adzim, dzuhur tidak sembahyang, di ucapkannya astagfirullah, maka belum lagi dia mendapatkan ampunan Allah, sebelum dia aslaha, bayar kembali hutang sembahyangnya, nah kalau kita ni tidak sembahyang, kemudian hendak bertaubat kepada Allah, maka qodo itu sembahyang kita, akan mendapatkan kemaapan Allah, sama halnya juga macam kita ni meninggalkan puasa, tanpa uzur, dia tidak puasa, di ucapkannya astagfirullah, nah musti taubat itu dengan benar-benar kepada Allah dan bayar itu hutang puasa kita, barulah Allah ampunkan, Demikian juga hal nya dengan utang zakat dan hutang-hutang yang berkaitan dengan Allah
Orang yang beriman dengan nama Allah Al Ghafur, kita percaya 100%, Allah maha pengampun dosa, nah kalau kita percaya itu,
1. Maka kita pun memahami kesalahan saudara kita, kita pun musti menutupi kesalahannya, dan berbuat baik kepadanya, karena mencari keridhaan Allah subhanahu wata'ala, karena Allah yang maha menciptakan, dia yang maha menghidupi, mematikan, yang memberi rezeki dan segala macamnya kepada kita, Allah saja berbuat demikian kepada Allah, lalu ada orang yang salah dengan kita kemudian kita tidak mahu memaafkan, apakah kita ini lebih hebat daripada Allah ?
Allah yang menciptakan hamba, yang memberikan rezeki kepada hambanya, yang melindungi hambanya, ribuan kali salah, minta ampun, maka Allah ampunian, kenapa kita tidak bisa demikian, memaafkan orang yang minta maaf kepada kita? jadi yang penting kita ni meaafkan orang, itu lah bukti kita ni beriman dengan nama Allah Al ghafur
Telah sampai ini perkara dari hadist, di Padang Mahsyar, waktu berhimpun seluruh makhluk Allah, ada pengumuman dari Allah, pengumuman itu hendaklah maju orang orang yang punya pahala atas Allah, majulah mereka itu dan masuk syurga,
Nah orang-orang disitu di Padang Mahsyar ini tidak mengerti siapa orang-orang yang punya pahala atas Allah itu, lalu merekapun bertanya kepada malaikat tentang pengumuman itu, siapa yang punya pahala atas Allah itu? Maka di jawab lah, orang orang yang memaafkan kepada orang-orang yang bersalah kepadanya, ada orang salah di maafkan, ada orang yang menganiaya di maafkannya, maka majulah orang-orang yang pemaaf itu, merekapun masuk syurga tanpa hisab
Itulah amal ibadah yang besar pahalanya
Karna amal ini ada terbagi dua, ada amal akhlak rububiyyah, ada amal yang namanya akhlak Ubudiyah, sama sama amal Sholeh,
1. Rububiyyah ini, seperti amal pemaaf, penyantun, pemurah, penyayang, nah ini amal yang sifatnya ketuhanan, ini lebih besar pahalanya daripada amal amal yang sifatnya Ubudiyah, kehambaan, sembahyang, baca Alquran, dzikir, mangkanya orang orang yang ahli ibadah, tapi pendendam, kikir, di hadapan Allah itu lebih mulia orang yang pemaaf
karena lebih sulit itu memaafkan daripada sembahyang,
Alhamdulillah selesai
Insyaallah kita bisa melanjutkan lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar