Bismillah, ( asshalis wal arba'un min asmailla Al Husna Al Karim) yang ke 43 dari Asmaul Husna Al Karim, nah nama Allah yang sering kita dengar, yang sering kita sebut, Al Karim,
( Qolal imamul Ghazali rahimhullahu ta'ala?Al Karim artinya menurut imam Ghazali rahimhullahu ta'ala, dialah yang memaafkan orang-orang yang berbuat salah kepada-nya, padahal dia mampu untuk menindaknya, dan bilamana dia berjanji dia tetapi janjinya, bila memberi melebihi atas yang di harapkan, dan dia tidak perduli berapa banyak yang dia berikan, dan tidak perduli kepada siapa dia memberi, dan jika di laporkan hajat kepada selain dia, dia tidak senang, dia marah,
dan apabila di jauhi dia mencela, dan dia tidak menyia-nyiakan orang yang bersandar kepadanya, dan dia terkaya daripada perantara dan penolong, maka yang terhimpun demikian itu semuanya adalah di sebut dengan Al Karim, dan itu hanya milik Allah subhanahu wata'ala, jadi Karim ini panjang maknanya, luas artinya, biasanya kita singkat Al Karim itu artinya yang maha mulia, bisa pula artinya maha pemurah ( Al Karim )
( iztama'a fil Karim sab'atu ma'anin) Terhimpun di dalam Al Karim itu ada 7 makna, secara ringkas bisa kita artikan maha mulia atau maha pemurah, padahal lebih daripada itu, kalau kita rincikan Al Karim itu di dalamnya ada 7 makna :
1. ( Al awwalu) yang pertama arti Al Karim ( iza kodara 'afa) artinya yang memaafkan padahal mampu untuk menindak langsung dengan selalu memberi tempo kepada ahli maksiat untuk bertaubat, nah ini salah satu makna Al Karim, Allah selalu memaafkan orang yang berbuat maksiat, dalam artian selalu memberikan waktu untuk bertaubat,
Contohnya ada orang berdusta itu haram, tapi tidak langsung di tindak Allah, kalau misalnya ada orang berdusta langsung jadi bisu, nah padahal Allah bisa yang demikian itu, tapi tidak, maka di berikan tempo oleh Allah, tidak di apa-apakan, sampailah dia ini bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala,
ada orang melihat yang haram mestinya langsung sakit mata, tapi Allah tidak demikian, orang yang melihat yang haram di berikan tempo oleh Allah agar bisa bertaubat, bisa meminta ampun kepada Allah subhanahu wata'ala
Ada orang yang melangkahkan kakinya ke tempat-tempat yang haram, mustinya langsung lumpuh atau sakit kaki, ini tidak, Allah dengan namanya Al Karim, Allah berikan tempo dulu, sampai kapan Allah memberikan tempo? Sampai ruh berada di tenggorokan kita ( iza balakhrotil hulkum) sampai ruh ini di tenggorokan barulah habis temponya, tidak boleh lagi minta ampun kepada Allah, tidak berlaku lagi taubat kepada Allah
Kenapa? Karena bila ruh sudah sampai di tenggorokan, itu dia sudah melihat izroil, dia sudah melihat tempat yang bakal di tempatinya, syurga ataupun neraka, itu sebabnya kalau orang bertaubat pada saat itu tidak lagi di terima taubatnya, jadi selama ruh masih belum di tenggorokan, sebesar apapun dosa kita, seberat apapun pelanggaran kita kalau kita mahu minta ampun dan maaf kepada Allah pasti akan Allah ampunkan, pasti Allah akan maafkan, nah inilah nama Allah Al Karim
Nah itu lah salah satu arti dari nama Allah Al Karim, Allah selalu memberikan waktu kepada kita untuk bisa bertaubat kepada Allah, untuk bisa kembali kepada Allah subhanahu wata'ala
2. ( Assani) yang kedua makna yang terkandung dalam Al Karim ( wa'iza wa'ada wafa) apabila dia berjanji pasti dia tetapi janjinya, Allah pasti menetapi apa-apa yang di janjikannya kepada kita, kepada hamba-hamba-Nya itu, mustahil Allah itu ingkar janji, karena ingkar janji itu sifat aib, sifat tidak baik, dan allah maha suci daripada sifat-sifat yang demikian itu
Setiap Allah menjanjikan sesuatu baik itu ada di dalam Al-Qur'an, baik itu ada di dalam hadits-hadits nabi, maka itu janji Allah pasti akan di tepati oleh Allah subhanahu wata'ala, di dalam Al-Qur'an Allah berjanji : pada surah Al Ghafir ayat 60
Berdoalah kepadaku, mintalah kepadaku ujar Allah, maka aku perkenankan doa kamu, artinya aku beri kata Allah permintaan kamu, nah itu adalah janji daripada Allah subhanahu wata'ala, Apabila kita berdoa kepada Allah, Allah pasti akan mengabulkan doa doa kita itu, tetapi, hanya sampai disitu, berdoalah kepadaku akan aku kabulkan
Allah tidak menjanjikan, tempo, Allah tidak menjanjikan segera Kabul, karena tidak ada Al-Qur'an, tidak ada hadist, bila langsung berdoa segera Kabul, bila langsung berdoa langsung jadi, tidak seperti itu, tapi begitu kita berdoa Allah berjanji pasti akan mengabulkan doa kita, memperhatikan doa kita, tetapi Allah tidak menjanjikan segera mengabulkan
Jadi oleh karena itu para ulama menyimpulkan setiap kali kita berdoa jangan ada sedikitpun di dalam hati kita keraguan bahwa doa kita ini tidak Kabul, nah itu sudah buruk sangka kepada Allah, karena sudah jelas doa kita itu pasti di kabulkan Allah, jelas akan di dengar oleh Allah,
cuman ada beberapa macam cara Allah mengabulkan doa kita itu, ada yang Allah mengabulkan doa kita itu ('ajilan) dengan segera, begitu kita berdoa ya Allah, dalam tempo beberapa waktu langsung terwujud apa yang kita minta itu kepada Allah, nah itu bisa saja terjadi, baik orang-orang yang terdahulu, orang-orang yang sekarang, maupun orang-orang yang kemudian, baik itu orang-orang Sholihin maupun orang yang biasa saja, semuanya bisa, begitu berdoa kepada Allah bisa saja Allah langsung kabulkan, Nah itu cara Allah mengabulkan doa kita secara langsung ( 'ajilan)
Kemudian lagi cara Allah mengabulkan doa kita itu dengan bertempo, tidak hari ini, tidak Minggu ini, bulan ini, atau tahun ini di kabulkan Allah, tapi tahun depan contohnya, nah nabi Zakaria alaihissalam berdoa kepada Allah, nah ini nabi, ujarnya di dalam surah Ali Imran ayat 38 :
Wahai Tuhanku berikan aku di sisi engkau jurriyyat yang baik ( innaka sami'uddu'a) engkau mendengar doaku, nah yang berdoa ni adalah nabi Zakaria, dimana nabi Zakaria berdoa ini? Di tempat dimana yang penuh berkah, di Baitul maqdis, di tempat yang dimana di situ Siti Maryam berkhralwat, nah tempat nabi Zakaria berdoa ini adalah tempat yang sangat mulia, untuk meminta doa yang demikian, dan Allah kabulkan doa nabi Zakaria, tetapi memerlukan tempo waktu 40 tahun, barulah istrinya hamil
Padahal itu yang berdoa adalah nabi, di tempat yang mulia, kurang apalagi baiknya? di kabulkan oleh Allah selama 40 tahun kemudian, jadi orang-orang yang belum punya keturunan, baca doa
Berdoa kepada Allah, jangan menyerah, tidak ada istilah putus asa kalau kita berdoa kepada Allah subhanahu wata'ala, di dalam sebuah hadist di sebutkan, ( intijorul farajz, ibadah) menunggu kelapangan itu adalah ibadah, misalnya kita ini tidak punya anak, kita berdoa kepada Allah, ya Allah berikan aku anak yang Sholeh, berikan aku jurriyyat yang Sholeh, nah besok begitu juga kita berdoa, nah hari demi hari kita menunggu sampai saat itu di kabulkan oleh, nah waktu menunggu itu adalah ibadah, jadi tidak ada yang sia-sia, Nah jadi jangan ragu-ragu kita kepada Allah, maka perbanyaklah doa kepada Allah subhanahu wata'ala
Dan jangan kalau kita ini berdoa mendesak Allah, termasuk mencacatkan, mencederai doa adalah bila kita berdoa itu sambil kita minta segerakan, mendesak Allah subhanahu wata'ala, jadi itu lah cara Allah mengabulkan doa kita, bisa dengan segera, bisa juga dengan tempo waktu yang di tentukan oleh Allah subhanahu wata'ala
Dan ada lagi cara Allah mengabulkan doa itu dengan di ganti Allah dengan apa? dengan yang lebih baik dari yang kita minta, itu bisa, karena Allah punya nama Al Karim, dan bisa pula cara Allah mengabulkan doa kita itu dengan di tabungan menjadi pahala, kita berdoa di kumpulkan Allah menjadi pahala, kita minta ini itu tidak ada juga, tapi di gantikan Allah dengan pahala
Imam yajid arrakhosi radiallahu Anhu, beliau berkata di akhirat nantinya Allah subhanahu wata'ala menampakkan pahala-pahala yang di kerjakan hamba di dalam dunia, tu ujar Tuhan pahala engkau, itu engkau dapat rumah, itu pahala engkau sembahyang, ada melihat taman yang indah, itu sebab engkau suka berdzikir, itu ada bidadari, itu pahala karena engkau suka bersedekah, nah di lihatkan oleh Allah, nah itu gedung, dalamnya lengkap, fasilitasnya, itu pahala apa ya Allah? Itu pahala yang engkau selalu berdoa tapi tidak Kabul, maka aku ganti ujar Allah dengan yang demikian itu, jadi dia pun berkata kalau macam itu tak payah la kabulkan ya Allah kalau dapat yang macam ini
Nah itu lah cara Allah mengabulkan doa macam macam, yang penting Allah berjanji setiap kali engkau berdoa pasti akan Allah kabulkan, janfan ragu-ragu kita, jadi berdoa itu tidak ada yang sia-sia, bisa yang kita minta itu terwujud, bisa sekarang, bisa akan datang, bisa pula di simpan Allah menjadi tabungan kita di akhirat, yang lebih daripada yang kita minta itu, itu lah Allah dengan namanya Al Karim bila berjanji pasti akan menepati janjinya
3. ( Assalis, yang ketiga, wa'iza 'aktazada ala muntaharroza walayubalikam 'akta waliman 'ato) yang ketiga makna daripada Al Karim bila Allah itu memberi melebihi atas yang di harapkan kita dan Allah tidak perduli berapa banyak yang ia beri dan Allah tidak peduli kepada siapa yang Dia beri, nah itu Al Karim nya Allah, Allah memberikan makanan, memberikan rezeki, memberikan kenikmatan dunia
Nah Allah tidak perduli, apakah dia ini orang kafir, ini orang maksiat, ini orang ahli ibadah, siapapun akan di beri Allah, nah ini makna Al Karim juga, ada orang agamanya tidak Islam, suatu hari orang tua umur 70 tahun lebih, tidak makan berhati-hati, kelaparan, biasa lancar aja makannya, nah pada saat itu tidak ada makanan baginya, dia pun datang kepada nabi ibarahim alaihissalam, nabi Ibrahim tahu ini orang tidak mahu masuk Islam, ini orang tidak maju mengesakan Allah, ini orang jelas menyembah berhala
si tua renta ini kelaparan datang kepada nabi Ibrahim, wahai Ibrahim ujarnya aku minta makan karena sudah kelaparan, ujar nabi Ibrahim alaihissalam aku hendak memberikan engkau makan asalkan engkau mahu masuk Islam terlebih dahulu, asalan engkau mahu berhenti menyembah berhala, engkau mengesankan Allah sebagai Tuhan baru ku kasi makan, ujar si tua ini tidak, kalau Karna makan aku harus berhenti menyembah berhala aku tidak mahu, maka baliklah orang tua tadi, nabi Ibrahim pun selesai, kalau macam itu ya sudah tidak ada makanan
Nabi Ibrahim alaihissalam pun di tegur oleh Allah, ujar tuhah hai Ibrahim, itu orang 70 tahun sudah kafir kepadaku, tiap hari selalu ku beri nikmat, selalu dia ku beri makanan, cuman beberapa hari ini aku tunda makanannya, engkau Ibrahim baru sekali dia minta makanan kepadamu kenapa engkau tidak mahu beri dia makan, harus pakai syarat masuk islam, kenapa demikian wahai Ibrahim, nah di tegur oleh Allah, akhirnya nabi Ibrahim pun berlari menjadi itu orang tua tadi, cari punya hari, kemana-mana akhirnya jumpa langsung di berikan makanan oleh nabi Ibrahim alaihissalam
ujar si tua tadi wahai Ibrahim kepada engkau begitu cepat ada perubahan yang tadinya engkau suruh aku masuk Islam dahulu baru engkau beri makan, kenapa sekarang cepat ada perubahan langsung engkau beri aku makan, ujar nabi Ibrahim Allah menegur, kata allah engkau ini sudah 70 tahun lebih kafir kepada Allah, dan senantiasa Allah beri engkau nikmat, maka aku di suruh oleh Allah saat ini juga untuk memberikan engkau makan, ujar si tua tadi, demikian lah Allah kepadaku wahai Ibrahim, kalau begitu ajarkan aku wahai Ibrahim, ajarkan aku Islam, aku hendak masuk Islam
Nah itu lah Allah dengan namanya Al Karim tidak perduli siapapun yang di berinya, baik itu orang Islam maupun tidak, selalu akan di beri oleh Allah subhanahu wata'ala, jadi kalau urusan makanan, urusan minuman, kita tidak pandang agama, ada orang kelaparan langsung di beri makan, tetap kita bantu, mencontohi akhlaknya Allah subhanahu wata'ala yaitu Al Karim,
4. ( Arrobi'u, yang ke 4, wa'in ruti'at hajatun ila ghoirihi la yardo) apabila di laporkan hajat kepada selain Allah, dia tidak suka, kalau kita ini mendapat musibah, baik itu musibah harta, musibah diri sakit, dan lain sebagainya, nah kita mengadu kepada selain Allah, jelas Allah tidak suka, karena Allah itu sukanya kita mengadu kepadanya, ya Allah hamba sakit, ya Allah hamba sudah, miskin, jadi setiap kali apapun masalah yang terjadi kepada diri kita yang pertama sekali kita laporkan itu kepada Allah
Jangan kita mengadu kepada manusia, bila kita berbuat demikian ( la yardo) Allah tidak suka, jadi para ulama membahas masalah kita mengadu kepada selain Allah, ada 3 hukumnya :
1. Boleh, boleh kita mengadu kepada selain Allah, tapi dengan 2 syarat :
A. Orang yang kita adukan ini yang kita laporkan ini, dia bisa menghilangkan kesusahan kita, dia bisa menghilangkan kemudharatan kita dan iktikad di dalam hati bahwa ini adalah hanya perantara atau sebab, semuanya itu ada perbuatan Allah subhanahu wata'ala, contohnya kita sakit, kita datang ke doktor, aku ni sakit, jelaskan, nah mengadu itu, memang itu dokter jelas punya ilmu yang bisa menangani penyakit itu, tapi di dalam hati kita percaya bahwa yang menyembuhkanku ini adalah Allah, ini dokter hanya sebab, jadi mengadu yang demikian ini tidak menghilangkan tawakkal kita kepada Allah subhanahu wata'ala, tidak pula menghilang kesabaran kita kepada Allah
B. Melapor, mengadu, makhruh, nah ini yang mana, kita melapor dan kita mengadu kepada orang yang tidak bisa apa-apa, hanya sekedar mengeluh, ini ku sakit, yang menjadi tempat mengadu ini doktor bukan, hanya sekedar curhat dan hanya sekedar menghilangkan beban saja, banyak masalah hidupnya lalu di ceritakannya kepada orang lain, padahal ini kawan tidak bisa apa-apa, nah ini makhruh hukumnya, ini mengeluarkan kita daripada kesabaran kepada Allah subhanahu wata'ala
3. Mengadu yang di haramkan oleh Allah, orang sakit mengadu ke doktor, dia ini mengadu kepada ahlinya tapi di dalam hatinya ada kesal dengan takdir Allah, nah ini yang haram, dia ini tidak senang, tidak lapang hati, menyalahkan takdir Allah, lalu dia ini mengadu kesana-kemari, ini haram, Allah subhanahu wata'ala dengan namanya Al Karim, bila kita mengadu kepadanya Allah suka dan Allah senang, makin banyak kita mengadu kepada Allah makin Allah suka, Allah makin senang
5. ( Al khromis, yang ke lima, wa'iza jupi'ataba) apabila di renggangi dia mencela, nah Allah itu apabila kita jauhi kita ini di celanya, kita ini tidak sholat, tidak ingat Allah, tidak berdzikir kepada Allah, tidak bersyukur kepada Allah, kita lalai dengan hukum-hukum Allah, menjauhkan diri dengan Allah, nah ini Allah cela kita, ini pun masuk dalam nama Allah Al Karim, kalau ada orang yang mendekat kepadanya, dia suka, dia senang, Dia beri pahala, kalau orang yang menjauh daripadanya dia tidak suka, dia tidak senang, dia cela
6. ( Assadis, yang ke 6, wala yudhoiyyi'u manlajabih
dan dia tidak menyia-nyiakan orang yang pasrah kepadanya, kalau kita berserah kepada Allah, Allah akan memperhatikan kita, firman Allah subhanahu wata'ala di dalam alquranul Karim pada surah at thalaq ayat 3, Allah menyampaikan bahwa :
Siapa yang menyerahkan perkaranya kepada Allah, Allah mencukupinya, nabi Ibrahim alaihissalam di lemparkan ke dalam api, apa ujar nabi Ibrahim? Habiyallah wani'mal wakil, aku berserah kepada Allah, Allah sebaik-baik orang yang bisa mengurusi aku, jadi kalau kita benar-benar berserah diri kepada Allah, jangan setengah-setengah apalagi ragu-ragu, benar-benar kita berserah diri kepada Allah, Allah akan mencukupi apa yang kita perlukan
7. ( assabi' yang ke 7, ( wayurghnihi) dia Allah tidak perlu kepada penolong, kepada perantara untuk memberikan sesuatu kepada diri kita, Allah tidak butuh akan orang, Allah tidak perlu akan penolong untuk membuat sesuatu, untuk membikin dan memberikan nikmat, Allah tidak perlu semuaan itu, Allah bisa sendiri menyampaikan nikmat-nikmatnya kepada orang yang Allah kehendaki itu, jadi itulah 7 macam yang terkandung di dalam nama Allah subhanahu wata'ala Al Karim
( Al mukmin bismillahil Karim, ayyuhibbahu) orang yang beriman, orang yang percaya dengan Allah yang namanya Al Karim dia akan cinta kepada Allah, kalau kita percaya Allah itu Al Karim, orang berbuag maksiat Allah ampuni, Allah berikan waktu untuk bertaubat, bila berjanji Allah tepati, Allah bilamana memberi tidak perduli siapapun akan Allah beri, kalau ada orang pasrah kepadanya dia urusi dia jaga dan pelihara, nah kalau kita memikirkan tentang dalamnya makna Al Karim pasti kita ini cinta kepada Allah subhanahu wata'ala, jangankan Allah, yang nikmatnya setiap detik kita terima
Kalau mendengar kita ada raja, seorang raja itu orangnya adil, raja itu orangnya pemurah, raja itu orangnya penyayang kepada rakyatnya, nah kita mendengar itu hati kita pasti akan senang kepada raja itu, walaupun kita ini tidak mendapatkan apa-apa dari seorang raja itu, tapi hati kita automatis cinta kepada raja itu, itu raja kalau rakyatnya sakit dia obati secara geratis, kalau ada orang susah di bantunya, misalnya kita mendapat kabar yang demikian, nah pasti hati kita ini suka dengan raja itu, pasti kita cinta kepadanya
Padahal sedikitpun kita ini tidak mendapatkan manfaat apa-apa dari raja itu, cuman karna kita sudah mendengar kabar demikian baiknya itu seorang raja maka hati kitapun suka, nah apalagi kepada Allah subhanahu wata'ala, yang jelas-jelas nikmatnya itu tidak pernah putus kepada diri kita ini, jadi kalau kita mahu berpikir merenungi nama Allah Al Karim ini pasti kita cinta kepada Allah subhanahu wata'ala, kalau orang cinta kepada Allah pasti dia ingin dekat kepada Allah, jelas itu sudah, orang yang cinta dengan seseorang pasti ingin dekat dengan seseorang yang ia cintai itu
2. Kalau kita beriman dengan nama Allah Al Karim
( wa'alla yarghtarrobihi ) Dan jangan terperdaya dengan nama Allah Al Karim, jangan tertipu, Allah itu memaafkan bila kita berbuat maksiat, jangan tertipu, kalau macam ini aku berbuat maksiat aja karena Allah itu kan maha pemaaf, pasti dosaku di ampuni Allah, jangan macam itu, nah ini jelas orang terperdaya dengan syaitan, ujar Allah di dalam Al-Qur'an pada surah Al infitar ayat 6 :
Ujar Allah hai manusia apa yang membuat engkau terperdaya dengan Tuhan engkau Al Karim, kita merasa sihat, merasa bahagia, merasa senang, padahal kita ini banyak berbuat dosa dan kemaksiatan, padahal kita banyak melanggar hukum-hukum Allah subhanahu wata'ala, dan nikmat selalu melimpahkan kepada diri kita, nah ini lah yang membuatkan kita terperdaya, kita mengira bahwa Allah itu sayang kepada kita, buktinya apa? Kita sihat, kita selamat, kita kaya, kita banyak nikmat di dunia, nah itu lihat ada orang rajin ibadah, malah hidupnya susah, hidupnya sakit, lihati aku ini, nah jangan terperdaya
Karena Allah itu punya Al Karim, tapi di sisi lain Allah punya nama Al muntaqim yang maha menyiksa, Allah punya nama Al muzil yang menghinakan, yang menghancurkan, jadi jangan kita terperdaya dengan yang demikian itu, jadi kalau kita sudah kenal nama Allah Al Karim justru akan membuatkan kita semakin dekat kepada Allah, bukan malah menjauh, Allah tidak pemarah, Allah itu maha pemaaf, pengampun atas dosa-dosa kita, tapi jangan pula kita ini begitu dengar demikian, malah suka berbuat dosa dan maksiat, mentang-mentang Allah itu maha pengampun berani pula kita berbuat dosa, jangan, seharusnya yang demikian itu menambahkan rasa dekat dan cinta kita kepada Allah subhanahu wata'ala
Di kisahkan Sayidina Ali punya beberapa budak, sayyidina Ali ini orangnya ramah, orang yang tidak marah, orangnya pemaaf, ada punya beberapa budak, di antara beberapa budak ini ada yang pintar ada yang biasa saja, ada yang lebih pintar, si yang pintar ini begitu di panggil sayyidina Ali ( ya Fulan ta'al kemari, langsung segera dia datang) tapi budak yang kurang pintar ini begitu di panggil, tidak menghiraukan dia, sampai 3 kali sayyidina Ali memanggil tak di hiraukannya, akhirya di datangi sayyidina Ali itu budak, kenapa kamu aku panggil beberapa kali tidak menyahut, ujar di budak aku tahu aja engkau itu memanggil, cuman wahai tuan engkau itu kan tidak pemarah, jadi tak apa lah kalau aku tidak menyahut, nah ini budak tidak pintar
Jadi kalau kita maksiat kepada Allah, Allah Al Karim, berarti kita sama aja macam budak yang tidak pintar tadi, tahu benar kita bahwa Allah itu maha pengampun dan pemaaf, cuman berani kita berbuat dosa itu dengan alasan Allah tu kan pemaaf nanti aku minta ampun di maafkan Allah, nah ini manusia yang tidak pintar, tak apa buat maksiat Allah tu kan pengampun, nah ini kita tertipu oleh syaitan, seharusnya kalau kita tahu bahwa Allah itu pemaaf, mengampuni dosa kita, justru dengan demikian itu kita lebih patuh kepada Allah, lebih semangag beribadah, lebih dekat lagi kepada Allah subhanahu wata'ala, itu yang benar
Alhamdulillah selesai, mudahan Allah berikan pertolongan dan kemudahan untuk menyelesaikan ini tulisan sampai akhir, insyaAllah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar