Pages

Jumat, 12 Desember 2025

45. Al Mujib, mengabulkan doa orang yanv berdoa kepada-nya

Bismillah

( Al khromis wal arba'un min asmailla al husna Al Mujib) yang ke 45 dari asmaul Husna Al mujib, makna Al Mujib menurut para ulama
( Huwalladzi yuqobuli du'a 'adda'in bil ijabah) dialah yang membetuli doanya orang-orang yang berdoa ( bil ijabah) dengan mengabulkannya, jadi artinya Mujib ini yang mengabulkan doa-doa orang yang berdoa kepadanya, Apabila doa kita ini di ijabah oleh Allah maka itu lah peran daripada nama Allah Al Mujib, 

Di dalam Al-Qur'anul Karim di sebutkan nama Allah Al Mujib di dalam surat hud pada ayat 61: 
Allah mengutus kepada bangsa samudt, kaum mereka yaitu nabi Soleh, nabi Soleh di utus kepada kaum samud, berkata nabi Soleh wahai kamumku sembahlah Allah, tidak ada bagi kalian Tuhan selain daripada Allah, dialah yang menciptakan kamu dari bumi Dan memakmurkan kamu pada bumi, maka mintalah ampun kepada-nya, taubatlah kepada Allah ( inna Robbi qoribummujib) bahwa Tuhanku ( qoribun) dekat ( mujibun) mengabulkan doa dari orang-orang yang berdoa kepadanya 

Di dalam ayat yang lain Allah subhanahu wata'ala berfirman yang di tujukan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam 
Surah Al Baqarah ayat 186 : 

Dan apabila bertanya kepada engkau wahai Rasulullah oleh hamba hambaku tentang aku, maka jawab, sesungguhnya aku adalah (qoribun) dekat
( Ujibu da'watadda'i iza da'ani) Aku mengabulkan, memperkenankan, permintaan doa dari orang yang berdoa ( iza da'ani) bila dia berdoa kepadaku 

( Falyastazibuli ) Hendaklah mereka memperkenankan aku ( waliyukminubi) beriman kepadaku ( la 'allahum yarsyudun) niscaya mereka mendapat petunjuk, nah di dalam ayat ini Allah subhanahu wata'ala menjelaskan bahwa dia mengabulkan doa orang yang berdoa, tetapi ada dua syaratnya: 

1. ( Falyastazibuli, walyukminubi) Hendaknya mereka pun memperkenankan, mengabulkan apa yang aku minta dan mereka beriman kepadaku, nah ini syaratnya, jadi Allah mengabulkan doa yang kita minta itu ada dua syaratnya, mereka terlebih dahulu hendaknya memperkenankan apa yang aku minta dan mereka itu beriman kepadaku

Jadi doa-doa kita itu di terima oleh Allah, di kabulkan Allah apabila kita sebelumnya mengabulkan dulu apa-apa yang di minta oleh Allah dan kitapun beriman kepada Allah subhanahu wata'ala, oleh Karna yang demikian itu, para ulama kita mentafsirkan bahwa doa itu ada syarat-syaratnya dan ada adab dan tata keramanya, 

Jadi apabila syarat ini ada di dalam doa kita dan adab itu ada di dalam doa kita maka itu lah yang sesuai dengan firman Allah subhanahu wata'ala 
( Ujibu da'watadda'i) Aku perkenankan, aku terima, aku kabulkan doa daripada hamba-hambaku itu, jadi doa kita ini asal cukup syaratnya, cukup adabnya pasti akan di kabulkan oleh Allah subhanahu wata'ala, apabila doa kita tidak terkabul maka kita musti persiksa, apakah doa kita ini suday cukup kah syaratnya atau belum, kemudian adab kita semasa berdoa itu sesuai atau tidak? Nah mungkin karena dua hal itu doa kita belum di kabulkan oleh Allah subhanahu wata'ala 

1. ( Min syurutiddu*) Sebagian daripada syarat-syarat doa, karena bila tidak cukup syarat, maka bukan dia namanya, sembahyang itu bisa di katakan sembahyang kalau cukup syaratnya, kalau tidak cukup bukan sembahyang namanya, contoh ada orang sembahyang, di antara syarat sembahyang itu menghadap kiblat, dia ini tidak menghadap kiblat berarti belum sembahyang ini namanya, syarat sembahyang juga suci, nah kita tidak suci, maka tidak sembahyang namanya, 

Jadi diapun seperti yang demikian, apabila ini tidak cukup syarat-syaratnya maka doa ini bukan di namanya doa, lalu Allah pun tidak menghiraukan, karena yang kita sampaikan itu kepada Allah bukan termasuk doa, kenapa? Karena tidak cukup daripada syarat-syarat agar di sebut sebagai doa, 

Sebagian syarat-syarat nya itu adalah ( ayyakuna mukhrlison lillahi ta'ala) bahwa orang yang berdoa itu ikhlas, murni karena menjunjung perintah Allah, nah ini syarat yang pertama, kalau kita berdoa kepada Allah tidak ikhlas, tidak karna allah, itu bukan doa namanya, kalau bukan Allah, maka tidak di hiraukan oleh Allah, jadi landasan kita berdoa itu adalah hendak menjunjung perintah Allah, ada orang bertanya kepada kita berdoa? Jawab, Allah menyuruh ku, nah itu ikhlas namanya, tidak ada yang lain daripada itu, aku berdoa semata-mata hendak menjunjung perintah daripada Tuhanku

Allah menyampaikan di dalam Al-Qur'an, menyuruh kita untuk berdoa kepadanya, lalu kita pun berdoa, nah doa kita ini lah semata-mata hendak menjunjung perintah Allah, itu syarat yang pertama, yang kedua ( anla yas'ala manahallahu Anhu) bahwa dia tidak meminta kepada Allah sesuatu yang di larang oleh Allah, jadi yang kita minta ini bukan sesuatu yang di larang untuk memintanya, karena ada sesuatu yang tidak boleh kita minta, bila kita minta kita ini berdosa, bahkan bisa jadi kafir, 

Contohnya ( kaddu'ai Rahmah wal maghrfiroh liman mata kafiro) seperti mendoakan dapat Rahmat, mendoakan dapat ampunan bagi orang yang mati kafir, orang ni jelas-jelas mati dalam keadaan kafir, lalu kita ini berdoa kepada Allah, ya Allah ampuni dosanya, nah ini hukumnya haram, bahkan menurut sebahagian ulama bukan hanya haram tapi bisa murtad, memintakan ampun kepada orang yang mati dalam keadaan kafir, seperti abu Jahal contohnya, itu jelas sudah di sepakati para ulama dia mati dalam keadaan kafir, lalu kita mendoakan ya Allah ampuni abu Jahal, nah ini tidak boleh,

kenapa? Karna itu Abu jahal sudah di pastikan mati dalam keadaan kafir, orang yang mati dalam keadaan kafir di larang bagi kita memintakan ampun kepada Allah, di larang kita memintakan Rahmat atas orang yang mati dalam keadaan kafir, nah itulah contoh doa yang di larang 
Jadi kalau kita meminta doa seperti itu jangan kan hendak di kabulkan Allah, bahkan kita bisa mendapatkan hukuman daripada Allah

( Wakaduda'i Rukyatillahi ta'ala fiddun ya) 
Dan contohnya lagi berdoa hendak melihat Allah di dalam duniya, ini pasti tidak akan kabul? Kenapa, karena ini doa yang di larang, bukan hanya tidak kabul, tapi kita ini juga bisa mendapatkan dosa
Misalnya ( allhumma 'arini wajhaka fiddun ya) ya Allah perlihatkan kepadaku wajah engkau dalam dunia, kita berdoa macam ini haram hukumnya, dan tidak akan kabul doa kita, doa seperti ini di haramkan Allah 

( Waddu'a'issyar ala ghoiri Mustahiqqihi)
Mendoakan kejahatan atas yang bukan haqnya, orang ni tidak berhak kita doakan kejahatan, tapi kita ni malah mendoakan orang itu celaka, nah ini doa tidak akan di kabulkan oleh Allah, bahwa yang ada kita ni mendapatkan dosa, contohnya sendal kita hilang di masjid, ya Allah matikan aja orang yang mencuri hendakku ini, nah itu tidak berhak orang yang mencuri hendak itu di hukumkan mati
Karena orang yang hanya mencuri sendal itu tidak berhak untuk di bunuh, doa seperti itu di haramkan dan tidak akan kabul

Jadi kalau masalah seperti ini jangan di doakan kejahatan, doa yang paling baik itu adalah ya Allah bukakanlah hatinya agar mengembalikan sendalku yang hilang, berilah dia hidayah dan ampunanmu, jangan malah di doakan yang tidak baik, itu tidak patut, umpamanya lagi ada orang membuat acara-acara maksiat, acara membuka aurat, melakukan perkara-perkara yang jelas di dalamnya itu dosa dan maksiat, kemudian kita ini berdoa ya Allah mudahan acara mereka itu sukses dunia dan akhirat, nah doa macam ini di larang , Jadi syarat doa tadi adalah musti yang kita minta itu, jangan perkara yang di larang oleh Allah untuk memintanya,  

( Wa'alla yastaghrila an wajibin) 
Bahwa ia berdoa itu tidak mengganggu dia daripada kewajiban, kalau aku berdoa ini wajib waktu sembahyang, nah jangan dulu berdoa, sembahyang dahulu, kenapa? Karena meninggalkan kewajiban, misalnya kita ini tertidur, bangun2, waktu sembahyang tinggal 10 menit lagi habis, kita belum sembahyang, nah yang wajib kita lakukan itu adalah, bangun, langsung siap2 sembahyang, tidak ada perbuatan lain yang kita lakukan, jangan kita ini malah berdoa, sampai habis waktu sholat, nah ini di haramkan dan pasti tidak akan di kabulkan Allah, 

( Wa alla yakuna ala wajhil ikhtiyar) Bahwa tidaklah doa itu atas jalan coba2, doa itu tidak ada yang namanya dari jalan coba2, coba engkau baca doa ini , bagus soalnya, nah ini tidak boleh, apa itu coba2, tidak boleh seperti itu, kalau kita berdoa semata-mata hendak mencoba doa, apakah itu doa hebat kah, doa tu mujarab kah, maka itu tidak akan kabul, jadi syaratnya berdoa itu, jangan hendak di coba2 

( Wa'ayyafha ma makna mada'ahu bihi) Dan syaratnya doa pula dia faham arti apa yang dia mintakan itu kepada Allah, nah itu syarat doa, jadi yang kita minta itu sekurang-kurangnya kita faham 
( Allahumma, ya Allah, inni, sesungguhnya aku, as'aluka, minta kepada engkau ya Allah, at taqwa, ketaatan) jadi yang kita minta itu musti kita faham maknanya, kalau hanya minta saja tapi kita ni tak mahu tau apa maknanya, macam mana, apa sebenarnya yang mahu kita minta? Kalau kita tidak faham, 

( illa du'a an minal qur'an awil hadist) kecuali doa itu di ambil dari Al-Qur'an dan di ambil dari hadist Baginda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam, nah itu tidak apa kalau kita tak faham, sudah mendapatkan pahala, kalau kita baca Alquran walaupun kita tidak faham sudah dapat pahala, kita baca hadist walaupun kita tidak faham sudah di beri ganjaran pahala, alangkah lebih baiknya lagi kita baca dan kita faham 

Karena kalau kita membaca Alquran walaupun belum faham sudah mendapatkan pahala, kita membaca hadist walaupun kita ini belum faham tetap kita mendapatkan pahala, jadi doa yang ada di dalam Al-Qur'an, doa yang di ambil daripada doa para nabi dan rasul walaupun kita belum mengerti maknanya, itu tidak jadi masalah, karena Semiawan itu sudah pasti baik, walaupun kita belum faham maknanya, itu sudah termasuk daripada syarat doa

Tapi kalau doa dari karangan ulama, doa karangan daripada para wali, nah itu jangan, musti kita faham betul maknanya, kadang mungkin permintaan para ulama, doa para wali itu tidak cocok dengan apa yang kita minta, mungkin saja tidak pas dengan kita doanya, Karna kebanyakan doa doa mereka itu tidak cocok dengan kita, contohnya, para wali itu minta kepada Allah fakir, ( allahumma inni as'alukal fakro, ya Allah aku minta kepada engkau fakir, susahnya hidup, nah namun kalau kita belum mengerti ini doa, belum faham doa ini jangan kita minta, ya Allah berikan aku susah, malah tambah susah nanti kita, tapi kalau para wali kalau susah mereka itu ada tujuannya, ada maksudnya, kalau kita orang biasa berbeda, adalagi ya Allah Cepatkan aku bertemu dengan engkau, nah cepat mati ini, kalau kita orang biasa kan biasanya minta panjang umur 

Jadi musti kita pelajari doa doa itu, lain halnya kalau doa yang ada di dalam Al-Qur'an, daripada nabi dan yang ada di dalam hadist semuanya itu baik, Jadi intinya bahwa dia mengetahui tentang makna doa yang dia mintakan kepada Allah, kalau kita tidak tahu maka belum di sebut sebagai doa, belum masuk kepada syarat doa, 

( Waminha ) Dan setengah syaratnya lagi ( wa ayyakuna matdho'ammuhu, wa masrobuhu, wa malbusuhu, wa makanuhu halala) yang dia makan, yang dia minum, yang dia pakai, yang dia tempati semuanya itu adalah dariapda perkara yang halal, nah itu termasuk kepada doa juga, karena kalau orang itu ada makan haram, ada minum haram, buat perkara yang marah, pakaiannya di dalam daripada perkara yang haram, ini orang tidak disuruh berdoa, di suruh taubat dulu, nah kalau sudah bertaubat kepada Allah, baru berdoa

Jadi kalau kita ini ada makanannya daripada yang haram, ntah itu duitnya yang haram, cara mendapatkannya dengan cara yang haram, menipu orang, mencuri dan lain sebagainya, orang ini tidak layak dan tidak patut berdoa kepada Allah, itu adabnya, mustinya kita ini melaksanakan kewajibannya yaitu bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala, kalau orang yang di tubuhnya masih bergelimang daripada perkara yang haram, dan hendak berdoa berarti dia sudah menyalahi aturan dalam syarat berdoa kepada Allah, Karna yang di suruh Allah itu taubat dulu baru berdoa 

Misal kita ini berada di tempat yang haram, atau pekerjaan kita ini ada unsur daripada perkara yang haram, maka Allah tidak menyuruh kita berdoa, Allah suruh kita pindah, kemudian kita bertaubat kepada Allah, baru kita berdoa, jadi itu lah sedikit merupakan syarat-syarat doa, bilamana itu tidak terpenuhi, maka itu bukan doa namanya 

1. Ikhlas
2. Yang kita minta itu bukan termasuk daripada perkara yang haram 
3. Jangan membuat kita lalai daripada kewajiban kita kepada Allah
4. Jangan mencoba-coba 
5. Faham dan mengerti dengan apa yang kita mintakan itu kepada Allah 
6. Halal di seluruh tubuh dan tempat tinggal kita

Nah apabila doa kita mencakup kesemuanya itu maka berhaklah sudah doa kita itu di sebut sebagai doa, tinggal lagi kita melengkapi semuanya itu dengan adab adabnya kepada Allah, dengan sopan santun, dan tata kerama, fungsinya adalah untuk mempercepat doa itu di ijabah oleh Allah, supaya segera di perhatikan oleh Allah

( Wa min adabihi) Dan sebahagianya lagi daripada adab doa adalah ( ayyakuna ma sa'alahu krhoiron yakinan) bahwa yang dia minta kepada allah itu yakin kebaikannya, yang kita minta kepada Allah itu yakin baik dan membawa keselamatan bagi kita, yakin membawa kebahagiaan, nah contohnya apa yang kita minta itu yang pasti baik, yang pasti membawa keselamatan dan kebahagiaan kepada diri kita? ( waziadatil Ilmi, wal iman, wal makhrifah) minta kepada Allah tamhahan ilmu yang bermanfaat, minta tambahan iman, dan tambahan makhrifah, Allahumma Zidni Ilma, wa imanan, wa makhrifatan ya Allah 

Adapun lagi yang baik seperti ( wa gufronizzunub) minta di ampunkan Allah dosa, hapuskan dosa, nah itu pasti bagus, ( wazzauzi wazzauza, wazzurriyyat Sholeh, Sholehah, ) pasangan hidup, keturuan yang takwa kepada Allah, nah itu sudah pasti baik kita minta kepada Allah, ( wa Husnul khatimah, wadkhrulul jannata bi ghoiri hisab) nah itu tidak di ragukan lagi, kepada dalam perkara kebaikan untuk kita, minta kita di selamatkan dan di jauhkan daripada neraka, itu pasti baik untuk kita 

Nah jadi adab doa antara lain yang kita minta itu adalah yang sudah pasti baik untuk kita, 
( Wa inkana ma yas'aluhu la yaklamu ghoiroh aw sarroh) jikalau yang dia minta itu dia tidak tahu baik atau buruknya, nah yang kita minta ini kita belum tahu baik atau tidak untuk diri kita ( karrizqi wasi) seperti rezeki yang luas, kita minta kaya kepada Allah, ini perkara kaya belum tentu baik untuk kita, jangan2 karena kakayaan itu nanti yang akan mencelakai diri kita, jadi boleh kan kita minta yang demikian itu? Boleh kah kita minta kedudukan, minta jabatan yang tinggi kepada Allah? Karena itu belum tentu baik, harta banyak belum tentu baik, nah bila kita minta kepada Allah sedemikian itu maka di sambung ( inkana grhoiro,  

Contohnya kita minta kepada Allah, ya Allah agrhini, kayakan aku ya Allah ( inkana grhoiro, jikalau kekayaan itu baik untuk ku, kalau kekayaan itu tidak berguna untuk kehidupan ku dunia dan akhirat, tidak usah minta demikian, ya Allah naikkanlah pangkat hamba Allah, naikkanlah jabatan hamba ( inkana grhoiro, jikalau demikian itu baik untuk ku, itulah adab kita kepada Allah, supaya yang kita minta ini benar-benar akan membawa kepada kebaikan untuk diri kita baik di dunia maupun akhirat, kaya membawa kebaikan, kedudukan membawa kebaikan, semuanya itu kalau baik untukku ya Allah, aku terima, kalau tidak jangan, karena jelas Allah yang maha mengetahui tentang yang demikian, 

Jadi jangan hendak minta kepada Allah sesuatu yang belum tentu membawa kebaikan, keselamatan, untuk diri kita, kalaupun hendak minta juga maka tambahkan dengan inkana grhoiro, jikalau itu baik untuk ku, 
( Allahumma Inna as'aluka, aku minta kepada engkau ya Allah ( rizqon wasi'an halalan toyyiban, dan di tambah dengan  yu'inuni ala ibadatik) yang akan membantu diriku untuk senantiasa melaksanakan ibadah kepada engkau ya Allah, nah itu bagus doanya, jadi jangan lupakan yang terakhir tu, barangkali kita minta Allah luaskan rezeki, begitu sudah Allah berikan keluasan lupa kita kepada Allah, banyak orang yang demikian 

Jadi ketika kita minta sesuatu kepada Allah, minta rezeki yang halal, yang luas, nah semuaan itu ya Allah yang membantuku untkk taat kepada engkau, itu lah bahagian daripada adab doa kepada Allah 

( Wa ayyakunaddu'a ma'al Jasmi ) Dan lagi adab berdoa itu di sertai dengan kepastian, misal kita dengan Allah, ( allummagrhfirli junubi, ya Allah ampuni dosa-dosa ku, nah itu pasti namanya, jangan di taqlik, ya Allah ampuni dosa-dosa ku, jika engkau mau, nah ini jangan, pastikan saja doa itu, ya Allah ampuni dosaku, cukup, ( wa ayyakuna hadirol qolbi) dan sebahagiannya lagi adab berdoa itu bahwa dia berdoa kepada Allah itu hadir hatinya, kita merasakan bahwa Allah mendengar doa kita, kita rasakan sangat dekat dengan Allah 

( Wa ayyuhassinna zonna billahi ta'ala ) dan bahwa dia berbaik sangka dengan Allah, jadi ketika kita berdoa itu di sertakan dengan baik sangka kepada Allah, artinya pasti akan Allah kabulkan doa, itu lah adab-adab utama kita ketika berdoa kepada Allah, dan masih banyak lagi adabnya, seperti mengangkat tangan, dan lain sebagainya, nah kalau dia kita ini sudah cukup syaratnya, di sertakan dengan beradap kepada Allah , apa kata Allah di dalam Alquran, ( ujibu dakwatatta'i) aku akan mengambulkan doa orang yang berdoa kepadaku 

( Al mukmin bismillahi Al Mujib, ayyuksiraddu'a 'i ilallah ta'ala Li annaddu'a'a Mu krhul ibadah ) orang yang sudah beriman dengan nama Allah Al Mujib, dia percaya dan yakin bahwa allah itu mengabulkan doa, sikapnya itu kalau sudah yakin dan percaya, maka hendaklah dia memperbanyak doa kepada Allah subhanahu wata'ala, karena kita ni sudah yakin dan percaya maka banyaki lah berdoa, habis sembahyang berdoa, habis membaca Alquran berdoa, hendak pergi kerja berdoa, selesai kerja berdoa, hendak makan berdoa, minum berdoa, hendak tidur berdoa, bangun tidur berdoa, karena sudah yakin dan percaya bahwa Allah itu mendengarkan doa kita maka perbanyaklah doa kepada Allah 

( Wallah yu hibbu ayyus'al) Allah itu suka di minta, Allah itu senang kalau kita minta, tapi kalau kita ni tak suka meminta kepada Allah, nah ini yang Allah tidak suka, nah kita minta Allah suka, kenapa Allah suka? macam macam kita minta kepada Allah, nah kepada sebabnya Allah suka kalau kita ni hambanya meminta kepada Allah, karena dengan meminta itu berarti kita sudah mengakui bahwa Allah itu maha kaya, dengan minta kita sudah mengakui bahwa Allah itu maha kuasa, maha perkasa, dengan meminta itu kita mengaku bahwa diri kita ini lemah, dan butuh akan Allah, dengan minta itu kita mengakui bahwa diri kita ini tidak ada daya dan upaya, itu lah sebab Allah suka dari doa doa itu

( wallah yu hibbu ayyus'al) Allah itu suka dan senang bila di minta, karena di balik itu ada pengakuin keagungan Allah, pengakuan kebesaran Allah, pengkauan diri kita ini hina dan lemah, maka kita pun butuh akan Allah, jadi orang yang mengaku beriman kepada nama Allah Al Mujib maka dia sering meminta dan berdoa kepada Allah

2. ( Wa ayyakuna mujiban Li ibadillahi ta'ala, fima da 'aw hu,) orang yang beriman dengan nama Allah Al Mujib tadi, dia pun bersikap seperti itu kepada hamba hamba Allah, dia berakhlak dengan akhlak Allah, Allah itu mengabulkan orang yang berdoa kepadanya, orang yang butuh kepadanya, maka diapun mengabulkan hamba Allah yang minta kepadanya, dia mengabulkan bagi hamba-hamba Allah, ( fima da 'aw hu) pada sesuatu yang mereka seru kepadanya ( in am Kanahu syar'u) jikalau mungkin akan dia oleh syara', setiap orang yang minta hadiri,setiap orang yang mengundangnya, dia datang, selama itu di bolehkan oleh agama kita

Itu lah sebagai bentuk kita beriman kepada nama Allah Al Mujib, Allah mengambulkan permintaan, maka kita pun mengabulkan permintaan orang yang minta kepada kita, bila itu di bolehkan agama kita, dan tidak bertentangan dengan hukum Allah, karena menghadiri undangan ini macam-macam hukumnya, ada hukumnya wajib, ada orang mengundang kita, nah kita wajib datang, undangan seperti apa itu? undangan ( walimatul 'urush) nah itu wajib kita datang, ada hukumnya menghadiri itu sunnat, seperti menghadiri pernikahan, ada lagi hukumnya makhruh, yang mana disitu di undang hanya orang-orang kaya, undangan kelas tinggi, kalau orang biasa, orang miskin tidak boleh datang, nah ini hukumnya makruh ,

dan ada hukumnya haram, bila di undangan itu ada kemungkaran-kemungkaran, dan kita ini tidak sanggup untuk mengubahnya, nah haram, apapun itu undangannya, pernikahan kah, walimah kah, apapun itu, bilamana di situ sudah jelas ada perkara yang mungkar, ada perkara yang haram, maka kita pun haram untuk datang kesana, kalau kita tidak mampu untuk merubahnya, kecuali kita ni mampu untuk merubahnya, maka silahkan hadir ke sana, jadi kalau kita ni sudah beriman dengan nama Allah Al Mujib, maka musti kita tolak undangan-undangan yang ada perkara mungkar nya, tapi kalau sesuai dengan syariat dan hukum Allah, boleh kita datangi itu undangan, selama itu baik, kitapun hadir 

Dan jikalau kita ini tidak bisa menghadiri Udangan yang baik itu maka jawablah dengan jawaban yang lembut, jawaban yang baik dan sopan, serta menutupi kekecewaan kepada orang yang mengundang itu, misal ada orang mengundang kita, kita ni tak bisa datang, maka kita katakan, maaf, aku tidak bisa datang di acara engkau, kebetulan orangtuaku lagi sakit, aku hendak menjaganya, aku doakan mudah mudahan acara engkau esok itu sukses dan di mudahan oleh Allah 
Nah ini lah keimanan kita kepada nama Allah Al Mujib tadi 

Alhamdulillah ya Allah selesai 

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog