Bismillah, berdoalah kepada Allah supaya sentiasa dijaga Allah hati dalam prasangka buruk terhadap ciptaannya :)
Kalau bicara soal hati memang terkadang suka begitu, justru itulah kita harus lebih berhati-hati dengan setiap apa-apa yang berkenaan dengan hati,
"contohnya seperti berburuk-sangka terhadap orang lain, mau itu orang disekitar kita, teman Kita, keluarga, maupun orang-orang baru saja
kita kenal.
Dengan berbagai karakter pastinya hati ini suka secara sepontan "terlalu cepat untuk menilai sesuatu itu tanpa berpikir panjang dan kemudian menyimpulkannya sesuka hati maka dari itu akan muncul yang namanya buruk-sangka.
Dimana artinya hampir rata-rata semua orang pasti akan merasakan hal yang demikian, akan tetapi prasangka buruk terhadap orang lain harusnya dibatasi ataupun dibuang jauh-jauh
"tak perlu sama sekali, apatahlagi sampai prasangka-buruk kepada Allah terhadap apa-apa yang terjadi dalam hidup yang sekarang ini Kita jalani.
Karena prasangka buruk hanya akan mendatangkan sesuatu hal yang tidak berguna untuk diri sendiri maupun untuk orang lain.
bukankah setiap manusia diciptakan Allah sama, dalam artinya "memiliki hati. Apakah Kita sanggup untuk menilai sesuatu yang belum Kita ketahui? Apa hidup ini hanya mau bikin sakit hati saja? Atau melainkan ingin menyenangkan hati?
Memang si, kalau soal hati tidak ada yang tau, tapi kan Allah mengetahuinya dan mengerti betul setiap isi hati manusia, bukankah sama saja ketika Kita berburuk sangka terhadap orang lain, sama saja kita berburuk sangka terhadap diri sendiri, akan muncul yang namanya iri hati dan suka menyalahkan orang lain secara tidak langsung tanpa mengerti dan mengetahui hal yang sebenar, semua itu bisa di artinya adalah perbuatan sia-sia,
"yang hanya akan mendatangkan kerugian sehingga akan mudah untuk menilai sesuatu yang belum tentu benar.
Bukankah Baginda Rasullullah selalu mengajarkan kepada kita umatnya untuk bisa menjaga lisan, perilaku serta prasangka buruk, sehingga kita bisa menjaga adab kita terhadap Allah.
Bukankah adap lebih penting ?
Dalam hal ciptaannya, disarankan seharusnya Kita sesama manusia bisa saling mengerti, memahami, berbagi, menjalin hubungan, kasih sayang, tanpa ada rasa ragu, was-was sedikitpun, karena keraguan hati tersebut yang ada hanya mengundang masuknya syaiton ke dalam hati.
Alangkah baiknya Kita sebagai manusia yang bertaqwa kepada Allah bisa lebih berusaha untuk menjaga lisan dan tingkah-laku khususnya soal hati "prasangka buruk, dan meminta perlindungan kepada Allah, ampunan Dan maaf sehingga bisa untuk menjaga lisan dan perilaku serta prasangka buruk dalam menjalani kehidupan supaya lebih baik lagi, apatahlagi berprasangka buruk terhadap sesama mukmin yang beriman kepada Allah.
Sebagai panduan saya akan cantumkan terjemahan ayat di tulisan Kali ini berkenaan tentang prasangka buruk sehingga bisa lebih mengerti dan memahaminya,
Allah SWT berfirman dalam Surat Al Hujuroot 12 :
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
Sungguh ketika hati sudah bersih dari was-was, kecurigaan, prasangka-buruk terhadap sesama maka hidup yang akan di jalani jauh akan lebih baik lagi, sehingga kita insyallah akan terhindar dari prasangka tersebut dan bisa lebih menjaga hati.
sejatinya menjaga hati supaya tenang dari was-was adalah satu hal yang paling berharga jika seseorang mampu dan diberikan kesadaea untuk hal itu, contoh semisal apapun yang terjadi "bisikan-bisikan syaiton yang sering sekali mengundang untuk berprasangka buruk terhadap orang lain akan bisa di cegah dengan sentiasa berdzikir dan mengingat Allah, hanya dengan mengingat Allah lah hati bisa tenang.
Manusia kadang sering sekali mengalami hal yang serupa, sering sekali membiarkan sesuatu hal berlalu begitu saja, tanpa ingin mengambil bagian, hanya membiarkan ia berjalan dengan sendirinya.
Manusia kadang sering sekali meninggalkan, menganggap ringan dengan satu kesalahan yang ia jalani, padahal ia mengerti hal tersebut, tetapi terlalu cuek dan menganggapnya tidak penting,
Padahal sekiranya manusia itu mengerti dan memahaminya betapa berbahayanya hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. sehingga Allah akan memberikan kesadaran dalam jiwa dan hati, bahwa menjauhkan diri dari hati yang was-was, curiga, buruk sangka terhadap orang lain segera hilang, dan Kita sebagai manusia bisa melawan bisikan syaiton yang sering sekali mendorong dalam perbuatan yang tidak Allah suka.
Allah mengerti dan mengetahui, berjagalah hatimu dalam diam, jangan buka pintu hatimu untuk jalan masuknya syaiton, sama-sama berdoa supaya Allah jaga hati kita, dan kita diberikan ridho dan kekuatan untuk sentiasa istiqomah dalam perbuatan hati "tingkah-laku yang hati kerjakan" aamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar