Alangkah baiknya seseorang manusia di anjurkan untuk saling menanam kebaikan kepada sesama, Coba kita fahami betul arti dari perbuatan baik tersebut, ketika seseorang sering melalukan kebaikan kepada keluarga, sahabat, jiran tetanggan dan juga saudara, khususnya satu akhidah pasti insyallah hidup akan bahagia.
Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang berguna untuk sesama? Bukankah sebaik-baik hati adalah yang peduli dengan lingkungan sekitar?
"Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?" [Qs. At-Taubah/9 : 78]
Apakah hati sudah mati? Apakah hati sudah tidak bermaya lagi sehingga sanggup dan lancang sehingga telah hilangnya rasa takut dari pengawasan Allah?
Ingatlah bahwa Allah adalah yang Maha mengetahui sesuatu hal, Allah itu Maha melihat, Maha adil, jadi jangan pernah takut ketika perbuatan baikmu tidak dibalas dengan baik pula, maka solusinya adalah niatkan tiap-tiap kebaikan yang di lakukan hanya untuk mencari ridhonya Allah.
"Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib?" [Qs. At-Taubah/9 : 78]
Ketika dirimu sudah di latih, ketika hatimu sudah cenderung untuk berbuat baik kepada sesama, insyallah balasannya akan diperoleh di dunia Dan juga akhirat, balasan dunia adalah cermin dirimu, adalah wangi harumnya tubuhmu, manakala balasan akhirat, Allah akan tempatkan dirimu di tempat yang di dambakan yaitu surganya Allah.
Semua manusia pasti ingin sekali berlomba-lomba dalam melalukan kebaikan untuk mendapatkan pahala khususnya mencari ridhonya Allah, ada yang tampak oleh mata seorang yang alim tetapi rajin melalukan dosa dikala sepi
sungguh hati yang kadang cenderung berbolak-balik sehingga lupa akan bahayanya dosa dikala sepi, kadang ketika dihadapan orang sekitar Kita berbuat baik, berlaku jujur, bijaksana dan alim tampak dimana manusia, ketapi ketika diuji oleh Allah dikala sepi, sendirian, Kita sering sekali melakukan dosa seperti berbuat curang, mencuri, bermaksiat dan sebagainya, apakah kita tidak sadar bahwa Allah sentiasa mengawasi kita?
"Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.”
Maka dari itu harusnya kita minta doa kepada Allah untuk mendapatkan taupik dan rahmatnya sehingga timbul lah rasa "sadar diri" supaya terjauhi dari bahayanya bisikan-bisikan hati yang cenderung ingin melakukan dosa dikala sepi.
"Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).
Maka tetapkan lah hati dimanapun Kita berada, dalam keadaan ramai maupun sunyi-sepi, karena di dua keadaan tersebutlah hati akan di uji oleh Allah, mana orang-orang yang betul beriman kepada Allah dan mendapatkan kebaikan di sisi Allah.
Mulai dari hari ini dan kedepannya latihlah hati, semangatkan jiwa, supaya terhindar dari perbuatan yang tidak di sukai oleh Allah, tanamkan dalam hati rasa takut kepada Allah dalam situasi apapun sehingga rasa kesadaran akan terus muncul, dan mintalah doa kepada Allah supaya terselamatkan dalam segala hal-hal yang mengundang syaiton kedalam hati, serta diberikan kekuatan juga keteguhan hati, Allah yang Maha mengerti, Allah yang Maha tahu segalanya, sehingga kita sebagai manusia yang beriman kepada Allah harusnya mengerti hal ini dan menjauhinya, dengan usaha dan ikhtiar dan tawaqal sehingga hati akan tenang. Aamiin
Dengan kata lain, tiap-tiap perbuatan akan di pertanggung-jawabankan di hadapan Allah kelak, semoga Allah tanamkan dalam hati ini iman yang kuat sehingga bisa terhindar dari segala perbuatan yang tidak di ridhoi Allah, dan terjauhi dalam perbuatan keji dan mungkar dikala sepi maupun terang-terangan. Semoga nasihat yang disampaikan bisa mendatangkan manfaat untuk perbaiki diri kedepannya, insyallah, aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar