Di pagi - malam yang elok suasana, Kemudian masuk dalam lambaian cinta yang begitu dalam, Mengajarkan mereka arti manisnya cinta. Baik cinta yang sampai akan berakhir bahagia, Manakala yang tertunda akan berhayal penuh mesra, Adapula yang kandas, akan di hantui oleh malam-malam jahat, menimbun segala kenangan.
Begitulah cinta membawa diri bagi yang sedang ikut serta dalam memerankannya, kadang tertanya - tanya mengapa cinta terbagi-bagi akhirannya, Bukankah cinta seharusnya akan berujung pada kabar - kabar gembira yang membuatkan hati menjadi elok tanpa adanya penyesalan, atau pun kita yang sedang salah dalam memahami arti cinta.
Tuan, Cinta yang engkau anggap cinta, Apakah sudah benar - benar cinta, Atau hanya menjadikan ia kekasihmu sebagai pelepas dan pelampiasan di kala dahaga saja, Atau hanya menggunakan ia kekasihmu sebagai alat pemenuh nafsu sahaja,
Kemudian engkau gunakan kata-kata sastra yang elok kalimatnya tapi dengan tujuan yang jahat ?Mengapa harus seperti itu memerankan cinta ?
Apakah tidak takut akan kembalinya perilaku dan perbuatan yang engkau lakukan akan kembali pula pada dirimu ?
Puan, Cinta yang engkau anggap cinta,
Apakah sudah benar - benar cinta, Atau hanya menjadikan ia kekasihmu sebagai perhiasan yang ingin sekali engkau perlihatkan di hadapan orang banyak, Perbuatan yang engkau anggap cinta itu sebenarnya membuat ia kekasihmu merasa tidak nyaman akan hal itu, Ataupun barang kali engkau malu, Kemudian menyiapkan segala cara supaya tertutup lah segala kekurangan di hadapan orang banyak.
Apakah begitu caranya dengan menyembunyikan kekurangan dengan mengganti - gantinya supaya terlihat sempurna semata ? Dengan niat yang tidak elok, bukan untuk menutupi kekurangan, melainkan hanya menutup malu akan di ketahui orang banyak. Bukankah cinta mengajarkan untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan sedara lahir dan batin ? Sungguh cara tersebut bukan lah cinta.
Begitulah cerita cinta, mengapa bisa berbeda pada akhiran ujungnya, ada cinta dengan tujuan yang berbeda pula, tapi terasa sama awalannya, tapi akan merusak makna dari kemurnian cinta itu sendiri, seharusnya cinta lebih di gunakan dengan tujuan yang baik dan elok, hingga harapan -harapan akan jauh lebih baik yang akan di dapatkan oleh mereka yang sedang masuk dalam ikatan cinta.
Tuan - puan, Berhati - hatilah dalam memaknai cinta, Ketika jalan awal dan tujuan dengan elok, Maka cinta tidak akan pernah padam di telat oleh waktu dan zaman, Dasarnya itu dari kelembutan hati dan ketulusan rasa, Dan ia akan bertambah, tidak pula berkurang, Akan terus berjalan walau tempat tidak ada, Akan terus ada walau tidak lagi berdua, Begitulah cinta - begitulah seharusnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar