Saya tujukan ke pada para pembaca di manapun kalian berada, semoga sentiasa dalam lindungan Allahu subhanu wata'ala.
Semoga kiranya tulisan ini kedepannya nanti akan memberikan sedikit manfaat untuk kita semua dalam menyikapi hari kemerdekaan yang akan di laksanakan di hari mendatang.
Bismillah,
adalah kata awalan yang tepat untuk memulai sesuatu yang baik, sehingga saya sangat berharap akan kelancaran dalam setiap penulisan yang akan saya tuliskan ke depannya nanti.
Oleh karenanya izinkan saya menuangkan opini berkaitan dengan tema yang di atas, yang di jadikan salah satu tugas yang di berikan kepada semua siswa, sehingga saya termasuk salah satu siswa tersebut yang ikut serta dalam kegiatan penulisan ini, yang bertemakan tentang kemerdekaan di masa Pandemi.
Dalam hitungan hari kedepan, kita akan menyambut hari yang penting dan bersejarah, momen perayaan tahunan 17 Agustus sebagai peringatan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia ( NKRI ) ke 76, akan segera tiba, namun untuk perayaan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Dimana, setiap tanggal tersebut pasti akan melaksanakan berbagai macam kegiatan yang mendatangkan banyak orang di berbagai tempat, tapi kali ini kegiatan tersebut sudah pastinya akan tertunda, di karenakan waktu mengingatnya proses penularan covid-19, yang akan mengakibatkan resiko jika terjadi kerumunan masa.
Meski di satu sisi, perayaan kali ini mungkin akan terasa sepi, namun di sisi lain juga pastinya banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil, agar setiap momen kesempatan apapun itu bisa di maknai dengan baik sehingga tidak tertinggal dalam memaknai perjuangan kemerdekaan para pahlawan terdahulu, dalam kondisi apapun itu.
Oleh karena itu, menurut saya memperingati kemerdekaan itu bukan semata hanya tentang kemeriahannya saja, akan tetapi jauh lebih penting dari itu, yakni tentang bagaimana kita mampu untuk menghadirkan rasa perjuangan tersebut, dan menerapkannya dalam kehidupan kita walaupun sedang dalam kondisi Pandemi seperti sekarang ini.
Ada banyak sekali hal penting yang bisa kita semua lakukan untuk menyambut perasaan kemerdekaan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan yang sudah di tetapkan, memang si, tahun ini itu tidak semeriah tahun-tahun kemarin, tapi, tidak apa, perayaan penyambutan kemerdekaan harus ada, dari pada tidak sama sekali.
Adapun beberapa kegiatan sederhana yang bisa kita lakukan untuk menyambut hari kemerdekaan antara lain sebagai berikut :
1. Setiap rumah mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda hormat kepada para pahlawan terhadulu.
2. Merasakan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan terhadulu yang sudah berjuang hingga tetesan darah demi mempertahankan tanah air, sehingga dengan rasa tersebut kita bisa menjaga Indonesia dengan lebih mencintainya sepenuh hati.
3. Adapun cara lain dengan memberikan dukungan kepada para atlit yang sedang berjuang pada olimpiade di Tokyo, kita doakan mereka, semoga sentiasa di berikan kesehatan, supaya bisa berjuang dan pulang dengan selamat.
Dengan beberapa hal tersebut, kita bisa mengerti bahwa memaknai kemerdekaan tidak lah terasa sulit, bahwa bisa memberikan edukasi serta langkah tepat dalam pemulihan kondisi nasional melalui kegiatan yang baik dalam mendukung dan mencegah hal yang tidak di inginkan datang kemudian hari.
Saya percaya bahwa keadaan Pandemi sekarang ini tidak akan menyurutkan semangat penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari hilir sumatra hingga Jawa, semua akan menyambut perayaan kemerdekaan Indonesia dengan penuh semangat.
Banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari peristiwa Pandemi ini, hingga kita sebagai seorang muslim pun akan berusaha untuk mengimani takdir dan ketentuan Allah, bahwa musibah dan wabah yang sedang melanda di berbagai negara ini adalah merupakan takdir yang telah Allah tentukan.
Dimana untuk menyikapinya hendaklah kita bahas sebagai berikut :
1. Bertawakal kepada Allah
2. Menjaga aturan Allah ( memperhatikan perintah - serta menjauhkan larangan yang sudah Allah tetapkan atas diri kita, sehingga ketika kita jaga aturan Allah, Allah akan jaga kita )
3. Bersyukur dan bersabar ( dalam sulitnya kondisi Pandemi sekarang ini )
4. Melakukan ikhtiar ( memahuti protokol kesehatan )
Dengan begitu, saya menyimpulkan bahwa penyambutan kemerdekaan pada musim Pandemi sama saja, perbedaannya hanyalah tidak ada perayaan yang melibatkan perkumpulan banyak orang, itu saja yang berbeda.
Saya yakin semua orang akan menyambut kemerdekaan Indonesia dengan penuh semangat dengan cara mereka masing-masing, sehingga bisa di katakan bahwa perasaan tahun ini hanya di khususkan untuk mereka yang punya hati saja, hehe,
dengan rasa yang kuat, perasayan kemerdekaan akan berjalan dengan baik, dengan rasa pula, tidak semua seharusnya tidak lupa untuk bersyukur kepada Allah, atas izin dan pertolongsn Allah lah, bangsa ini bisa merdeka dan bersatu.
Untuk hari ini dan masa yang akan tiba, kita di haruskan untuk bersyukur dalam kondisi apapun itu, dan mematuhi segala protokol kesehatan, ada beberapa penutup angin sekali saya tuangkan dalam tulisan ini, berkenaan dengan sikap menyambut kemerdekaan dalam keadaan Pandemi.
1. Yang pertama, memakai masker ( dalam artiannya adalah, maskerilah dirimu dengan sentiasa berdzikir kepada Allah, dalam setiap kondisi apapun itu.)
2. Mencuci tangan ( dalam artiannya adalah, bersihkan tanganmu dengan bersedekah, dengan tanganmu sendiri di gunakan untuk membantu orang yang sedang memerlukan pertolongan.)
3. Menjaga jarak ( dalam artiannya adalah, jaga lah dirimu, tadi tempat-tempat yang Allah murka.)
Dengan begitu perayaan kemerdekaan Indonesia akan terasa indah, semua orang akan tersenyum lebar hingga pipi pun menutupi sedikit bagian mata, dan hati yang bersyukur lah yang akan mendatangkan rasa kemerdekaan itu, yang akan menjadikan perayaan kemerdekaan terlihat sempurna.
Sekian, selamat hari kemerdekaan ❤️
2 komentar:
Alhamdulillah, tulisannya bangkit lagi..
Terima kasih banyak nisa
Posting Komentar