Pages

Senin, 27 Desember 2021

cara mengatasi masalah - masalah dalam shalat


Assalamualaikum, Alhamdulillah, terima kasih kepada teman, sahabat, saudara, dan para pembaca di manapun kalian berada semoga sentiasa menanamkan rasa syukur di dalam hati.

Kemudian setiap apapun kondisi kita, yang sedang bekerja, berjalan, duduk, ataupun yang lagi gelisah hatinya, tidak lupa kita untuk sentiasa bershalawat kepada Baginda Rasullullah.

Karna dengan kadar dan ukuran banyaknya bershalawat lah hati kita akan tenang serta mengingat untuk sentiasa bersalawat pada Baginda Rasullullah, maka akan semakin muncul rasa cinta dan rindu pada Baginda Rasulullah.

Hingga nantinya kita ini termasuk dalam golongan orang - orang yang mendapat syafaat kelak di yaumul akhir, aamiin.اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّد
"Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad"

Cara mengatasi masalah - masalah dalam shalat

a. Masalah semestinya ialah makmum itu tidak boleh mendahului imam, pada waktu mengerjakan shalat berjamaah, seperti gerakan sujud, rukuk, maupun keduanya.
b. Dan tidak pula mendahului imam atas amalan amalan dalam mengerjakan shalat.

-> Makmum ( yang mengikuti )
-> Sedangkan imam ( adalah yang di ikuti )

Ada pun anjuran yang di bolehkan secara bersamaan ialah ketika mengucapkan takmin ( amiin ) 

Kemudian, ada juga anjuran yang di bolehkan mendahulukan imam ketika rukuk dan sujud, ialah ketika imam sempurna gerakannya seperti rukuk dan sujud, setelah sempurnanya imam atas gerakan shalat tersebut, maka di susul makmum untuk melakukannya, seperti rukuk, manakala ketika sujud, dahi imam sudah sempurna sujudnya, baru di susul dengan makmum melaksanakan sujud.

( Itu adalah makna dari mutaba'ah lil imam ) 

Jadi bagaimana jika makmum melakukan gerakan secara bersamaan dengan imam ?

Jika seorang makmum melakukan gerakan bersamaan dengan imam di setiap gerakan shalat, maka shalatnya tetap sah, tetapi mengurangi pahala dalam berjamaah.


A. Adapun masalah yang di perbolehkan untuk tidak mengikuti imam adalah ketika penambahan rakaat.

Contohnya : 
Ketika imam ragu dalam jumlah rakaat, kemudian imam menambahnya, maka pada saat itu ketika makmum yang sadar jumlah rakaat sudah cukup boleh untuk tidak menambah ( rakaat ) 

1. Posisi Makmum bisa dengan menunggu pada tahiyat akhir ketika imam sedang berdiri menambahkan rakaat, makmum yang sadar akan jumlah rakaat bisa menunggu imam duduk kembali dan kemudian mengikuti salam.

2. Ketika posisi ke dua makmum dan imam ketika melaksanakan shalat jenazah, mengangkat takbir yang juga sama seperti hal di atas tadi, yang dimana ketika seharusnya di laksanakan 4 takbir pada shalat jenazah, kemudian imam ragu dan menambah gerakan takbir maka makmur yang sadar bisa menunggu salam tanpa mengikuti imam. 

( Dimana itu adalah perbuatan ataupun gerakan imam yang boleh tidak di turuti ) 
 
B. Anjuran ketika imam tidak melaksanakan tetapi makmum di perbolehkan untuk mengerjakannya.

Contohnya : 
1. Kemungkinan ketika imam tidak mengangkat takbir dengan sempurna, maka makmum boleh tidak mengikutinya, di barengi dengan makmum mengangkat takbir dengan sempurna.

2. Begitu pun ketika imam tidak membaca doa iftitah, biasanya di lakukan pada shalat tarawih yang hendak cepat, ketika imam mengangkat takbir dan langsung membaca surah al-fatihah maka makmum di belakang di perbolehkan membaca doa iftitah ketika merasa punya waktu luang.

( Sehingga di bolehkan lah untuk menambah sesuatu yang tidak di kerjakan imam )

C. Adapun gerakan imam yang tertinggal kemudian makmum tidak di anjurkan untuk menambahnya.

Contohnya : 
1. Ketika mengerjakan shalat subuh berjamaah, setelah iqtidal, imam langsung sujud tidak membaca doa qunut, maka makmum tidak di anjurkan untuk menambah gerakan dengan membaca dos qunut, karna takut akan tertinggalnya sujud bersamaan dengan imam.




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog