Pages

Minggu, 26 Juni 2022

8. Ya Muhaimin, mengawasi bagi tiap-tiap sesuatu

Bismillah, yang pertama itu kita panjatkan puji syukur kehadirat Allahu subhanahu wata'ala, berkat hidayah dan Taufiq dari Allah, hati ini bisa menjadi tenang, dan tidak lupa pula kita sentiasa bershalawat kepada nabi besar Baginda Rasul Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat syafa'at Baginda Nabi di Yaumil akhir kelak nantinya, aamiin ya Allah.

Asmaul Husna yang ke 8 adalah Al-Muhaimin 

هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُ

Artinya: Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
— Surat Al-Hasyr Ayat 23

Allah sendiri yang menamai dirinya Almuhaimin, 


Al-Muhaimin itu artinya adalah yang mengawasi atas tiap-tiap sesuatu, 
yang memelihara bagi tiap-tiap sesuatu dan yang tunduk bagi kerajaannya bagi tiap-tiap sesuatu, 
maka Al-muhaimin ini itu menghimpunkan semuanya makn tadi atas

Yg mengawasi atas sesuatu
Memelihara
Semua tunduk

Mengawasi atas tiap tiap sesuatu : baik jin, manusia, malaikat, seluruh alam semesta ini tidak ada satupun yang luput / terlepas dari pengawasan Allah, 

contohnya. Amal kita, gerak gerik kita, perkataan kita, ucapan kita baik yg dzohir, maupun yg batin, rezeki kita pun dalam pengawasan Allah, sehingga tidak mungkin rezeki kita itu meleset ke orang lain 

Contohnya : Allah memerintahian malaikat untuk mengirim rezeki kepada si pulan bin pulan, sehingga rezeki akan sampai, musthahil akan sampai ke tetangga, atau kawan kita, semua itu di bawah pengawasan dari Allah

----> termasuk, pula azal kita/umur kita, sehingga satu detik pun tidak bisa di majukan, tidak bisa majukan, tidak bisa mundurkan, oleh malaikat maut, kalau sudah di tentukan kita azal sampai sekian, jam sekian detik sekian, itu akan terjadi demikian,tidak akan meleset

Layastakdimunasya'atau walayastakdimun ( tidak bisa memajukan,tidak bisa memundurkan, karna sudah di awasi oleh Allah, mengawasi, 

kemudian di tambah lagi memelihara

Almuhaimin / jadi tidak ada satupun di alam semesta ini, yang terlengahkan oleh Allah, tidak ada yg lepas dari di pengawasan dan di pelihara oleh Allah,

Contohnya : Amal amal perbuatan kita yang sudah 10/20 tahun lalu, masih di pelihara oleh Allah, masih ada, tidak bakal lupa, Allah masih memelihara apa yang kita kerjakan 20 tahun yg lalu, pada hari Ahad, jam sekian, detik sekian, itu masih di pelihara oleh Allah.

Karna (Allah ini Al hafiz Li kulli syai i' )

Allah maha mengawasi itu kandungannya menunjukkan Allah itu maha mengetahui, atas tiap tiap sesuatu baik yg dzohir maupun yg batin, 


Allah ini Al hafiz Li kulli syai i' )
Memelihara atas tiap tiap sesuatu, bahwa Allah tidak meninggalkan sesuatu sekecil apapun, baik pahala/dosa, melainkan Allah pelihara,

Almuhaimin , Dan tunduk kejaraan oleh, dari segala sesuatu, maka tidak ada yang bisa menentangnha, semua mahluk ini akan tunduk / patuh, atas tiap tiap semua keputusan dari Allah. Menunjukkan Allah itu penguasa secara mutklak, artinya mutlak, tidak ada batasannya

Surah Al-mujadalah, ayat 7, juz 28, Surah ke 58

tidak ada daripada berbisiknya 3 orang melainkan yang ke 4 nya ialah Allah, maksudnya bukan Allah ada di situ, tetapi pengawasannya Allah, (Di manapun kita berada Allah beserta kita)

Kemudian di akhirat nantinya, Allah akan mengabarkan kepada mereka apa yg mereka kerjakan, dan apa yg mereka perbuat.

Allah berfirman : surah ke4/ an-nisa, ayat 108, Juz5/6
Mereka itu bisa bersembunyi dari manusia, tapi tidak bersembunyi daripada Allah, (semuanya di dalam pengawasan Allah)

Allah berfirman dalam surah ke57/ al-hadid, ayat 4, juz 27
dia itu beserta kamu dimana pun kamu berada, karna Allah maha melihat setiap apa yg km kerjakan, ( ini ayat mutasyabiiat, maknanya ilmu Allah.


Apa akhlak, dan kelakuan kita, 
Jangan hanya percaya, dan kita barengin dengan prakteknya, 

1. Bahwa kita akan (merasa) di awasi oleh Allah, tiap tiap keadaan kita. Sampai apapun yg ada tersimpan di dalam hati kita.
Nah orang yg beriman dengan Allah, pasti punya rasa, (punya rasa itu adalah pengetahuan,)

Lahirlah rasa-rasa di awasi itu, muncul lah malu kepada Allah, (alhaya minallah)  malu terhadap Allah ini, tidak akan pada diri kita, kalau kita tidak beriman kepada Allah yg bernama Almuhaimin ini, dan beradap, berhati-hati,
Wataadduhu, minallahi ta'ala ( kepada Allah) supaya kita di pelihara oleh Allah

Dikisahkan 
Abdullah bin Umar, Radiallahu anhu, anak sayyidina Umar, sahabat rasul
Suatu hari di kota Madinah, beliau ini dengan kawan kawan beliau, keluar dari kota Madinah, pada musim panas yg sangat panas, jalan di Padang pasir Madinah.

Kemudian sampai pada suatu tempat, untuk bernaum, istirahat disana, di situ ada pengembala kambing/seorang budak, hamba sahaya 

Abdullah bin Umar, disitu membuka makanan, bersama kawan kawan, kemudian beliau memanggil, pengembala tadi

Sini kita makan bersama (Ana shoim,)
Bingung beliau, musim panas dia puasa, 

Sama km aku bisa 
Tapi sama Allah aku tidak bisa berbohong, 

Begitu kuat muraqabahnya, 

Apa akhlak, ? Hati hati kita di dalam hidup ini, 
Perasaan malu dam beradap, dan berusaha menjunjung perintah Allah, dan menjauji larangan Allah, lilla hi ta'ala

2. Dia tidak meninggalkan satu dosa, melainkan dia bertaubat akan dosa itu, ( 
Guru guru kita menasihatian, (ketika di malam hari, kita ingat ingat apa dosa yang kita kerjakan di pagi hari, kemudian ketika di pagi hari, apa dosa yang kita lakukan di malam hari tadi, sehingga kita bisa langsung bertaubat kepada Allah.
(Apa-apa yg kita dengarkan, yang kita ucapkan, yang kita pandang, )
Apadapun yang lebih baik, ketika berbuat salah, langsung taubat, supaya kita tidak terkejut, ketika nanti di akhirat, cacatan salah kira itu banyak,

3. Munculnya rasa takut kepada Allah, karna Allah itu maha berkuasa tanpa ada batasannya, (contohnya seperti ketika kita bayangkan ketika kita berbuat salah, kita tidak sempat bertaubat, tiba tiba Allah matikan kita, ) maka takutlah kepada Allah, karna itu maha berkuasa

وَمَا تَكُوْنُ فِيْ شَأْنٍ وَّمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْاٰنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَلٍ اِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُوْدًا اِذْ تُفِيْضُوْنَ فِيْهِۗ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَّبِّكَ مِنْ مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِى السَّمَاۤءِ وَلَآ اَصْغَرَ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرَ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ 

Dan tidakkah engkau (Muhammad) berada dalam suatu urusan, dan tidak membaca suatu ayat Al-Qur'an serta tidak pula kamu melakukan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu ketika kamu melakukannya. Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah, baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada sesuatu yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan semua tercatat dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Semoga kita sentiasa menyadarkan diri untuk terus meningkatkan taqwa kita kepada Allah, hingga menguatkan hati bahwa kita sentiasa dalam pengawasan Allah, dan setiap hari nya kita ini hendaknya bertaubat kepada Allah, atas perbuatan yang sengaja ataupun tidak sengaja kita lalukan supaya taubat itu mendatangkan kemudahan untuk terus mendapat rahmatnya Allah.

Dengan kemikian semoga Allah memperbaiki diri kita, akhlak kita, dan sentiasa menjaga kita, aamiin ya Allah.

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog