Pages

Selasa, 14 Juni 2022

3. Ya Rahim, mengasihkan nikmat yang kecil

Alhamdulillah, puji syukur yang tak terhingga kehadhirat Allah subhanahu wata'ala, serta shalawat dan salam kepada Baginda Rasullullah. Bismillah,.
yang ke tiga dari Asmaul Husna Allah ialah Ar - Rahim

Arrahim biasa kita artikan yang maha penyayang, dengan artiannya secara ringkas, Arrahim itu ialah yang dengan rahmat-Nya Allah mengasihkan nikmat nikmat yang kecil (cabang-cabang nikmat)

Karna Arrahmannya Allah itu adalah yang mengasihkan nikmat-nikmat yang besar, manakala arrahimnya Allah ialah sebagai penyempurna dari nikmat yang sudah Allah berikan 

Contohnya : keindahan, keelokan, ketampanan, kesempurnaan.

Arrahman yang memberikan kepada kita nikmat wujud, nikmat ada, contohnya dulunya kita tidak ada, sekarang ada, ( karna tidak ada seseorang pun yg bisa melakukan hal tersebut kecuali hanya allah ) Manakala arrahimnya Allah adalah seagai penyempurnaan daripada nikmat Allah berikan kepada kita

Allah subhanahu wata'ala Berfirman di dalam Al-Quranul karim, surah at-tahgabun, surah ke 64, ayat ke 3, pada juz 28 )
خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ بِا لْحَـقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَاَ حْسَنَ صُوَرَكُمْ ۚ وَاِ لَيْهِ الْمَصِيْرُ


Artinya "Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali." (QS. At-Taghabun 64: Ayat 3)

Menciptakan diri kita, kemudian Allah sempurnakan ciptaannya itu, Allah kasih kepada kita akal, kemudian Allah baguskan Akal kita, dan banyak lagi lainnya 

2. Arrahimnya Allah (Wa ziyadatil iman)
contohnya yang lain seperti Allah itu memberikan iman kepada hati kita, hingga iman yang di kasihkan Allah ini lalu di tambah oleh Allah  kemudian Allah tambahkan lagi iman itu, dan kemudian Allah menyempurnakan iman kita , itulah yang di sebut dengan Ar - rahimnya Allah. 


3. Yang di mana Ar - Rahim itu  yang membolehkan kita memakan sesuatu yang haram di makan dalam keadaan tertentu ( Darurat ) 

sesuai dengan firman Allah dalam surah ke 5, surah Al - maidah ayat 3, pada juz 6-7 di dalam Al-Quranul karim

: حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Yang dimana sesuatu yang di haramkan itu boleh di makan dalam keadaan darurat, hanya saja asalkan tidak mencari kesenangan dan tidak melampaui batas maka di boleh dalam keadaan tertentu ( darurat ). Yang membolehkan itu ialah Ar - Rahimnya Allah ( Maha penyayangnya Allah ).

Kemudian Ar - Rahim ini juga yang menggantikan kejahatan dengan kebaikan ketika kita bertaubat kepada Allah, beriman dan beramal sholeh kepada Allah, 

Contohnya seperti : ketika kita melakukan suatu dosa, kemudian kita bertaubat kepada Allah, benar-benar taubat kepada Allah, perbuatan dosa itu gantikan pahala, yang di jelaskan di dalam alquranulkarim.

إِنَّمَا ٱلتَّوْبَةُ عَلَى ٱللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُو۟لَٰٓئِكَ يَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa: 17)

Allah subhanahu wata'ala, memberikan nama kepada nabi kita rahim, karna bersangatan sayangnya nabi itu kepada ummatnya, sesuai dengan firman Allahu subhanahu wata'ala dalam surah at-taubah, 128-129, juz 10-11, surah ke 9

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ.

Artinya : Nabi kita itu di berinama oleh Allah, rahim, sangat sayangnya rasulul itu kepada makhluknya Allah, 

Rasulullah dalam banyak riwayat disebutkan, nabi itu disakitin oleh kaumnya, di aniaya, di olok-olok, hendak di bunuh, di usir, sampai malaikat-malaikat ini menawarkan diri kepada nabi kita, untuk mengangkat sebuah gunung/membenturkan kedua gudung kepada mereka, sehingga mereka mati,

Apa jawaban dari Baginda Rasulullah, atas tawaran malaikat tadi, rasul pun berdoa kepada Allah : 

Allahummahdi qaumi fainnahum la ya'lamun, : Ya Allah, berikan petunjuk kaumku itu, mereka itu tidak mengetahui .
Begitulah sangatan sayangnya rasul kepada mereka padahal mereka itu sangat luar biasa menganiaya Baginda Rasul.

Di kisahkan ketika,Rasulullah sembahyang, menjadi imam, kata nabi aku tadi rencana hendak memanjangkan bacaanku sembahyangku ini, begitu aku dengar ada tanginan kanak-kanak, aku percepat sembahyang, kenapa? Karna aku takut dan khawatir mengganggu ibunya, 

Begitulah bentuk penyayangnya Rasulullah sehingga Allah menyebut Rasulullah sebagai rahim...

Rasulullah bersabda, gambaran penghuni syurga itu adalah seperti menjadi : 
1. Orang yg punya kekuasaan = bersikap adil dalam melaksanakan kebaikan, dan suka berbuat kebaikan, 
2. Orang yg penyayang, yg lembut hatinya bagi keluarga dan muslim lainya
3. Orang yang menjauhkan diri dari larangan Allah, dan tidak mahu minta-minta kepada orang lain di karnakan ia mempunyai tanggungan yang banyak.(maka orang ini di puji oleh Allah) atas kesabarannya.

Sehingga ketika kita memahami arti dari Arrahimnya Allah ini yang demikian tadi, nah maka keimanan kita ini akan membuahkan suatu akhlak, 

apa akhlak ketika kita memahami/mengimani arrahimnyaa Allah ini? Bahwa dia tidak membiarkan/meninggalkan kesusahan orang yang berhajat, melainkan dia tutupi kesusahan itu dengan kadar kemampuannya. 

Orang yg beriman kepada Allah yg memiliki nama Arrahim ini, sedih hatinya melihat orang susah, ingin hendak membantu orang saja kerjanya, baik orang lain, tetangga, siapapun itu, 

--Baik dengan hartanya, atau dengan pangkatnya, contohnya seperti membuat suatu kebijakan-kebijakan supaya bisa menolong orang, 

Atau dengan cara berjalan ke tempat lain, meminta bantuan kepada orang lain, ( karna tidak punya harta, tidak punya pangkat jua, ) ada kawannya yang susah, maka ia berjalan ke tempat lain, assalamualaikum tuan, tolong kawanku itu sedang kesusahan, nah ke orang lain,

Jika ketika ia tidak mampu dengan cara demikian, maka ia berdoa kepada Allah, supaya kawannya itu di bantu oleh Allah.

Karna orang-orang memiliki sifat penyayang akan di sayang oleh Allah subhanahu wata'ala, sesuai dengan sabdanya Rasulullah,

Manakala orang yang tidak penyayang maka Allah pun tidak sayang kepadanya, seperti orang-orang melakukan praktek riba,  sangat banyak Allah dan sabda nabi, yang mencela/ mengancam orang" yang tidak penyayang ini, 

Karna kalau seseorang itu sudah di sayang akan Allah, maka jika ia tidak beriman kepada Allah, maka Allah akan beri ia hidayah, dan orang yang ahli ibadah pun ketika ia tidak penyayang maka di jadikan Allah sebagai ahli maksiat. 

Ada juga di kisahkan tentang seorang perempuan yang memberikan minum kepada salah satu makhluk Allah yang bernama anjing, karna kehausan, kemudian ia membuka kasutnya, ia isikan air lalu ia kasikan kepada haiwan tersebut, maka Allahpun mengampuni dosanya, 

Ada seorang perempuan muslimah, ujar pensyarah hadist, ia masuk neraka, hanya karena dia mengikat seekor kucing, dan tidak memberikan makan, dan tidak pulak di lepaskan ya ikatan itu, kemudian kucing itu mati kelaparan, maka iapun masuk neraka. Karna apa, karna tidak punya rasa sayang kepada makhluknya Allah.

Di dalam kitab Syarah arba'in annawawiyah, Bagaimana caranya mewujudkan rasa kasih sayang itu, nah itu butuh pelajaran? Karna sifat kasih sayang itu Wajib ada pada diri kita, hingga antara a/b berbeda-beda cara untuk memberikan rasa kasih sayangnya 

Contoh nya : bagaimana sifat kasih sayang kepada seseorang yg tidak beriman kepada Allah, maka ajak mereka masuk Islam, doakan mereka supaya diberikan hidayah oleh Allah, begitulah cara kita kasih sayang kita kepada mereka.
Sehingga kita wajib untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh makhluknya Allah dengan cara yang sesuai, yang sudah di ajarkan oleh Rasulullah, bagaimana sayangnya Rasulullah kepada penduduk Thaif, 

Allahummahdi qaumi fainnahum la ya'lamun, : Ya Allah, berikan petunjuk kaumku itu, mereka itu tidak mengetahui.


Sehingga demikian ketika kita beriman kepada Ar - Rahimnya Allah, maka kita berharap Allah memperbaiki akhlak kita sehingga kita mempunyai sifat penyayang kepada sesama manusia, maupun kepada orang yang baik agamanya, ataupun seorang pendosa, hingga kiranya kita bisa saling mendoakan untuk di berikan Allah hidayah dan saling membantu atas kebaikan dan hanya mengharap kepada ridha Allah :

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog