Pages

Sabtu, 09 Juli 2022

Hijrah, Cinta dan Hikmah

Salam, 

Ungkapan pertama kali yang ingin di sampaikan adalah
Ketulusan hati dan keikhlasan rasa untuk bisa sampai pada saat ini, dimana kadang sangat sulit dan kadang juga sangat mudah melaluinya.

Hikmah....

"Sungguh pun ketulusan rasa dan keikhlasan hati, tidak akan  sanggup sejalan dengan ketidaksamaannya pikiran, bahkan saudara kandung pun dapat berkelahi, tapi kalau sudah samanya pikiran dan tujuan orang asing yang tidak pernah terlihat pun bisa terasa dekat"

Tidak ada maksud yang paling di utamakan selain dengan harapan untuk bisa menjaga cinta sampai akhir-hayat, dan tidak ada pula penghalangnya melainkan salah-faham, kurangnya bersyukur dan tidak jujur pada diri sendiri untuk menerimanya.

Kata-kata akhirnya tak sanggup untuk meredam rasa 
pada seseorang yang sangat mencintai, Namun dengan kata-kata juga cinta dapat di sampaikan, 

"Orang yang tidak sanggup mengungkapkan cintanya maka ia akan selamanya hidup dalam kegelisahan, manakala orang yang sering mengutarakan cintanya akan terlihat bahwa ia sering sekali berdusta".

Cinta.....

Namun ketika seseorang menjaga cintanya itu dengan perbuatan dan tingkah laku yang baik, menjaga dengan hati yang tulus, yang mulia, yang suci, terhindar lah ia dari segala macam keburukan. Maka cintanya itu akan mendatangkan rasa yang tidak seorangpun punya, dan harganya-pun tidak akan sanggup untuk di capai.

Gambarannya akan seperti ini : malu untuk mengungkapkan dan segan untuk mengutarakannya, tapi selalu menjaga cintanya itu dalam hati, hatinya terus terikat akan cintanya itu. tenggelam bersama, maka apapun yang ia lihat akan muncul lah pula sesuatu yang ia sangat cintakan itu.

Hijrah ....

Begitulah ketika cinta itu di tujukan kepada Allah, dengan hijrahnya seseorang itu, niatnya hanya karna Allah, bukan karna apa yang dia inginkan, dan bukan pula berharap pujian dan sanjungan terhadap makhluk. Karna seseorang itu akan mendapatkan sesuatu atas apa yang ia niatkan..

Perkara hijrah ini sangatlah penting dan harus di perhatikan, dengan kebebasannya kehidupan dunia, maka kalau tidak di perhatikan dengan baik, di persiapkan, tidak lalai dan tidak ingin sentiasa memperbaikinya, maka hijrah itu akan sia-sia...

Untuk mencapai tingkatannya, maka yang harus di perhatikan adalah hati, hati hendaknya sentiasa taat kepada Allah, menjalankan segala perintah yang Allah suruh dan kemudian berusaha sekuat kemampuan diri untuk menjauhi setiap perbuatan yang di larang oleh Allah... Itulah (taat yang sebenarnya)

"Perkataan Istiqomah yang sering di ucapkan, dan ucapan taubatan nasuha yang sering kita dengar, sebenarnya itulah yang berat di lakukan  maka berjaga lah dalam keadaan dan kondisi apapun itu dan sentiasa minta perlindungan kepada Allah,"

"Hingga ingatkan lah hati jangan sesekali ada perkataan aku (yang menunjuk kepada diri kita sendiri) semuanya akan mengarah kepada Allah (karna atas kebaikan dan nikmat Allah lah kita bisa)"

Kemudian setelah hati sudah di tanamkan rasa taat kepada Allah, barulah kita bisa mengintai diri kita, apakah benar sudah taat,? apakah benar sudah menjalankan perintah Allah,? apakah benar sudah menjauhi larangan Allah? Yang sudah kita niatkan tadi di awal yakni (taat akan Allah)

Kemudian di lanjutkan dengan mengkoreksi diri setiap harinya, kalau sudah benar taat akan niat tadi Alhamdulillah, namun ketika kita sendiri melanggar niat yang sudah kita niatkan tadi, maka buat lah sebuah cacatan setiap hari...

Perbuatan apa saja yang sudah saya lakukan hari ini, dosa apa yang sudah saya kerjakan hari ini, sehingga ketika ada cacatan, atau perbuatan yang kita lalai, yang kita langgar atas perjanjian niat kita untuk taat kepada Allah, maka hukumlah diri, dengan cara menambahkan ibadah kepada Allah contohnya : bertaubat, perbanyak baca Al-Qur'an, dzikir, sedekah atau lainnya..

Sehingga kita tahu, setiap harinya kita jaga, kita koreksi, kita batasi, kita perhatikan diri kita, perbuatan apa saja yang sudah kita kerjakan setiap harinya, sehingga kita serius dalam tahapan/proses untuk hijrah hanya karna Allah semata..

Kemudian setelah kita sudah berhasil, menjadikan itu, maka tambahkan lah semangat dalam hati kita ini, untuk sentiasa bisa melawan hawa nafsu, dengan berjuang sekuat hati, dan sentiasa minta pertolongan Allah, jangan di anggap mudah dan main-main, dan jangan sesekali lalai...

Setelah sudah berlalu proses demi proses maka selalu lah hadirkan hati ini untuk mengingat Allah, menghadirkan rasa selalu di awasi oleh Allah, menimbulkan keinginan untuk terus berdzikir kepada Allah, sama seperti kita bernafas, seperti itu pula kita butuh akan Allah dan dzikir kepada Allah, maka setiap kita bernafas maka setiap itu pula kita berdzikir kepada Allah..

Maka yang terakhir akan muncul lah rasa itu, karna Allah beserta dengan rasa, apa yang kita lihat maka semuanya itu adalah milik Allah, apa yang kita punya maka itu adalah nikmat Allah, baru lah kita bisa benar-benar hijrah di jalan Allah...

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog