Pages

Sabtu, 16 Juli 2022

9. Ya Aziz, dzat yang maha mulia tiada tandingannya

Bismillah, Alhamdulillah, puji syukur kehadirhat Allahu subhanahu wata'ala, dan shalawat serta salam kita panjatkan kepada Baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, semoga nantinya kita mendapat ridhA-Nya Allah, dan mendapatkan syafa'at dari Baginda Rasul di akhirat kelak. Aamiin ya Allah, 

Allah subhanahu wata'ala berfiman : surah Al hasyr ayat 23

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Artinya : Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Asmaul Husna yang ke 9 ialah Al-aziz

Dimana imam al-ghazali mengatakan bahwasanya

Al-aziz itu artinya adalah dzat yang sangat mulia, yang tidak  orang yg bisa seperti itu, atau yang tiada tandingannya dan seluruh makhluk berhajat kepadanya.

Dan mustahil sampai , atau memperdapati kepada dzat nya, nah itu lah al-aziznya Allah.

Contohnya seperti matahari, matahari tidak ada tandingannya, kita tidak pernah melihat matahari dua, dan juga matahari itu sangat di perlukan, tetapi bisa di lihat, dengan kecanggihan ilmu pengetahuan, matahari bisa kita ketahui, berapa besarnya, berapa beratnya, berapa jaraknya dari bumi ke matahari, sehingga matahari ini tidak bisa di namakan Al-aziz

Air contohnya : tiada tandingannya, dan air sangat di butuhkan oleh manusia, oleh haiwan, oleh tumbuh, tumbuhan, tetapi bisa di lihat, di rasa, di sentuh, maka tidak bisa di namakan Al -aziz, 

Sehingga Al-aziz ini muthlak, hanya milik Allah sahaja.

Rasulullah pernah bertanya kepada maikat Jibril, 
(Hal taro robbakh) wahai Jibril, apakah engkau pernah melihat Tuhan engkau,

 kemudian Jibril menjawab, (Inna baini, wa bainahul lah sab'ina hijaban min nur, Laura aitu annaha lahtaroth) ujar Jibril antaraku, dan antara Allah itu ada 70 dinding dari cahaya, andaikata aku melangkah satu langkah, aku pun terbakar kernanya.

Jibril sendiri orang yang sangat di hormati, yang sangat dekat kepada Allah, sayyidul malaikat, penghulu malaikat, tidak pernah bisa bertemu dengan Allah, tidak bisa mendapati Allah, oleh karena itu Allah ialah Al-aziz.

Sangat muliah, maha mulia
Tidak ada randingan, tidak ada saingan
Di perlukan semua makhluk
Dan tidak ada yg bisa mendapatinya

Maka berpotensi, berkehendak untuk melakukan apapun yang di inginkannya.


Contohnya : Seseorang yang sangat mulai, yang tidak ada tandingan, tidak ada perbedaan atasnya,  semua orang perlu ingin dekat kepadanya, misalnya seperti seorang raja, maka dia akan berpotensi besar untuk melakukan sesuatu semuanya raja itu.

Allah subhanahu wata'ala, di dalam Al Qur'an sering kali mensifatkan Al Aziz ini, dengan Al hakim, 

Dan para ulama yang menghitung lebih 40 kali, Al Aziz itu berdampingan dengan Al-Hakim.

Hakim apa artinya ( maha bijaksana)

Jadi Allah walaupun punya nama Al Aziz,
Maha mulia tidak ada tandingan ( tapi jangan sesekali menyangka bahwa Allah ini berbuat semuanya, karna di belakang alziz itu ada Al-Hakim, maha bijaksana, jadi musthahil Allah itu berbuat dzolim, aniaya, buruk kepada makhluknya. 

Walaupun andaikata Allah itu maju berbuat apapun, Allah bisa, mampu, tetapi Al hakim itu ada di belakangnya Al azizul hakim, ( maha bijaksana)

Ada juga Al Aziz itu di sandingkan dengan Arrahim, 
Jadi hilang di dalam hati kita perangka bahwa Allah itu berbuat buruk kepada kita.

Ada lagi alazizul ghapur, (maha pengampun)
Sehingga orang yg dulu takut kepada Allah, begitu dibacakan Allah itu Al Ghafur maha pengampun, maka ketakutan kita akan hilang, 

Sehingga ada antara takut dan harap, di dalam hati kita, oleh kerena itu 
Sehingga di dalam Al-Quran, Al Aziz itu pasti ada yg di sandingkan dengan nama Allah yg maha penyayang, yang maha pengampun, yang maha terpuji, (sehingga hati kita nyaman, kepada Allah.



Allah berfirman dalam surat An-Naml ayat 9

يٰمُوْسٰٓى اِنَّهٗٓ اَنَا اللّٰهُ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۙ 

Artinya : “Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Dan juga di Surat Al-Hasyr Ayat 24

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ
 ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيم

Artinya: Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


اِنَّ  هٰذَا  لَهُوَ  الْقَصَصُ  الْحَـقُّ     ۚ وَمَا  مِنْ  اِلٰهٍ  اِلَّا  اللّٰهُ   ۗ وَاِ نَّ  اللّٰهَ  لَهُوَ  الْعَزِ يْزُ  الْحَكِيْمُ

“Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 62)



Allah subhanahu wata'ala yang punya Al-aziz, dengan dengan artian yang maha mulai, yang tidak ada tandingannya, yang tidak ada setara dengannya, yang bisa berpotensi untuk melakukan apapun, tapi jangan sekali-kali pernah kita menyangka bahwa Allah akan melakukan berbuat semua-Nya, karna di belakang Al-aziz itu bersanding pula dengan Al-Hakim-Nya 

اِنَّ  هٰذَا  لَهُوَ  الْقَصَصُ  الْحَـقُّ     ۚ وَمَا  مِنْ  اِلٰهٍ  اِلَّا  اللّٰهُ   ۗ وَاِ نَّ  اللّٰهَ  لَهُوَ  الْعَزِ يْزُ  الْحَكِيْمُ

“Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 62)

Allah yang artinya Maha bijaksana. Jadi mustahil Allah berbuat aniaya kepada hambanya, seandainya pun Allah itu bisa melakukan apa saja yang Allah mahu tetapi Allah tidak akan melakukan perbuatan dzolim kepada hambanya.

Adapun Al-aziz di sandingkan dengan Ar-rahim, 

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ

Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, (QS. Asy-Syu'ara' ayat 217)

Dengan demikian, jika kita takut dengan Allah, kalau Allah itu maha perkasa, yang tiada tandingannya, maka Al-aziz itu sudah Allah sandingkan dengan sifatnya yang Ar-rahim yang maha pengasih. Dengan demikian maka hati kita akan tenang dan berharap ampunan dan rida-Nya Allah, karna di dalam Al-Qur'an tidak akan kita dapatkan kalimat Al-aziz itu tidak ada di sandingkan dengan yang lain, setiap Al-aziz itu di dalam Al-Qur'an pasti akan bersanding dengan sifat yang lainnya,seperti Al-Hakim, Al-hamid, Ar-rahim.

Maka ketika kita hendak beriman kepada nama Allah Al-aziz ini : 
A. Mengiktikadkan (percaya) kepada nama Allah Al-aziz
B. Mencari kemuliaan /dengan Allah, bukan dengan makhluk allah .

Kita ini semua di suruh mulia, jadi orang yg muliah, agama melarang kita jari orang yg hina, cuman mulianya dengan apa?

Jangan mulia dengan harta, orang yg mulia dengan harta, begitu hartanya habis, habislah kemuliaannya, atau hartanya ada orangnya mati, matilah kemuliaannya.

Orang yg mulia dengan pangkat dan jabatannya, atau kedudukan tahta, begitu habis masa pangkat dan jabatannya, maka hilanglah kemuliaannya.

Hayatuhu, wa mautuhu, Aziz, (hidup, matinya, mulia, orang yg hidup nya mulia dengan Allah, contohnya para ulama kita yg sudah wafat, 


(Caranya cuman satu, taat kepada Allah)
Allah tidak akan pernah binasa, tidak akan pernah hilang, maka begitupun dengan orang dekat dengan Allah.


C. Maka kita ini bisa menjadi manfaat untuk orang lain, dan bisa saling mengingatkan untuk prihal akhirat, seperti sahabat, keluarga, masyarakat 


Rasululllah bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian berfirman setiap hari; Akulah al-‘Azîz (Yang Maha Mulia, Maha Perkasa), siapa yang menghendaki kemuliaan dunia dan akhirat, hendaklah dia taat kepada al-‘Aziz,” (HR al-Hakim, al-Dailami, dan Ibn Asakir dari Ibn Anas ra)

C. Dengan kita beriman kepada Allah dengan nama Al-aziz, maka kita akan bisa bermanfaat untuk orang lain.
Contohnya : kita akan di butuhkan keluarga, mengajarkan istri dan anak tentang taat kepada Allah, supaya ketika di akhirat nanti kita akan bisa bertanggungjawab atas segala perbuatan selama di dunia. 

Sehingga dengan niatnya kita ini dalam mengamalkan taat dan berdzikir kepada Allah dengan nama Allah Al-aziz ini, niat kita bertujuan mendapatkan Rida Allah maka Allah akan menolong kita. Mudah-mudahan Allah menolong kita dan memuliakan kita, karna hanya Allah lah yang berhak melakukan itu atas hambanya, semoga kita termasuk di dalam orang-orang yang dimuliakan dan di tolong oleh Allah. Aamiin..



Tidak ada komentar:

More Article about this Blog