Pages

Jumat, 22 Juli 2022

10. Ya Jabbar, yang maha berkehendak bagi seluruhnya

Alhamdulilah, Puji dan syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allahu subhanahu wata'ala, atas limpahan nikmatTaufiq dan hidayah yang Allah berikan kepada kita hambanya, semoga kita tidak lupa akan nikmat yang sudah di berikan Allah, dan bersemangat untuk menjadi hamba yang benar-benar bertaqwa kepada Allah, shalawat dan salam kepada Baginda Rasul Muhammad sallallahu alaihi wasallam, sehingga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang bersyukur mendapat syafa'at Baginda nabi di Yaumil akhir kelak. Aamiin ya Allah.

Yang ke Sepuluh daripada nama-nama Allah Asmaul Husna ialah Al-Jabbar (yang maha memaksakan kehendak)

Allah subhanahu wata'ala berfiman : surah Al hasyr, ayat 23

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

(Al-jabar) : yang maha berkehendak, pada tiap-tiap sesuatu, dan tidak ada siapapun yang bisa memaksakan kehendaknya kepada Allah, karena semua yang terjadi itu pasti merupakan kehendak daripada Allah,

Anta turid, wa ana urid, Wallahu yaf'alu mayurid

Engkau itu bisa berkehendak, itu ini itu ini, dan aku pun bisa berkehendak, dan hanya kehendak ku jua lah yang terjadi itu.

Jadi kehendak kita itu bisa terjadi, bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan, apabila bersesuaian dengan kehendak Allah,

Kalau hanya sebatas kehendak kita, dan tidak sesuai dengan kehendak Allah, bagaimanapun kita berjuang, bagaimanapun kita berusaha, maka itu ujungnya adalah sia-sia, 

Banyak pelajaran dari Allah, di dalam alquranulkarim, tentang femahaman daripada nama Allah al-jabbar ini, salah satu di antaranya adalah  kisah Firaun, : 

Suatu malam Firaun ini bermimpi, ada seorang laki-laki yang akan lahir, dan akan meruntuhkan kerajaan Firaun, dalam mimpinya :

Begitu Firaun bangun dari tidurnya, dia mengumpul mentri-metrinya, di bikin suatu perintah ke seluruh penjuru ke negri Mesir, mulai malam ini siapa ada yg melahirkan anak laki-laki di butuh, nah ini kehendak Firaun, bertujuan untuk menyelamatkan kejaraannya, 

Jadi mulai hari itu, Ada berita anak laki-laki lahir, di butuh, di sana ada anak lahir di butuh, nah dengan ini dia berharap, berkehendak, supaya kekuasaannya itu bisa terus-menerus , tetapi itu kehendak firaun, tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Ternyata laki-laki yang menghancurkan kejaraan Firaun itu, justru laki laki yang ada di isyanya Firaun itu sendiri, yang di asuhnya Firaun sejak kecil, yaitu nabi Musa alaihissalam, 

Itu sudah di atur Allah, 

Bagaimanapun kita matangnya suatu program, hebatnya suatu perancanaan, tapi kalau tidak sesuai dengan rencana Allah itu akan tidak ada arti, maka akan berakhir sia sia- itu lah Allah yg bermana Al-jabbar, yang menampakkan namanya ( yg maha memiliki kehendak)

____

Dan kemudian di dalam alquranulkarim juga di kisahkan tentang, bagaimana rencana/program saudara nabi Yusuf alahissalam, untuk melenyapkan nabi Yusuf.

Nabi Yusuf di bawa, dengan izin ayahnya sendiri, sampai di suatu tempat, nabi Yusuf dimasukkan ke dalam sumur, supaya mati, begitu pulang ke rumah, saudara-suadara nabi Yusuf ini melaporkan kepada ayahnya, bahwa nabi Yusuf di makan serigala. (Habislah cerita nabi Yusuf, /perkiraan dari saudara-suadaranya) 

Ternyata apa yang terjadi, nabi Yusuf di angkat dari sumur itu oleh seseorang, dan di jual sampai ke negri Mesir, dan akhirnya nabi Yusuf  menjadi seorang raja, dan akhirnya saudara-suadara nabi Yusuf yg berencana ingin melenyapkan nabi Yusuf, meminta bantuan, karena sedang terjadi kelaparan di tempatnya itu. 

Nah demikian lah kehendak-kehendak manusia, apabila tidak sesuai dengan kehendak Allah, terjadilah demikian.

(Al-jabbar yang maha berkehendak,dan tidak ada siapa juapun yang bisa menentangnya)

______

Dan aljabbar ini juga menurut sebagian para ulama mengatakan ( huwallatdzi, azbara rholkoh, ala makroth, min Islam, min kufrin, wa thoatin wa maksiyah)

Yang memaksakan kita agar menuruti kehendaknya Allah, baik Islam,atau tidak, baik itu merupakan taat kepada Allah atau tidak.

Contohnya seperti Bilal sahabat besar nabi kita Rasulullah , nah bilal ini merupakan seorang budak, hamba sahaya, miliknya umayyah, Umayyah ini berkehndak, jangan ikut, jangan beriman kepada Allah, dan jangan percaya kepada Rasulullah.

Dengan macam-macam cara yang di lakukan ummayyah ini kepada Bilal, dirayu, dibujuk, di ancam,di siksa, sedemikian kejamnya, akan tetapi Allah berkehendak, dan menguatkan iman Bilal, hingga Bilal mengatakan tiada illah/tiada tuhan selain Allah, (Ahad) dan akhirnya Bilal di selamatkan oleh abu bakar, dan menjadi sahabat besar rasul, 

Nah demikian Allah lah kehendak Allah, bagaimanapun kehendak ummayyah, maka ketika tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka kehendak Allah lah terjadi.

Bagaimanapun usaha yang di lakukan oleh tuannya tadi, maka ketika tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka itu akan berakhir sia-sia, karna Allah berkehendak Bilal ini menjadi seorang muslim, seorang islam, seorang yang mulia, maka keyakinannya pun kuat, dan tidak akan berubah, karena Al Jabbarya Allah, yang maha berkehendak. 

Adapun lagi contohnya : seperti Yasir dan istrinya sumayyah, yang Allah kehendaki menjadi seorang islam, di siksa, bahkan sampai dibunuh, oleh abu Jahal, tetap mereka tidak meninggalkan keislamannya. 

Nah demikian lah kalau sudah Allah menghendaki seseorang itu muslim, siapapun tidak akan bisa menggodanya, siapapun tidak akan bisa merusak imannya, karena Allah itu ialah al-jabbar, yang maha berkehendak. Dan tidak ada yg bisa melawan kehendaknya.

----

Nah, kalau sudah kita beriman dengan Allah, sudah percaya mengetahui Al Jabbar ini (yang bernuansa penuh atas kehendaknya, jadi tidak usah lagi di lawan kehendak Allah,) karna kita ini hanya makhluk, tidak berdaya apa-apa kalau kehendak kita itu sudah bertentangan dengan Allah.

maka apa akhlak yang akan muncul di dalam hati kita, di dalam diri kita, sikap dan perilaku kita

Menurut para ulama di jelaskan orang yang beriman dengan al-jabbar ini, ayyu 'alli kama si'tah Illa masi'a tillahi ta'ala

Dia selalu menggantungkan kehendaknya dengan kehendak Allah, 

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ اللَّـهُ 

(Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah)

Tidak ada satu perbuatan, atau kehendak pun yang terlepas daripada kata insyaAllah, 

Contohnya : kalau kita hendak melakukan sesuatu, maka ucapkan lah insyaAllah, semoga Allah bantu kita, dan kehendak kita itu sesuai dengan kehendak Allah, artinya di bantu oleh Allah, diberikan pertolongan oleh Allah.

Hal demikian lebih baik, daripada kita ucapkan kata pasti akan aku lakukan, maka kalimat pasti itu akan tidak sopan, yang artinya kita sudah melangkahi Al-jabbarnya Allah ini.

Rasulullah di ajarkan oleh Allah subhanahu wata'ala, di dalam alquranulkarim, pada suruh Al Kahfi ayat 23

{وَلا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا (23) إِلا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ 

Jangan engkau berkata bagi sesuatu, bahwa besok aku lakukan, illah ayyasha Allah, (kecuali jika Allah menghendaki) 

Sehingga ketika kita menyerahkan semua apa yang kita inginkan kepada Allah, dan kehendak itu di ridhai oleh Allah, maka akan Allah cukupkan apa yang kita kehendaki itu, maupun itu secara di ucapkan, ataupun di niatkan di dalam hati, 

Contohnya : ketika kita ingin merancang sesuatu, di dalam hati kita, besok aku mau pergi shalat ke masjid berjamaah, maka jangan lupa mengucapkan insyaAllah. Supaya di tolong Allah, selalu mengaikat apa yang kita mau dengann Allah.

Maka Al-jabbar nya Allah ini adalah sebuah petunjuk dan kabar gembira kepada kita, supaya selalu terikat dengan Allah setiap perbuatan apapun yang kita lakukan. Agar harap hati Allah sampaikan dan Allah tolong

2. Dan jadi lah kita ini sebagai orang yang memaksakan perbuatan yang tidak baik kepada perbuatan yang baik, 

Contohnya : kita malas shalat, maka paksakan malas itu untuk rajin, karna kehendak itu di ridhai Allah, sehingga kita terlepas daripada perbuatan yang di larang oleh Allah, 

b. Memaksakan nafsu dan kehendak kita dengan cara yang baik, memaksakan diri kita untuk terus berdzikir, bershalawat, berbuat amat ibadah. Sehingga kita tidak sampai untuk melakukan keinginan yang di larang oleh Allah, melainkan sentiasa memaksakan diri untuk melakukan perbuatan yang Allah rida.

C. Sehingga ketika kita sudah berhasil demikian, maka apapun memaksakan diri kita untuk melakukan keinginan yg Allah ridai itu kepada keluarga&istri dan anak.

Mudah-mudahan Allah mudahkan kita untuk bisa melaksanakan kehendak baik kita, dan kehendak baik itu di tolong oleh Allah dan di ridai oleh Allah, aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal alamin.

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog