وقال صلى الله عليه وسلم: {ثَلاَثَةٌ يَعْصِمُهُمُ اللهُ تَعَالَى مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ الشَّهِيْدُ وَالْمُؤَذِّنُ وَالْمُتَوَفَّى يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ}.
Nabi saw. bersabda, “Tiga orang yang akan dijaga oleh Allah dari adzab kubur adalah orang yang mati dalam keadaan syahid, muadzin (orang yang mengumandangkan azan karena mengharap ridha Allah bukan untuk mendapatkan upah), dan orang yang meninggal di hari Jum’at serta di malam Jumaat.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِى الله عَنْهًما قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاَثَةٌ لَا يَهُوْلُهُمُ الْفَزَعُ الأكْبَرُ وَلَا يَنَالهُمُ الحِسَابُ هُمْ عَلى كَثِيبٍ مِنْ مِسكٍ حَتَّى يُفْرَغَ مِنْ حِسَابِ الخَلائِقِ رَجُلٌ قَرأَ القُرآنَ ابْتِغَآْءَ وَجْهِ اللهِ وَاَمَّ قَوْماً وَهُمْ بِهِ رَاضُوْنَ وَدَاعٍ يَدْعُوْنَ إلى الصَّلواتِ ابْتِغآء وجْهِ اللهِ وَرَجُلٌ اَحْسَنَ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَوَالِيهِ. (رواه الطبراني في معاجم الثلاثة).
Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah bersabda: "Tiga orang yang tidak akan mengalami ketakutan pada hari yang sangat menakutkan dan mereka tidak akan dihisab, mereka berada di atas tumpukan kasturi hingga selesai hisab terhadap semua manusia :
Tiga orang di hari kiamat (di Padang mahsyar) di atas tumpukan minyak wangi harum kasturi, dan tidak diliputi dari perhitungan amal, tidak pula di landa keterkejutan sampai selesai semuanya urusan manusia di akhirat itu.
Tiga macam orang tersebut yang akan mendatangkan ridha-Nya Allah ialah :
1. Orang yang mengimami shalat tetapi makmum di belakang tidak ridha, tidak setuju, maka orang tersebut akan di laknat Allah (shalatnya tidak akan di terima oleh Allah)
Maka yang paling baik ialah : Seseorang yang membaca Al-quran semata-mata karna Allah kemudian ia menjadi imam dalam shalat dan Makmum suka dengan hal tersebut (minta izin dan minta Rida untuk memimpin shalat berjamaah) maka orang tersebut akan jauh dari laknat Allah
2. Orang yang mengumandangkan adzan hanya karna mengharap ridha-Nya semata, maka orang ini di akhirat kelak akan di cintai Allah.
3. Orang yang di berikan rezeki oleh Allah, kemudian rezeki tersebut, atau pekerjaan tersebut tidak menyibukkannya untuk melakukan amal-amal kebaikan (persiapan untuk akhirat) ataupun orang yang di uji dengan susahnya rezeki, serba kekurangan, maka orang tersebut tidak meninggalkan persiapannya untuk akhirat maka Allah akan mempermudahkan hisabnya di akhirat kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar