وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?” (surah al-fussilat ayat 33)
Demikian ayat ini turun terkhusus untuk seorang muadzin, mengumandangkan adzan untuk shalat berjamaah, sehingga ulama fiqih memberikan syarat kepada seseorang yang ingin mengumandangkan adzan :
1. Islam. 2. Berakal (di atas umur 7 tahun). 3. Laki-laki, (perempuan tidak boleh adzan, karna itu akan menyerupai perbuatan laki-laki). 4. Tau dengan masuknya waktu shalat
Sehingga itu lah 4 macam syarat seseorang yang ingin menjadi muadzin, Dan abi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda : Hadits riwayat Muwatta Malik,
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّأَ نَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ
Dari Abu Sa'id Al Khudri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian mendengar adzan, maka ucapkankan seperti yang diucapkan Muaddzin.
Sehingga kita di tuntut untuk menyahut orang yang sedang adzan, maka ketika kita mendengar seseorang sedang mengumandangkan adzan, kemudian kita menyahut adzan tadi (menirukan ucapan muadzin tadi) kecuali pada kedua hayya 'ala, maka ucapkan lah La hawla wa la quwwata illa billah. Maka kita akan mendapatkan fadhilatnya.
Rasulullah bersabda : Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian bacalah sholawat kepadaku. Barang siapa membaca sholawat untukku satu kali, maka Allah membalasnya dengan sepuluh sholawat. Lalu mintakanlah kepada Allah wasilah untukku. Barang siapa memintakan wasilah untukku maka ia mendapat syafaatku.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ahmad).
Terkhusus kepada mendengarkan adzan subuh yang di lakukan dengan tatswid : “ asholatu khairum minannaum " maka kita sahuti dengan ucapan shadaqta wabarirta, wanashah ta
Kemudian setelah mendengarkan adzan selesai maka kita berdoa : Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad". Dengan doa ini, Rasulullah pun bersabda : barang siapa yang membaca doa ini, maka ia pasti akan mendapat syafaatku di hari akhirat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar