هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Al-khaliq-albari-almusawwir, itu merupakan tiga makna yang di anggap mirip maknanya, tetapi menurut imam al-ghazali itu bukan mirip akan tetapi masing-masing mempunyai fungsi
Allah Subhana wa ta'ala bi 'qtibari takdiri hajihil umur, yusammal Khaliq, wa bi 'iqtibari Ijadi minal adam Ilal wujud yusammal bari, wa bi 'qtibari taswiri hajihil umur yusammal musawwir.
Maka Allah dengan memandang,mengiktibar, menetapkan untuk menciptakan sesuatu maka dia di namai alkhaliq, kemudian mengiktibarkan Allah mewujudkan sesuatu dari tiada kepada ada, maka di namai Allah itu dengan nama Al-bari, kemudian membentuk sesuatu itu, merupakan sesuatu itu dengan rupa yang terbaik itu di sebut al-muwassir,
Contohnya :
Jadi Apabila kita melihat suatu makhluk Allah, maka itu tidak terlepas daripada al-khaliq,al-bari,al-musawwir, karna seluruh yang ada di alam semesta ini itu merupakan mazhar, atau penampakan daripada nama Allah yg 3 ini
Andaisaja kita membuat suatu keputusan untuk menciptakan sesuatu, nama namanya al-khaliq,
Kemudian keputusan-keputusan tadi ingin di wujudkan, maka makna mewujudkan sesuatu yang tidak ada itu menjadi ada, itulah yg di sebut dengan al-bari
Sehingga sesuatu yang di wujudkan oleh al-bari ini, di susun sedemikian baik, rapi, bagus, maka itu lah al-musawwir,
Contohnya : ada yg putih/ganteng/cantik/mancung dan lain sebagainya :
Oleh karena itu asmahul husnanya Allah ini, sedemikian yang sudah di susun oleh Allah, itu memberikan satu isyarat kepada kita, kalau hendak melakukan sesuatu,
maka rancang sesuatu itu, kemudian di wujudkan, baru diperhiasi menjadi sesuatu yang sangat indah, sehingga susunan nama Allah ini menjadi hikmah yg sangat luar biasa, yang bisa kita jadikan pelajarin di alam dunia ini .
Maka nama Allah ini tidak bisa di pisahkan, merupakan kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.
-------
Maka akhlak Orang yg beriman dengan nama Allah yg 3 ini, yang akan membuahkan hasil,
Bahwa orang yg beriman dengan 3 nama Allah tadi, dia musti menentukan, akan memperjuangkan, memperbuat taat, memperbuat ibadah, dengan cita-cita kuat yang
Jadi Dalam hati kita ini, yg di tuntut oleh keimanan kita kepada Allah Bahwa kita hidup ini untuk beribadah kepada Allah, baik secara umum, atau lebih baik lagi ketetapan" ibadah, cita-cita ibadah kita itu, kita rincikan satu persatu agar lebih baik,
Misalnya : setiap malam kita bercita-cita, besok pagi aku ingin sembahyang subuh berjemaah di awal waktu, besok aku akan baca Qur'an, 1 juz, besok aku akan sembahyang Dhuha, besok aku akan shalat dzuhur berjamaah di awal waktu, besok aku akan bersedekah, maka kita buat cita-cita, ketetapan-ketetapan yang ingin kita lakukan setiap hari.
Dan lebih baik lagi ketetapan kita itu cita-cita itu kita tambahkan lagi dengan ucapan insyaAllah, karna apabila di akhiri dengan insyaAllah, maka apa yang kita cita-citakan itu harapannya besar akan di tolong oleh Allah. Karna hal tersebut sangat di anjurkan oleh agama kita.
_________
Sehingga semua yg kita cita-citakan di malam hari tadi, apabila sampainya waktu sebelum subuh, maka laksanakan,
Sehingga keuntungannya kita untuk mencita-citakan suatu kebaikan, maka sudah di hitung oleh Allah 1 pahala,
Dalam sebuah riwayat yg shahih, Allah berfirman dalam hadist qutsi : paman Hamma bi hasanah, (barangsiapa yang memperbuat suatu kebaikan, mencita-cita suatu kebaikan, dan dia belum melaksanakan kebaikan itu)
katabaha indahu hasanatan khamilah, ( maka kita sudah mendapatkan satu kebaikan yang sempurna pada cacatan amal kita)
Hingga apabila ketika ibadah yang kita cita-citakan itu, kita laksanakan, maka di cacatlah 10 kebaikan pada cacatan amal kita) subhanallah begitu baiknya Allah kepada kita.
______
Maka hendaklah kita lebih semangat lagi dalam mencita-citakan suatu ibadah, dan kemudian kita laksanakan dengan baik,
Adapun Bagaimana caranya supaya ibadah kita ni bagus, antara lainnya ialah :
1. Ikhlas dalam mengerjakan ibadah, mengerjakan perbuatan amal, bagaimana ikhlas dalam beribadah itu, bagaimana ikhlas dalam perbuatan amal itu? Ialah seperti berniat untuk melaksanakan perintah Allah, menjunjung tinggi perintah Allah.
Shalat kita, menjunjung tinggi perintah Allah, membaca Alquran, menjunjung tinggi perintah Allah, bersedekah menjunjung tinggi perintah Allah, menuntut ilmu munjungjung tinggi perintah Allah, bekerja kita menjunjung tinggi printah Allah, maka hal demikian adalah bentuk ikhlas dalam perbuatan amal.
Sehingga harap hati kita ini, terlepaslah kita daripada perbuatan yang tidak baik dalam setiap perbuatan ibadah yg kita lakukan, karna di awal kita sudah mengatakan ikhlas karna menjunjung tinggi perintah Allah.
2. Kemudian supaya ibadah kita itu bagus, ibadah kita itu indah, kita ikhlas dalam mencari pahala, bagaimana ikhlas mencari pahala itu? Seperti Kita mencari ridhaNya Allah,
Sehingga ketika kita sudah paham dengan kedua hal tersebut, maka itu adalah bentuk sempurna bab ikhlas dalam beribadaulh kepada Allah : seperti menjunjung tinggi perintah Allah, kemudian mengharapkan ridhanya Allah,
Demikianlah bentuk ibadah yang baik, ibadah yang indah,
3. Kemudian bagaimana ibadah itu bisa lebih baik, lebih indah, yakni menghadirkan hati untuk mengingat anugrah yg sudah Allah berikan kepada diri kita.
Karna kita ini kalau beribadah, kita ingat bahwa kita bisa beribadah ini adalah aungrah Allah, berkat hidaya, tauqih, dan Inayah, yg sudah Allah berikan didalam hati kita,
Adapun dari diri kita, adapun dari usaha kita, adapun dari ilmu yg kita pelajari, akan tetapi hakikatnya semua itu tak lepas daripada anugrah Allah, nah ingatlah itu baik baik,
Jangan kita seperti qorun, qokun itu sangat kuat hafalannya, sangat pandai, paling hebat bacaannya taurat, akan tetapi berikan oleh Allah kekayaan kepada dirinya, lupa ia kepada Allah, ia merasa bahwa kekayaannya itu berkat usaha dan ilmu pengetahuan pada dirinya, sehingga ia lupa kalau semua itu ialah anugrah daripada allah, akhirnya qorun dan semua hartanya tenggelam.
4. Kemudian bagaimana lagi ibadah itu supaya lebih indah, lebih baik, dengan cara kita mengagungkan Taufiq/ hidayah yg sudah Allah berikan kepada kita, contohnya kita merasa untung, merasa happy, merasa senang hati, atas hidayah dan tauqih yg sudah Allah berikan kepada diri kita, hingga bisa kita mengerjakan perbuatan ibadah itu,
Maka demikianlah cara beribadah dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar