رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ
(yaitu) Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaperkasa, dan Al Ghaffar (Maha Pengampun.” )
ka lallahu ta'ala : ala huwal azizul Ghaffar
Wa ka lallahu ta' ala : astagfiru rabbakum innahu Kana Ghaffar
Banyak sekali di dalam Al-Quran Allah menyebut dirinya dengan nama al-ghaffar ini, jadi wajib kita percaya bahwa al-ghaffar ini salah satu dari sekian nama-nama Allah.
Dan Allah juga berfirman dalam surah Nuh ayat 10, surah ke 71, juz 29 :
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ
maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,
Imam Al Ghazali berkata : al-ghaffar itu adalah yang menampakkan keindahan, dan menyembunyikan kejelekan, dan bermula dosa-dosa itu bagian dari kejelekan, yang Allah tutupi itu dosa-dosa tadi dengan menghulurkan tutupan atas dosa-dosa itu di dalam dunia, dan dengan kemaafan dari siksaannya di akhirat nanti.
Nah itulah makna, arti al-ghaffar, secara ringkas kita sebut maha pengampun,
Ada tiga hal yang di tutupi allah dari diri kita, yang merupakan tajalli dari nama Allah al-ghaffar.
1. Yang pertama di tutupi oleh Allah sesuatu-sesuatu yang tidak baik di lihat di tubuh kita ini, seperti usus, ginjal, jantung, nah itu kalau kelihatan tidak bagus, seperti apapun tampannya seseorang itu kalau kelihatan itu maka tidak bagus, sehingga di tutupi dengan kulit, maka itu lah bagian dari nama Allah al-ghaffar, artinya menutupi sesuatu daripada tidak nyaman di pandang menjadi sesuatu yang indah, nyaman di pandang.
2. Gritik-gritik hati kita yang jahat, itu tidak ada tanda atau alamat yg muncul di wajah kita, contohnya : kita misal hendak menipu orang, maka tidak ada tanda di wajah kita kalau kita itu hendak menipu orang, padahal menipu itu sifat yg jelek, yg tidak bagus di dalam hati kita maka di tutupi oleh Allah
3. Dosa-dosa yang ada dalam diri kita ini pun di tutupi oleh Allah, sehingga tidak ketahuan mana orang yang banyak dosa, mana orang yang tidak banyak dosa, semuanya terlihat sama, nah ini lah bagian daripada nama Allah, alghaffar.
Maka dosa-dosa itu bagian daripada kejelekan, Allah tutupi di dalam dunia ini, Allah tutupi dengan sesautu yang indah, dan di akhirat nanti, di tutupi allah dengan ampunannya, oleh karena itu alfhaggar ini di singkat sebagai maha pengampun.
______
Ada beberapa cara Allah yang bernama al-ghaffar ini memberikan ampunan kepada kita:
1. Allah berikan ampunan kepada kita secara cuma-cuma, artinya tanpa kita minta ampun Allah sudah ampunkan, tanpa kita minta maaf kepada Allah, kita di maafi, itu pertama Allah akan berikan ampunan kepada kita secara cuma-cuma terjadi pada malam nisfu sya'ban.
Dalam kitab shahih Al jami' asshohir, yg di susun oleh Muhammad Nasiruddin Al Bani, terbitan Al maktabul islami, pada jilid ke 2, pada cetakan ke3, tahun 1988masehi, halaman 785, hadist no.4268
Rasulullah bersabda : yattali ullah, tabarok wa ta'ala Illa rholqih, lailatan nisfi min sya'ban, payaghfiru Li jami'i rholqih, Illa Li musrikin, Au musyahin, rowahu Ibnu Majah, wa shahih Al Bani,
Allah ampuni sekalian makhluknya, kecuali yang musrik, atau orang yang berbantah-bantahan, oleh para ahli hadist maksudnya berbantah-bantahan itu orang yg tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari,
jadi Allah ampuni sekalian makhluk itu artinya orang yg beriman kepada Allah dan Rasul, pada malam nifsu sya'ban, maka orang ini akan di ampuni oleh Allah, terlepas dari dosa apa yg di ampuni oleh Allah, itu hanya Allah yang tahu, intinya ada dosa yang di ampukan oleh Allah.
يَطَّلِعُ اللَّهُ إِلَى جَمِيعِ خَلْقِهِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Allah mendatangi seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban. Dia pun mengampuni seluruh makhluk kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.”
2. Kemudian cara kedua Allah memberikan ampunan itu dengan berbuat amal shaleh, Allahu subhanahu wata'ala berfirman : di dalam surah hud, ayat 114, surah ke 11
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّـيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّـيِّـاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ
Dirikan sembahyang lima waktu, sesungguhnya kebaikan-kebaikan itu menghilangkan kejahatan, dengan berbuat baik secara automatis ada dosa yang di ampuni oleh Allah, walaupun kita tidak minta ampun kepada Allah dosa itu
(Begitupun yang di sampaikan oleh Rasulullah,
Kemudian Rasulullah bersabda :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barang siapa yg puasa di bulan ramadhan, dalam keadaan beriman mengharapkan ganjaran dari Allah, di ampuni baginya dosa-dosa yang lalu, jadi puasa itu pun bisa menebus dosa-dosa kita yang lalu, jadi dosa apa yg di ampuni oleh allah, hanya Allah yang tau, intinya puasa di bulan ramadhan itu akan menghapus dosa dosa yang lalu. (Hadist shahih, riwayat Bukhari wa muslim
Nah jadi itu lah peran daripada nama Allah alghaffar,
_____
Kemudian yang ketiga cara Allah mengampuni dosa hambanya itu ialah dengan (taubat nasuha) tentu ini dosa tidak terampuni dengan malam nisfu sya'ban, dosa ini dengan malam laylatul qodar, dosa ini tidak terampuni dengan perbuatan kebaikan-kebaikan, sehingga dosa ini hanya bisa di ampuni oleh Allah dengan cara taubat nasuha
Nah nentu dosa-dosa ini anggap kabair, dosa-dosa yg besar
Apa itu dosa besar contohnya? Seperti berbuat kedzoliman kepada sesama. Sehingga dosa-dosa besar itu musti kita bertaubat kepada Allah,
Orang yang beriman dengan nama Allah alghaffar, yang maha menampakkan keindahan dan menutupi segala kejelekan, mengampuni dosa-dosa hambanya, ketika kita percaya itu, apa akan menimbulkan akhlak kepada diri kita
Apa akhlaknya ? Bahwa kita menutupi dari orang lain sesuatu yg wajib artinya aib orang lain, karna Allah saja menutupi aib kita, kenapa kita membuka aib orang lain? Karna Kalau kita masih mau membuka aib orang, jelas kita belum beriman sepenuhnya dengan nama Allah alghaffar ini, hanya tau sajaha. Tetapi belum beriman sepenuhnya.
Kita sembahyang, itu hasil daripada iman kita, kita puasa itu hasil dari iman kita, kita berdzakat itu hasil dari iman kita, kita berusaha menutupi aib orang, itu merupakan buah dari iman kita kepada Allah yang bernama al-ghaffar ini.
Akhrojahu Ibnu Majah, barang siapa yg menutupi aib saudaranya yang muslim, apa aib itu contohnya ? Perbuatan
Lburuk yg di lakukan oleh kawan kita secara sembunyi, misalnya kawan kita tidak puasa, kita aja yang tau, jangan di ceritakan kepada orang, maka itu contoh kecil yg di maksud membuka aib, maka jangan di ceritakan kepada orang lain.
Dan ada saatnya kita boleh membuka aib seseorang itu, ada waktu-waktu tertentu contohnya memberikan satu pendapat kepada orang yang meminta pendapat kepada kita. Nah itu boleh kita membuka aib.
Kita tahu bahwa orang itu penipu, kemudian ada kawan kita minta pendapat, aku mau berdagang dengan si Fulan bagaimana pendapatmu, maka bisa kita katakan hal yg sejujurnya kepada kawan kita ini, maka di saat itu boleh.
Kemudian adapun halnya, seseorang ini melakuian perbuatan buruk secara terang-terangan, seseorang itu tidak ada malunya lagi, karna berbuat maksiat di tengah-tengah khalayak ramai, mabuk, tidak puasa di depan orang banyak, maka ketika kita ceritakan kepada orang lain, tidak lah termasuk dalam membuka aib, karna dia sendiri pun sudah membuka aibnya kepada banyak orang. Maka hal tersebut tidak lah jadi masalah.
Karna yang di jaga itu, ketika seseorang itu bersembunyi melakukan perbuatan buruk kemudian hanya kita seorang yang tahu, nah jangan di buka aibnya itu ( adapun lebih baiknya dengan cara menasihati empat mata, supaya terlepas lah kita daripada tanggungjawab kita kepada sesama)
___
Sehingga siapapun yang menutupi aib sesama, maka Allahpun akan menutupin aib kita di dunia maupun di akhirat, bahkan menurut sebagian para pensyarah hadist, orang yang menjaga, menutupi aib saudaranya di akhirat nanti dia akan di hisab, di suatu tempat yang tidak di lihat oleh orang lain, di sidang tapi di tempat yang tidak di dengar dan tidak di lihat oleh orang lain. Begitupun sebaliknya.
Siapa yang membuka aib seseorang maka Allah pun akan membuka aibnya di hari akhirat nanti, hingga apa yg di kerjakan di dalam rumahnya itu pun akan di buka nantinya.
(Kola imamul Ghazali, Wal muktab, wal mutajassisu, Bima jalin Anhadal washpi,)
Ujar imam alghazali, orang yang suka menggibah, orang yang suka menncari-cari kesalahan orang lain, jauh sekali daripada dirinya beriman terhadap nama Allah alghaffar ini,
(Wa innamal, muktasibu bihi, manla yupsi, minkholkillahi ta'ala, Illa ahsana maa fihi, )
Kemudian orang yang beriman dengan nama Allah alghaffar, orang yang tidak membuka dari makhluk Allah, kecuali yang terbaik daripada makhluk Allah itu.
(Wa layam pakhu, makhluhum ankamalin nafhsin, Wa 'antubhin wa husmin,)
Dan makhluk itu tidak terlepas daripada baik dan jelek. Makhluk manapun, apapun makhluk itu, tidak terlepas dari kebaikannya, ada kejelekannya, nah orang yang beriman dengan nama Allah alghaffar, ia selalu melihat yg baiknya, membuka yang baiknya, menutupi yang titak baiknya, menyebut yang baiknya, diam terhadap yang tidak baiknya, itulah akhlak yang akan kita dapatkan ketika beriman kepada nama Allah alghaffar ini.
______
Semoga kita semua berusaha untuk bisa memahami dan beriman dengan nama Allah alghaffar ini, sehingga perbuatan kita selamat daripada perkara yang tidak baik, aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar