Pages

Minggu, 14 Agustus 2022

16. Ya Qahhar maha mengalahkan musuh

Bismillah, segala nikmat yang kita rasakan sekarang ini hanya datangnya dari Allah, bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmat itu, Alhamdulillah, shalawat dan salam kita ucapkan sentiasa kepada Nabi Besar Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semoga kita mendapatkan syafa'at Baginda Rasul di Yaumil akhir kelak, Aamiin. 

Asmaul husna-Nya Allah yang ke 16 adalah Al-Qahhar. Di dalam Al-Quran banyak di sebutkan nama Allah al-qahhar ini, di antaranya firman Allah : QS: Shad Ayat 65

قُل إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ  وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Dan di dalam surah yang lain, Allah berfirman, di dalam Al-Quran, pada surah Al Ghafir, surah 40, ayat 16

يَوۡمَ هُمۡ بَارِزُوۡنَۖ لَا يَخۡفٰى عَلَى اللّٰهِ مِنۡهُمۡ شَىۡءٌ ؕ لِمَنِ الۡمُلۡكُ الۡيَوۡمَ ؕ لِلّٰهِ الۡوَاحِدِ الۡقَهَّارِ

Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.

Dan di dalam surah l

_____

(Alqahhar, huwalladzi, yakhsimu akhda ah, payakharumum bi imatati wal idzlal)

Alqahhar itu artinya dialah yang memecahkan musuh-musuhnya, maka dia kalahkan mereka itu dengan di matikan dan di hinakan, al-qahhar, kalau di singkat maknanya, yang maha mengalahkan.

Jadi siapa saja hendak bertanting lawan Allah pasti akan kalah, siapa hendak berperang dengan Allah pasti kalah, karna Allah punya nama alqahhar, yang maha mengalahkan.

(Huwalladzi qohhara namruzz, pa'amatahub bizzubabah ehem, dakholad rakhsah, pakanad la tahdahu harokatuha biraksih)

Dialah Allah yang bernama alqahhar, yang mengalahkan namruzz, Allah matikan namruzz dengan seekor lalat yang masuk ke kepalanya, maka lalat itu tidak diam geraknya di kepala namruzz, 

Namruzz, raja di Irak, zaman nabi Ibrahim, bukan hanya raja, mengaku tuhan, mengaku tuhan, Allah kalahkan, ini hendak menandingi Allah, memusuhi Allah, memerangi Allah, Allah kalahkan, dan Allah tidak perlu bersusah-payah mengalahkannya, cukup dengan seekor lalat yang masuk ke kepala melalui telinga si namruzz ini.

Dia pun, berdiri, duduk, tidak tenang dia, akhirnya si namruzz mengghantukkan kepalanya sendiri ke dinding beberapa kali, akhirnya mati, dan matinya bukan karna lalat, tapi karna menghantamkan kepalanya sendiri ke dinding. (Menunjukkan entengnya Allah mengalahkan musuu-musuhnya itu) 

Begitulah caranya Allah, mengalahkan, menghinakan musuh-musuhnya itu. Karna Allah ialah alqahhar.

(Wa qahhara Fir'aun biyahuraqih) Allah mengalahkan Fir'aun, Firaun sama seperti namruzz, raja sekaligus mengaku tuhan, mengaku tuhan, Allah hinakan, Allah matikan firaun dengan di tenggelamkan, jadi matinya Firaun bukan karna pedang, bukan karna panah, bukan karna tombak, karna di kelilingi oleh pengawal-pengawalnya, jadi tidak mungkin sampai hunusan pedang, panah atau tombak dan lainnya.

Maka mati nya Fir'aun dengan kuasa Allah, tenggelam lah ia beserta pasukan-pasukannya itu di lautan, subhanallah.

(Wa qahhar, Abah jahlin, bi khotlih yauma badrin) dan Allah mengalahkan abu jahal, dengan di bunuhnya, atau terbunuhnya abu Jahal, Pada perang badar, karna abu Jahal ini sangat memusuhi Rasulullah.

Memusuhi Rasulullah sama dengan memusuhi Allah, maka Allah kalahkan abu Jahal di badar dengan terbunuhnya ia.

Jadi, Allah sangat kuat, sangat kuasa, mengalahkan siapa juapun, sekuat apapun, sebanyak apapun dengan namaNya Al-qahhar, ttetapisebagai sunnatullah, adabnya Allah, Allah itu tidak mau langsung mengalahkan itu, maka Allah bikin proses dan waktu, 

Ibrahim alahissalam berdakwah berpuluh-puluh tahun mengajak namruzz sampai akhirnya namruzz ingin membunuh nabi Ibrahim dengan melemparkan nabi Ibrahim ke api, Kemudian Allah swt berfirman:

قُلْنَا يٰنَارُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ ۙۙۙۙ

Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 69).

berpuluh-puluh tahun perjuangan nabi Ibrahim, baru namruzz ini di matikan, di hinakan oleh Allah, itu lah sunnatullah, adabnya Allah.

Padahal Allah bisa secara langsung mematikan mematikan itu orang tanpa menunggu detik, saat, hari, Minggu, bulan, bahkan tahun, karna Allah maha sangat kuasa atas itu.

Fir'aun, nabi Musa 40 tahun berdoa kepada Allah, agar bisa menang dengan Fir'aun, baru kemudian di kabulkan oleh Allah doanya nabi Musa, Allah tenggelamkan Fir'aun, 40 tahun lebih nabi Musa berjuang melawan Firaun (Allah ceritakan di dalam alquran ada surah Thaha, ayat 77 sampai 79)

Abu Jahal, 13 tahun lebih nabi kita, di hina, di caci,di maki, oleh abu Jahal, baru Allah kalahkan, matikan, Allah hinakan abu Jahal itu, ini sunnatullah, (firman Allah di dalam Al-Quran, pada surah Ali-imran, ayat 123 sampai 126)

Maka itulah sunnatullah, banyak hikmah yang terjadi dengan demikian, pertama memberikan peluang kepada ummat untuk menjadi mujahid mujahid. untuk menjadi pejuang-pejuang, coba andai kata Allah tidak demikian

Contoh gambarannya: misalnya Rasulullah ketika menyampaikan dakwah kepada mereka itu, wahai kaum Quraisy masuk Islam lah, masuk Islam semua, masuk Islam semua, maka tidak terkenal nama sayyidina Hamzah sebagai Serigalanya Allah, tidak terkenal nama sayyidina Ali, sebagai Saifullah(pedangnya Allah) tidak terkenal para jendral perang contohnya Khalid bin walid, Dan banyak lagi yg lainnya.

Karna membela agama Allah, sehingga disitu lah timbulnya para mujahid, pejuang-pejuang Allah, yang gugur sebagai pisabilillah, 

Maka kalau seandainya Allah secara langsung menampakkan namanya al-qahhar ini, begitu ada sahaja orang yang menentang Allah, mati, siapa saja yang menyakiti nabi dan rasul, mati, 

Maka tidak adalah para mujahid, tidak adalah para syuhada, tidak ada orang yg mati syahid, karna semua hal itu Allah sudah mengetahui, Allah sudah sediakan syurga bagi para pejuangnya Allah, maka mereka itu lah yg mengisi, sehingga Allah memberikan jenjang waktu sekian puluh tahun, sehingga Beratus, bahkan beripu, para syuhada yg gugur di jalan Allah.

Bukan Allah tidak mampu untuk mengalahkan orang kafir, orang orang yang memusuhi Allah.

Contohnya lagi, Palestina, sudah sangat lama mereka itu, menjajah, membunuh rakyat palestin, saudara kita, kaum muslimindan muslimat, Allah biarkan merrka itu berbuat demikian, padahal Allah mampu untuk sekaligus, menghancurkan, melenyapkan Israel di muka bumi ini,

Untuk apa Allah membiarkan? Untuk menimbulkan pejuang-pejuang Palestina, untuk menimbulkan orang-orang syahid dalam perang melawan israil, karna saudara kita ini lah yang sudah di jamin yg akan menjadi penghuni surganya Allah, 

Demikian lah bentuk sunnatullah, 

Adapun lagi contohnya : ya Allah, hamba ini sedang sakit, hamba minta Kesihatan, Allah bisa mengabulkan detik itu bisa, ya Allah hamba kesulitan hidup, tbtb Allah jadikan kemudahan, bisa, karna Allah maha kuasa, 

Tapi tidak terjadi kemudian, perlu proses waktu, sekian ratus hari, atau lebih cepat atau lebih lama, ya Allah hamba sakit sembuhkan lah ya Allah, hamba sakit sembuhkan lah ya Allah, hamba sakit sembuhkan lah ya Allah, hamba kesulitan berikan jalan keluar, 

Bertahun-tahun doa baru di kabulkan Allah, untuk apa? Untuk memperbanyak pahala kita, memperbanyak tabungan amal kita di sisi Allah. 

Intinya orang yang menentang Allah, memusuhi Allah, memerangi Allah, pasti akan kalah, tinggal menunggu waktu yang di tentukan oleh Allah, karna Allah adalah alqahhar, 

Jangan khawatir, Israel pasti akan lenyap di muka bumi ini, tinggal kita menunggu waktu, karna Allah punya waktu tersendiri menggunakan namanya al-qahhar ini, yang maha mengalahkan siapa saja yang berani menentang Allah. 

______

Dan orang yg memerangi Allah, memusuhi Allah itu bukan hanya orang kafir, bukan hanya orang musrik, bukan hanya orang munafik, tetapi kaum muslimin, sendiri ada yang di anggap Allah memerangi Allah, orang Islam sendiri ada yang di anggap Allah memerangi Allah, 

nah siapa mereka itu? Orang-orang yang melaksanakan praktek riba, 

Demikian lah kaum muslimin yang melakukan praktek riba yang sudah berani menentang, memerangi Allah 

Karna Allah menganjurkan kita untuk bersedekah, Allah menyuruh kita untuk berbuat baik kepada sesama, memperbanyak amal dan memperbaiki hubungan sosial, hingga riba ini sangat jelas bertentangan dengan hal yang demikian. Bertolak belakang dengan sederah, bertolak belakang dengan kasih sayang kepada sesama.

Allah berfirman: dalam surah Al-Baqarah ayat 278-279

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوۡا مَا بَقِىَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ

فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا فَاۡذَنُوۡا بِحَرۡبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ‌ۚ 

Wahai orang orang yg beriman bertakwalah kepada Allah, tinggalkan lah yang tersisa daripada riba.

Nah contohnya kita misal meminjamkan orang uang 1juta, kemudian perjanjian bayar 1.2ratus, begitu turun ayat ini hentikan demikian itu, karna praktek riba ini sudah ada dari zaman dulu kala sebelum zaman nabi kita sudah ada riba ini, nah hentikan.

Karena apabila kalian tifak berhetik melakukan hal demikian, maka perlu kalian tahu bahwa kalian sedang berperang dengan Allah dan rasulnya, jadi orang yang melakukan praktek riba mereka sedang ingin berperang dengan Allah dan Rasul, dan setiap orang yang berperang dengan Allah, maka Allah lah yang menang, karna Allah punya nama alqahhar ini yang maha mengalahkan. 

(Yamhamkullahurriba) karena Allah akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.

___________

Imam Muhammad Al-Bakhir radiallahu anhu/imam Muhammad bin Ali bin Husein, bin Ali bin Abi Thalib, berkata : sesungguhnya Allah menyembunyikan 3 perkara di dalam 3 perkara : 

1. yang pertama Allah menyembunyikan ridha-Nya di dalam ketaatan, Maka jangan lah engkau anggap remeh itu ketaatan walaupun kecil barangkali disitu ada ridhaNya Allah

Contohnya : sedekah seribu, siapa tahu yang sedikit itu ada keridhaan dari Allah.

2. Allah menyembunyikan murkanya dalam perbuatan buruk/dosa,maksiat, maka jangan engkau anggap remeh itu berbuatan demikian, walaupun kecil atau besar, barangkali disitu ada murka Allah.

3. Allah menyembunyiian walinya di tengah-tengah makhluknya, maka jangan sekali-kali engkau menghinakan seseorang makhluk, barangkali dia dia wali Allah, 

Wali ini ada yang Mashur, ada mastur, ada yang terkenal ada yang tersembunyi, (karna orang yg jadi wali itu bukan dari pakaiannya akan tetapi salah satu syarat jadi wali, itu adalah taat dia kepada Allah, perintah Allah, dan salamatussubur, qalbun Salim, selamatnya hati daripada melakukan kejahatan, sedikitpun tidak terlintas di dalam hatinya untuk melakuian kejahatan atau jasad, mengganggu, kepada kaum muslim lainnya, maupun makhluk ciptaan Allah.

Demikian lah yang di katakan oleh syeich Ibnu Hajar askolani dan ibnu Hajar Al Haitami rahimahullah, beliau berdua ialah ahli Alquran hadist fiqih dan perihal fatwa  salah satu kitab beliau ialah kitab Fathul bari fi sarh Bukhari, yg menyusun secara detail prihal hadist shahih Bukhari, 

Maka jangan di anggap remeh itu sedekah, jangan menganggap remeh kepada perbuatan dosa yg kecil, jangan di anggap remeh itu perbuatan riba serta perbuatan memusuhi orang, semoga kita semua selamat daripada perbuatan yang demikian itu dan bertaubatlah kita kepada Allah semoga kita menjadi orang yg beruntung, aamiin ya Allah.

___

(Al-mukmin bismillah, ayyakkoro'a da'ah)

Orang yang beriman dengan nama Allah al-qahhar ini, akan berusaha mengalahkan musuh-musuh kita, supaya menjadi bukti kita berikan dengan nama Allah al-qahhar, 

(Wa 'a da 'a da ih)

Musuh yang paling musuh buat kita adalah, nafsu was syaiton, nafsu dan syaitan, ini dua musuh yang paling musuh dari sekian banyak musuh. Orang yang beriman dengan nama Allah al-qahhar, dia akan bisa mengalahkan nafsunya, dan yang bisa mengalahkan syaitan yang menggodanya

Cara mengalahkannya itu macam apa? Bi murholapati Hima, dengan menyalahi kedua-duanya, artinya tidak menuruti nafsu dan syaitan itu, 

Allah berfirman pada surah Yusuf ayat 53, 

 اِنَّ النَّفۡسَ لَاَمَّارَةٌۢ بِالسُّوۡٓءِ 

Sesungguhnya nafsu ini selalu mengajak kita untuk berbuat jahat, susuai dengan firman Allah di dalam Al-Quran : 

وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang. Surah Yusuf ayat 53.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

"Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah."

Dalil photo di dalam alquran

Allah sampaikan kepada kita, syaitan itu musuh kalian, jangan di jadikan kawan, jadi syaiton, nafsu, sama" mengajak kita agar jauh kepada Allah, maka kedua hal demikian sudah jelas sebagai musuh bagi kita.

Nasihat para ulama menjelaskan supaya mengetahuinya : apakah hal ini dari syaiton apakah dari nafsu, caranya mengetahui hal tersebut, contohnya apabila kita hendak melakuian perbuatan buruk, maka kita bawa dengan berdzikir, la ila ha illallah, atau astagfirullah, kemudian kita hadirkan hati, kita tanya hati kita, kenapa ini, hendak melakukan perbuatan yang tidak baik, nah kalau berhenti hendak melakukan dosa maka ketika kita berdzikir tadi hilang kemajlhuan itu, berarti yang tadi itu ajakan dari syaitan, karna syaitan mundurrr, kalau kita berdzikir kepada Allah.

Akan tetapi kalau kita sudah berdzikir, namun tidak hilang juga rasa hendak berbuat buruk/dosa, tetap ingin, berarti itu dari nafsu, karna itu nafsu lebih susah, kalau syaitan, itu hilang datang, hilang datang lagi, kalau nafsu, 24jam menetap dalam diri kita, 

Maka insyaAllah apabila kita sungguh-sungguh beriman kepada Allah, dan susah memahami nama Allah al-qahhar, ini, maka tidak akan sulit kita untuk mengontrol nafsu yang mengajak kepada perbuata, dan bisa kita arahkan nafsu itu kepada perbuatan taat kepada Allah.

Mudah mudahan Allah bantu kita, Allah berikan hidaya dan Taupik sampai akhir hayat kita, dan semoga kita bisa mengalahkan musuh musuh kita yang mengajak kepada perbuatan mungkar, dan kita menjadi orang yang taat kepada Allah, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal alamin.

Sehingga kedua hal itu adalah jelas sebagai musuh-musuh kita, sehingga ketika kita beriman kepada Allah, semoga Allah bantu kita untuk bisa mengalahkan musuh-musuh kita itu, dan Allah berikan kita kemudahan sampai akhir hayat kita, maka hal itu tidak akan sulit bagi kita kalau Allah sudah menolong kita. Aamiin ya Allah.


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog