Pages

Rabu, 17 Agustus 2022

17. Ya Wahhab, memberi bagi tiap-tiap orang yang berhajat

Alhamdulillah, segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allahu subhanahu wata'ala yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita orang-orang mukmin, semoga kita sentiasa meningkatkan iman kepada Allah, dan bersyukur atas segala nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita.

Shalawat serta salam kita panjatkan kehadhirat Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, sehingga shalawat yang sering kita ucapkan itu akan mendatangkan syafa'at di akhirat kelak, Aamiin ya Allah.

Yang ke 17 dari nama Allah Asmaul Husna yaitu Al-Wahhab, di dalam Al-Quran ada beberapa di sebutkan nama Allah Al-Wahhab ini, di antara firman Allah adalah : 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Dan berikan kami Dari sisi engkau rahmat, sesungguhnya engkau itu Maha pemberi. Jadi nama al-wahhab itu secara ringkas di artinya dengan nama yang Maha pemberi, 

(al-wahhab, huwalladzi yu'ti kulla muhtazin ma yahtazun alaih la li'iwatin wa li khorotin 'a zilin wa la 'azil)

Al-wahhab itu artinya adalah yang memberi tiap-tiap orang yang berhajat, akan sesuatu yang ia hajatkan kepadanya, dia beri seseorang yang berhajat, bukan untuk di ganti, bukan ada tujuan-tujuan, baik di dunia maupun di akhirat nantinya, jadi itu lah makna al-wahhab.

Allah memberikan kita sesuatu yang kita perlukan, Dan Allah memberikan itu tanpa mengharapkan sedikitpun Dari kita, baik itu balasan di dunia maupun di akhirat, jadi semata-mata Allah memberi tanpa mengharap balasan apa-apa.

(Paman wahaba wa lahu bi hibatihi ghorodun yanaluhu min sana'in aw ma waddatin, aw waghoirihimaa... Palaisabi wahhab.)

Barangsiapa yang memberi dan baginya pada memberi itu ada tujuan yang akan di capai, baik pujian atau cinta atau selainnya, maka bukan lah itu al-wahhab.

Contohnya : jadi kalau kita memberi sesuatu ada maksud ada tujuan, baik tujuannya berupa materi, tujuannya berupa pujian, maka bukan lah itu nama al-wahhab, artinya Allah memberikan sesuatu yang kita perlukan tanpa ada iming-iming apa, tanpa ada harapan apa-apa kepada kita.

Perkara Allah menyuruh kita takwa, menyuruh kita sembahyang, menyuruh kita sodakoh itu kembali kepada kita manfaatnya, bukan kepada Allah, jangan sekali-kali berprasangka bahwa itu menyuruh kita sembahyang supaya dia lebih mulia, jangan sekali-kali berprasangka bahwa Allah menyuruh kita berdzikir agar dia menjadi lebih tinggi, bukan itu.

Allah menyuruh berbagai mancam kebaikan kepada kita, manfaatnya itu kembali kepada kita, sedikitpun tidak akan kembali kepada Allah.

Sebesar apapun kita taat kepada Allah tidak akan meninggikan kedudukan Allah, sebesar apapun ibadah kita kepada Allah tidak akan menambah kemuliaan Allah, sebesar apapun perbuatan jahat kita, ingkar kita, durhaka kita kepada Allah, sedikitpun tidak akan menurunkan ketinggian derajat Allah.

Sehingga perbuatan baik itu ada manfaatnya kembali kepada kita maka Allah pun menyuruh kita, manakala perbuatan buruk/doa itu pun akan kembali kepada kita, maka muncullah larangan-larangan Dari Allah, Karna Hal tersebut mendatangkan mudharat, hingga mudharat itu akan kembali kepada kita, maka dari itu Allah melarang.

Nah sekarang apa yang kita perlukan kepada Allah, Karna Allah akan memberikan kepada kita, kira-kira apa yang kita perlu, itu lah namanya al-wahhab, 

Apa yang paling kita perlukan, apa yang manusia butuhkan, maka Allah pun mengajarkan kepada kita dalam doa, di dalam dalam alquran, 

Sehingga yang paling kita butuhkan yang paling kita perlukan adalah rahmat Allah, 

Nah apa itu pengertian rahmat secara lengkap, rahmat itu secara ringkas biasa di sebut artinya kasih-sayang, nah pengertian rahmat secara lengkap yang di jelas para ulama ialah mencakup 6 perkara, jadi ketika kita minta ya Allah berikan berikan hamba rahmat, berarti ada 6 yang kita minta : Apabila kita diberikan oleh Allah rahmat, berarti salah satu Dari 6 Ini yang diberikan Allah kepada kita 

1. Nah Pertama yang disebut rahmat itu (hushulul iman wattauhid Wal makrifah fil qalbi) hasilnya iman, tauhid, makrifat di dalam hati 

Contohnya : kita ni bisa beriman kepada Allah, itu rahmat Allah, kita bisa mentauhidkan Allah, itu kita dapat rahmat Allah, kita bisa mengenal Allah, nama-namanya, mengenal sifat-sifatnya nah itu kita mendapatkan rahmat Allah. Nah itu lah bagian pertama dairy rahmat

2. (Hushulunurrid ta'at, Wal ibadah fil jawari,)hasilnya cahaya taat Dan ibadah pada anggota-anggota tubuh kita, kita menuntut ilmu sekarang Ini, berarti kita dapat rahmat, kita membaca alquran, berarti saat itu kita dapat rahmat, kita sembahyang, kita baca shalawat, maka saat itu kita mendapat rahmat Dari Allah.

3. (Hushulul suhulati asbabil ma'isyah Minal 'ammi wasshihhati wal'kifayah) yang namanya rahmat itu hasilnya kemudahan Daripada sebab-seban kehidupan, keamanan, kesihatan, Dan kecukupan dalam kehidupan, nah itu lah rahmat Dari Allah.

Contohnya kita Ini aman, tidak perkelahian, permusuhan, kita sihat, kita cukup dalam dalam kehidupan, berarti kita mendapatkan rahmat itu, yang berikan oleh Allah.

4. (Hushulus shuhulati shaqaratil maul) Dan juga kita mendapat kemudahan dalam menghadapi shaqaratul maul, artinya mendapat kemudahan saat bertemu malaikan izrail, Karna demikian itu pasti datang, kita pasti bertamu dengan malaikat izrail, ada yang sulit ada yang mudah, nah kalau kita mati dalam keadaan mudah, berarti dapat rahmat kita, 

5. (Hushulus shuhulatishual fil qabbar, ) hasilnya kemudahan menjawan soal munkar nakir di alam kubur, marrabbuka,  ujar mungkar-nakir, mudah menjawab, Allahu rabbi, wa mannabiyuka,  muhammadun nabiyyi, nah mudah menjawab persoalan mungkar-nangkar, nah itu lahll rahmat Allah juga.

6.( Hushulus shuhulatil hisab walikaillah ti fil jannah) mudahnya kita menghadapi hari kiamat, Dan bertemu Allah di di dalan syurga, nah demikian itu pun rahmat.

Jadi ketika kita bemunajat kepada Allah,  allahummarhamni, contohnya ya Allah berikan hamba rahmat, jadi kita minta yang 6 tadi, nah berarti kita minta yang 6 itu, 

Kita minta iman, tauhid, makrifat, kita minta bisa ibadah, taat kepada Allah, kita minta keamaan, kesihatan, kecukupan, kita minta mudah menghadapi saqararul maul, kita minta mudah menjawab soal di alam kubur, kita minta mudah menghadapi hari kiamat Dan bertemu Allah, 

Jadi satu kalimat ketika kita meminta rahmat itu kepada Allah, maka rahmat itu mencakup 6 Hal itu

Contohnya : ketika kita meminta kepada Allah, minta istri, minta suami, maka belum tentu itu menjadi rahmat bagi kita, tapi kalau istri itu sholehah, suami itu sholeh, akan jadih rahmat bagi kita.

Kita dapat duit, belum tentu rahmat, tapi kalau duit kita itu kita gunakan untuk Hal kebaikan, membantu orang, bersedekah, maka duit itu menjadi rahmat.

Pangkat, kedudukan, jabatan , pun belum tentu jadi rahmat, sehingga semua itu di jalankan dengan bentar, untuk membuat suatu kebijakan untuk membantu sesama makhluk Allah, Dan terkhsus kepada ummatnya Baginda Rasulullah maka demikian lah bentuk yang di sebut rahmat.

Jadi setiap rezeki Dari Allah itu belum tentu nikmat, setiap nikmat belum tentu rahmat, Karna rezeki Ini ada yg halal, ada yang Haram, nah rezeki yang Halal di sebut nikmat, nah nikmat Ini bila di syukuri menjadi rahmat, tapi ketika nikmat Ini tidak disyukuri maka dia akan berubah menjadi azab kepada kita.


sangat begitu pentingnya rahmat Allah itu, jadi kita pun di suruh mencari rahmat Allah, nah dimana kita mencari rahmat Allah? 

Kalau kita hendak mendapat rahmat Allah itu

1. Berdoa, Dan doanya pun di ajarkan oleh Allah, di ajarkan oleh Rasulullah : 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Nah baca aja doa itu, supaya memancing datangnya rahmat kepada kita, Dan rahmat Ini tidak diberikan kepada semua orang, rahmat Ini Allah berikan kepada orang-orang yang Allah cintai.

Orang kafir tidak diberikan rahmat, Dan kita tidai dibolehkan memintakan rahmat kepada mereka, Karna doa kita untuk orang kafir itu hanya satu, ya Allah berikan lah dia hidayah Dan taufiq Dan tunjukkan jalan yang benar ( allahummahdi ila siratimmustaqim) 

Maka ketika kita berjumpa dengan orang kafir, orang mustrik, maka doakan lah seperti demikian, jangan kita doakan mendapat rahmat.

2. Wa Minha hudhulum mazlisi 'ilmin wa dzikrin, Dan sebagiannya lagi untuk mendatangkan rahmat itu, menghadiri majlis dzikir, majlis ilmu, Kita berkumpul berdzikir kepada Allah itu mendatangkan rahmat, baik dzikir ya berupa menyebut lafhzul jalalah, quran, shalawat, atau membahas tentang hukum-hukum Allah, maka tercurahlah/ turunlah rahmah Allah kepada kita

Rasulullah bersabda 

rawahu Muslim, artinya tidak duduk sekelompok orang berdzikir kepada Allah, melainkan meliputi akan mereka itu oleh malaikat, (wa rhosiyat humutrahmah) Dan meliputi sekalian orang yang berdzikir itu rahmat Allah, Dan diturunkan kepada mereka ketenraman, Dan mereka disebut-sebut oleh di sisi para malaikatNya.

Jadi hadir je majlis ilmu, hadir ke majlis ta'lim, itu adalah menarik rahmat Allah.

3. Ziaratusshalihin, ( ziarah kepada orang shaleh, baik mendatangi orang shaleh Ini yang masih hidup, bertamu kepada orang shaleh ataupun medziarahi, maka ketika itu kita sudah rahmat Allah, 

Nah imam sufian ibnu uyainah mengatakan, (indah dzikri shalihin, tandzilurrahmah) ketika kita menyebut nama orang shaleh, kita dapat, turun rahmat Allah, contohnya kita sebut nama Rasulullah, bershalawat kepada Rasulullah, nama para sahabat, kita sabut nama nama para imam, nama nama para auliya, kita dituruni rahmat Allah.

4. Wa Minha, Dan setengahnya lagi, Al 'iqtikaf fil masjid, 

Rasulullah bersabda : 

Wan tawadho'a bi baitih pa ahshana whudu'ah shumma 'attal masjid, pahuwa za irullah wa haaqqul mazur, ayyuhimalzairah rawahu tabarhani, washohihah.

(Siapa yang berwhudu di rumahnya dengan whudu yang sempurna,  yang baik, kemudian dia datang ke masjid, maka kita di sebut sebagai za irullah, sebagai tamu-tamunya yang di muliaikan Allah, apa hidangan yang kita dapat, kita mendapatkan rahmatNya Allah)

5. Wa Minha, Qira'atul quran, baca shalawat, Dan semuanya itu akan mengundang untuk mendapatkan rahmatNya Allah, 

(Al-mukmin, Bismillahil wahhab,) orang mukmin yang beriman dengan nama Allah al-wahhab, Karna al-wahhab artinya, yang Maha memberi tanpa ada berharap meminta imbalan apapun, 

Nah kalau kita selaku hamanya yg beriman, yg percaya bahwa Allah itu punya nama al-wahhab, 

(Ayyuktima yamlikuhu li wazhillahi ta'ala wahdah la lil whusul ilal na 'imil jahnah hawil hazali min azabinnar auli hazzin 'azilin au azil)

Nah kalau kita sudah beriman kepada al-wahhab, sebagai nama Allah maka kita memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain semata-mata Karna Allah. Bukan untuk masuk syurga, bukan untuk Selamat di neraka, Dan bukan untuk apapun, pujian atau sebagainya, kita memberikan sesuatu yang kita miliki semata-mata Karna Allah.

 Nah demikian lah contohnya ketika kita beriman kepada Allah yang bernama al-wahhab Ini,

Contoh : kita sedekah Karna Allah, otomatis kita mendapatkan pahala, ataupun syurga, Dan lainnya

____________________________________

Maka amalan yang ingin kita lakukan dengan nama Allah Al-Wahhab ini ketika kita melakukan shalat dhuha, maka di sujud terakhir ucapkanlah nama Allah Al-Wahhab, supaya Allah kasi kita kekayaan di dalam hati kita hingga merasa cukup akan pemberian yang sudah Allah kasi kepada kita. 

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: (Merekaberdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia) surah Ali Imran ayat 8

Dan baca lah doa itu setelah selesai shalat lima waktu, supaya kita di bimbing sama Allah ke jalan yang benar yang Allah ridhai, Aamiin ya Allah.


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog