Pages

Jumat, 19 Agustus 2022

18. Ya Razzaq, menciptakan rezeki, orangnya, dan menyampaikannya

Bismillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala, Karna hingga sampai saat Ini sampai detik Ini Allah masih saja memberikan begitu banyak nikmat kepada kita terkhusus nikmat iman Dan Islam, maka tak lupa lah untuk senantiasa kita ingatkan Hati kita, diri kita, untuk selalu bersyukur kepada Allah dengan ucapan, Alhamdulillah.

Shalawat serta Salam kita haturkan kepada junjungan kita Baginda Rasulullah, semoga Allah mengampunkan diri kita Dan Baginda Rasulullah nanti berkenan memberikan syafaatnya kepada diri kita Ini yang penuh dengan dosa, maka jangan pernah kita berani untuk lupa bershalawat kepada Baginda Rasulullah.

Nama Allah asmaulhusnaNya yang ke - 18 adalah ar-razzaq: Allah subhanahu wa ta'ala menyatakan di dalam Alquranul qarim, dalam surat az-zariat ayat 58 : 

إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ 

(Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala adalah ar-razzaq )

( Ar-razzaq huwalladzi kholaqol arzaq Wal murtazhibah wa ausholaha ilaihim wa kholaqolahum asbabattama'tubiha )

Ar-razzaq itu artinya : dialah yang menciptakan rezeki-rezski Dan menciptakan orang-orang yang menerima rezeki itu Dan yang menyampaikan rezeki itu kepada mereka, Dan dia pula yang menciptakan kepada mereka sebab-sebab untuk datangnya rezeki itu.

Maka demikianlah arti nama Allah ar-razzaq secara lengkap, Dan secara ringkasnya biasa kita sebut dengan yang nama pemberi rezeki.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman di dalam Alquranul qarim, pada surah ar-rum ayat 40 : 

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ

( Allah yang menciptakan kita, Dan kemudian Allah pula yang memberikan rezeki kepada kalian itu ) 

Maka jelas sudah bahwa Allah yang menciptakan kita, kemudian Allah pula yang memberikan rezeki kepada kita, Dan lagi firman Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul qarim, pada surah Hud, 

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا

Tidak ada Daripada yang melata di muka bumi, termasuk manusia, melainkan di jamin Allah subhanahu wa ta'ala rezekinya.

Jadi Allah itu mencipta kita dan menjamin rezeki kita itu, Dan Allah mengetahui tempat kita, walaupun kita tersembunyi, didalam kamar yang terkunci, Allah tahu, sehingga tidak ada kesulitan sedikitpun dalam menyampaikan rezeki kepada kita itu.
_______
ruwiyya Anna Musa alaihissalam 'indan nujulin wahyia ta'allakaqolbuhu biahwali ahlih...

Pa'amarallah ta'ala ayyadriba bi 'ama bi ashohu alalsshahroh panshakkod wa khorozat shakkorrotun tsaniah.....

Tsumma doroba bi'ashahu alaiha panshakkod wa khorozat shakkorrotun tsalisah...

tshumma dorobaha bi'ashahu panshakkod pa khorozat Minha dhudah, kazzarrah, waFi pamiha syaiiun yazri mazzarrho izaa ...

Warubi alhijab India syam'i an syam'i Musa alaihissalam pasyami'at dhudah takul, subhanaha man yaroni was yasma'ukalami wa ya'ripumakani makani, wayazkuni walayansyani...
_______

Diriwayatkan bahwa nabi Musa alaihissalam begitu beliau menerima wahyu daripada Allah menjadi rasul, begitu menjadi rasul, nabi Musa Ini diberitugas oleh Allah mengajak manusia untuk kejalan Allah, termasuk firaun, nah disitu nabi Musa ada kerisauan tentang anak istrinya, Karna waktu dan tenaga habis semuanya di curahkan untuk berdakwah mengajak manusia ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala.

Nah disaat itu nabi Musa alaihissalam di perintah Allah, wahai musa, pukulkan tongkatmu itu kepada batu yang besar, dipukul nabi Musa batu yang besar itu dengan tongkat, kemudian batunya pecah, ternyata di dalam batu itu ada lagi batu, kemudian dipukul nabi Musa batu yang kedua, kemudian pecah, ternyata masih ada lagi batu, di pukul nabi Musa batu yang ketiga, kemudian percah, ternyata ada ulat, di mulut ulat itu ada makanan.

Nabi Musa di beri Allah mukjizat untuk mendengatkan apa bunyi suara daripada ulat itu, nah ulat itu bersuara Dan nabi Musa alaihissalam mengerti apa bunyi suara ulat itu,
 
ujar ulat itu (subhana mayyaroni wa yasma'ukalami) 
Maha suci Allah subhanahu wa ta'ala, yang melihat aku, yang mendengar pertakaanku, Dan tahu tempat tinggalkanku, Dan mengingat aku, tidak melupakan aku.

Ulat ini letaknya dalam lapisan, lapisan, lapisan batu, Dan ternyata ada makanan di mulut ulat itu, nah setelah kejadian Ini, nabi Musa sadar, jangankan anak-istriku yang hidup di tengah-tengah kampung masyarakat Ini ulat yang dalam lapisan-lapisan-lapisan batu ada makanan di mulutnya apalagi anak-istriku yang hidup di tengah-tengah kampung masyarakat, tidak mungkin Allah biarkan mereka kelaparan Karna aku sibuk dengan dakwahku Ini.

Allah subhanahu wa ta'ala, Allah yang menciptakan ulat, Allah yang memberikan rezeki kepada ulat itu, Dan Allah yang menyampaikan sebab makanan itu sampai kepada ulat, maka Ini lah Hal yang  menguatkan kita untuk senantiasa menyerahkan urusan rezeki sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

( Maka demikianlah lah kandungan daripada nama Allah yang ke 18, ar-razzaq ini) 

Nah, apabila kita sudah beriman kepada nama Allah ar-razzaq Ini, yang sudah di jelasian oleh Allah di dalam Alquranul qarim, maka wajib kita percaya. 

Maka akan melahirkan sikap bagi kita yang mengimani nama Allah ar-razzaq Ini.

1. Alla yantazilal rizqa illa minallah wa layatawaqqala fihi illa allahu ta'ala

( Kalau kita beriman kepada ar-razzaq, maka kita tidak akan menunggu/menanti/mengharap rezeki, melainkan hanya daripada Allah, Karna Allah ar-razza, Dan hanya berserah diri, menyerahkan sepenuhnya prihal urusan rezeki hanya kepada Allah ) 

Contohnya: sehingga kita menunggu lewat apa, Dan siapa Allah menyampaikan rezeki itu kepada kita, apakah itu Dari sihat kita, hati kita, usaha kita, rezeki dari fulan, Dan lain sebagainya. Karna apa? Karna Allah itu yang menciptakan rezeki, menyampaikan rezeki, Dan membuatkan sebab-sebab datangnya rezeki kepada kita.

Karna percuma kita menunggu rezeki dari si fulan bin si fulan, percuma kita mengharap rezeki dari dagang kita, Dari usaha kita, Karna sudah jelas yang memberikan, yang mendatangkan rezeki itu adalah Allah subhanahu wa ta'ala yang bernama ar-razzaq Ini.

Maka hendaknya demikianlah hati kita Ini prihal urusan rezeki, tawakkal menyerahkan sepenuhnya kepada Allah.

Manusia dalam Hal tawakkal berserah kepada Allah dalam Hal rezeki, ada terbagi tiga kelompok : 

1. Manusia yang belum sampai kepada derajat tawakkal, Karna dia sudah tahu bahwa Allah yang menciptakan rezeki, dia sudah tahu Allah yang menyampaikan rezeki, tapi belum sampai dia kepada dejarat tawakkal itu, maka dia hanya berpegang kepada sebab, Lupa kepada Allah.

Contohnya : hanya berpegang kepada usaha, ujarnya kalau tidak usaha maka tidak hidup, tidak makan, tidak dapat rezeki, tidak ada usaha, maka kita tidak dapat duit, hanya berpegang kepada sebab menuhankan sebab, menuhankan usaha, namun is tidak sadar danlupa ia kepada ar-razzaq Allah yang Maha pemberi rezeki.

Banyak orang berusaha, datang, mati-matian dagang di pegangnya, seolah-olah dagang nya Ini Sumber datangnya rezeki, namun, ternyata rezekinya itu datang di luar hasil dagangnya. 

Maka itu adalah satu bukti Dari sekian banyaknya sebab Allah mendatangkan rezeki kepada kita. Maka jangan sesekali kita berpegang kepada dagangannya kita itu, tapi berpeganglah kepada Allah.

2. Orang yang sudah sampai kepada derajat tawakkal, Dan yakin beriman kepada Allah, maka ia hanya Diam di rumah, atau sibuk belajar ilmu, sibuk beribadah kepada Allah, sedikitpun tidak ada pikiran duniawi, apabali berusaha dunia, urusan rezeki 100% aku serahkan kepada allah, tugasku hanya beribadah kepada Allah 

Contohnya seperti siapa, Maryam, ibunda nabi Isa alaihissalam, hanya Diam di dalam mihrab, tugasnya hanya beribadah kepada Allah, begitu masuk nabi zakariah kedalam mihrab, ada makanan, 

(Kullama da khola alaihal mihrab, wazada indaha rizqoh, kola ya maryan Anna lakhihadza kholats wa min 'indillah)

Nabi zakariah bingung, wahai Maryam darimana Ini datangnya makanan, buah-buahan, apa ujar Maryam, min 'indillah, datangnya daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

3. Kemudian dejarat tawakkal yang paling tinggi ialah, orang yang berdagang, bertani, berternak, Dan lain sebagainya, tapi hatinya sedikitpun tidak perpegang kepada demikian itu, hanya berpegang kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

Contohnya seperti : ibunda nabi isa, sewaktu maryam sebelum mengandung nabi Isa, diamnya di dalam mihrab tugasnya hanya beribadah kepada allah, Dan setiap hari ada makanan, menunjukkan maqom tawakkal yang nomor 2.

Namun setelah Maryam Ini melahirkan nabi Isa, melahirkannya bukan di mihrab, tetapi di suatu tempat, di kebun, pas di bawah batang pohon kurma, 

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Maryam, wahai Maryam guyangkan pohon kurma itu niscaya gugur buah daripada pohon kurma itu.

(Maka demikian itu naiklah tingkatan, derajat Maryam Karna sudah melahirkan nabi Isa alaihissalam, naiklah dejarat Maryam kepada maqom tawakkal yang paling tinggi, (uzzi ilaik) kata Allah, guyangkan pohon itu,
( Tusakit alaika rutaban janiyah ) niscaya dia akan menggugurkan buah kepasa engkau.
(menunjukkan bentuk berusaha Dan tawakkal kepada Allah) 

Sehingga derajat yang paling tinggi dalam tawakkal kepada Allah ialah, orang yang berusaha, namun usahanya itu tidak membuat ia lalai atau lupa dalam beribadah kepada alalh Dan menyerahkan semuanya perihal urusan rezeki kepada Allah.)

Maka silahkan bertani
Silahkan berdagang
Silahkan berternak
Ataupun yang lain sebagainya

Dan jangan sampai semuaan itu membuatkan kita lalai kepada Allah, apalagi sampai berani melanggar hukum-hukum Allah .

Kemudian buah iman, atau sikap ketika kita beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala yang bernama ar-razzaq Ini adalah : 

( ayyakuna sababan li ushulil arzaq ila ibadillahi ta'ala bi af'alihi waakwalihi wa ahwalih )

Nah, bahwa dia yang beriman kepada ar-razzaq Ini, hendaknya menjadi sebab, sampai nya rezeki-rezeki manusia.

Contohnya : suka membantu orang, sehingga dia Ini menjadi sebab datangnya rezeki Allah subhanahu wa ta'ala, kepada mereka-mereka yang membutuhkan,

Ada orang kesusahan, datang kepada ia, maka di bantunya, dengan Kadar kemampuannya, sehingga dia menyebabkan orang lain mendapatkan rezeki.

Karna orang yang kikir dengan hartanya, 
Orang yang kikir dengan perbuatannya
Orang yang kikir dengan doanya,
Orang yang kikir dengan kikir dengan pemikirannya,
Jelas dia belum beriman dengan nama Allah ar-razzaq Ini.


Semoga kita semuaan ini mudah mudahan diberikan olej Allah hidayah Dan taufiq sehingga kita semua bisa mengamalkan ilmu ilmu Allah, San bisa menjadi orang orang yang beriman kepada Allah, Dan namanya ar-razzaq Ini, sehingga kita bisa memperbanyak usaha Dan senantiasa bertawakkal kepada Allah akan pintu-pintu rezeki yang datang daripada Allah subhanahu wa ta'ala, aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal alamin.






Tidak ada komentar:

More Article about this Blog