Pages

Selasa, 20 September 2022

Munculkan Sebab Perasaan Kecewa di Hati

Lapangkan dirimu daripada Takdir, dan jangan sibukkan diri untuk mengurus dan memikirkan soal takdir, karena hal tersebut sudah ada yang mengatur, yaitu Allah, sehingga terhindarkan diri kita ini daripada perasaan kecewa

Prihal Perencanaan dan Takdir

Jangan sibuk memikirkan takdir tersebut, karena Allah sudah merancang diri kita ini, sehingga buat apa kita sibuk untuk mengurusi dan merancang takdir itu sendiri, kalau Allah sudah merancangnya terlebih dahulu.

Karena, tidak ada manusia yang bisa merencanakan sesuatu atas dirinya sendiri kecuali rancangan tersebut sesuai dengan apa yang Allah rencanakan. Itu lah takdir.

Bahwa merencanakan itu terbagi menjadi dua

1. Ada rencana yang tercela : yang tidak di sukai oleh Allah
2. Adapula rencana yang terpuji, yang Allah cinta, yang Allah suka.
3. Adapun rencana itu baik tetapi tujuannya tidak baik. 

Seperti apa rencana yang tercela itu 

Rencana yang di cela itu adalah, setiap perbuatan atau perencanaan yang kita lakukan itu menjauhkan diri kita, yang menjadi benteng, sehingga membuatkan kita lupa kepada Allah, membuatkan kita jauh kepada Allah.

Contohnya : secara rinci, merencanakan sesuatu, baik sesuatu itu bersifat prihal agama, atau dunia, tetapi dengan rasa memastikan, artinya seakan bisa melakukannya sendiri tanpa merasa bahwa Allah terlibat dalam semua hal yang kita lakukan, maka rencana tersebut lah yang di katakan rencana yang tercela.

Baiknya seperti apa?

Adapaun rencana yang terpuji, Apapun rencana yang ingin kita lakukan, baik itu prihal agama ataupun keinginan dunia, seperti ingin memperbaiki kehidupan dunia, memperbanyak amal perbuatan taat kepada Allah, dan semua rencana itu di haruskan di dalam hati ini bergantungnya hanya kepada Allah, (insyaaAllah, hanya bergantung kepada Allah, dan dengan daya dan upaya yang di berikan oleh Allah)

Maka apapun yang aku lakukan, aku kerjakan, aku rencanakan, semua tak lepas dari pertolongan dan izin Allah, maka seperti itu lah rencana yang baik.

Akan tetapi

Harus di perhatikan juga, kadang kita sebagai manusia ini tidak lepas dari perbuatan salah, dan perihal perencanaan sesuatu itu yang kita rencanakan baik prihal dunia dan prihal agama jangan lah sampai meninggalkan kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Allah untuk terus taat kepada Allah.

Contohnya seperti : kita ingin merencanakan prihal dunia, ingin sukses, berkembangnya usaha yang di jalanin, bekerja untuk memberikan rezeki kepada keluarga, tetapi kita lupa untuk shalat, meninggalkan shalat sangkin sibuknya kita untuk rencana kita itu, sehingga meninggalkan kewajiban kita kepada Allah, maka rencana tersebut tidak di sukai oleh Allah, maka berhati-hatilah kita akan rencana itu. 

Karna, walaupun rencana itu baik, tetapi cara seperti itu tidak akan mendapat keberkahan dalam hidup kita. Untuk itu adapun rencana itu baik, dan tujuannya itu baik tetapi tidak menjalankannya dengan baik, maka rencana itu tidak di sukai oleh Allah.

Adapula rencana itu baik, jalannya baik, tetapi tujuannya tercela

Hal ini seperti, rencana yang ingin di lakukan itu baik, dengan jalannya yang juga baik, tetapi tujuannya tercela seperti, kita ingin merencanakan untuk menjadi orang yang taat, rajin shalat, rajin baca Al-Quran, dan prihal agama lainnya, sehingga kita persiapkan semuanya, sehingga dengan latihan dan kemampuan diri kita, di atur, dan di tata rapi sedemikian rupa sehingga kita pun bisa melakukannya.

Akan tetapi dengan tujuannya ingin di puji oleh manusia, supaya di katakan orang yang taat ibadah, maka rencana seperti ini lah bentuk rencana yang tercela.

Karna akal itu adalah nikmat yang sempurna

"Setiap dari kita sudah di berikan oleh Allah akal pada diri, hingga akal tersebut adalah bentuk nikmat yang paling sempurna, maka, janganlah di antara kita merencanakan sesuatu yang tercela tadi, karena rencana yang tercela tersebut akan membuatkan kita kufur (ingkar dan tidak bersyukur) atas nikmat akal yang sudah Allah berikan kepada kita"

Allah berfirman di dalam Al-Quran : surah Ibrahim ayat 7

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat

Jadi, seperti itulah gambarannya, karena kita ini kan merancang, merencanakan menggunakan akal, dan akal itu adalah nikmat Allah, nikmat yang sempurna yang sudah Allah berikan kepada kita, yang sangat berharga, sehingga ketika akal tersebut di gunakan untuk merencanakan perbuatan yang tercela, atau rencana yang tercela, maka hal tersebut adalah bentuk kita ini tidak bersyukur atas nikmat akal yang sudah Allah berikan kepada diri kita ini.

Sehingga ketika kita sering sekali melakukan perbuatan atau rencana yang tercela, maka Allah akan mencabut nikmat Akal itu, maka akan kita ini akan berkurang kualitasnya, menurun dan akhirnya akan menipis kualitas akal itu. Sehingga kalau sudah berkurang kualitas akal kita ini, maka jauh lah akal kita ini untuk memikirkan nikmat-nikmat Allah yang lainnya. 

Rencana terpuji dan bersyukur dengan nikmat Akal

Mempersiapkan diri dan merencanakan diri kita ini supaya bisa untuk melawan hawa-nafsu dan godaan syaitan kepada diri kita, supaya kita sentiasa taat kepada Allah, maka rencana tersebut kita siapkan, kita susun dengan rapi dan teliti, sehingga rencana itu benar-benar kita persiapkan untuk tujuan yang kita inginkan. 

Adapula contohnya seperti kita ingin merencanakan kehidupan dunia ini untuk persiapan bekal menuju akhirat maka hal tersebut juga baik, dan semua hal baik semacam ini akan menjadikan rencana itu akan di cintai dan di hargai oleh Allah

Dan adapun semua rencana yang di puji oleh Allah itu, seperti menunaikan perintah prihal agama ataupun kebutuhan dunia, maka haruslah di perhatikan, semua rencana itu harus lah di awali dengan berdoa dan rasa tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah dan di tutup dengan rasa bergantung kepada Allah dengan ucapkan lah (insyaaAllah, Bi Haulillah Wa Quwwatillah)


Tidak ada komentar:

More Article about this Blog