Dzikir mengingat Allah : dalam setiap keadaan kita
Contohnya lagi sedih hati, gelisah: maka bawa berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mengingat Allah, seperti kita bernafas, maka seperti itulah kita berdzikir kepada Allah secara terus menerus.
Karena di seluruh anggota tubuh badan kita ini, Dari ujung Kaki sampai ujung rambut, hanya Dua bahagian sahaja yang tidak bisa kita kendalikan sendiri, Dan tanpa kedua bahagian itu jika tidak ada, maka kitapun akan meninggal dunia.
Apa kedua bahagian itu:
1. Jantung
2. Bagian dada(paru-paru)
Karena ketika kita tidurpun, kedua bahagian itu masih tetapi hidup dan di jaga oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka hendaknya di sarankan untuk kita selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mengingat Allah, sebagaimana kita ini bisa bernafas Dan selama jantung kita itu masih hidup
Sehingga dzikir itu, mengingat Allah subhanahu wa ta'ala itu bisa kita gunakan juga Jaga mata daripada melihat yg tidak baik, jaga lisan daripada berkata yang tidak baik, jaga telinga daripada mendengar yang tidak baik, jga pikiran daripada memikirkan yang tidak baik, jaga tangan daripada melakukan perbuatan tangan yang tidak baik, jaga kaki, langkah kaki, daripada melangkah ke tempat yang tidak baik
Kalau shalat , di usahakan setiap bacaan kita itu sayup sayup, di dengar oleh telinga, seperti berbisik ( supaya telinga dengar bacaan shalat kita itu
Kalau kita senang hati, nikmati rasa happy itu dengan dzikir yg tadi, kalau kita sedih, gelisah, nikmatin rasa sedih, gelisah itu dengan dzikir tadi, kalau kita lelah, kecapean, penat, nikmatin rasa lelah, kecapean, penat itu dengan dzikir tadi, Mau dalam keadaan berdzikir apapun, pergi, pulang, duduk, berjalan, berbaring, makan, sebelum tidur, bangun tidur,
Kalau lupa, ingatkan hati, ketika kita bisa melihat, rasa syukur nikmat melihat itu, kalau lupa, ingatkan hati dengan nikmat pendengaran, kalau lupa ingatkan hati dengan nikmat bernafas, kalau lupa ingatkan hati dengan rasa nikmat berjalan, melangkah, menggerakkan tangan, nikmat Kesihatan, kalau sakit rasakan nikmat itu, dengan nikmat masih di berikan umur
إِنْ شَاءَ اللَّه
Semoga di ingat itu sampai kapanpun ya aku akan doain😊. Dan setiap kebaikan ibadah apapun itu (di awali dengan bertaubat, supaya lebih beradab sama Allah) Nanti kalau sudah terbiasa : baru di tambahkan dzikir" yg lain, aku tau km lebih paham soal itu, lebih ngerti soal itu, mudah"an apa yg aku tulis semua di atas ada sedikit manfaatnya😊🤲🏻
__________
Adapun prihal Berkenaan dengan dzikir
(mengingat Allah subhanahu wa ta'ala)
Nabi musa alahissalam berdoa kepada Allah :
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
“Wahai Rabb-ku, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah semua urusanku” (QS. Thaha: 25).
Allah Ta’ala juga berfirman,
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
“Bukankah kami telah melapangkan dadamu (wahai Muhammad)?” (QS. Asy-Syarh: 1).
maka ayat di atas menjelaskan nabi musa meminta kepada Allah agar di lapangan dada, sedangkan Baginda Rasulullah sudah diberikan oleh Allah, maka menunjukkan betapa tinggi derajat Baginda Rasulullah daripada nabi dan rasul yang lain.
Allah berfirman untuk Nabi Muhammad:
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ
الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ
“Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?” (QS 94:2-3)
Artinya seberat apapun beban Nabi, Allah telah hilangkan dari beliau. Namun apakah ini berarti Nabi hidup senang dan santai saja? Tidak, Nabi justru memikirkan beban penderitaan umatnya.
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
berat terasa olehnya penderitaanmu...”
(QS 9:128)
Inilah Nabi penebar rahmah. Yang dipikirkannya adalah beban umatnya. Beliau tidak ingin umatnya menderita.
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
(beliau) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS 9:128)
Allah berfirman:
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
‘Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu”
(QS 94:4)
Allah meninggikan (mengangkat) sebutan nama Nabi Muhammad di dunia dan di akhirat. Maka tiada seorang muadzin pun, tiada seorang khatib Jum’at pun, tiada seorang yang membaca syahadat pun, dan tiada orang yang salat pun melainkan mengucapkannya, yaitu kalimah, 'aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya hidayah, maka Allah akan lapangkan dadanya untuk menerima Islam. Dan barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatan baginya, Allah akan jadikan dadanya sempit dan sesak seakan-akan dia sedang mendaki ke langit ” (QS. Al-An’am: 125)
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوب
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Ar ra'd, ayat 28)
فَاِذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَانْتَشِرُوْا فِى الْاَرْضِ وَابْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung. (Al jumu'ah ayat 10)
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta (surah Thaha ayat 124)
Rasulullah menjelaskan dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh imam Baihaqi, bahwa segala sesuatu itu ada pembersihnya. Dan pembersih hati adalah zikir kepada Allah. (HR. Baihaqi) mensucikan diri daripada segala hal yang tidak baik.
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰه
Artinya: Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (yakni sentiasa berdzikir kepada Allah, sebagai perhiasan daripada ruh kita)
ثُمَّ لَاَتِيَنَّهُمۡ مِّنۡۢ بَيۡنِ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمِنۡ خَلۡفِهِمۡ وَعَنۡ اَيۡمَانِهِمۡ وَعَنۡ شَمَآٮِٕلِهِمۡؕ وَلَا تَجِدُ اَكۡثَرَهُمۡ شٰكِرِيۡنَ
syaitan berkata : kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (dzikir mengingat Allah)
فَإِذَا قَضَيْتُمُ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ ۚ فَإِذَا ٱطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman
(maka shalat adalah bentuk dzikir yang paling baik, bentuk mengingat Allah yang paling baik, maka ketika kita setelah selesai shalat ingatlah Allah pada saat kita berdiri, duduk berbaring, yang menggambarkan 24 jam penuh, setiap saat setiap gerak gerik kita, ingatlah Allah, berdzikir kepada Allah : dengan kalimat dzikir
(laa ilaaha illallah, ataupun di singkat Allah )
عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى لَا يُقَالَ فِي الْأَرْضِ: اللهُ، اللهُ
Dari Anas, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: Kiamat tak akan terjadi hingga di muka bumi tak disebut: Allah, Allah.” (Hadist riwayat Muslim)
وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا
Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati." (Surah Al-Muzzammil: 8)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar