Pages

Minggu, 26 Februari 2023

Tiga Hal menuntun kita Selamat dunia dan akhirat

Ada tiga hal yang di sampaikan para ulama terdahulu agar kita bisa selamat dunia dan akhirat, sehingga kita bisa menjadi hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala yang beruntung dunia dan akhirat. InsyaAllah 

Perkara yang pertama ialah :
sentiasa ingatkan hati untuk selalu berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala, dalam setiap saat, detik maupun waktu.

Bagaimana berdzikir itu?
Ialah menghadirkan hati artinya kita ingat akan nikmat yang sudah Allah berikan kepada kita, seperti masih bisa bernafas, dan bernyawa, jantung kita masih hidup, maka ketika kita merasakan Hal tersebut hendaklah kita ingatkan selalu hati kita, diri kita untuk tidak pula berdzikir kepada Allah.

Dan jangan sesekali berani kita untuk lupa berdzikir kepada Allah, Karna itu bentuk rasa syukur kita, Karna Allah masih beri kita nikmat hidup, nikmat bernafas, jantung kita masih hidup bertedak, sehingga ketika kedua itu masih ada Dan kita rasakan, maka latihlah hati kita untuk senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saat seperti bernafas dan berdetaknya jantung

Adapun beberapa dzikir yang bisa kita amalkan seperti, Ya Allahu, subhanallah, allahu Akbar, laa ilaaha illallah Dan lain sebagainya.

Perkara yang ke dua ialah : 
Setelah kita sudah pahami prihal berdizkir kepada Allah, maka barengi dengan menghadirkan rasa, menghadirkan hati untuk senantiasa takut kepada allahu subhanahu wa ta'ala dalam setiap saat maupun keadaan kita, aktivitas kita sehari-hari, Karna kita Ini hanya makhluknya Allah, takutlah kepada Allah.

Sehingga rasa takut itu akan menuntut kita kepada perbuatan yang baik, berhati-hati, maknanya, kita lebih berhati-hati dalam perbuatan kita, tingkah-laku kita, ucapan kita, penglihatan kita, pendengaran kita, Karna semua itu adalah nikmat Allah, Dan kita takut kepada Allah untuk melakukan perbuatan buruk atas nikmat yang sudah Allah berikan.

Semoga dengan demikian kita lebih terjaga setiap saat Dan kita bisa lebih banyak berdzikir dan mengingat Allah, takut kepada Allah artinya mendekatkan diri kita, menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta'ala, Dan sebisanya untuk menjauhi larangan Allah.

Perkara yang ke tiga ialah:
Nah, berdizkir Dan mengingat Allah, takut kepada Allah adalah kunci Dari segala macam perbuatan baik, kemudian di barengi dengan Hal ke tiga Ini adalah punya sifat tawadhu, artinya rendah hati, Dan perbuatan kita tingkah-laku kita adalah adab yang baik.

Maka Rasulullah sudah mengakarjan kepada kita, bagaimana cara untuk bertawadhu, rendah hati kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Dan bagaimana tawadhu kepada sesama makhluknya Allah.

Tawadhu kepada Allah ialah, merasa diri tidak punya apa-apa melainkan semuanya itu atas kebesaranNya Allah, merasa diri hina, hamba, remeh, rendah, hanya makhluk, Dan Allah subhanahu wa ta'ala lah yang tinggi. Apapun yang kita lalukan, perbuatan baik, taat, ibadah, semuanya itu tidak lepas daripada pertolongan Dan bantuanNya Allah, maka kita harus Dan wajib pada akal kita untuk punya rasa tawadhu kepada Allah. 

Kemudian tawadhu, rendah hati kepada sesama makhluknya Allah, merasa diri tidak lebih baik daripada orang lain, sehingga tidak punya rasa sombong, ria, takabbur, buruk sangka kepada orang lain, Karna semuaan itu hanya makhluknya Allah, setiap makhluk, atau manusia itu ada tersimpan kebaikan Dan ada juga keburukan.

Maka jangan pernah berani kita untuk merasa diri lebih hebat, mulia, tinggi, daripada orang lain, Karna kita Ini hanya makhluknya Allah subhanahu wa ta'ala, kita punya dosa, aib, semua itu masih saja di simpan oleh Allah, maka jangan melakukan perbuatan hati yang tidak baik, semoga Allah menjadikan kita semua Ini sebagai hamba yang taat Dan beruntung dunia Dan akhirat, aamiin ya Allah, aamiin ya rabbal alamin.

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog