Pages

Senin, 27 Februari 2023

Memahami metode Dan sejarah peradaban Islam

Pembukaan 
Pengertian Metode Dan sejarah peradaban Islam 
_____
Assalamualaikum, Bismillah, pada kesempatan Kali Ini, kita akan menuliskan sedikit prihal pentingnya memahami metode Dan belajar berkenaan peradaan sejarah Islam, sehingga kita sebagai seorang muknim yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala, akan lebih luas wawasannya Dan lebih memahami tentang Islam itu sendiri.

Maka semangatlah untuk terus mengkaji, belajar, memahami tentang jati diri kita yakni Islam sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Yang pertama yang perlu kita pahami bahwa sejarah ialah bentuk suatu kejadian atau peristiwa di masa lalu/lampau, yang dengan demikian itu kita bisa mengambil iktibar Dan pembelajaran atas apa yang sudah terjadi kepada manusia pada waktu dahulu, 

Maka banyak sekali makna Dari berbagai bahasa menceritan tentang arti sejarah yang punya manka tersendiri, Dan intinya akan mengarah kepada peristiwa dan kejadian di masa lampau

Seperti yang di ceritakan oleh serajawan Muslim yakni ibnu khaldun, apa kata beliau, sejarah adalah cacatan tentang masyarakat atau ummat manusia di dunia, tentang : 

a. Perubahan yang terjadi pada tingkah laku masyarakat
b. Tentang bermacam-macam kegiatan Dan kedudukan untuk mencapai kehidupan ya
C. Tentang solidaritas suatu golongan
d. Dan revolusi suatu kaum akibat munculnya kerajaan-kerajaan, neraga-neraga.
E. Pencapaikan dalam ilmu pengetahuan pasa umumnya Dan setiap perubahan yang terjadi pada masyarakat, manusia.

Maka sejarah haruslah diartikan sebagai tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu pada pada masa lampau dan di lakukan pada tempat yang tertentu. Contohnya seperti sejarah bangsa eropa, yunani, sejarah peradaban islam di sepanyol dan lain sebagainya.

Sudah sangat jelas sekali Alquranul qarim menceritan tentang prihal sejarah, sebagai salah satu contoh Dan guru untuk kita semua bisa mengambil pelajaran Dan kisah-kisah sebagai taulana (uswatun hasanah), maka sejarah Islam Ini sangat kuat sebagai jalan untuk menuntun kita ataupun sebagai petunjuk bagi ummat Islam untuk menentukan kehidupan kita yang berpegang kepada (Al-quran Dan hadist) 

Maka dengan demikian yang di artikan sebagai sejarah peradaban Islam adalah berkenaan tentang pertumbuhan Dan juga perkembangan peradaban Islam Dari satu waktu ke waktu, sejak lahirnya Islam sampai sekarang, sejak zamannya nabi Adam alaihissalam, juga Baginda Rasulullah Dan sampai hingga zaman kita sekarang Ini.

Maka ada 4 cara untuk membuat peradaban Islam sentiasa tumbuh dan berkembang yakni dengan cara: 
1. Konstruksi, artinya sejarah yang berlaku dahulu yang masih berkaitan disusun, dipahami, dihayati, dan dicerna.
2. Interpretasi, artinya sejarah yang berkaitan dengan yang masih berlaku ini apakah masih dapat dijadikan pedoman dan apakah masih perlu dikembangkan atau perlu dihilangkan.
3. Tranformasi, artinya sejarah perlu ditransfer dan dikembangkan agar mampu mengisi tuntutan globalisasi.
4. Rekontruksi, artinya melakukan kontruksi ulang secara runtut dan sistematik agar ada keserasian dan kesesuaian dengan zaman bahwa tuntutan global hendaknya mampu menyediakan model peradaban Islam dengan tujuan mampu mengahapi masalah local dan global.

Metode :

1. Penggalian sejarah : artinya menggali data yang valid Dan akurat, dengan cara :
a. Lisan :  pelacakan suatu objek sejarah dengan secara langsung, wawancara sumbernya
b. observasi : mengamati secara langsung, pengumpupan data Dan penyelidikan secara sistematis Dan teratur
c. dokumenter : lebih mudah hanya dengan mengumpulkan data yang valid kemudian melaporkan atau menganalisa keterangan atau peristiwa dan menyusunnya menjadi sebuah data 

2. Metode penulisan sejarah : menggunakan tiga macam medote dalam penulisan sejarah

a. Metode komferatif : 
membandingkan peradaban Islam dengan peradaban Islam lainnya, dengan fakta-fakta Dan perbembangan yang terjadi, dalam waktu serta tempat-tempat tertentu dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada berbedaan atau persamaan dalam suatu permasalahan.

b.Metode deskriptif :
menggambarkan adanya peradaman Islam tertentu yang di sampaikan oleh Baginda Rasulullah, sehingga bisa di uraikan sebagaimana adanya dengan tujuan untuk memahami Hal tersebut.

c.metode analisis sintesis : 
melihat peradaban Islam secara lebih kritis, menggunakan analisa dan bahasan yang luas serta kesimpulan yang lebih kristis dan juga spesifik

Ilmu Dasar Sejarah

Ilmu Dasar Sejarah Ini membantu kita untuk memperolehi data yang akurat Dan ilmu-ilmu pendukung untuk memperkuat keberadaan sejarah, dimana ilmu sejarah Ini terbagi menjadi Dua :
1. auxillary disciplines
2. auxiliary sciences
Dann kemudian ilmu Dasar Sejarah meliputi : 

A. Paleografi :
Pengetahuan mengenai tulisan-tulisan kuno, sehingga kita dapat mengetahui benerapa Hal : 
1. bentuk tulisan, seperti Arab, tumar, nasakhi, tsulus, farisi, maghribi, ghubae, diwani, qiqairimah, Dan lainnya
2. Cara membaca tulisan kuno, seperti tulisan mesit kuno para piramida, tulisan Arab sebelum Islam, tulisan ibrani, tulisan jawa sanskerta.
3. Kita dapat mengetahui kapan dan di mana tulisan itu dibuat

B. Diplomatik : 
Cabang untuk mengetahui Dan menyelidiki tanggal, tempat serta keaslian dokumen Dan hanya di khususkan untuk dokumen resmi, ataupun dalam perkembangannya bersifat tidak sermi atau bersifat pribadi.

C. Epigrafi : 
cabang untuk mengetahui Dan menyelidiki benda-benda tertulis seperti prasasti dalam bentuk gambar Dan tertulis, Dan juga keasliannya, di khususkan untuk dokumen resmi Dan perkembangannya bersifat tidak resmi ataupun dokumen pribadi.

D. Kronoligis : 
cabang yang membahas tentang masalah kesatuan waktu, seperti kalender lama dan baru, ataupun kalender masehi Dan tahun hijriyah dalam Islam ( 1 hijriyah : 622 Masehi, atau tahun Saka ( 1 Saka : 78 Masehi ) Dan lainnya

E. Sigilografi : 
Pengetahuan mengenai segel yang di gunakan oleh para raja, khalifah, gubernur, sultan, pengawai perintah Dan lainnya, dengan mengetahui bentuk segel Dan cara penggunaannya, maka Hal tersebut kita bisa memahami apakah dokumen tersebut asli atau palsu. 

F. Heraldy : 
Pengetahuan tentang tanda Dan simbol istimewa yang terdapat dalam stempel, baju nesi, pakaian pembesar, bendera, Dan pakaian tentara dalam sejarah Islam pada masa pemerintahan bani saljuk, bani ayyub, mamalik, Dan turki ustmani. Sehingga mengetahui jabatan tertentu

G. Numismatik : 
Pengetahuan untuk mengadakan klarifikasi Dan deskriptif mengenai mata uang menurut negeri atau zamannya, seperti medali, gambar, tulisan mata uang, yang demikian itu sangat penting dalam data sejarah 

H. Genealogi
Pengetahuan tentang asal-usul, silsilah Dan juga daftsr para pembesar bangsa Arab, daftsr para khalifah, yang semua itu harus di ketahui oleh para ahli sejarawan.

Ilmu Bantu Sejarah 

Dimana, sejarah peradaban itu merupakan uraian sistematis, di kerjakan, dipikirin dalam lapangkan peradaban pada waktu yang telah lampau, maka sejarah peradaban Ini menguraikan perkembangan Dari dulu hingga sekarang, di era global seperti think international and act nationally.

Sehingga dalam sejarah peradaban Islam terdapat element positif, contohnya seperti nilai-nilai yang sangat penting untuk di kembangkan, seperti nilai-nilai leluhur : 

a. Baginda Rasulullah yang mengajarkan tentang tawadhu, rendah hati, jangan merasa diri paling hebat, paling mulia, Karna semua dosa kita masih saja di simpan Dan di jaga oleh Allah, maka jangan merasa diri lebih mulia daripada orang lain.
b. Seperti Abu bakar radiallahu anhu, yang mengajarkan tentang disiplin dalam pemerintahan, jujur, amanah, jangan sesekali berani untuk berbuat curang, Karna Allah Maha melihat.

Maka jika seseorang itu mengetahui betul tentang perintah Dan peristiwa dalam Islam, dalam alquran, maka insyaAllah akan mendatangkan manfaat, makan peradaban Islam, nilai-nilai leluhur Ini sangat baik untuk menjadi contoh kepada kita dalam kehidupan sehari-hari supaya bisa bisa menjadi orang yang beruntung dunia Dan akhirat.

Maka sejarah peradaban Islam terbagi menjadi beberapa bagian seperti :

A. Geografi : 
Peristiwa sejarah lingkup ruang dan waktu, dalam konteks ruang dimensi geografi sangat penting, Bahkan dalm konteks perluasan wilayah kekuasaan dan penyabaran suatu agama tidak mungkin daoat dijealskan dengan baik, jika kita tidak mengetahui geografinya. 

Fenomena geografis yang beraneka ragam berpengaruh besar terhadap manusia dan sejarahnya. Misalnya Mesopotamia, Babilonia, dan Mesair masuk dalam peradaban potamis (sungai) berdasarkan pertanian dan pelayaran sungai; Yunani da Romawi termasuk peradaban thalasis (lautan tengah) denagan pelayaran dan perdagangan yang luas. Eropa Barat sejak abad ke-15 berkembang menjadi peradaban oceanis (samudra) karena teknik navigasinya maju berdasarkan pengetahuan perbintangan alat-alat teknisnya. Jadi, dalam mempelajari sejarah tidak mungakin akan terbantu dengan baik jika tidak ada ilmu geografis.

B. Sosiologi : 
Interaksi seseorang yang terjadi dalam kehidupan antara individu maupun antara golongan, akan menimbulkan suatu dinamika kehidupan. Dinamika dan perubahan kehidupan akan bermuara pada terjadinya mobilitas social. 

Proses mobilitasi social hendaknya berorientasi pada kemaslahatan, baik dunia maupun akhirat (al maslahah ad-dunya wa alakhirah). Karena mobilitas sosial tersebut akan berpengaruh pada system peradaban Islam selanjutnya. Sosiologi sebagai ilmi pengetahuan memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandangan metode dan susunan pengetahuan. 

Sosiologi dapat dibedakan menjadi dua; pertama, sosiologi umum yakni soisologi yang tugasnya menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum; kedua, sosiologi khusus yakni pengkhususan dari sosiologi umum yanga tugasnya menyelidiki suatu aspek kehidupan sosial cultural secar mendalam.

C. Antropologi : 
Antropologi dan sejarah memiliki objek studi yang sama, yaitu manusia. Oleh karena itu, antara kedua disiplin ilmi ini memiliki banyak kajian yang sama. Metode-metode dalam antropologi dapat membantu bebrapa masalah yang dihadapi oleh sejarawan. Misalnya di Indonesia, para sejarawan menghadapi beberapa permasalahan historiografi Indonesia, seperti masalah:

1) Proses asimilasi kebudayaan asing kedalam kebudayaan Indonesia,
2) Mengisi lata belakang peristiwa sejarah,
3) Merekonstruksi kembali sejarah lokal,
4) Arti dan fungsi semula berbagai benda sejarah.
Berkaitan dengan peradaban, maka ada sejarah peradaban dan sada pula sejara antropologi budaya. 

Dalam konteks ini sejarawan dapat meminjam beberapa konsep antropologi budaya dalam kajiannya tentang sejarah peradaban di berbagai aspek, yaitu nilai, norma, adat, istiadat, tingkat peradaban, gaya hidup dan lain-lain. Jelasalah bahwa prespektif sejarah membutuhkan ilmu bantu antropologi dalam berbagai-pendekatannya.

D. Arkeologi : 
Arkeologi berbicara tentang warisan masa lampau yang berupa benda, bangunan, dan momentum yang masih terdapat pada permukaan tanah. Sisa peniggalan yang tersimpan dalam tanah yang dapat ditemukan melalui penggalian di samping semua benda berasal dari masa lampau. Arkeologi memberikan bahan tentang kurun waktu yang tidak mewariskan bahan tertulis atau kurang mewariskan bahan tertulis. 

Kurun prasejarah adalah kurun yang tidak meninggalkan bahan tertulis, sedangkan kurun sejarah adalah kurun yang meninggalkan bahan tertulis. Dalam konteks yang pertama ini, arkeologi bersifat melengkapi. Bagi sejarah kebudayaan dan sejarah peradaban, arkeologi sangat penting keberadaannya. Sebab arkeologi dapat mengungkapkan peradaban materiil masa lampau, seperti pembentukan kota, struktur, perumahan, perabot rumah tangga, pakaian, hiasan, alat kerja, senjata, bahkan juga pengetahuan tentang agama.

Ilmu Sejarah 

Sejarah adalah kisah dan peristiwa masa lampau umat manusia. Ilmu ini membahas mengenai perkembangan peristiwa atau kejadian masa lampau yang dibahas oleh orang lain mengenai segala ihwal “orang-orang besar”, baik seseorang yang membesarkan bidang peradaban, pemerintahan, ekonomi, politik, dan sebagainnya, karena biasanya “orang-orang besar” tersebut memiliki pengaruh dalam bidang peradaban yang berlaku pada saat itu.

Ilmu sejarah dipelajari untuk diambil hikmah dari sebuah sejarah, jika ada nilai positifnya maka dapat dikembangakan dalam kemodernan peradaban, tetapi sebaliknya hal yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman dapat dijadikan sebagai pengetahuan.

Manfaat yang dapat kita ambil 

Maka ketika kita sudah mengerti, sudah fahami, apa keuntungan yang akan kita dapatkan ketika kita memahami metode Dan peradaban sejarah Islam Ini?

Dengan mengkaji sejarah, dapat diperoleh informasi tentang aktivitas peradaban Islam dari zaman Rasulullah sampai sekarang, mulai dari pertumbuhan, perkembangan, kemajuan, kemunduran, dan kebangkitan kembali peradaban Islam. Dari sejarah dapat diketahui segala sesuatau yang terjadi dalam peradaban Islam dengan segala ide, konsep, institusi, system dan operasionalnya yang terjadi dari waktu ke waktu. 

mempelajari sejarah peradaban Islam dapat memberikan semangat back projecting theory untuk membuka lembaran dan mengukir kejayaan atau kemajuan peradaban Islam yang baru dan lebih baik.

Sejarah peradaban Islam sebagai studi tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan sejarah peradaban sudah tentu akan sangat bermanfaat terutama dalam rangka memberikan sumbangan bagi pertumbuhan atau perkembangan peradaban.

Dengan mempelajari sejarah peradaban Islam diharapkan seseorang dapat mengetahui dan memahami perumbuhan dan perkembangan peradaban Islam, sejak zaman lahirnya sampai masa sekarang. 

Sejarah peradaban Islam tidak hanya memiliki manfaaat yang sangat besar dalam pembangunan dan pengembangan peradaban Islam, namun dapat pula menyelesaikan problematika perdaban Islam pada masa kini. Di samping itu, dapat memunculkan sikap positif terhadap berbagai perubahan system peradaban Islam.






Tidak ada komentar:

More Article about this Blog