Pages

Kamis, 30 Maret 2023

28. Al - Basir, maha melihat dan menyaksikan



Nama Allah asmaulhusnaNya Allah yang ke 28 ialah Al-basir, yang Maha melihat : .

(Huwalladzi yughsiru wayushakhidul arghsiya kullaha dzhohiraha wa batinaha) 

Albasir itu : artinya Allah lah yang melihat, maha menyaksikan segala sesuatu baik yang nampak maupun yang tersembunyi, seluruhnya du lihat Dan di saksikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

(Bidunijarihatin wala'adatih walataghoiyyur ) 
Allah subhanahu wa ta'ala melihat, menyaksikan sesuatu baik yg nampak maupun yang Samar-samar, tanpa alat penglihatan

( Yushahidu mas tastasyaro kamayusyahiduma fauqosshara ) dia Maha menyaksikan yang ada di bawah bumi, sebagaimana dia menyaksikan yang ada di atas bumi 

(Yughssiru bishifatihil koimah bi'izatihu ta'ala )
Albasir melihat dengan sifat, Dan dengan dzat Allah subhanahu wa ta'ala.

Jadi, Allah punya nama albasir yang Maha melihat, penglihatan Allah tidak pakai mata seperti makhluk, tidak pakai kelopak mata, tidak pakai alat pendengaran, Dan tidak pula berubah penglihatan Allah. Beda dengan kita ni makhluk makin tua makin kurang penglihatannya, berbeda dengan Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah subhanahu wa ta'ala, berfirman dalam surah ali-imran ayat 20 : 

Allah, basirun, melihat, menyaksikan hamba-hamba nya 

Dan lagi firman Allah dalam surah almaidah ayat 71 

Allah melihat dengan apa yang mereka kerjaan, apa-apa yang kita kerjakan itu Allah subhanahu wa ta'ala melihat, nah bukan hanya melihat sahaja, tetapi juga melihat kelakuan hambanya, melihat perbuatan hambanya.

Firman Allah lagi dalam surah alhadid ayat 4 :


Dan Allah subhanahu wa ta'ala melihat dengan setiap apa yang kamu kerjakan. 

Jadi ayat Ini terus mendesak kita untuk mempercayai, harus yakin kita, Allah itu Maha melihat, melihat dengan apa yang kita kerjakan, melihat dengan apa yang kita perbuat, Dan lagi di pertegas oleh Allah subhanahu wa ta'ala, bahwa Allah Maha melihat setiap apa apa perbuatan yang kita kerjakan. Dimanapun kita berada, di tempat manapun kita bersembunyi tidak akan bisa lepas daripada pandangan Allah subhanahu wa ta'ala.

Firman Allah lagi dalam surah saba' :  ayat 11 


Ber amallah, Amal shaleh, sesungguhnya aku kata Allah, dengan apa yang kalian kerjakan itu melihat. 

Ber amallah dengan Amal shalih pasti Allah subhanahu wa ta'ala melihat kita, walaupun kita sedang mengerjakan Amal itu di tempat yang tersembunyi, maka tidak akan terpelas daripada pandangan Allah.

Jadi dengan dalil dalil Alquranul qarim, maka wajib bagi kita ber iman, bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala Basir, Maha melihat, orang yang tidak percaya kalau Allah itu Maha melihat berarti dia tidak percaya dengan Alquranulkarim, kalau orang itu tidak percaya dengan Alquranulkarim berarti tidak beriman, kalau orang itu tidak ber iman, berarti dia telah kafir, Karna Dia tidak beriman kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

( Almukmin bismillah albasir ) 
Orang yang percaya, ber iman dengan nama Allah albasir, nah kita ni sudah beriman dengan nama Allah albasir Ini. 

Nah apa buktinya kita ber iman kepada Allah yang memiliki nama albasir Ini? Karna kalau kita mengaku, segala pengakuan itu perlu bukti.

Kalau ada orang bertanyq apakah engkau beriman bahwa Allah itu Maha melihat. Ya beriman, nah orang yang mengaku itu, mengaku dia Allah Maha melihat maka orang Ini akan nampak tanda tanda keimanannya kepada Allah albasir Ini

( Ayyaktapiya bi'ibidishorillah al'amalihissholih )
Bahwa dia merasa cukup dengan melihatnya Allah atas perbuatan amalnya itu, cukup sudah Allah melihatku, urusan orang lain aku tidak ambil 
pusing, apakah orang lain melihat atau tidak melihat, tidak penting yang penting sudah merasa cukup, sudah di lihat Allah.

Karna kalau kita sudah merasa cukup Dari pandangan Allah prihal amal ibadah kita, maka kita pun InsyaAllah akan terjauhkan daripada penyakit hati seperti riya'.

(Waayyastari wayakrhsyaminhu aniktirof bil ma'asyi )
Orang yang percaya bahwa Allah itu Maha melihat, dia malu Dan takut melakukan maksiat, dia malu dan takut melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik, nah Ini orang yang ber iman. Karna Allah itu Maha melihat segala perbuatanku.

Hendak berbuat Ini, tidak berani Karna Allah melihat
Hendak berbuat itu, takut, sopan, menjaga adab kepada Allah, Karna Allah melihat, nah demikianlah perbuatan kita yang sangat berpengaruh dalam membina akhlak seseorang.

Karna orang yang ber iman dengan nama Allah albsari Ini otomatis dia akan malu Dan takut untuk melakukan perbuatan dosa Karna Allah itu Maha melihat. 

( Paman khorafa maksiatan wahuwa yaklam annAllah Basir, fama azzasyarah waman zhonna annahu layubsyiru fama akfara) 

Orang yang melakukan maksiat, apapun bentuk maksiatnya, MENCURI, berjudi, mabuk, mabukan, Dan dia tahu bahwa Allah melihat, tapi masih melakukan Hal demikian, (fama azzasyarah ) alangkah beraninya orang Ini, luarbiasa ni manusia. 

Karna kalau orang mencuri, terus di lihat orang, di lihat polis, maka dia akan lari, takut di pukul orang, takut di tangkap.. 

Nah Ini orang kalau ada berani melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk, ( fama azzasyarah ) maka orang Ini orang yang sangat berani, luarbiasa keberaniannya.  tuhan pun dia lawan, Allah subhanahu wa ta'ala. 

(Waman zhonna annahu layubsyiru fama akfara ) dia menyangka, sangkaannya kalau Allah tidak menyaksikan, tidak melihat perbuatannya itu, (fama akfara) alangkah kafirnya orang itu, tertutup hatinya.

Maka tinggah laku kita, gerak gerik kita, perbuatan kita, semuaannya itu akan di lihat oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka malu Dan takutlah kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala

Karna coba tanya diri kita kalau kita ni kira kira berani melakukan perbuatan-perbuatan buruk? Padahal Allah ni Maha melihat, ? Berani sungguh kita ni sama Allah, mahu melawan Allah kita ni berarti jadinya. Semoga kita semua bisa menjaga diri kita, takutlah kepada Allah.

( Annayastahina binazhorillahi ta'ala ) 
Dia tidak menganggap remeh dengan pandangan Allah, 

( Waman akrhpa'ala makrhlukin malayuppihi 'anillahi ta'ala faqodistahanabih minazzhorillah )
Orang yang bersembunyi melakukan perbuatan buruk Karna takut di lihat manusia, malu di lihat orang, tapi tidak takut di lihat oleh Allah, berarti orang Ini orang merendahkan, menghinakan pandangan Allah. 

Padahal tidak ada sesuatu yang paling dekat daripada kita itu kecuali Allah subhanahu wa ta'ala. Nah Ini otomatis orang ni berani dia, Dan otomatis merendahkan Allah. 

( Ayyaklama 'annallaha kholaqolahul bashar liyanjur ila mayyardho ) 

Bahwa dia mengetahui Allah itu menciptakan bagi dia penglihatan agar dia memandang sesuatu yang di ridai Allah. 

Nah kita ni tahu bahwa Allah menciptakan kita ni mata, agar apa, agar kita ni bisa melihat, maka aku musti  melihatlah apa-apa yang Allah ridai.

( wajalik bi Ayyah fazo, basholahu 'amma yuharrimuhu ta'ala )
Dan aku musti hindari pandangan-pandangan yang Allah tidak rida, Selamatlah kita ni nanti. Karna kita ni sudah beriman kepada Allah, dengan nama albasir, maka kita pun tidak sembarangan menggunakan mata kita ni, Karna mata kita ni ciptaan Allah, nikmat yang Allah berikan, bisa sewaktu-waktu Allah tarik nikmat itu. 

Rasulullah bersabda : 
(Kullun 'inin baaaqiatun yaumal kiamah )
Seluruh mata, mata" manusia itu hari kiatamat akan manangis. ( Kullun 'inin baaaqiatun yaumal kiamah) seluruh manusia menangis? Karna apa? Karna takut, Karna menyesali, Karna mata itu di gunakannya untuk melihat yang tidak baik

( Illa 'inan krhoddat 'anma 'ari millah )
Kecuali mata yang tidak mahu melihat yang di haramkan oleh Allah. Kalau mata kita ni kita jaga, maka di hari akhirat kita tidak akan menangis. Arti tidak menangis maksudnya? Hati kita lapang, tidak ada ketakutan, Karna kita sudah berusaha menjaga mata kita, takut kita kepada Allah sewaktu di Dunia.

( Wa 'ainan shohirod Fi sabilillah )
Yang kedua mata yang tidak menangis itu, adalah mata yang berjaga di jalan Allah, mata yang tidak tidur Karna berjaga di jalan Allah, artinya : tengah malam menjaga mata, untuk membaca ayat ayat suci Alquranul qarim, nah mata Ini tidak akan menangis Karna berkah alquran.
Maka perbanyaklah kita ni membaca alquran. Memandangi alquran.

( Wa 'ainan krhoroza Minha mislurasissubab minkhrosyatillah )
Kemudian lagi mata yang Selamat itu, merasa diri banyak dosa kepada Allah, merasa diri menyesali, akhirnya menangis, walaupun setitis saja menangis Karna takut kepada Allah, maka orang Ini matanya akan Selamat di hari kiamat. 

ketika kita sudah beriman kepada allah, yang sudah membuatkan penglihatan kepada kita, maka kita musti pergunakan pandangan itu untuk Hal Hal yang di ridai Allah subhanahu wa ta'ala.

Ada beberapa contoh yang tidak di perbolehkan di memandanginya : 

1. ( Annazhor ila auratil Ghair)
Memandang aurat orang lain, bila mata kita gunakan kesitu berarti kita sudah menyalah gunakan, meremehkan nikmat mata Ini, baik aurat sesama jenis, Waupun lawan Jenis. 

2. ( Annazhor Fi baitil Ghair bi Gairil ishil shahibih) 
Memandang kedalam rumah orang tanpa seizin yang punya rumah, itu tak boleh juga : jadi kalau kita hendak bertamu ke rumah orang, ada tatacaranya, kita hendak mengetuk pintu rumah orang itu arah badan kita jangan mengarah ke rumah, musti menyamping supaya kita dibukakan pintu tu kita tidak melihat isi rumah orang. Karna melihat isi rumah orang tanpa seizin yang punya termasuk menyalahi nikmat mata ni, itu adabnya. Apalagi mengintip-ngintip rumah orang.

3.  ( Annazhor illa syai'in akrhfausshohibuh )
Memandang sesuatu yang di sembunyikan pemiliknya, contohnya membuka tass orang, membuka sesuatu yang di sembunyi pemiliknya supaya orang tidak tahu, nah kita tbtb datang membukanya, itupun tidak boleh

4. ( Annazhor illa munkar ) 
Memandang perbuatan munkar, contoh nya memandang berbuatan dosa, perbuatan maksiat, memandang kepada maksiat adalah maksiat, memandang perbuatan dosa adalah dosa, walaupun kita ni cuman memandang tapi sama dosanya. 

Contohnya perempuan yang mengumbar-umbar auratnya, Karna mengumbar aurat adalah perbuatan munkar, memandangi adalah munkar, sama.

Maka musti kita jaga mata kita ini supaya kita terjauhkan daripada memandangi Hal Hal demikian.

5. ( ayyyastash'ira annAllah naziran ilahi biahwalihi qulliha )
Bahwa kita Ini merasakan bahwa Allah memandangi kita pada seluruh keadaan kita, nah Ini sudah masuk kedalam muraqabah: 

Contohnya : lagi sembahyang, jangan macam macam kita ni, Karna di lihat Allah, seperti dirumah, di kamar, di tempat yang sunyi Dan tersembunyi, jangan lagi kita ni banyak tingkah, tidak karu-karuan, Karna di lihat oleh Allah. Rasakan dalam hati kita, bahwa Allah melihat seluruh keadaanku. Nah bila Ini jalan, InsyaAllah kita akan Selamat, aman sudah kita ni. 

Hendak melakukan Ini melalukan itu, malu takut, sama Allah, hendak sembahyang laju-laju tergesa-gesa, takut sama allah. Nah kalau sudah kita terapkan kita rasakan di dalam hati kita bahwa Allah selalu memandang gerak gerik ku 24jam tidak pernah putus maka akan menimbulkan akhlak mulia dalam diri kita ni.

Nah bagaimana caranya supaya kita bisa itu, merasa Allah melihat kita, rasa di lihat Allah tu macam mana?
Karna kalau kita tidak ada rasa di pantau oleh Allah, itu sebab kita berani melanggar hukum-hukum Allah, berani sungguh kita ni. Nah andai kata kita merasa di awasi maka kita pun akan selamat.

Nah tinggal bagaimana caranya? Jadi orang yang merasa selalu di lihat/di awasi oleh allah, para ulama menjelaskan kepada kita salah satu amaliyah, bila kita amalkan Ini, sambil dihayati, InsyaAllah kita akan di bantu Allah menimpulkan rasa itu.

Amalannya ringkas saja, pendek, jangan di baca di mulut,
Di baca dalam hati 
( Allahu ma'i   / allahu nazirun ilayya/ allahu syahidun alayya) 

Mengata hati kita allahu ma'i Allah beserta ku 
Allahu nazirun ilayya Allah memandang kepada ku, Allah syahidun alayya Allah menyaksikan atasku.

InsyaAllah berkah kita ni, akan Selamat kita ni, kemanapun kita bergerak akan merasa di dalam hati Allah mengewasi kalau kita tanamkan kalimat itu salami maknanya di hati kita. Insyallah akan mendatangkan rasa itu.

InsyaAllah semoga Allah memberikan kita semua hidayah Dan taufiq sehingga kita semua bisa memperbaiki diri kita Dan senantiasa bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta'ala Dan kita bisa menghadirkan rada itu, rasa di awasi oleh Allah, sehingga harap hati kita ni menjadi orang orang yang Selamat dunia Dan akhirat aamiin ya Allah aamiin ya rabbal'alaman












Tidak ada komentar:

More Article about this Blog