Pages

Kamis, 23 Maret 2023

27. Assami' tidak hilang daripadanya sesuatu yang di dengar

Alhamdulillah, puji syukur yang tidak terhingga kita haturkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Karna sampai sampai Ini sampai detik Inj Allah subhanahu wa ta'ala masih sahaja memberikan begitu banyak nikmat kepada kita, maka tak lupa lah kita untuk senantiasa mengingatkan hati kita mengingatkan diri kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan alhamdulillah.

Serta shalawat Dan Salam juga kita haturkan kepada Baginda Rasulullah, semoga demikian itu Allah subhanahu wa ta'ala meridhai atas diri kita Dan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita Ini yang penuh dengan banyaknya dosa, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin

Nama Allah daripada asmaul alhusna nya Allah yang ke 27 ialah As - Sami' ( Yang Maha mendengar )

Firman Allah subhanahu wa ta'ala : pada surah asshura, surah ke 42. Pada juz 19
Laysyakamislihi sya'un) tidak ada seperti Allah sesuatu, Dan dia Maha mendengar Dan Maha melihat.

Wakola ta'ala, firman Allah subhanahu wa ta'ala. : Pada surah Al maidah ayat 76
umumnya sepakat para ulama tafsir yang menjelaskan prihal ayat Ini, untuk membantah paham yang menyembah selain Allah, seperti kaum nasrahi yang menyembah nasi isa alaihissalam. Atau orang-orang yang menyembah selain Allah subhanahu wa ta'ala.

katakan wahai rasul adakah kalian menyembah tuhan selain Allah, yang tidak bisa memberi manfaat serta mudarat, Dan dialah Allah yang Maha mengetahui Dan Al-'Alim, yang Maha mengetahui. 

Para ulama menghitung di dalam Alquranul qarim ada 45kali  nama Allah subhanahu wa ta'ala assami' Ini. 

Ada assamul basyr, ada assami'ul 'alim, Dan lainnya, ada 45 Kali nama Allah assami'ini di dalam alquran : yang Maha mendengar. 


(Assami' huwalladzi laya'zubu 'anhumasmuhun wa'in krhofiya, fayasma'u sirra wannajwa, yasma'u hamdalhamidin, fayuzazihim waddhu'a adda'in, fayastazibulahum ) 

Assami' itu dialah yang tidak hilang daripadanya sesuatu yang di dengar, artinya tidak ada sesuatu yang tidak di dengar oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sekalipun tersembunyi, sekalipun itu berbisik-bisik hati pun di dengar oleh Allah.

Dia memuji orang yang memujinya, contohnya kita baca
( Alhamdulillahi rabbil 'alamin ) di dengar oleh Allah, maka Allah berikan pahala bagi orang-orang yang memujinya itu.

( waddhu'a adda'in )
Allah subhanahu wa ta'ala yang bermana assami' mendengar doa orang yang berdoa, baik secara Lisan yang di ucapkan, baik di dalam hati, baik doa secara pelan pelan, baik doa secara nyaring, semuanya itu di dengar oleh Allah, Dan Allah kabulkan bagi orang-orang yang meminta kepada Allah. 

( Wayasma'u bi sam'i ) 
Allah subhanahu wa ta'ala yang bernama assami', dia mendengar itu dengan sifat sama'nya, sifat pendengarannya, 
(Laa bi ashkrhomatin )
Dia tidak mendengar dengan telinga, dengan daun telinga, ataupun dengan alat-alat pendengaran apapun,
Maka tidak mendatang kepada Allah alhadasan, yang prihal baharu : 
Contohnya: macam kita ni makhluk Allah, manusia, makin tua makin kurang pendengaran kita, jadi pakai alat pendengar, nah kalau Allah Maha suci daripada demikian itu, 

( Layaskrholuhu syam'un 'an syam'in )
Tidak menyibukkan akan Allah pendengaran dari pendengaran, artinya semilyaran orang bedoa kepada Allah dengan macam-macam doa semuanya allah dengar dengan sempurna, 

Beza kalau kita ni, eh tunggu dulu aku mahu dengarkan dia ni dlu nanti baru kamu ya, itu kita makhluk.

Kalau Allah Maha suci daripada semikian , Karna semua doa, Dari waktu yang berbeda, Dari tempat yang berbeda, permohonan yang berbeda-beda, yang kuat, yang pelan, yang di ucapkan yang di dalam hati semuanya itu di dengar oleh Allah dengan sempurna dengan namanya assami'Ini, subhanahu.

( Almukmin bismillahissami' ) 
Orang yang telah beriman dengan Allah, Dan percaya dengan nama Allah assami', percaya kita Dan tidak sedikitpun ada ragu di dalam hati kita. 

Nah apa akhlak yang akan kita dapatkan?
( Ayyusbitha syifatassam'i lahu ta'ala wa'anna syam'ahu laysyakasyam'il halqi ) 
Wajib kepada kita untuk menetapkan bahwa Allah itu ada punya sifat sama' mendengar dan pendengaran Allah tidak seperti kita ni makhluknya..

Nah kita harus dengan sebenar-benarnya percaya mantapkan di dalam hati kita bahwa pendengaran Allah tidak sama seperti kita, Karna Allah Maha mendengar 

( Ayyuksira addhua'a illallah wassaqquwwalillah )

Kedua, kalau kita sudah yakin bahwa Allah itu Maha mendengarkan segala macam bunyi suara, nah kalau kita sudah yakin tu, maka perbanyaklah kita berdoa kepada Allah subhanahu wa ta'ala, banyak-banyak kita mengadu kepada Allah, sebagai bukti keimanan kita bahwa Allah mendengar doa kita, nah kita berdoa, Allah mendengar keluhan kita, mengadu kita kepada Allah. 

Nah kalau orang yang tidak mahu, Malas berdoa berarti dia meganggap kalau Allah itu tidak Maha mendengar, tapi kalau orang yang beriman kepada Allah, dengan namanya Maha mendengar, pasti dia akan selalu berdoa kepada Allah, mengeluh, mengadu kepada Allah. Churhat, selalu berkomunikasi kepada Allah. Melalui shalatnya, Dan doanya kita itu. 

Baginda Rasulullah 
( Laysya syai'un akrama Alallah minaddhu'a )
Tidak ada sesuatu yang paling memuliakan Allah daripada doa, kita mengucap Allahuakbar, memuliakan Allah, kita mengucap subhanallah, memuliakan Allah, kita mengucap alhamdulillah, memuliakan Allah, kita melaksanakan sembahyang memuliakan Allah. Tapi yang paling memuliakan Allah, daripada amal-amal taat kita adalah doa. 

Karna doa ni adalah diantara ibadah yang paling Allah suka, Dan kenapa ibadah doa ni adalah perbuatan yang paling memuliakan Allah? Karna dengan doa itu nampak sekali kita ni bergantung kepada Allah, berhajat kepada Allah, perlu akan Allah,

Dengan berdoa berdoa sangat nampak bahwa Allah itu Maha kuasa, dengan berdoa kita yakin Allah itu Maha kaya dan Maha segala-galanya, 

Karna kalau kita berdoa tu menunjukkan diri kita ni lemah, kita pun butuh bantuan Allah, doa tu menunjukkan kita ni banyak dosa, kita pun butuh ampunan Allah, doa tu menunjukkan diri kita ni hamba, kita pun butuh Allah, supaya kita ni menjadi orang yang Selamat dunia dan akhirat.

Nah mangkanya doa itu paling di sukai Allah. Karna nabi nabi terdahulu pun ketika ada masalah berdoa kepada Allah, mengadu kepada Allah.

Nah, apa bedanya mengadu, Dan berdoa kepada Allah?
a. Karna ada yang hanya doa tanpa mengadu, 
b. ada yang mengadu tanpa doa,
c. ada yang kedua-duanya. 

Contohnya : orang yang mengadu : 
(Ya Allah inni syakim)
ya Allah hamba sedang sakit, nah itu mengadu kepada Allah , 
( Ya Allah inni faqir)
hambamu Ini faqir ya Allah 
(Ya Allah inni dhoif) 
Hambamu ini lemah ya Allah 

Nah allah ni sangat sayang, sangat senang kalau kita ni selalu mengadu kepada Allah.

Tapi kalau doa : 
(Allahummasfini ) 
Ya rabb sembuhkan hamba 
( Allahummagnini) 
Ya rabb kayakan hamba 

Nah itu hanya doa, Dan ada sekaligus mengadu Dan diiringi berdoa kepada Allah, Ini ni yang paling baik 

( Allahumma rabbi inni syakim, fa asfini ) ya yallah hamba Ini sedang sakit, sembuhkan lah ya Allah ) nah Ini kedua duanya )

( Ya ilahi, ya rabbi, ya Allah, hamba Ini, tolong hamba ya Allah, angkat penyakit Ini, supaya hamba sembuh ) nah Ini contoh berdoa yang paling baik kepada Allah, mengadunya ada doanya ada.

Nabi ya'kum alaihissalam yang di kisahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam Alquranul qarim, pada surah Yusuf ayat 86 :  

Aku hanya mengadu tentang sedih nya aku Ini, aku hanya mengadu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, 

di waktu nabi ya'kum kehilangan anak yang tercipta nabi Yusuf alaihissalam, hilang, di beritakan di makan serigala, hilang nabi Yusuf, sedih nabi ya'kub, apa yang nabi yak'kub buat, kemana mengadu, kemana mengadu, mengeluh/mengadu hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Tidak kepada selian Allah, 

Karna apa? Karna yakin Allah tu Maha mendengar.

Baginda Rasulullah : begitulah wafat paman beliau Abu thalib, wafat istri beliau, di mekah terancam, lalu Baginda Rasulullah berangkat ke tha'if, dengan harapan orang ta'if ini bisa beriman kepada Allah, sesampai disana justru Baginda Rasulullah di hadang, dan di lempari batu.

Di lempari orang ta'if nabi kita ni, sampai Luka, nah di mekah sudah terancam, paman wafat, istri wafat, sampai di ta'if, di hadang, di lempari batu, demikian yang di hadapi Baginda Rasulullah pun mendoakan masyarakat ta'if yg demikian itu kemudian Baginda Rasulullah pun balik ke mekkah, mengadu kepada allah 

( Allahumma inni ashqu ilayka dho'afa quwwati wa killata hillati wahawani 'alannas antarabbul mustadho'afin ) itu aduan Baginda kepada Allah, mengadu kepada Allah lemahnya kekuatanku kata Baginda Rasulullah, sedikitnya Daya upayaku, Dan demikian prihal manusia kepadaku, engkaulah ya Allah tuhan kepada orang-orang yang lemah, engkau lah ya rabb penolong kepada orang-orang yang lemah ) nah Ini lah aduan Baginda Rasulullah kepada Allah, Karna beliau yakin pasti Allah mendengar.
Ada mengadunya, ada doanya.

Jadi kalau orang beriman kepada Allah dengan namanya assami', ada masalah ngadu kepada Allah, Allah pasti mendengar. Nah kalau biasanya kita sebut sebagai curhat, curahhan hati, nah kalau tu suka sangat kalau kita ni mencurahkan isi hati kita kepada Allah. Suka Allah, ada apa apa masalah langsung adukan kepada Allah. Itu bukti kita beriman ni, nanti Allah pun akan Kasi jalan, Kasi ilham, Kasi petunjuk. 

Dan lagi (Ayyah fazo kalamah min qulli malayardhoh ) 
Dia menjaga ucapan-ucapannya Dari sesuatu yang tidak di ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Contohnya: kita ni bersuara, kan Allah dengar kita, maka jagalah ucapan kita itu. Nah kalau kita benar beriman dengan nama Allah yang Maha mendengar ni otomatis kita menjaga Ucapkan, menjaga perkataan kita Dari Hal Hal yang tidak baik Dan Hal Hal yang tidak di ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Orang yang sembarangan berkata-kata sudah pasti orang Ini tidak beriman Dan tidak tahu bahwa Allah Maha mendengar. Nah kalau sudah kita tahu Allah Maha mendengar berarti musti hati hati kita berbicara. Karna Allah bukan hanya mendengar, tapi akan menyimpan, Dan juga merekam ucapan kita itu, nanti di akhirat akan di perlihatian Allah kepada kita rekaman itu kepada kita. 

Maka hati hati lah kita dalam berkata-kata Dari sesuatu yang tidak di ridai Allah subhanahu, apa-apa yang tidak di ridai Allah itu prihal ucapan kita contoh nya seperti : 

A. Alkazib : dusta, dusta ni Allah tidak dusta, apalagi berdusta atas nama Allah, contoh Allah berfirman, tapi Allah tak ada berfirman macam itu pun, mengada-ngada. Kemudian berdusta atas nama nabi, Baginda Rasulullah bersabda, padahal nabi tak ada pun bersabda macam tu, nah Ini dusta yang berat : 

Baginda Rasulullah bersabda : 
( La takjibu alayya fainnahumman kajabba 'alaiyya falyaliddinnar ) 

Jangan berdusta atas nama aku, kata Baginda Rasulullah, siapa yang berdusta atas nama aku, maka dia masuk neraka. Jangan sekali-kali kita berani berkata Ini kata nabi, Ini kata nabi padahal tidak benar. 

(Karna semuanya akan di dengar oleh Allah subhanahu wa ta'ala)

(Syahadattizzur) 
B. Bersaksi palsu, contohnya aku melihat dia berbuat itu, aku mendengar dia dia bersuara itu, padahal tidak ada, nah Ini kata nabi ( akbarul kabair ) termasuk dosa besar, orang yang bersaksi palsu ni.

(Alyaminul khamuz)
C. Bersumpah paslu, contohnya : demi Allah aku tidak pernah melakukan itu, padahal pernah, nah ni (alyaminul khomuz) sumpah yang menenggelamkan dia kedalam neraka. Demi Allah Ini barang harganya 10 ribu, padahal harganya tidak sampai segitu, nah ni tidak boleh.

Karna semuaan itu, ucapan kita itu di dengar oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Apalagi yang kita jaga prihal kata-kata kita, (da 'awwan nasab, mengakui nasab) artinya jangan mengakui sesuatu yang bukan keturunannya. Contohnya : kita jadikan anak orang sebagai anak angkat, maka jangan pakai bin kita, tu namanya mengakui nasab padahal bukan. Jangan sampai seperti itu 

Apalagi yang harus kita jaga dalam ucapan kita (alkajib, bi tarkib, wattarhib, )

1. Berdusta dalam Hal menggemarkan
2. Berdusta dalam Hal menakut-nakuti, nah itu tidak boleh, Karna termasuk dusta. 

Contohnya eh jangan duduk di atas bantal nanti berbisul, nah Ini dah tak boleh lagi. Menakut-nakuti dengan cara berdusta, attarkib, wattarhib) 

(Alkazib liyudhikannas ) 
Berdusta untuk bahan tertawaan. : 

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist yang shahih mengatakan

(Waylun limayyu haddisu wayakzibu liyudhahikal yauma, liyudhikal kauma, waylun lahu, waylun lahu )

Celakalah bagi yg berbicara lantas berdusta hanya Karna membuat orang lain tertawa. Waylun lahu, waylun lahu)
Nah jangan lah buat, tak ada manfaatnya, lebih berhati-hati lagi kita dalam berkata-kata, buat lah yang bermanfaat bermanfaat saja. 

(Kemudian lagi jangan sekali Kali kita gunakan Lisan kita Ini untuk mencela orang lain, Dari dosanya itu. ) 

Rasulullah bersabda: ( man ayyara 'ahahu bizambin khattaba minhu lamyamut hatta la yakmalah )

Barangsiapa yang mencela dosa seseorang yang mana dia sudah bertaubat dengan dosa itu, maka orang yang mencela itu tidak akan mati sebelum dia melalukan dosa sesuai apa yang dia cela itu.

( 'atta ib minatzambika manla Jambala ) orang yang sudah taubat Dari dosa di sisi Allah, maka sama ia seperti orang yg tidak berdosa. jadi berhati-hati kita, jaga perkataan kita, jaga mulut kita, Dan Allah pun nanti di akhirat tidak akan menggungkit-ungkit prihal dosa kita yang sudah kita taubat itu.

Nah Ini kita manusia kenapa harus menggungkit-ungkit dosa orang, maka kita jaga Lisan kita daripada perkara Ini. ( Karna semuanya itu di dengar oleh Allah ) 

Kemudian lagi, termasuk yang kita jaga lagi dengan Lisan kita ( almadhun nafsi 'awil fashik ) memuji-muji diri sendiri, Karna yang berhak di puji itu hanya Allah. Dan hanya Allah lah yang berhak memuji dirinya Contohnya : ( alhamdulillahirabbil'alamin) Karna segala sifat-sifat keindahan itu hanya milik Allah, segala sifat kesempurnaan ada pada Allah, nah kalau kita memuji diri kita sendiri, nah Ini yang tidak patut, Karna kita nih pasti tidak terlepas daripada silap Dan salah.

(Wal fasik ) Dan jangan memuji-muji orang pasik, artinya fasik Ini, orang yang melakukan dosa besar, terus menerus kemudian tidak mau bertaubat, banyak ni sekarang orang mempertontonkan auratnya, berhak dia di sebut pasik, nah ni tidak boleh kita puji-puji orang demikian, mustinya kita doahkan, kita nasihatkan.

Rasulullah bersabda: ( innallah yargegab iza mudihal fasik ) Allah marah kalau di puji orang pasik itu

Karna semuanya itu di dengar oleh Allah subhanahu wa ta'ala, maka hendaknya apapun yang kita ucapkan, Dan kita dengarkan, sebisanya kita Tanya sama diri kita apakah Ini, itu, di ridai Allah, kalau tidak maka tinggalkan.

Karna orang yang beriman dengan nama Allah assami'Ini musti berhati hati dengan kata Kata, mana kata Kata yang di ridai Allah, itu yang harus di ucapkan, mana kata Kata yang tidak di senangi oleh Allah, tidak usah disebutkan.

( Ayyahfada Sam 'ahu, minkulli malayardho'a) 
Nah kalau kita beriman dengan nama Allah assami' Maha pendengar maka kita jaga pendengaran kita setiap apa apa yang tidak baik di ucapan, maka tidak baik pula di dengarkan.

Contoh : gibah tidak baik kita ucapkan, begitupun kita mendengarkannya. 

Nah jadi kalau kita sudah banyak berdoa kepada Allah, Dan mengadu kepada Allah, serta menjaga perkataan daripada Hal Hal yang tidak di ridai Allah, menjaga telinga daripada Hal Hal yang tidak di sukai Allah, maka itulah bukti orang yang beriman kepada Allah dengan namanya assami'.

Dan Ini bagian daripada muraqabah, Karna kita yakin Allah itu Maha mendengar, otomatis kita lebih hati hati, dalam ucapan Dan pendengaran kita.

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memudahkan kita, memberikan taupik Dan hidayah kepada kita, sehingga kita bisa menghindari perkataan Dan pendengaran yang tidak baik, yang tidak di ridai oleh Allah subhanahu wa ta'ala, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal'alaman.




Tidak ada komentar:

More Article about this Blog