Pages

Selasa, 21 Maret 2023

25. Al-muiz, 26. Al mudhil

Alhamdulillah, puji syukur yang tidak terhingga kita haturkan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Karna sampai sampai Ini sampai detik Inj Allah subhanahu wa ta'ala masih sahaja memberikan begitu banyak nikmat kepada kita, maka tak lupa lah kita untuk senantiasa mengingatkan hati kita mengingatkan diri kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah dengan mengucapkan alhamdulillah.

Serta shalawat Dan Salam juga kita haturkan kepada Baginda Rasulullah, semoga demikian itu Allah subhanahu wa ta'ala meridhai atas diri kita Dan Allah subhanahu wa ta'ala memberikan ampunan kepada kita Ini yang penuh dengan banyaknya dosa, aamiin ya Allah aamiin ya rabbal 'alamin

Yang ke 25 Dan yang 26 Dari asmaulhusna ialah , Al-muiz, al-mudhil

Imam al-ghazali rahimahullah menjelaskan tentang makna kedua nama Allah Ini (almuizzu, almudhillu, )

( Huwalladzi yuktil mulka mayyasya' 
wayyas lubuhummimmayyasya', yu'izzu mayyasya', 
Wayyuzillu mayyasya' )


Allah lah yang memberikan kerajaan atas orang-orang yang Allah kehendaki, Dan allah pula yang mencabut kerajaan itu atas orang-orang yang Allah kehendaki, Dan Allah pula memuliakan orang yang Allah kehendaki, Dan Allah pula yang memuliakan orang yang Allah kehendaki.

Nah itulah ( almuizzu almudhillu )

Di maksud kerjaan itu ? Bukan kerajaan-kerajaan dunia yang kita biasa artinya, ni arti raja lebih Dari itu, nah di maksud raja disini bukan hanya sekedar raja dunia tetapi di sebut dengan kerajaan disini, raja dunia dan akhirat.

Orang yang Allah muliakan itu, orang yang di berikan Allah kerajaan dunia Dan akhirat, Dan orang yang Allah hinakan itu orang yang di cabut kerajaan dunia Dan akhirat.

Jadi pengertian raja itu, bukan hanya dunia, tapi kedua-duanya, dunia Dan akhirat.

( Al-malikul haqiqi man rafa 'allahul hijab an qalbihi fasyahadallahu ta'ala, warazakahul qanaah hatta tas ta'kho nabiha bi krholqihi, wa qawwahu 'ala qohrih syifati binafsihi, 

Huwalladzi 'ata ul mulka wa a 'azzahu fitdunya Wal akhirah )

Nah bagaimana orang yang di beri Allah kerajaan dunia Dan akhirat Ini, orang yang di berikan Allah kerajaan dunia Dan akhirat itu, orang yang diberikan Allah tiga Hal, 

apabila tiga Hal ini diberikan Allah kepada hambanya, maka hamba Ini menjadi raja dunia akhirat, Dan di muliakan Allah dunia Dan akhirat :

1. Allah berikan dia ( rafa 'ahul hijab an qalbihi ) 
Allah angkat dinding hatinya sehingga dia, hatinya itu bisa menyaksikan perbuatan Allah subhanahu wa ta'ala pada tiap tiap sesuatu Dan segala sesuatu. Dan perbuatan Allah itu tidak pernah sunyi daripada hikmah, Karna tidak ada perbuatan Allah  yang sia-sia

Contohnya : Selama Ini kita memandang sesuatu itu, manusia, kita pandang mata itu manusia, Dan pandangan hati punya manusia, 

Contoh: mata kita melihat langit, hati kita pun melihat langit, kita melihat sifulan orang sholeh hati kita pun melihat sifulan itu orang yang sholeh, 

Tapi kalau sudah Allah buka hati kita, maka kita akan bisa melihat apa hikmahnya daripada semuaan itu, Karna kalau Allah sudah buka hati kita, pasti penglihatan mata yang dzohir berbeda dengan penglihatan hati

Karna kalau orang yang sudah diberikan oleh Allah kerajaan dunia Dan akhirat itu, pertama Allah angkat dinding dari hatinya, sehingga hatinya tidak akan melihat sesuatu selain Allah subhanahu wa ta'ala. Karna di Dunia Ini tidak terlepas daripada perbuatan Allah. 

Dan perbuatan Allah tidak pernah sunyi daripada hikmah

Contohnya : kita melihat orang-orang yang taat kepada Allah, maka mata Ini melihat itu orang yang taat kepada Allah tapi hati Ini melihat itu adalah ciptaan Allah, Dan apa hikmahnya? Agar kita bisa senantiasa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala diperlihatkannya kita orang yang sholeh, kemudian kita berdoa kepada Allah, semoga kita bisa menjadi orang yang sholeh seperti orang yang kita lihat itu, nah itulah hikmah daripada perbuatan Allah yang musti kita tahu kalau hati kita ni sudah di bukakan Allah dindingnya.

Kemudian kita melihat orang yang melanggar hukum-hukum Allah, mata kita melihat fulan bin fulan melakukan Hal demikian, hati kita mengatakan bahwa itu adalah ciptaan Allah, hikmah disitu apa, kita bersyukur bahwa Allah selamatkan kita, Allah tolong kita, kita tidak dijadiin seperti orang tersebut. Dan orang itu bisa menjadikan Jalan pahala bagi kita, seperti medoahkannya, dapat pahala kita, menasihati nya dapat pahala kita, (Amar makruf nahi munkar) 

Nah kalau hati kita sudah bisa demikian, maka beruntung lah kita bisa memahami hikmah hikmah daripada perbuatan Allah subhanahu wa ta'ala. Maka kitapun sudah mendapatkan kerajaan dunia Dan akhirat, Daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

Kemudian orang yang diberikan Allah kerjaan dunia Dan akhirat itu : orang yang bersifatl qanaah, qanaah itu artinya ( tarkut tassawwuf bil 'ilal maf 'ud Wal istig rhna bil mauwud ) Qanaah itu artinya tidak ingin kepada yang tidak ada, merasa cukup dengan yang ada, 

Contoh nya di berikan oleh Allah rezekinya 100ribu, Karna hasil dagang Dan usahanya, nah cukup, tidak lagi memikirkan, meng ingini hari Ini dapat 200ribu, diberi Allah hari ini sekian cukup, tidak meng ingini hari ni dapat lebih. Apa yang di berikan Allah kepadanya dalam masalah rezeki dia merasa cukup, nah itu qanaah.

Karna kalau orang yang tidak merasa cukup, yang tidak qanaah maka dia akan tamak, lawannya daripada qanaah, contohnya : dapat rezeki hari ini hasil Dari usaha Dan dagangnya, 100 ribu, eh masih kurang ni harusnya 500ribu, diberikan Allah rezeki hati Ini 500 ribu, eh masih kurang Ini harusnya 1jt. Nah itu lah tamak, tidak bersyukur tidak merasa cukup.

Karna kalau qanaah maka akan merasa cukup, Dan qanaah Ini memang berlawanan dengan sifat asli manusia, yaitu tamak, bawaan manusia Dari lahir, untuk bisa qanaah merubah tamak menjadi qanaah itu perlu belajar, perlu ilmu, perlu latihan, Karna tidak ada orang yang lahir Dari bersifat qanaah, musti tamak, Karna tamak Ini memang membaan lahir daripada manusia.

Nah kalau tidak belajar, tidak punya amalan, tidak punya ilmu, kita akan jadi tamak sampai mati, jadi tamak Ini musti kita ganti jadi qanaah, sehingga kita akan merasa cukup dengan rezeki yang sudah di tentukan Allah kepada kita Dan kita ridha akan ketentuan Allah itu.

Nah para ulama menjelaskan kepada kita supaya kita ni bisa qanaah.

Karna kalau kita sudah dapat qanaah, kita akan dapat 1/3 kerajaan dunia Dan akhirat, kata para ulama supada dapat qanaah itu yang pertama : 

(Al ilhah piddhu'a) 
1. sering-sering berdoa kepada allah, ( allahummarjuknil qanaah ) ya Allah berikan lah hama qanaah, yang merasa cukup akan ketentuan yang sudah engkau tentukan terhadap hamba Ini ya Allah.

Contohnya: Orang yang hidup kaya miskin ni tergantung hati, banyak orang kaya hati miskin, banyak pula orang miskin hati kaya, orang yang miskin tapi hatinya Kaya, itu lah qanaah.

2. Kemudian untuk mendapatkan hati yang qanaah lagi itu musti yakin bahwa Allah lah yang memberikan rezeki itu, yang menciptakan rezeki-rezski itu, Dan Allah pula yang menciptakan sebab-sebab datangnya rezeki itu kepada kita, nah kita akan nyaman kalau tahu itu.

Karna semua itu sudah di takdirkan oleh Allah kepada kita, sudah di tulis rezeki kita ni, tidak akan kurang tidak akan lebih, maka jangan risau, masing-masing orang sudah di jatah sekian-sekian oleh Allah prihal rezekinya, tidak akan bertambah dengan tamak, tidak akan berkurang dengan qanaah.

Maka percayakanlah prihal urusan rezeki itu kepada Allah, Dan biarkan Allah yang mengatur cara penyampaian suatu rezeki itu kepada kita yang jelas kita usaha dan tawakkal kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

3. Supaya qanaah lagi 
( annazhor ila mannahu wa 'aqalahu minhu firriziq)
Memandang orang yang berada di bawah kita.

Contohnya: kita punya penghasilan 100 ribu, liat kawan kita, tetangga kita yang di bawah kita penghasilannya. Maka pandangi orang orang yang rezekinya di bawah kita ni supaya kita mendapatkan rasa syukur kepada Allah Dan merasa cukup dengan apa yang sudah di berikan Allah kepada kita.

Jangan kita pandang orang yang di atas kita, nanti hidup kita tidak bersyukur, tidak pula qanaah, jadi tak nyaman, hidup tak tenang, selalu pusing, mahu kayak orang tu gajinya banyak.

Jadi Baginda Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist : ( unzhuru ila man asfala minkum wala tanjuru ila manfawqoqum ) pandangi orang yang di bawah, jangan pandang ke atas supaya hidup nyaman, supaya hidup tenang, supaya bisa qanaah 

Tapi kalau uraan ibadah, taat kepada Allah, jangan begitu, pandangi orang yang di atas, jangan yang di bawah kita, pandangi yang di atas supaya kita lebih giat dan semangat lagi dalam ibadah kepada Allah.


Nah kalau kita sudah mendapatkan qanaah, di Allah rezeki hari ini, cukup, puas, di Allah esok hari rezeki, cukup, puas, apa faedahahnya kita mendapat sifat qanaah Ini, merasa cukup Ini 

1. ( Naylu mahabbatillah ) 
Dia dapat tittle kekasih allah 
2. Tanda sempurna iman, Karna sudah meyakini prihal urusan rezeki itu kepada Allah subhanahu wa ta'ala, tugasku usaha Dan tawakkal, apapun hasilnya nanti aku qanaah merasa cukup.
3. ( Ya'isyu hayatan toyyiban) 
Orang qanaah hidupnya senang tidak susah, Karna apa? Karna dia sudah merasa puas dengan yang sudah di beriman Allah subhanahu wa ta'ala kepadanya. 
4. (Tazzeribu mahabbah baynannas )
Orang yang bersifat qanaah, merasa cukup Ini, di sukai orang, di sukai manusia, Karna, kawan kita suka kalau kita ni bersifat qanaah Ini, Cuba aja kalau kawan kita ni tamak, kita ni yang susah jadinya nanti.
5. Terhindar dirinya daripada sifat dengki kepada orang lain.
Contohnya : dia dapat rezeki 50 ribu sehari, alhamdulillah, sebelahnya dapat 200ribu, gapapa, aku sudah cukup 50ribu ni bahkan lebih.

Coba kalau orang tamak, sebelah dapat 1juta, dia dapat 200ribu, wah bisa sakit hati dia ni, berusaha, giat, segala macam, supaya dia ga mau kalah, harus dapat 1juga juga, biar ga malu dia. Akhirnya hidup pun tak nyaman, tak berkah.


Nah begitulah akhlaj yg kita dapat kalau kita beriman dengan nama Allah almuizzu almudhillu.

1. Allah buka hati kita untuk memahami hikmah daripada perbuatan Allah.
2. Allah berikan kita sifat qanaah
3. Allah bantu kita mengalahkan sifat yang buruk dalam diri kita

Sifat yang buruk dalam diri :
1. Jahil
Contohnya : mengalahkan sifat yang buruk dalam diri itu seperti sifat jahil, Karna tidak ada orang yang tiba-tiba lahir langsung jadi alim, tidak ada, 

nah orang yang di bantu Allah mengalahkan sifat jahil Ini, dengan cara Allah mampukan dia menuntut ilmu, sampai bisa menghilangkan jahil dalam dirinya, Dari dia tidak tahu menjadi tahu, Dari tidak faham menjadi faham, jadi tidak ngerti menjadi mengerti, maka itu lah bantuan daripada Allah subhanahu wa ta'ala.

2. Sifat buruk dalam diri : kikir
Kalau sudah di bantu Allah maka kita akan di mampukan allah, yang asalnya jahil jadi alim, yang asalnya kikir jadi pemurah, yang asalnya sombong jadi tawadhu, yang asalnya dendam jadi pemaaf, 

Nah kalau sudah bisa mengalahkan sifat buruk dalam diri maka kata Allah, orang Ini sudah mendapatkan kerajaan dunia Dan akhirat dalam dirinya. Siapa yang menamakan kita itu raja? Siapa? Allah subhanahu wa ta'ala. 

Akan tetapi kalau orang yang di tutup Allah hatinya, kemudian tamak tidak qanaah, Dan juga tidak bisa melawan sifat buruk yang ada dalam dirinya, Ini orang lah yang di hinakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, 

( Almukmin bismillahil muizzi Wal mudhil ) 
Orang yang beriman kepada kedua nama allah Ini, yang memuliakan yang menghinakan. 

Apa akhlak yang kita dapat yang musti kita tanamkan dalam hati kita, bahwa hanya Allah lah yang berhak menghinakan Dan memuliakanku, orang lain tidak ada urusan bagi kita. 

( Ayyu'izza man a'azza 'ullah ) 
Bahwa kita musti meninggikan kebeneran Dan orang-orang yang benar, Dan merendahkan kebathilan Dan perbuatan-perbuatan yang bathil yang melanggar hukum-hukum Allah. 

( Ayyakuna tsababan li 'izzi ghroirih biyadihi Wal insani ) 
Bahwa dia menjadikan sebab orang yang mulia, sebab lisannya, Dan sebab tangannya, berbuat baik kepada siapapun.

Tidak ada komentar:

More Article about this Blog